
Ulfa ajak Sarah, Dion, dan Intan. belanja sebelum ke rumahnya Dion dan nginep selama dua hari, karena Tomi akan angkat Dion sebagai wakil CEO dan temani selama seharian.
" Bang Dion, selama tinggal di Solo bareng siapa? kalo ka Fika kan sekarang tinggal bersama seketaris dan tahun depan baru bersama Sarah kan?" Tanya Sarah penasaran, Dion tinggal bersama siapa selama kuliah dan kerja
" Sama ART saja lah, ART nya juga sekeluarga juga sih Sarah jadi tidak kesepian juga dirumah, justru lebih bebas sih tinggal sendirian tanpa ada yang ganggu saama sekali, karena kan abang laki laki jadi bisa lebih mandiri" Ucap Dion dengan bangganya, karena Dion akan hidup mandiri, tanpa ada adik yang usil ke Dion
" Kebebasan abang, menentukan nama baik keluarga dan abang dikenal nakal atau tidak selama menjalankan kehidupan sendiri di Solo, walaupun tidak ada yang ganggu bukan bearti hidup abang lebih tenang bang" Ucap Intan dengan santai tapi serius, sambil melihat Dion dengan senyum sinisnya
" Nih orang bener bener rese" Batin Dion kesel, mendengar ucapannya Intan walaupun bener
" Iyah abang ngerti" Lanjut Dion berusaha tenang ladenin Intan yang menyebalkan, Dion tidak mau emosi dengan Intan didepan Sarah dan Ulfa karena tidak mau malu karena kepancing emosi.
" Tante yakin Kamu bisa hidup mandiri tanpa ada keluarga sama sekali, jaga kesehatan kamu yah Dion sesibuk apapun kegiatan kamu pasti bisa selalu sehat" Ucap Ulfa yang berharap Dion tidak sakit karena terlalu sibuk
Dilain sisi, Gea menahan amarahnya, karena Gea tiba tiba diturunin di terminal dan dipaksa untuk pulang sendiri.
" Nih, buat ongkos kamu, saya rasa ini cukup untuk kamu pulang sendiri, ingat Gea jika kamu bertingkah saya tidak peduli jika anak anak tahu masalah orang tua dan saya tidak peduli kamu malu saat Intan, Fika, dan Dion. Tahu masa lalu kita." Tegas Tomi sambil memberikan uang untuk Gea untuk ongkos pulang
" Sikap dan ucapan kalian, merendahkan saya sekali sih, dan tega sekali dengan saya" Ucap Gea kesal, karena Tomi memberikan uang untuk Gea pulang sendiri
__ADS_1
" Iyah memang, kamu rendah Dimata kita, sudah sana turun karena kita mau kerumahnya Dion dan mau istirahat soalnya." Ucap Anggun menatap sinis kearah Gea
Gea yang merasa masih ada uang didalam dompet, turun dari mobilnya Tomi tanpa bawa uang pemberian Tomi sama sekali, Gea tidak terima semakin direndahkan oleh Anggun dan Tomi, tanpa memikirkan perasaan Gea sama sekali.
Tomi yang melihat Gea turun dari mobil begitu saja, langsung melanjutkan mobilnya menuju Solo untuk susul Ulfa dan kedua anaknya.
Dilain sisi, Fika melihat kamarnya yang sudah sepi berusaha tidak sedih, dan berusaha belajar untuk besok kuliah dan siap siap untuk kerja besok.
" Begini rasanya hidup mandiri, tanpa ada ayah, bunda, mami, papi, dan kedua adik saya. Huff semangat Fika jalanin hari hari sendiri, dengan kegiatan yang cukup banyak dan padat" Ucap Fika berusaha meyakini diri sendiri untuk bisa hidup mandiri tanpa ada keluarga sama sekali.
Fika mulai belajar untuk besok kuliah dan tidak memikirkan kesendirian nya lagi supaya bisa fokus belajar.
" Sudah jangan bahas bunda terus, lebih baik sekarang kita istirahat yah, karena besok kan kita bantuin bang Dion di kantor kan, jadi sekarang waktunya tidur." Ucap Anggun berusaha ajak Intan untuk istirahat, dari pada bahas Gea yang tidak penting sama sekali.
" Iyah mami, Intan juga sudah ngantuk tungguin kedatangan mami dan papi" Ucap Intan yang sudah mulai ngantuk dan ingin segera tidur
Anggun langsung ajak Intan untuk jalan ke kamar untuk tidur, dan tidak tidur malam malam.
Dilain sisi, Yono jemput Gea di terminal, membuat Yono bener bener marah, karena Tomi dan Anggun dengan teganya membiarkan Gea pulang sendirian malam hari
__ADS_1
" Mereka bener bener jahat ke bunda sayang, aku tidak terima bunda dibeginiin terus sayang" Ucap Yono kesal, karena Gea tidak dihargai sama sekali oleh Tomi dan Anggun
" Aku bisa apa sayang, jika kita melawan mereka dan paksa ketemu Fika diam diam, Tomi akan marah dan akan menguasai hak asuh Fika seutuhnya. Kita justru tidak boleh ketemu Fika lagi sayang" Ucap Gea yang merasa sedih, disuruh pulang sendiri dan tidak boleh ketemu dengan Fika lagi
" Nanti kita bahas lagi sayang, sekarang kita pulang dan istirahat karena sudah malam, nanti kita perjuangkan hak kita untuk asuh Fika sayang, enak saja Tomi mau kuasai hak asuh anak dan kita dilarang total untuk ketemu dengan Fika." Lanjut Yono kesal, Yono tidak terima Gea dibuat sedih dan sakit hati apa lagi dilarang untuk ketemu dengan Fika.
Yono memberikan helm untuk Gea untuk ikut pulang ke rumah, Gea berusaha tidak sedih selama perjalanan pulang takutnya membuat Yono tidak fokus bawa motor karena melihat Gea sedih selama dijalan menuju ruko.
......................................................
Chika sekretarisnya Fika melihat Fika sudah jalan ke meja makan, langsung ajak Fika sarapan bareng.
" Ka, ke kantor duluan yah?" Tanya Fika melihat sekretaris nya, yang menikmati sarapannya.
" Iyah Fika, kamu susulnya siang saja yah, apa mau pakai supir ke kampusnya? Supaya kalo kamu belajar didalam mobil tidak kesulitan apa lagi ada tugas kampus kan?" Tanya Chika melihat Fika yang lagi ambil nasi dan lauk
" Boleh deh, nanti saya minta om Bowo Carikan supir yang terbaik untuk saya." Lanjut Fika, yang sejujurnya takut pakai supir takut dijahatin karena tidak biasa kemana mana dianterin orang lain.
" Oh begitu yah, yah terserah kamu saja Fika, saya harap sih tidak terlalu lama karena kasihan kamu nya, bawa mobil jauh jauh dan lama lagi kan, apa lagi jika banyak tugas kampus, pasti kesulitan untuk kamu" Lanjut Chika yang peduli dengan Fika dan tidak ingin membuat atasannya kerepotan karena banyak tugas, tidak bisa dikerjain dijalan dan saat dikantor suah sibuk dengan pekerjaannya
__ADS_1
Fika merasa bahagia karena temen barunya memberikan perhatian ke Fika supaya tidak kerepotan saat bawa mobil dan lagi banyak banyaknya tugas yang harus dikerjakan oleh Fika