
Tomi, Anggun, Dion, dan Intan. Anterin Fika ke kampusnya untuk pertama kalinya kuliah, karena Tomi ingin merasakan anterin anak kuliah, Tomi sudah berencana dalam seminggu berapa kali anterin Fika ke kampus bersama keluarganya, sekaligus memantau apa Gea nekat jenguk Fika atau tidak.
" Ya sudah boleh sayang, Sarah boleh lihat kampusnya karena Fika, sekalian lihat lihat kampus yang akan Sarah ikutin tahun depan saat lulus nanti." Ucap Anggun yang tidak sabar ingin melihat Sarah satu kampus dengan Fika dan berangkat kerja bareng
" Berarti Bowo dan Dion saja yang ke kantor yah lihat persiapan, untuk acara pengangkatan Fika sebagai wakil CEO dan Bowo sebagai asistennya Fika." Ucap Tomi yang ingin serahkan persiapan ke Bowo dan Dion yang tidak ingin ikut ke kampusnya Fika.
" Oke papi, Dion akan bantu om Bowo" Ucap Dion santai saja saat Tomi minta bantuannya, Dion mulai takut ikut ikut tapi membuat Fika jadi tidak nyaman akan kehadiran Dion, karena sikap Dion yang berlebihan dimasa lalu membuat Fika tidak nyaman.
" Yah sudah yang wanita saja yang temani Fika ke kampusnya, yah sudah kalian semangat siapin acara untuk Fika nanti yah" Ucap Ulfa yang sudah siap ke kampunya Fika sekaligus melihat lihat jurusan yang ada di kampus
" Kalian hati hati dijalan yah" Lanjut Bowo yang memberikan ijin untuk Ulfa dan Sarah untuk ikut ke kampusnya Fika sebelum ke kantor
" Yah tuhan, kenapa ayah dan bunda tidak kesini yah, kenapa mereka bikin saya cemas saja" Batin Fika sedih karena Gea dan Yono sama sekali, tidak nyusul ke rumah padahal tahu hari ini, hari pertama Fika kuliah dan pengangkatan Fika sebagai wakil CEO
" Fika sayang, kenapa melamun nak?" Tanya Anggun heran melihat Fika diam saja dari tadi
" Bunda dan ayah kenapa tidak kesini sama sekali? Fika rindu mereka, kenapa mereka tidak mau kesini juga? padahal kan tahu hari ini Fika hari pertama ke kamppus dan hari pertama pengangkatan Fika di kantor papi? apa mereka tidak bangga sama sekali, membuat ayah dan bunda jadi tidak kesini?" Tanya Fika sedih karena Gea dan Yono, sudah tidak ada kabar sama sekali dan tidak hadir sampai sekarang
__ADS_1
" Ya tuhan bagaimana ini, mas Tomi tentunya tidak akan membiarkan Fika ketemu dengan mereka lagi, sebelum masa tujuh belas tahun berakhirnya hak asuh mas Tomi sepenuhnya selesai" Batin Anggun serba salah, karena yang melarang datang Tomi tentunya Anggun sebagai istri harus mendukung keputusannya Tomi untuk melarang kehadiran Gea dan Yono walaupun membuat Fika sedih merasa kehilangan.
" Kita sekarang ke kampus dulu yah, Fika harus semangat belajar sayang, nanti mami coba hubungin ayah dan bunda yah sayang" Lanjut Anggun, Anggun bener bener tidak tega melihat wajah yang biasanya cerah tapi sekarang jadi sedih cuman karena larangan Tomi saja
" Iyah mami" Lanjut Fika berusaha senyum, dan bahagia karena Anggun selalu bisa membuat Fika tenang terus
" Kaka tenang saja, mami pasti akan kabarin bunda dan ayah kok" Ucap Intan yang sejujurnya merasa heran, sikapnya Gea dulu dan sekarang sangat berbeda, sebelum perayaan ulang tahunnya Dion dan Fika semuanya masih baik baik saja, tapi entah kenapa Intan merasa ada yang beda dari sikapnya Gea dan Yono setelah perayaan ulang tahunnya Dion dan Fika sekaligus pengumuman jika Fika anak kandungnya Tomi dan Gea dari pernikahan sebelumnnya
" Iiyah Intan" Lanjut Fika berusaha tersenyum
Fika langsung masuk mobil diikutin Intan dan Sarah juga duduk dikursi belakang, sedangkan Anggun yang bawa mobil dan Ulfa duduk disampingnya Anggun.
" Sayang, kenapa melamun dan sedih sayang?"Tanya Yono melihat matanya Gea basah
" Fika minta kita datang nanti siang ke kantor dan kasih alamat kantornya, tapi Tomi kirim chat melarang keras kita datang ke kantor, karena Tomi akan memperkenalkan Fika sebagai anak kandungnya dan anak sambungnya Anggun, Tomi tidak mau malu kehadiran kita katanya, bagaimana ini ayah, kenapa Tomi semakin egois dan semakin jahat seperti ini ke kita sayang, apa salah kita tidak bisa dimaafkan begitu saja oleh Tomi" Ucap Gea, Gea nangis dalam pelukannnya Yono
" Andaikan sayang, kamu tidak keguguran terus selama hamil, kamu tidak akan seperti ini terus sayang, aku juga bingung harus bagaimana sayang" Batin Yono kesel kenapa takdir tidak berpihak ke Yono sama sekali, karena Gea setiap hamil selalu saja keguguran dan ada saja penyebabnya, sampai akhirnya Gea tidak bisa hamil lagi untuk selamanya, karena akan bahaya untuk Gea nantinya
__ADS_1
" Aku coba akan telefon Tomi, semoga Tomi memberikan ijin kita" Lanjut Yono, langsung keluarin hanphonenya dan berharap telefonnya diangkat oleh Tomi.
" Halo Tomi" Sambung Yono saat saluran telefon terhubung
" Cowok tidak tahu diri kamu, suruh Gea sendiri yang ke kantor saya sekarang, saya tidak sudi kamu ada di kantor saya, suruh Gea bawa baju ganti karena Fika mau Gea nginep selama saya dan keluarga masih ada di Bandung selama dua hari, karena saya mau lihat Fika kerja dan anterin Fika kuliah juga sebelum kembali ke Jakarta, jika Fika tanya kenapa kamu tidak ikut bilang belanja dagangan, kasih tahu istri kamu yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu itu, jika dia salah sebut dan pasang wajah sedih yang menjijikan, tidak akan saya ijin kan untuk ketemu anak kandung saya mengerti" Tegas Tomi diseberang telefon, Tomi tidak akan biarkan Gea dan Yono seenaknya, sudah cukup tujuh belas tahun Tomi kehilangan momen masa masa kecilnya Fika sampai tumbuh sebagai gadis remaja, sebelum pindah sekolah
" Baik saya mengerti, dan terimakasih sudah dikasih ijin, saya matikan telefonnya" Llanjut Yono berusaha sabar , dan tidak menunjukan emosinya, karena selalu dihina oleh Tomi karena masa lalunya merebut Gea parahnya sampai Gea hamil pun masih lanjut perselingkuhannya dengan Gea
" Apa kata mas Tomi sayang?" Tanya Gea penasaran
" Bunda sekarang bawa baju untuk dua hari nginep disana,Tomi melarang aku untuk ikut sayang, jadi bunda sendirian sekarang ke Bandung nya dan jika Fika, Dion, dan Intan. tanya nanti bunda jawab aku tidak ikut ke Bandung karena lagi belanja barang dagangan, supaya Fika tidak sedih dan memikirkan aku" Lanjut Yono berusaha santai, tidak mau terlalu memikirkan larangan Tomi sama sekali
" Bener bener tega laki laki itu, maafkan aku sayang jika mas Tomi setiga ini membiarkan ayah sendirian di ruko sampai tiga hari sayang,maaf kan aku" Lanjut Gea sedih, karena tidak bisa melawan Tomi sama sekali
" Tidak masalah sayang, sekarang ambil baju ganti dan nanti aku antar ke terminal unttuk naik travel saja sayang lebih cepet yah" Llanjut Yono, yang ingin Gea naik travel karena perjalanannya lebih cepet dari pada bus
" Iyah sayang" Lanjut Gea pasrah dan tidak tega sebenarnya, meninggalkan Yono sendirian, sedangkan Gea bersenang senang bersama Fika dan yang lainnya
__ADS_1
Gea langsung jalan menuju lantai dua dan siap siap untuk nginep sesuai keinginan Fika, Gea bahagia sekali karena Fika ingin Gea juga ikut nginep di Bandung selama dua hari