
Acara serah terima jabatan berjalan dengan lancar, membuat Tomi ajak foto keluarga, sejujurnya Tomi malas sekali foto bersama Gea lagi sekian lama kalo bukan karena Fika yang minta.
" Selamat yah Fika sayang, akhirnya resmi juga jadi CEO termuda nak. Mami bangga sekali melihat Fika sekarang, Fika harus semangat kerjanya yah sayang" Ucap Anggun merasa bangga melihat Fika sekarang, sudah resmi jadi Ceo, pengganti Tomi
" Fika harus bisa jaga kesehatan yah sayang, walaupun sibuk kuliah dan kerja pasti bisa selalu sehat, jika ada waktu luang harus bisa tidur yah sayang, dan di rumah pun jangan bergadang supaya tidak sakit yah, makan jangan terlambat yah sayang" Ucap Gea berharap anaknya bisa menjaga kesehatan nya.
" Amin amin, insya Allah Fika akan semangat kuliah, semangat kerja, dan insya Allah bisa menjaga kesehatan selama disini" Ucap Fika optimis bisa menjalankan kegiatan barunya dengan baik.
" Sekarang kita lihat ruangannya Fika, ruangannya sudah di renovasi sayang, insya Allah ruangannya bikin Fika nyaman dan enak dipakai untuk kerja." Ucap Tomi yang sudah merapihkan kamar pribadinya lebih nyaman, supaya Fika tidak merasa risih kerjanya
" Yeh, Kita bakal lihat kamar pribadinya karena, papi setiap ruangannya ada kamar pribadinya ka untuk istirahat dan kalo mau ke kamar mandi, sudah ada didalam ruangan ayah." Ucap Intan yang sering lihat ruangannya Tomi, karena Tomi sering ajak Dion dan Intan ke kantornya.
" Iyah Intan, yuk kita lihat ruangannya" Lanjut Fika tidak sabar ingin melihat ruangannya
" Hayo anak anak kita lihat ruangan untuk Fika dan Sarah bisa lihat ruangan Sarah nanti." Ucap Tomi yang langsung gandeng tangannya Fika
__ADS_1
Bowo yang sudah Diamanti oleh Tomi, untuk melarang Gea ikut ke ruangannya Fika, membuat Bowo langsung ajak Gea pergi sebentar walaupun aneh tapi Bowo mengerti keinginan Tomi.
" Sebegitu bencinya yah mas Tomi ke saya, sampai saya tidak boleh tahu dimana ruangannya Fika" Ucap Gea yang mengerti, Bowo tiba tiba ajak Gea pergi.
" Maaf kan saya, sepertinya wajar kalo pak Tomi benci dengan anda yang berkhianat dimasa lalu dan anda merampas kebahagiaan pak Tomi untuk ketemu Fika diawal lahir, dan sekarang anda paksa pak Tomi dan Bu Anggun untuk ijin kan anda ketemu Fika, anda tidak bisa menerima takdir bu, jadi wajar jika pak Tomi semakin marah ke anda, karena anda sama sekali tidak membiarkan pak Tomi seutuhnya punya waktu bersama Fika tanpa diganggu anda." Tegas Bowo terus terang, yang mengerti perasaannya
" Kamu juga orang tua dan akan tahu bagaimana perasaan kamu, jika kamu dipaksa jauh dari anak kandung kamu sendiri, apa kamu rela jauh dari anak kamu yang kamu besarkan sepenuh hati, harua dipaksa jauh demi mantan istri misalnya?" Tanya Gea yang belum sadar, jika Gea sendri egois
" Anda bener bener tidak sadar diri Gea, Tomi juga posisinya di anda sekarang, sudah lah Gea terima takdir saja sih, jika sekarang Fika tinggal di rumah ayah nya sama seperti anda paksa keadaan untuk Fika jauh dari Tomi, suruh siapa selingkuh dan bikin kesalahan, disaat Tomi talak anda, anda justru ke rumahnya Yono bukannya menyendiri, justru ketawa ketawa, terima nasip saja sekarang kamu, jauh dari anak kamu satu satunya dan biarkan lah mantan suami kamu bisa membahagiakan Fika bersama keluarganya jangan muncul ditengah tengah kebahagiaan mereka, kamu masa lalunya Tomi dan sudah tidak punya hak lagi untuk ketemu Fika lagi mengerti, saya harap ini terakhir kalinya kamu kesini dan terakhir kalinya ketemu Fika, biarkan Tomi dan keluarganya tenang tanpa kamu dan bahagia tanpa kamu" Tegas Bowo berusaha tegas, Bowo menjalankan perintah dari Tomi, dan melarang keras Gea untuk ketemu Fika lagi
" Untuk dua hari ini boleh karena sudah terlanjur Fika yang minta, tapi seterusnya jangan pernah kesini diam diam, kalo tidak ingin Tomi langsung yang marah ke kamu mengerti" Tegas Bowo, yang tidak ingin meliihat matanya Gea yang basah karena air mata
Bowo masuk duluan ke dalam kantor karena malas sekali, ngoobrol lama dengan Gea, bisa bisa hatinya luluh dan membantu Gea untuk ketemu Fika diam diam tanpa sepengetahuan Tomi,
Gea yang mendengar ucapan Bowo merasa sedih sekali, dan tidak menyangka jika Bowo juga melarang dirinya untuk ketemu Fika dan mau melarang Gea untuk ketemu Fika lagi, tidak ada satu pun yang bisa menolong Gea untuk seutuhnya kumpul bersama Fika bersama Yono tanpa diganggu sama sekali.
__ADS_1
Dilain sisi, Fika, Sarah, Intan, dan Dion. kagum dengan ruangannya Fika sangat bagum dan ada foto keluarga yang sengaja Tomi cetak dan pasang, foto saat ulang tahunnya Dion dan Fika yang dirayakan bersama.
" Walaupun kita tidak jadian Fika, setidaknya aku masih bisa melihat kamu sampai sekarang, bisa menjalankan aktifitas walaupun bersama keluarga, dan bisa melihat kamu sukses Fika, sampai sekarang aku masih mencintai kamu" Batin Dion senyum melihat Fika yang lagi lihat lihat ruangannya
"Selain makanan dan minuman yang papi siap kan, disini juga ada minyak gosok untuk kamu pakai didalam kamar pribadi kamu, kamu tidak usah kwatir diluar ruangan kamu ada cctv, jadi kamu tahu siapa yang ada didepan ruangan kamu, apa lagi disaat kamu ada di kamar mandi, tidak usah kwatir karena tidak akan ada yang berani sembarangan masuk sini, jadi insya allah aman sayang" Ucap Tomi berusaha membuat Fika nyaman diruangannya walaupun sendirian
" Begitu juga denga Sarah nanti, didepan ruangannya Sarah akan ada cctv nya, supaya Sarah merasa nyaman ada didalam kamar pribadinya Sarah juga, kalo lagi istirahat sebentar" Uucap Bowo merasa bahagia, karena di ketiga perusahaannya Tomi diberikan kamar pribadi untuk Bowo istirahat, ada kulkas, dan kamar mandi juga didalam ruangannya
" Mantap sekali, Ini sih bikin kerja betah, apa lagi kalo merasa cape atau ngantuk langsung tidur dengan nyenyak didalam kamar tidak tidur disofa" Ucap Dion merasa bersyukur, karena Dion juga diberikan fasilitas yang sama
" Iyah mantap, tapi awas loh bang bawa sembarangan cewek masuk ruangan abang apa lagi ada kamar pribadi lagi" Ledek Intan sengaja, walaupun Intan tahu Dion tidak akan melakukannya tapi berharap tidak pernah coba coba
" Walaupun saya playboy tapi insya allah yah, abang tidak akan melakukan kontak fisik sama siapapun, selama belum halal sembarangan kalo bicara, lagian abang takut melakukan begitu apa lagi masih kuliah sudah nakal bakal hancur karir abang dan nama baik abang, tidak mau lah nakal seperti itu" Lanjut Dion dengan tegas, walaupun kesal dengan ucapannya Intan tapi Dion setuju dengan ucapan Intan tidak akan pernah melakukan kontak fisik, selama kuliah atau pun sudah lulus kuliah karena Dion tidak ingin karirnya cuman sebentar cuman karena nakal saja
" Fika juga insya allah akan kuliah dan kerja dengan benar, tidak akan mengecewakan siapapun, apa lagi merusak nama baik keluarga cuman karena Fika nakal" Ucap Fika yang tidak akan melakukan kenakalan remaja sama sekali, apa lagi tinggal sendirian jauh dari keluarga besar.
__ADS_1
" Amin amin, bunda percaya Dion dan Fika anak anak baik yang akan menjalankan hari harinya dengan baik juga selama jauh dari orang tuaa" Ucap Gea berharap anaknya bisa sukses dengan karir yang diberikan oleh Tomi, walaupun Gea kesel karena Tomi mau menguasai Fika, tapi Tomi memberikan karir dan masa depean labih baik untuk Fika