
Tomi yang melihat Gea datang sendiri ke kantor langsung menghampiri Gea dan memperingatkan Gea untuk tidak flashback masa lalu yang tidak ada gunanya, karena cuman akan malu saja didengar rekan rekan kerjanya, apa lagi perusahaan ini milik Fika.
" Jangan kecentilan untuk mengenang masa lalu kita, kebodohan kamu yang mempertahankan selingkuhan kamu, yang akhirnya tidak bisa memberikan keturunan sama sekali, kasihan sekali kamu Gea mempertahankan pernikahan tapi tidak memiliki ke turunan sampai sekarang, itu karma bagi istri yang tidak setia bahkan lagi mengandung pun selingkuh dan kontak fisik aktif kan parah sekali kamu jadi istri, untung Fika anak kandung saya, jika bukan anak saya, sudah saya usir dari rumah saya. Untungnya saya melakukan tes DNA sendiri untuk meyakini anak saya atau tidak." Ucap Tomi terus terang, takutnya Gea bohong dan memanfaatkan momentum yang ada
" Maaf jika mas ragu, baik lah jika itu yang mas inginkan, akan saya turutin selama saya diijinkan ada disini selama acara berlangsung dan saya harus tunggu dimana mas?" Tanya Gea sedih, karena sikapnya Tomi tidak ada manis manisnya sama sekali, setelah bercerai sikapnya Tomi bener bener cuek ke Gea.
" Kamu akan diajak jalan jalan oleh Dion, kamu minta Dion anterin ke mall untuk belanja buat Fika, saat Anggun dan anak pulang ke sini, baru kamu kesini, karena saya tidak Sudi perusahaan ini diinjak lama lama oleh perempuan kotor seperti kamu." Tegas Tomi penuh amarah
" Baik mas, saya akan telefon Dion sekarang" Lanjut Gea sedih, karena Tomi masih saja anggap dirinya kotor setelah bertahun tahun lamanya dan Tomi masih ingat masa suram alasan rumah tangganya berakhir.
Tomi langsung masuk lagi ke dalam kantornya, membiarkan Gea pergi bersama Dion, sambil menunggu kedatangan Fika yang lagi kuliah dan Tomi melarang Gea untuk ke kampusnya Fika sekarang
Dilain sisi, Fika merasa lega akhirnya pelajaran terakhir selesai, dan langsung ganti baju kuliah dengan baju yang sudah disiapkan oleh Anggun sebelumnya.
" Yah dikirain ayah ikut ternyata belanja, kenapa lebih mementingkan belanja sih dari pada kesini melihat acara penting bagi kehidupan Fika" Ucap Fika sedih, karena Yono lebih memilih belanja dari pada ikut bersama Gea untuk melihat Fika diacara peresmiannya hari ini
Dilain sisi, Dion sejujurnya ingin sekali membantu Bowo dan Tomi dalam persiapan acara pengangkatan jabatan Fika sebagai wakil CEO di kantor, tapi harus temani Gea belanja seperti ini.
__ADS_1
" Dion, kata Fika kamu sudah putus dari Beby yah? dan sekarang jomblo?" Tanya Gea melihat Dion yang fokus bawa mobi
" Iyah bunda, andaikan Fika bukan kaka tiri Dion, sudah Dion lanjut deketin sampai luluh, karena selama ini kan Fika jahuin Dion karena saudara terus lagi deket dengan Beby. padahal kan laki laki punya dua pacar atau lebih kan wajar, yang tidak wajar kan perempuan punya pacar lebih dari satu kan bunda akan jadi masalah, seharusnya beda dari laki laki yang punya banyak pacar." Ucap Dion merasa bangga pernah punya TTM banyak
" Dion benar, perempuan tidak pantas memiliki pacar lebih dari satu bahkan seorang istri seharusnya tidak memiliki selingkuhan selama suaminya tidak kasar ucapan maupun kasar dalam sikapnya, dan kini menyesal sudah menduakan mas Tomi tapi justru mempertahankan mas Yono, yang sekarang tidak bisa memperjuangankan Fika sama sekali" Batin Gea menyesal sudah selingkuh, walaupun Tomi sibuk dengan pekerjaannya Gea seharusnya tidak menjadi pelarian karena kesepian tidak ada Tomi dirumah.
" Iya Dion, bunda berharap saat kamu kuliah kamu bisa bertahan dengan satu cinta dan tidak pernah mempermainkan hati perempuan lagi, selalu ingat yah nak kehilangan jauh lebih menyakitkan dari pada saat memiliki banyak pacar, selain itu nama baik kita juga jadi jelek karena ulah kita sendiri" Lanjut Gea berusaha tidak sedih dan seperti bercemin didiri sendiri yang dimasa lalu, Gea tidak ingin kehilangan Tomi dan Yono bersamaan tapi Tomi tidak ingin Gea memiliki dua suami dan Tomi tidak mau memiliki istri penghianat.
" Iyah bunda, papi juga bilang seperti itu untuk Dion tidak boleh jadi playbboy lagi karena Dion punya kakak dan adik perempuan, disuruh membayangkan kesel dan marahnya saat tahu Fika dan Intan dipermainkan playboy melihat wajah sedih mereka, dari situ Dion berusaha untuk berubah lebih baik, oh yah bunda dan papi kenapa bisa bercerai, membuat kalian menikah lagi dengan orang lain?" Tanya Dion penasaran dengan masalah orang tuanya
" Entah lah bunda, sampai detik ini masih belum bisa saja bilang kaka ke Fika karena tidak terbiasa mungkin yah, dan karena Dion sayang ke Fika lebih dari sayang saudra, membuat Dion belum siap untuk menerima kenyataan itu bunda" Lanjut Dion terus terang, sampai sekarang Dion masih panggil nama dan tidak pernah mau dengan panggilan kaka ke Fika.
Dilain sisi, Anggun, Intan, Fika, Sarah, dan Ulfa. sampai di kantornya Tomi untuk menghadiri acara rapat besar, yang akan menentukan pekerjaannya Fika besok.
" Cantiknya anak papi, pakai blazer itu" Ucap Tomi tidak salah minta Fika kerja setelah lulus SMU
" Astaga, ini atasan om cantk sekali" Ucap Bowo kagum melihat penampilan barunya Fika
__ADS_1
" Terimaaksih papi dan om atas pujiannya, bunda ke mana yah kok tidak terlihat yah?" Tany Fika dari tadi tidak lihat Gea sama sekali
" Bunda masih belanja sayang, kita masih ada waktu setengah jam menuju acara, masih bisa nungguin bunda hadir sayang" Ucap Anggun berusaha menenangkan Fika, supaya tidak panik dan sedih menunggu Gea yang terlalu lama nunggu kehadarin Gea.
" Iyah papi" Lanjut Fika berharap Gea tidak terlambat datang saat tanda tangan dan serah terima jabatan, karena itu lah puncak acara pentingnya Fika hari ini
Fika nurut saja diajak nunggu kehadiran Gea didepan aula sambil nunggu kehadiran Gea dan Dion yang lagi belanja yang disengaja oleh Tomi.
Dilain sisi, Dion bawain banyak sekali barang belanjaannya Gea, yang cukup banyak sejujurnya Dion merasa heran karena dihari pentingnya Fika,justru Gea belanja selama dan sebanyak ini barangnya.
" Apa sudah selesai belanjaannya bunda?katanya acaranya setengah jam lagi, apa sebaiknya barang barang ini tetep didalam mobil Dion, kita kesana naik ojek online saja, setelah selesai acara kita baru kesini untuk ambil barang bawaan kita? takut tidak keburu kesana soalnya?" Tanya Dion ragu waktunya tidak keburu datang ke kantornya Tomi, karena jaraknya terlalu jauh
" Astaga Dion, andaikan kamu tahu nak ini semua ulah papi kamu sayang, supaya bunda tidak datang ke acara pentingnya Fika" Batin Gea merasa bahagia, karena anak tirinya begitu peduli dan menghargai Gea sebagai orang tua
" Yah baik lah Dion, kita naik ojek online kesana" Ucap Gea nurut saja dengan keinginannya Dion
Dion langsung masukin barang belanjannya kedalam mobilnya dan langsung pesan dua ojek online untuk ke kantornya Tomi karena sebentar lagi acaranya akan dimulai
__ADS_1