
Sejujurnya Tomi malas sekali ajak Gea untuk makan malam bersama, karena Gea nginep dirumahnya terpaksa Tomi memberikan ijin Gea ikut makan malam bersama
" Fika, besok ke kampus dan pulang kuliah dijemput papi dan mami yah, papi mau antar dan jemput anak papi kuliah, kalo waktu sekolah kan setiap hari papi antar dan jemput Fika dan Intan ke sekolah kan" Ucap Tomi merasa bahagia, akhirnya merasakan lagi antar dan jemput anak ke kampus, apa lagi ini sekalian kerja di kantor cabang
" Iyah papi, Fika senang sekali ke kampus dianterin oleh kalian semua" Ucap Fika bahagia, karena Tomi dan Anggun mau repot repot anterin dan jemput Fika lagi
" Sekarang kita makan malam dimana enaknya" Ucap Bowo yang ingin menikmati makan malam bersama
" Di Cafe pelangi saja, kita makan keluarga disana yuk" Ucap Anggun yang ingin makan di cafe itu.
Anggun sengaja gandeng tangannya Fika, sedangkan Tomi gandeng tangannya Fika dan Intan, Tomi bener bener tidak mengijinkan Gea Deket Deket dengan Fika sedikit pun, Gea yang melihat anaknya dideket Anggun dan Tomi merasa sedih karena tidak diijinkan Deket dengan Fika.
Dilain sisi, Yono yang melihat foto Fika saat pelantikan pengangkatan jabatannya Fika, merasa bangga melihat anak tirinya sudah menjadi wanita karir.
" Andaikan papi kamu tidak rese, ayah sekarang ada disana nak,melihat kamu dilantik dan melihat kamu pakai baju formal pasti terlihat cantik dan maafkan ayah tidak punya hak untuk mempertahankan kamu untuk tinggal disini seutuhnya nak" Ucap Yono sedih, karena sama sekali tidak diberikan ijin oleh Tomi untuk ketemu dengan Fika sama sekali.
" Yono langsung simpan handphone nya, dan menahan rasa rindunya ke Fika anak yang dibesarkan sepenuh hati selama tujuh belas tahun, dan sekarang dipaksa untuk tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya
Dilain sisi, Fika ajak Intan, Sarah, dan Dion menikmati wahana yang ada di cafe pelangi. Membiarkan orang tua ngobrol
__ADS_1
" Kita harus sabar Intan sampai kita bener bener lulus SMU, bisa seperti bang Dion dan ka Fika, yang ke kantor pakai blazer rambut ditata rapih dan pakai pantofel, setelah dari kampus pasti terlihat keren" Ucap Sarah melihat Fika tampil beda dengan baju formalnya
" Pasti dong keren Sarah, walaupun orang tua kita terkesan paksa kita untuk kerja baru lulus SMU sambil kuliah, tapi dilihatnya keren sekali yah, apa lagi kalo sudah dijalani astaga anak beruntung yah kita, mendapatkan jabatan bagus setelah lulus SMU" Ucap Intan merasa bersyukur sekali, karena orang tua yang memiliki perusahaan sendiri dengan jabatan yang bagus untuk dijalankan Intan
" Ka Fika juga tidak menyangka akan mendapatkan jabatan sebagus ini Intan, karena awalnya ka Fika tidak tahu jika ayah Yono ternyata ayah tiri Kaka, kalo tidak ketemu dengan kalian mungkin selamanya Kaka tidak tahu jika papi Tomi adalah ayah kandung Kaka. Dan sudah menyiapkan perusahaan untuk Kaka juga, sama seperti kamu dan Dion yang sudah disiapkan karir yang bagus dimasa depan untuk dijalani" Ucap Fika terus terang, sejujurnya Fika sedikit kecewa dengan Gea dan Yono, yang selama ini tega merahasiakan siapa ayah kandungnya.
" Kita CEO keren dan kalian calon CEO keren harus bisa lulus dengan nilai yang membanggakan yah, jangan mengecewakan dengan nilai jelek loh" Tegas Dion yang tidak ingin Intan gagal saat akhir sekolah nanti
" Pasti dong bang, kita juga ingin seperti kalian berdua jadi CEO muda, yang masih kuliah awal sudah jadi CEO lagi kan keren." Lanjut Sarah yang pasti akan lulus dengan baik, dan akan banyak belajar supaya bisa lulus dengan nilai baik.
" Ka Fika, tapi jangan marah sama ayah Yono dan Bunda, karena sudah merahasiakan keberadaannya papi dan jangan jaga jarak dengan ayah tiri Kaka." Lanjut Intan yang tidak ingin Fika membenci ayah tirinya karena tidak jujur dengan status Yono yang sebenarnya ayah tirinya Fika.
Dilain sisi, Tomi sengaja suruh Bowo ngobrol berdua dengan istrinya, dan Tomi bermesraaan dengan Anggun, membuat Gea merasa kesel melihatnya seperti dicuekin.
" Tomi ini bener bener jahat sekali, sudah ajak makan bersama, anak anak disuruh main masing masing, dan dia bermesraan dengan Anggun, dan sekarang saya dicuekin seperti ini sungguh jahat sekali Tomi bener bener nguji kesabaran orang." Batin Gea kesel melihat Tomi memberikan ucapan gombal ke Anggun
" Sayang, aku berharap Fika mendapatkan jodoh karyawan kantor atau mahasiswa yang satu kelas dengan Fika" Ucap Tomi yang ingin Fika yang tidak salah pilih jodoh
" Amin sayang, aku juga berharap seperti itu sayang, bukan Fika saja tapi berharap Dion dan Intan juga mendapatan jodoh yang sesuai harapan kita, sama sama sukses, sama sama orang baik dan bisa setia dengan pasangannya." Ucap Anggun berharap anak anaknya bisa mendapatkan jodoh yang terbaik untuk kehidupan anaknya.
__ADS_1
" Amin sayang, kita berharap anak kita bisa bahagia dan mendapatkan jodoh yang terbaik dalam hidupnya." Lanjut Tomi berharap anak anaknya selalu bahagia dengan jodoh pilihannya Fika, Dion, dan Intan, tidak salah pilih demi masa depannya.
" Bowo kita susul anak anak yuk, sudah malam kasihan besok Fika kan kuliah" Lanjut Tomi yang bener bener tidak anggap Gea ada dan sekali.
" Hayo pak" Ucap Bowo yah sudah siap pulang dari tadi
" Kasihannya Bu Gea dari tadi dicuekin oleh pak Tomi dan Bu Anggun dari tadi" Batin Ulfa merasa kasihan melihat Gea dari tadi diem saja, tapi Ulfa juga tidak berani ajak bicara Gea karena takut Tomi marah, karena Ulfa tahu jika Tomi melarang suaminya ngobrol apapun ke Gea tanpa seijin Tomi
Dilain sisi, Dion ngajak ngobrol ke Fika, Dion merasa bahagia sekali karena Fika bisa diajak ngobrol selesai ngobrol soal kuliah dan pekerjaan
" Fika, kalo mau beli apapun, jangan sampai beli malam malam yah, karena kan rawan dan bahaya untuk kamu, kalo mau pesen online saja, harus bisa jaga diri baik baik yah selama ada disini" Ucap Dion yang berharap Fika bisa hidup mandiri
" Insya Allah Dion, saya akan jaga diri baik baik selama ada disini dan saya juga tidak akan pergi malam malam juga, karena sudah lelah kuliah dan kerja pasti butuh banyak istirahat. Kalo mau pergi pergi juga minta ditemani om Bowo sih kalo memang mau pergi malam malam, karena saya tidak biasa pergi sendirian kok." Ucap Fika yang merasa senang Dion memberikan perhatian, walaupun sering dicuekin tapi Dion tidak pernah cuek ke Fika sama sekali.
" Nah bener itu, kalo cari cowok jangan sembarangan yah Fika, selama disini apa pun kamu ceritain ke om Bowo, supaya kalo kamu Deket dengan laki laki om Bowo bisa kasih tahu baik untuk kamu atau tidak nya" Lanjut Dion yang berharap Fika tidak salah pilih laki laki untuk jadi pacarnya
" Kamu tenang saja Dion, saya tidak akan tertutup ke om Bowo kok, tapi terimakasih yah sudah perhatian dan peduli dengan saya. Saya juga berharap kamu bisa mendapatkan pacar yang baik untuk kamu dan jangan sampai dapat pacar yang boros dan cuman manfaatin kamu saja, cari pacar yang bisa bikin kamu bahagia." Lanjut Fika berharap Dion bisa bahagia dan mendapatkan pacar yang baik untuk Dion
Dion berharap hal yang sama, bisa mendapatkan pacar yang baik, perhatian, rajin belajar, dan tidak boros sama sekali. Dan harapan Dion terbesar bisa move on dari Fika seutuhnya bisa anggap Fika sebagai kaka untuk Dion
__ADS_1