
Yono melihat Gea melamun setelah Tomi pulang tadi, merasa tidak tega melihatnya karena Yono tahu apa yang lagi difikirin Gea sekarang dan Yono juga tidak sanggup jika selama tujuh belas tahun Fika tidak tinggal lagi di ruko dan cuman status main saja, membuat Yono juga sedih jika menerima keinginannya Tomi.
" Sabar yah sayang, kita tidak boleh terlihat sedih sayang, apa lagi jika Fika melihatnya jangan sampai membuat Fika benci dengan Tomi sayang walaupun Tomi egois." Ucap Yono berusaha menenangkan Gea
" Aku bingung sayang, aku tidak sanggup membiarkan Fika sepenuhnya tinggal dirumahnya Tomi dan melarang Fika tinggal disini sayang. Apa lagi selama tujuh belas tahun dan saat menikah pun Fika dilarang tinggal disini juga, iniĀ sih balas dendam demi egonya Tomi sayang, aku tidak rela sama sekali sayang, apa sebaiknya kita bahas hal ini ke Anggun dan minta Anggun untuk bujuk Tomi jangan terlalu egois, menguasai anak sendiri" Ucap Gea yang berharap Anggun bisa membantunya untuk bujuk Tomi supaya tidak.
" Apa bunda yakin? bujuk Anggun? aku takut Tomi marah dan membuat Tomi nekat dengan rencananya sayang" Lanjut Yono yang bener bener bingung harus bagaimana, diam saja akan membuat Tomi merasa dibiarkan bawa Fika tapi jika minta bantuan Anggun akan menimbulkan masalah, yang akan sedih disini tentunya Fika melihat orang tuanya merebutkan hak asuh
" Aku tidak ingin kehilangan Fika sayang" Lanjut Gea nangis dalam pelukannya Yono, bener bener dilema dengan masalah yang ada dan tidak menyangka jika Tomi akan seperti ini
Dilain sisi, Tomi minta pendapat Bowo tentang surat hak asuh yang dibuat oleh Tomi, jika Gea dan Yono menolak Fika selama tujuh belas tahun sepenuhnya tinggal dirumahnya dan melarang Gea dan Yono untuk ketemu Fika selama tujuh belas tahun.
" Apa ini tidak kejam ke Gea dan Yono, walaupun mereka egois dan salah, tidak seharusnya anda balas apa yang mereka lakukan." Ucap Bowo berusaha yakini Tomi untuk tidak egois
__ADS_1
" Biarin kejam, mereka juga kejam, menjauhi saya dari Fika selama ini, lagian saya akan menjamin kehidupannya Fika lebih baik, dan lebih layak Fika jalanin dan tidak ada kekurangan sama sekali, terlihat kan dari tempat tinggal saja sudah ketahuan siapa yang akan memberikan kehidupan lebih layak, dan saya juga sudah siap kan perusahaan untuk Fika, masa depan Fika sepenuhnya lebih baik selama tinggal di rumah saya sepenuhnya, dan kasihan Fika jika ada yang bully cuman karena tempat tinggal yang berpindah pindah." Ucap Tomi yang tidak membayangkan bagaimana sedihnya Fika, jika temen temennya ada yang bully Fika cuman karena Fika tinggalnya pindah pindah.
" Tapi apa Anggun akan terima keputusan anda,jika melihat dari apa yang dimiliki jelas anda lebih unggul, dari apa yang anda miliki dan dari pada yang anda siap kan untuk Fika, menurut saya pak, anda tetep harus bicarakan hal ini ke Anggun, mau bagaimana pun dia istri anda, dan dia juga yang akan mengurus Fika bersama kedua anaknya kan." Lanjut Bowo pasrah jika Tomi tetep dengan keinginannya, dan berharap tidak akan ada masalah apapun, karena Tomi dan Gea sama sama punya hak untuk tinggal bersamanya Fika dengan pasangan masing masing.
" Baik Bowo, akan saya bahas bersama Anggun soal ini kok, saya tidak ingin susah payah mendapatkan hak asuh tapi Fika justru tidak bahagia karena Anggun menolak kehadirannya kan." Lanjut Tomi yang tetep kasih tahu Anggun, dan menghargai Anggun istrinya sahnya dan ibu tiri nya Fika, jika Anggun tidak diajak untuk dukung keinginannya takutnya Anggun akan membenci Fika nantinya
Dilain sisi, Fika berusaha membuang muka setiap kali Dion memperhatikannya, membuat Fika Bener bener merasa diuji kesabarannya oleh Dion.
" Memang bener yah kata Intan, jika Dion itu buaya, tidak puas dengan satu pacar astaga bener bener bikin emosi saja, untung sekarang status dia adik walaupun tiri, bisa kasih tahu lebih keras, dari pada saya diam bikin risih, jangan sampai karena Dion saya tidak betah tinggal dirumahnya papi" Baatin Fika yang mulai lelah melihat tingkahnya Dion.
" Dasar yah buaya, saya tidak mau duduk disebelah kamu, saya tahu itu cuman modus kamu, ingat yah Dion sampai kapan pun kita tidak pernah bisa jagain karena kita satu bapak, jadi sadar diri lah Dion, jangan paksakan diri kamu untuk terus kejar kejar saya, saya jadi kasihan dengan kamu yang tidak bisa terima kenyataan ini, hargai Beby dan jangan sakiti hati pacar kamu terus menerus, atau tidak saya adukan sikap kamu ke papi, biar kamu kapok buaya" Tegas Fika kesal, karena Dion sama sekali tidak bisa dibilangin baik baik, dan Dion bener bener keras kepala sekali.
" Tapi saya sayang sama kamu, begitu sulit untuk menghilang kan rasa sayang ini, saya juga sayang Beby dan saya ingin kalian jadi pacar saya, kamu sudah ikut ikutan Intan saja panggil saya buaya." Lanjut Dion terus terang, rasa sayang yang lebih ke Fika begitu sulit Dion lupakan dan hilangkan.
__ADS_1
" Idih, sudah sana pergi malas sekali bicara dengan buaya seperti kamu." Tegas Fika kesal, karena Dion susah sekali dikasih tahunya, Fika berusaha kasih tahu fakta tapi Dion selalu berusaha mempertahankan rasa yang mustahil untuk bisa bersatu
Dion kesel melihat Fika mengabaikan nya, justru sibuk dengan bukunya, saat Dion mau modusin Fika lagi, tiba tiba Beby masuk kedalam kelas, membuat Dion meninggalkan Fika demi menjaga perasaannya Beby
" Saya tidak mau jadi selingkuhan kamu Dion, jadi kedua itu tidak enak, disaat jauh dari Beby, kamu bisa romantis dengan bebas, tapi disaat ada Beby membuat kamu jaga jarak dan pastinya membuat saya sedih dan cemburu, Alhamdulillah kenyataan yang membuat saya mustahil jadi selingkuhan kamu, kenyataan saya adalah Kaka kamu, otomatis dengan mudahnya saya jauh dari kamu dan otomatis tidak akan pernah bisa menjadi selingkuhan kamu Dion untuk selamanya, kasihan kamu sampai sekarang masih belum bisa terima kenyataan ini" Batin Fika, Fika melihat Dion gandeng tangannya Beby, berusaha santai dan cuek saja, Fika berharap Dion bisa setia dengan Beby, karena kasihan Beby diam diam hatinya dipermainkan oleh Dion.
Dilain sisi, Anggun pertama kalinya masak banyak lauk, karena Fika nginep dirumahnya walaupun tiga hari, membuat Anggun merasa bahagia karena bisa masak banyak untuk Fika.
" Bik, begini yah rasanya punya anak tiri, bahagia sekali dan Alhamdulillah nya Fika anak penurut, tidak rese, dan tidak banyak mau yah bik. Membuat saya bisa menerima Fika dengan senang hati dirumah ini." Ucap Anggun merasa bersyukur, karena Fika bener bener anak yang bikin Anggun betah didekat Fika
" Iyah nyonya, Alhamdulillah sekali yah, jadi tidak akan ada keributan dan rebutan sama sekali, dari nona Intan dan nona Fika. Karena nona Fika anak baik dan tidak rese, pasti akan selalu ada kebahagiaan setiap nona Fika ada disini." Ucap Bik Nur, merasa bersyukur dan ikut bahagia karena anak majikannya bukan tipe anak yang rese dan tidak akan membuat orang tuanya ribut dan pusing
" Betul Bik, Intan awal bilang juga, kalo Fika teman yang asik dan selalu ajarin Intan belajar, saya sudah menduga dia anak yang baik, dan ternyata bener bik, membuat saya tidak ragu menerima Fika sebagai anak saya juga dan dengan mudah saya bisa menyayangi Fika karena pribadinya yang baik." Lanjut Anggun, tidak pernah mendengar Fika protes atau berantem dengan Intan sampai sekarang.
__ADS_1
Anggun berharap, jika Fika dan intan selalu kompak dan selalu bisa berbagi segalanya dan berbagi kebahagiaan akan selalu membuat orang tua seneng melihatnya