
Tomi setelah anterin Anggun dan kedua anaknya pulang, Tomi memutuskan untuk kerumahnya Gea dan Yono, untuk membahas obrolan beberapa hari yang lalu. saat tiba dirukonya Gea membuat Tomi langsung kasih tahu maksud kedatangannya ke ruko.
"Sepertinya kalian masih belum memberikan keputusan apapun yah, dasar manusia egois kalian berdua, tanpa keputusan kalian, saya akan tetep bawa Fika untuk tidak tinggal lagi bersama kalian, karena kalian sudah lihat sendiri kan bagaimana saya bisa memberikan apapun untuk Fika, terutama jabatan wakil CEO, karena saat anak anak kuliah nanti mereka akan menjadi wakil CEO, Fika mendapatkan perusahaan di kota Bandung dan saya sudah punya rumah disana, sama seperti Dion dan Intan yang mendapatkan perusahaan sendiri, jadi tanpa keputusan kalian, saya tetep melarang kalian untuk ikut ke Bandung dan biarkan Fika hidup mandiri" Tegas Tomi yang akan mengambil langkah lebih maju, dan tidak akan membiarkan Gea seenaknya
" Apa langsung jadi wakil CEO? apa tidak terlalu cepat untuk Fika langsung jadi pemimpin perusahaan? jangan egois dong Tomi masa kita tidak boleh ikut tinggal di kota Bandung sih, mau bagaimana pun kita tetep orang tuanya Fika punya hak asuh terhadap Fika" Protes Gea tidak terima dengan keputusan Tomi yang dianggap seenaknya
" Memang punya hak, sama saya juga punya hak yang sama, oleh karena itu saya mempercepat Fika kerja sambil kuliah biar kalian tidak akan bisa tinggal bersama Fika, ingat tujuh belas tahun saya tidak ketemu Fika sama sekali, itu artinya kalian juga selama tujuh belas tahun tidak boleh ketemu dengan Fika apapun alasannya dan kalian boleh ketemu Fika saat anak itu nikah saja, selebihnya tidak boleh" Tegas Tomi yang tidak ingin dibantah sama sekali, karena selama ini Tomi tidak melakukan pencarian dimana Fika berada tapi sekarang sudah tidak bisa lagi, karena Tomi ingin sepenuhnya bersama ketiga anaknya
" Silahkan kamu egois Tomi, tapi saya yakin Fika tidak akan tinggal diam, saat tahu Fika dilarang ketemu dengan ibu dan ayah nya, jangan sombong kamu Tomi cuman karena memberikan pendidikan yang layak, perusahaan besar, dan jabatan yang bagus, kamu bisa melarang anak kandung ketemu dengan ibu kandungnya, ingat Tomi sebaik apapun Anggun, tetep Fika akan merindukan ibu kandungnya, sejauh apapun kamu memisahkan tetep suatu saat akan ketemu lagi" Ucap Yono kesal karena Tomi seenaknya ke Fika dan Gea, mau memisahkan ibu dan anak
" Nah itu kamu tahu Yono, sejauh apapun dijahui, namanya anak dan orang tua akan ketemu, itu yang saya rasakan sekarang dan saya minta hak saya sebagai orang tua, yang waktunya sudah dirampas oleh kalian, jadi sekarang giliran kalian yang merasakan kehilangan Fika, saya tidak akan biarkan kalian bisa menguasai anak, dan saya tidak ingin memiliki waktu sedikit untuk anak kandung saya, ingat kalian jangan egois, sekarang saya mau merapihkan baju sekolahnya Fika untuk tinggal dirumah saya seterusnya, ingat jangan egois jadi orang, saya mau punya hak sama mengurus Fika sepenuhnya selama tujuh belas tahun" Tegas Tomi yang tidak mau dibantah sama sekali
" Tapi untuk sekedar ketemu dan jalan jalan apa boleh?" Tanya Gea berharap dikasih kesempatan untuk sekedar jalan jalan dan ketemu saja
__ADS_1
" Tidak boleh sama sekali, saya akan melarang Fika kesini, ingat jaga rahasia ini dari siapapun dan kalian bilang kalian lah yang memberikan kesempatan Fika tinggal dirumah saya seutuhnya atau cari alasan yang masuk akal, ingat saya tidak mau ada masalah karena hak asuh ini dan jangan cari masalah ingat kalian berdua" Tegas Tomi, yang ingin semuanya sesuai keinginannya dan tidak ada masalah ke siapapun, Tomi tidak ingin melihat Fika nangis, dan Anggun merasa bersalah cuman karena hak asuh anak saja
" Baik lah Tomi, kami ijin kan Fika seutuhnya tinggal dirumah kamu dan maaf kan keegoisan kita selam ini" Lanjut Gea pasrah dari pada semakin membuat Tomi marah terus, bisa bisa Gea dan Yono semakin dilarang untuk ketemu dengan Fika
Tomi senyum kemenangan sambil pulang ke rumahnya, rencana Tomi berhasil menguasai hak asuh Fika dan tidak membiarkan Yono dan Gea seenaknya lagi
Dilain sisi, Dion melihat mobilnya Fika dan mobilnya Intan masuk kedalam rumah, merasa seneng karena akhirnya Fika mendapatkan mobil juga tapi sedih juga, karena sudah tidak bisa lagi modus ke Fika karena Fika dan Intan sama sama punya kendaraan sendiri.
" Bagaimana buaya, mobil pilihan kita bagus kan? itu artinya buaya tidak bisa lagi modusin ka Fika lagi karena ka Fika sudah punya mobil sendiri" Ledek Intan senyum kemenangan, karena rencananya untuk jahui Fika dan Dion berhasil
" Tidak kok mami, Dion mana berani sih godain kaka sendiri mami" Ucap Dion berusaha mengelak supaya tidak dimarahin
" Dasar buaya, didepan mami tidak berani terus terang dasar payah" Batin Fka senyum meledek kearah Dion yang tidak berani terus terang
__ADS_1
" Apa bener Fika? karena mami tidak ingin membuat Fika tidak nyaman tinggal disini cuman karena sikap dan ucapan Dion yang mengganggu Fika?" Tanya Anggun menatap Fika minta kepastian
" Masih modusin Fika mami, tapi Fika selalu berusaha menghindar karena Fika sadar kita tidak akan pernah bisa jadian karena kita satu ayah" Ucap Fika terus terang, didepan Anggun supaya tidak terjadi salah faham
' Tuh kan apa kata Intan, bang Dion itu buaya, sudah tahu saudara masih saja dimodusin" Ledek Intan semakin seneng, karena Dion sama sekali tidak bisa balas ucapan Intan
" Maafkan Dion, iyah iyah Dion akan berusaha melukan perasaan Dion ke Fika, dan menjadi adik yang baik untuk Fika dan abang yang baik untuk Intan, maafin saya yah ka Fika" Lanjut Dion terpaksa demi Anggun tidak marah marah cuman karena Dion belum bisa menerima kenyataan pahit ini
" Alhamdulillah jika Dion sudah sadar, apa kalian percaya dengan ucapannya Dion?" Tanya Anggun melihat Fika dan Intan
" Percaya mami, terimakasih yah Dion mau berubah dan melupakan perasaan kamu ke saya" Lanjut Fika berusaha percaya dengan ucapannya Dion
" Yah Intan juga percaya" Lanjut Intan bohong, karena Intan tahu Dion orangnya seperti apa
__ADS_1
" Yah sudah anak anak sekarang kita masuk kedalam rumah, sudah malam juga" Lanjut Anggun langsung gandeng tangannya Fika dan Intan bersamaan untuk masuk kedalam rumah
Dion senyum melihat Fika masuk kedalam rumah, setidaknya Fika tidak marah karena Dion akan terus modusin Fika,walaupun tidak bisa jadian setidaknya bisa membuat Fika seneng dengan rayuannya