CEO MUDA

CEO MUDA
Nasip laki laki


__ADS_3

Dion melihat Tomi, Anggun, dan Intan. Turun dari mobil merasa bahagia sekali karena bisa ketemu lagi dengan keluarganya, selama kuliah dan kerja membuat Dion bener bener merasa sendirian dirumah tidak ada yang bisa diajak ngobrol apa lagi berantem.


" Apa kabar buaya apa kangen dengan adek paling cantik ini?" Tanya Intan sengaja ledekin Dion, karena Intan bener bener rindu dengan Dion, Kaka yang setiap saat diajak berantem karena ledekannya sudah sibuk dengan pendidikan dan karirnya membuat Intan sudah tidak ada temen berantem lagi.


" Kangen dong, adek paling cerewet dan tidak jelas ini, Abang kesepian tidak ada Intan apa lagi setiap saat kita kan berantem kan, Intan juga rindu kan dengan Abang ganteng ini." Ucap Dion dengan percaya dirinya, bilang dirinya ganteng.


" Idih ganteng, cuman orang yang sakit mata yang bilang abang ganteng hahaha" Ledek Intan dengan ketawa puas, walaupun Intan mengakui jika Dion memang ganteng


" Sudah sudah kalian ini, oh yah Dion, apa kamu melihat kaka kamu? kok dari tadi mami tidak melihat kaka kamu yah?" Tanya Anggun sengaja, bilang Fika dengan sebutan kaka ke Dion, supaya Dion menghargai statusnya Fika yang memang kaka nya Dion.


" Kata bibik disini, ka Fika nginep di rumah bunda dari semalam, memangnya bunda pindah kesini? kok Dion tidak tahu yah jika pindah?" Tanya Dion merasa aneh, Fika tidak cerita apapun ke Dion, dan Dion dengan terpaksa membiasakan diri sebut Fika dengan sebutan ka, supaya kedua orang tuanya senang


" Terus mereka tinggal dimana? wah curang nih ka Fika tidak cerita cerita ke Intan?' Tanya Intan kesal, karena Fika sudah mulai rahasia rahasiaan ke Intan


" Barusan bunda bilang kalo pindah tidak jauh dari sini, yah sudah kita bawa barang barang kita dan kita ikut nginep dirumahnya bunda dan ayah" Ucap Tomi berusaha santai dan tenang, tidak ingin menunjukan rasa kesal sama sekali.


" Yah sudah anak anak, kita sekarang susul ka Fika" Ucap Anggun sejujurnya kesal, karena Gea sudah berani ajak Fika nginep secara diam diam seperti ini


" Hayo deh mami" Lanjut Intan langsung ajak Dion masuk duluan kedalam mobil


" Sabar yah sayang, Gea bener bener ngajak ribut dia, dan rahasia memang harus dibongkar supaya malu didepan anak dan biar Fika mengerti kenapa kita larang Fika deket deket dengan Gea dan Yono. biar ada efek jera mereka " Ucap Anggun pelan, supaya tidak kedengeran dengan Dion dan Intan


" Lebih baik ketahuan sekarang sayang, aku bener bener benci dengan Gea dan Yono, sudah tega pisahin aku dengan anak kandung aku dan sekarang mau leluasa ketemu dengan Fika dengan pindah rumah, enak saja mereka, harus merasakan hal yang sama, kehilangan waktu ketemu anak selama tujuh belas tahun sama sekali." Lanjut Tomi bener bener kesal, karena Gea dan Yono tidak bisa diajak bicara baik baik

__ADS_1


Dilain sisi, Fika yang tahu keluarganya Tomi datang ke rumah, membuat Fika langsung kasih tahu Gea dan Yono akan kehadiran keluarga papi nya


" Mereka lagi di jalan kesini bunda, Fika ingin sekali mereka nginep disini, maaf yah Fika mendadak bilang bunda dan ayah setelah Fika minta mereka kesini, karena tidak tega membiarkan mereka dirumah tanpa ada Fika dirumah " Ucap Fika merasa bersalah karena memberikan ijin tanpa bicara dulu dengan Gea dan Yono


" Astaga nginep disini, habis lah dibuat malu oleh mereka nanti" Batin Gea yang sudah menduga apa yang akan terjadi nanti


" Yah sayang, tidak masalah keluarga papi nginep disini juga, selama liburan Dion dan Intan kan." Ucap Gea pasrah dengan kehadiran Tomi dan Anggun


" Terimakasih kalian mau menyambut baik kedatangan keluarga papi disini" Lanjut Fika bahagia karena Yono dan Gea tidak melarang kehadiran keluarga nya Tomi


Dilain sisi, Bowo melakukan vidio call bersama Ulfa, Bowo rindu sekali dengan anak dan istrinya


" Sayang, kenapa tidak liburan kesini sayang?" Tanya Bowo saat saluran telefon terhubung


" Astaga sakit apa? kenapa tidak bilang sayang, kan aku bisa pulang kan sayang melihat kondisi Sarah?" Tanya Bowo panik, karena Sarah sakit


" Flu dan batuk sayang, maaf yah soalnya tidak ingin ganggu konsentrasi ayah kerja, oleh karena itu sayang, aku tidak bilang apapun ke ayah" Lanjut Ulfa merasa bersalah ke Bowo


" Yah sudah tidak masalah sayang, lain kali jika anak kita sakit, bilang saja sayang, supaya aku tahu keadaan kalian kan. aku kan sudah biasa kerja jauh seperti ini sayang dan bunda selalu kasih kabar kan" Lanjut Bowo sedih, karena Ulfa tidak kasih kabar jika Sarah sakit


" Maafkan aku" Lanjut Ulfa, yang sejujurnya sering tidak kasih tahu jika Sarah sakit supaya Bowo tidak kepikiran dengan kondisi anaknya, selama sakitnya tidak parah


Dilain sisi, Tomi yang melihat Gea dan Yono menahan emosinya, bagaimana tidak emosi jika Gea dan Yono curang seperti ini, diam diam pindah ke Bandung

__ADS_1


" Papi, mami, Dion, dan Intan. hayo masuk kedalam" Ucap Fika bahagia melihat keluarganya datang juga kerumah barunya Gea


" Apa kabar kalian?" Tanya Yono basa basi


" Alhamdulilah baik, kalo kita tidur disini ada kamar kosong?" Tanya Anggun melihat rumah barunya Gea


" Tidak ada, maaf rumah ini cuma ada dua kamar saja" Ucap Gea menahan rasa takut nya


" Apa yang bener saja, kalo diajak pulang sekarang Fika pasti sedih sekali, apa lagi baru ketemu dengan Gea dan Yono" Batin Tomi kesal, Karena tidak ada kamar kosong


" Kalo boleh, Anggun tidur bersama Gea dan Intan bersama Fika, kita yang cowok tidur disofa tidak masalah kan Yono? kasihan jika mereka bertiga tidur sempit sempitan?" Tanya Tomi sengaja, supaya Anggun dengan leluasa tegur Gea, jika tidur bersama


" Dasar tamu tidak tahu diri" Batin Yono kesal, bagaimana bisa Tomi atur tidur seperti itu, jika dilarang pasti Fika sedih melihat Anggun tidur diluar


" Yah baik lah boleh, sayang tolong anterin Aggun ke kamar dan Fika tidur bersama Intan yah" Lanjut Bowo pasrah


" Yeh sekamar lagi, bersama ka Fika" Ucap Intan bahagia, selama dua hari bisa ngobrol banyak bersama Fika


" Kaka kangen sekali ngobrol ngobrol bersama Intan, hayo kita kekamar" Ucap Fika bahagia, karena bisa tidur bersama adiknyaa lagi


" Nasip laki laki tidur di sofa dan perempuan selalu mendapatkan tempat tidur yang enak" Batin Dion kesal, karena harus tidur disofa selama dua hari


Dion melihat Anggun ke kamar bersama Gea dan Intan ke kamar bersama Fika, cuman bisa pasrah menerima nasip harus tidur disofa selama dua hari

__ADS_1


__ADS_2