CEO MUDA

CEO MUDA
Demi anak


__ADS_3

Mobilnya Tomi tiba di China Town, Tomi minta Fika, Dion, dan Intan. untuk menikmati pemandangan di China Town, sedangkan Tomi ingin sekali ngobrol bersama Yono, Gea, dan Anggun. yang cukup jauh dari anak anaknya.


" Terimakasih sudah ajak kita makan dan jalan jalan kesini, saya bahagia sekali bisa jalan jalan bersama anak anak" Ucap Yono bahagia sekali dan tidak menyangka jika Tomi mau berubah seperti ini


" Mas Tomi, kenapa mau ajak kita jalan jalan seperti ini?dan selama dijalan diam saja?" Tanya Gea penasaran karena tiba tiba Tomi ajak jalan


" Kalian berisik sekali sih, dilarang ikut kasihan dilihat nya dan diajak banyak tanya seperti ini, tidak bisa diem saja?" Tanya Anggun kesel dan heran melihat Yono dan Gea terlalu banyak tanya


" Maaf kalo berisik, tapi apa tidak boleh tanya saja?" Tanya Gea menatap heran kearah Anggun dan Tomi


" Ini semua saya lakukan demi anak, karena kalo bukan karena Fika, mana ikhlas saya membiarkan kalian pergi bersama Fika. kalian yang tega memisahkan saya dengan Fika selama tujuh belas tahun, tapi mau dimengerti dan diberikan ijin untuk tetep ketemu dengan Fika tanpa mau disalahkan masa lalunya." Ucap Tomi yang menatap pemandangan di China Town.


" Maafkan kesalahan kita selama ini yang egois Tomi, andaikan saya tahu alasan sebenarnya Gea melarang Fika ketemu kamu, pasti akan saya larang kok,dan terimakasih mau menerima kehadiran kita demi kebahagiaan Fika tanpa melihat kita berantem karena hak asuh anak." Ucap Yono merasa bersalah, karena ikut ikutan menolak dilarang ketemu dengan Fika


" Maafkan keegoisan saya mas, saya cuman menghargai perasaan mas Yono yang selalu kehilangan anak karena saya keguguran, jika Fika selalu ketemu kamu dari bayi, tentunya waktu kita ketemu Fika akan lebih sedikit" Ucap Gea sedih, maksud Gea baik belum tentu diterima baik oleh orang lain


" Saya sih mendukung saja apapun keputusan mas Tomi, jika mas Tomi mau terima kehadiran kalian yah saya akan ikutin terima kehadiran kalian dan memberikan ijin juga kalian ada disini untuk menjaga Fika dan tidak kehilangan kasih sayang orang tua baik dari kita maupun kasih sayang dari kalian" Ucap Anggun yang mau ikut berdamai dengan Gea dan Yono


" Terimakasih Anggun" Lanjut Gea terharu, akhirnya Tomi dan Anggun mau berdamai dengan masa lalu dan mau memaafkan kesalahannya selama ini.

__ADS_1


Tomi salaman perdamaian dengan Gea dan Yono, sedangkan Anggun pelukan dengan Gea dan salaman dengan Yono, untuk menerima kehadiran Gea dan Yono sebagai orang tuanya Fika juga


Dilain sisi, Dion paksa Fika untuk ngobrol berdua tinggalin Intan sendirian, awalnya Fika menolak karena tidak tega melihat Intan sendirian tapi akhirnya mau juga diajak ngobrol berdua.


" Fika maafin kesalahan saya selama ini yah, apa kamu masih risih setiap Deket dengan saya?" Tanya Dion yang merasa sedih, karena Kaka tirinya tidak nyaman ngobrol bersama Dion


" Selama kamu masih tidak jelas dan kejar cinta yang tidak mungkin dimiliki, saya tidak ingin Deket kamu, karena saya tidak nyaman sama sekali, karena takdirnya kita Kaka dan adik, saya sedih sekali kamu tidak panggil saya sebutan ka, apa karena rasa aneh itu masih ada?" Tanya Fika menatap Dion yang tidak henti hentinya melihat Fika


" Mungkin masih ada Fika, sampai sekarang saya selalu rindu dideket kamu, saya sedih kamu menjauh terus dari saya setiap kali saya memberikan perhatian ke kamu dan modusin kamu karena saya lagi Deket dengan Beby dulu. saya belum bisa menerima kenyataan kamu adalah Kaka saya, oleh karena itu sampai sekarang saya tidak panggil kamu dengan sebutan Kaka, yang seharusnya saya lakukan dan permintaan orang tua selalu saya tolak, karena saya masih menyimpan rasa untuk kamu" Lanjut Dion terus terang, Dion bener bener tidak siap untuk menerima kenyataan pahit jika Fika adalah Kaka nya.


" Mau sampai kapan kamu seperti ini? mau sampai kapan bisa move on? bagaimana kamu bisa punya pacar bahkan istri dikemudian hari jika kamu masih mencintai saya yang jelas jelas tidak bisa kamu miliki?" Tanya Fika dengan serius, menatap Dion yang tidak bisa terima kenyataan pahit


" Amin amin, saya berharap kamu bisa Dion asalkan kamu mau niat pasti bisa kok, Iyah Dion saya mau akrab, kompak dengan kamu asalkan kamu tidak ada rasa cinta untuk saya dan tidak modus tidak jelas lagi" Lanjut Fika yang mau berdamai dengan Dion, karena mau bagaimana pun Dion dan Fika saudara yang tidak seharusnya jauh jahuan cuman karena hal hal yang tidak penting sama sekali.


Dion merasa bahagia sekali mendengar ucapan Fika, Dion berjanji akan move on dan mencari perempuan lain demi bisa Deket dengan Fika walaupun sebagai saudara.


Fika berharap Dion bisa move on dan tidak mengharapkan yang tidak mungkin menjadi kenyataan, untuk bersatu tentu lah tidak mungkin terjadi karena Fika dan Dion satu ayah.


Dilain sisi, Intan yang ditinggal pergi Fika, Dion, dan orang tuanya merasa kesal sekali, sendirian menikmati pemandangan di China Town dan makanan sendirian.

__ADS_1


" Mereka lama sekali sih ngobrolnya huh, apa mereka lupa ajak saya makan disini, justru pada sibuk sendiri sendiri seperti ini." Ucap Intan kesel, karena keluarganya tinggalin Intan sendirian cukup lama dan membuat Intan bener bener kesel sekali.


Intan memutus kan untuk susul orang tuanya yang lagi ngobrol, dari pada sendirian tidak jelas sambil menunggu kedatangan Orang tuanya, Dion, dan Fika. selesai ngobrol masing masing.


Dilain sisi, Fika dan Dion, susul Intan yang ditinggal sendirian dimeja makan. membuat Fika merasa bersalah karena Dion tiba tiba ajak bicara berdua.


" Intan, maafin ka Fika yah tinggalin kamu sendirian disini, gara gara Dion ajak bicara berdua." Ucap Fika tidak tega, tinggalin Intan sendirian tapi mau bagaimana lagi, jika Dion sudah paksa Fika tentunya tidak bisa ditolak juga.


" Tidak masalah ka, Memang abang buaya selalu bisa memanfaatkan momentum untuk berduaan dengan ka Fika." Ucap Intan melirik sinis ke arah Dion.


" Suka suka abang dong, sudah lah jangan lebay begitu, yang penting kan sudah susul kamu kesini kan." Ucap Dion dengan cuek, Dion tidak peduli dengan Intan yang kesel.


" Sudah sudah, sekarang kita susul orang tua saja, soalnya mereka lagi ditempat bebek bekean kita disuruh susul mereka." Lanjut Fika langsung merangkul bahunya Intan, untuk jalan bareng susul orang tuanya


" Hayo ka" Lanjut Intan langsung ajak Fika jalan duluan, tidak tungguin Dion jalan bareng.


" Dasar anak kecil" Protes Dion kesel, Karena Fika mau jalan bareng Intan dari pada jalan bersama Dion untuk susul Tomi, Anggun, Fika, dan Yono. yang lagi ngobrol serius.


..........................TAMAT................ TAMAT......

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca novel ini sampai selesai, saya akan membuat squel untuk cerita Fika, squel untuk cerita Dion, dan squle cerita tentang Intan. yang menjalankan kuliah sambil kerja. ditunggu cerita selanjutnya dibuku baru pastinya khusus di squele cerita Fika, squele cerita Dion, dan squele cerita Intan.


__ADS_2