
Gea seolah mendapatkan surprise hari ini dari Anggun dan Tomi, membuat Gea bener bener merasa malu karena sebagai orang tua tidak bisa memberikan kehidupan yang lebih layak untuk Fika.
" Astaga mas Tomi, kenapa harus memberikan mobil untuk Fika." Ucap Gea pelan karena tidak menyangka jika Tomi ngajak Fika ke showroom mobil.
" Kenapa? Memang mobil ini hak Fika kok, mobil untuk dua princess saya, masa cuman Dion saja yang punya mobil sedangkan Intan dan Fika tidak punya mobil. Saya ingin bersikap adil ke anak anak saya saja kok." Tegas Tomi tidak suka mendengar Gea protes didepan Fika, Anggun, dan Intan. seharusnya Gea protes dibelakang anak anak
" Saya rasa biarin saja mas Tomi memberikan mobil, karena Intan dan Fika pasti butuh untuk kemana kemana sendirian dan tidak merepotkan orang tua dan tanpa merepotkan Dion, jika lagi tidak bisa anterin mereka tidak akan repot nantinya." Ucap Anggun tidak mempermasalahkan jika suaminya memberikan Fika mobil juga, walaupun masih sekolah
" Biarin saja sih bunda, ka Fika punya mobil juga, pasti butuh buat jalan jalan bersama temen temennya, dan mobil juga pasti akan dibutuhkan sampai kita kuliah nanti kan. Keren kan baru masuk kuliah berangkat ke kampus pakai mobil sendiri kan keren bunda" Ucap Intan yang setuju keinginan Tomi memberikan mobil untuk Fika dan Intan.
" Apa ini tidak berlebihan papi? Tapi Fika punya motor pemberian ayah masih bagus?" Tanya Fika yang takut berlebihan menerima pemberian Tomi.
" Tidak ada yang berlebihan sayang, namanya orang tua akan memberikan apapun untuk anaknya, selama mampu akan dikasih sayang, sudah sekarang Fika dan Intan pilih mobil yang kalian ingin kan, dan jangan fikirin harganya yah anak anak." Lanjut Tomi yang tidak ingin dibantah sama sekali.
" Siap papi, hayo ka Fika kita pilih mobil, akhirnya Intan dikasih mobil juga, bukan bang Dion saja yang punya mobil" Lanjut Intan bahagia, akhirnya Intan dikasih mobil bareng Fika juga. Intan langsung ajak Fika pilih mobil yang diinginkan dan meninggalkan orang tuanya yang lagi ngobrol
__ADS_1
" Gea saya tegas kan ke kamu, jangan pernah melarang saya memberikan apapun untuk anak kandung saya, karena apa yang saya berikan ke Fika itu memang haknya Fika dan jangan pernah melarang saya lagi mengerti" Tegas Tomi yang tidak ingin berselisih faham dengan Gea didepan Fika, dan membuat Fika sedih melihatnya
" Sudah lah Gea, biarin saja mas Tomi memberikan haknya Fika, biarin mas Tomi bisa memberikan perhatian ke Fika yang sama seperti apa yang mas Tomi berikan ke Dion dan Intan, jangan ada perbedaan pemberian barang barang ke Fika maupun uang untuk Fika. Biar adil jangan sampai mas Tomi dianggap tidak adil ke anak anaknya." Lanjut Anggun yang ingin Tomi bisa bersikap adil ke tiga anaknya, Anggun tidak ingin Tomi dianggap tidak adil ke anak anaknya.
" Baik lah, terserah kalian kalo memang itu terbaik untuk anak anak silahkan saja." Lanjut Gea pasrah, sudah tidak bisa lagi bicara apapun, Gea merasa dianggap salah memberikan pendapat ke Tomi dan Anggun.
Tomi senyum kemenangan melihat Gea pasrah dan tidak akan lagi berani komentar sama sekali. Tomi langsung ajak Anggun menghampiri Fika dan Intan yang lagi sibuk pilih mobil yang mereka ingin kan. Membiarkan Gea sendirian karena Tomi tidak peduli lagi dengan Gea apa lagi pendapat Gea tidak akan pernah Tomi dengar lagi.
Dilain sisi, Dion sampai rumah tidak melihat Anggun, Intan, dan Fika. Membuat Dion penasaran pergi kemana Anggun, Fika, dan Intan.
" Kata nyonya ke mall ajak nona Intan, nona Fika, dan nyonya Gea juga." Ucap Bik Sumini, sambil sapu teras rumah
" Oh mereka belanja yah Bik, yah sudah lah kalo begitu, saya ke kamar saja kalo begitu" Lanjut Dion pasrah, Dion tidak berani nyusul ke mall takutnya Fika marah karena Dion tiba tiba muncul di mall
Dilain sisi, Tomi langsung ajarin Fika mobil, sedangkan Anggun ajarin Intan mobil, Tomi ingin sekali membuat Fika lebih cepat bisa bawa mobil sendiri.
__ADS_1
" Setelah KTP Fika jadi, Fika langsung bikin SIM yah sayang, oh yah Fika tidak boleh menolak lagi pemberian kartu ATM yah sayang, karena itu hak Fika dan papi ingin Fika juga merasakan hak Fika juga dan jangan berfikir itu berlebihan yah sayang" Tegas Tomi yang tidak ingin ditolak pemberiannya
" Baik papi, Fika akan terima apapun yang papi berikan, terimakasih yah papi sudah berusaha memberikan hak yang sama seperti Dion dan Intan." Ucap Fika yang akhirnya pasrah menerima pemberian Tomi dari pada Tomi marah dan sedih karena pemberiannya selalu ditolak oleh Fika
" Nah begitu dong sayang, bagus tuh Fika bawa mobilnya sudah bisa, tinggal lancarin saja sudah bisa bawa" Lanjut Tomi bahagia karena Fika akhirnya menerima pemberiannya dan tidak menolak lagi
" Iyah papi" Lanjut Fika berusaha fokus bawa mobil, dan berusaha menerima apapun pemberian Tomi dan tidak menolaknya lagi, karena Fika tidak tega melihat Tomi sedih terus karena pemberiannya di tolak oleh Fika.
Dilain sisi, Intan penasaran kenapa Gea melarang Fika mendapatkan haknya, padahal Fika anak kandungnya Tomi, kenapa seperti dilarang terus menerus.
" Mungkin bunda tidak biasa memberikan barang barang mewah ke ka Fika, dan tidak mau merepotkan papi mungkin sayang, sudah jangan berfikir negatif yah sayang, Intan tetep ajak ka Fika jalan jalan dan belanja bareng yah sayang, jika ka Fika menolak tapi Intan usahakan tetep belanjanya yah sayang, karena kan ka Fika tidak biasa belanja terus seperti kita" Ucap Anggun yang tidak ingin Intan pelit ke Fika dan Fika tidak merasakan haknya sama sekali.
" Baik mami, Intan dengan senang hati ajak ka Fika jalanan jalan dan belanja, oh yah mami, Intan juga ajak jalan jalan ka Fika, bang Dion, ka Beby, dan Sarah. Ke kebun binatang mami." Lanjut Intan tidak sabar mau kerjain Dion dan bikin Dion malu dengan melihat buaya benerab dan ledekin Dion didepan temen temennya
" Wah asik tuh, jalan jalan bareng pasti seru, mami tidak akan ikut sayang, karena membiarkan Intan menikmati waktu jalan jalan bersama Abang dan Kaka nya Intan. Jalan jalan bersama orang tua bisa kapan kapan kan." Lanjut Anggun berusaha memberikan kebebasan untuk anak anaknya jalan jalan bertiga saja.
__ADS_1
" Asik asik, terimakasih mami atas pengertiannya." Lanjut Intan bahagia karena Anggun tidak melarangnya untuk jalan jalan bersama Dion, Fika, dan kedua temennya
Intan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Intan bahagia sekali karena akhirnya bisa belajar mobil juga dan punya mobil sendiri sesuai pilihannya Intan.