
Prolog
Aku benar benar tidak menyangka dengan kehidupan yang aku jalani, kehidupan yang sama sekali tak pernah aku bayangkan selama ini, tadinya aku yang berfikir aku akan terus berada dalam belenggu kehidupan yang berada di garis kemiskinan. ternyata tidak! aku bagaikan di angkat keangkasa oleh seorang laki laki yang sedari awal aku tak mau di jodohkan dengannya. Ayo Ikuti terus perjalanan hidupku sampai tamat.
***
Perkenalkan namaku Aluna aku anak tunggal dari keluarga yang sederhana ibuku bernama Rukmini dan bapaku bernama sanu pekerjaan mereka adalah seorang buruh tani sama sepertiku," masih gadis tapi buruh tani?" Kedengarannya begitu aneh bukan? Tapi Memang kenyataanya seperti itu aku tidak sedikitpun merasa gengsi dengan apapun pekerjaanku yang penting aku kerja dengan hasil yang halal. Bukankah seperti itu?.
sekarang usiaku menginjak umur 20 tahun. Banyak orang orang di sekitarku mengatakan aku ini adalah seorang gadis tua, dan mereka berfikir dengan umurku yang udah menginjak kepala dua yang seharusnya sudah umurnya menikah tapi aku malah asik menikmati hidup sendirian. Ya! Meskipun teman teman sebayaku sudah hampir semuanya sudah menikah tapi aku tidak sedikitpun merasa iri dengan mereka, ya mungkin karena aku tidak ingin terburu buru menikah seperti mereka.
Awal dari kisahku adalah saat diriku harus di jodohkan dengan seorang laki laki yang bernama Reno. Entahlah ibu dan bapaku kenapa begitu tergiur dengannya. Apa mungkin karena dia anak orang kaya? Entahlah apa yang ada di pikiran bapak dan ibuku. Tapi meskipun diriku hanyalah seorang gadis desa, sedikitpun tidak mencari sosok suami dari segi harta dan kekayaan.aku tidak matre tapi entahlah aku bingung harus seperti apa ke bapak dan ibuku.
" Aluna ibu mau ngomong sesuatu sama kamu" seru rukmini ke aluna yang sedang asik membuat nasi di dapur yang masih terbuat dari tanah liat.
Sanu yang menunggu aluna di ruang tamu yang sangat sederhana yang beralaskan meja dan kursi yang terbuat dari anyaman bambu.
Aluna berjalan sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, " ada apa pak?" Tanya aluna lalu duduk di tepi kursi yang terbuat dari anyaman bambu di samping bapaknya.
" Aluna, bapak mau ngomong serius sama kamu. Usia kamu kan udah waktunya menikah sedangkan bapak dan juga ibumu Sudah tua, sudah waktunya untuk menimang cucu. Bapak sama ibu juga sudah bosan dengan omongan tetangga yang selalu bilang ke bapak dan ibu " kapan anakmu nikah?" " Mau jadi perawan tua apa gimana gak nikah nikah,lihat noh anaknya pak Bedu udah punya anak dua, sedangkan Anna masih ngalur ngidul sibuk dengan kerjaan nya "ujarnya menirukan tetangganya yang berbicara kepadanya.
Aluna mengerti maksud dari bapaknya, tapi Aluna masih belum siap kalau harus menikah ia takut nanti bakal di sakitin oleh suaminya. terlebih teman Aluna baru saja kemarin curhat kalau dirinya habis mendapatkan kdrt dari suaminya dan tak hanya itu suami teman aluna berani selingkuh terang terangan di hadapannya.
***
"Bude Sri mu kemarin mendatangi kita, dia mau meminta kamu buat di jodohkan sama kenalannya. Kata bude Sri orangnya orang berada tak hanya itu dia juga bakal bantu perekonomian keluarga kita kalau kamu mau nikah sama dia" Rukmini berjalan mendekati aluna.
__ADS_1
" ibu mohon kamu mau ya sayang,ibu yakin kalau dia laki laki yang baik dan bertanggung jawab" timpal Rukmini ibunya aluna lagi.
Aluna yang masih belum siap untuk menjawab pertanyaan dari bapak dan ibunya memasang lekat ke lantai yang masih tanah sambil memainkan kukunya.
" eum Aluna masih belum siap Bu,pak," ujarnya.
"Kalau kamu masih belum siap! Kamu masih mau menjalin hubungan sama Riki anak yang sok kecakepaan itu aluna? Dia juga belum tentu serius sama kamu!" Seru Sanu sambil melotot yang berhasil membuat Aluna merasa ketakutan.
" tapi Aluna sama mas Riki belum sama sekali menjalin hubungan pak," seru Aluna ke bapaknya itu.
"Bapak tidak peduli dengan itu, mulai sekarang kamu harus mau sama Reno" pekik sanu dengan nada kasarnya ke Aluna.
Entah mengapa sanu yang sebelumnya tidak pernah berbicara dengan nada kasar seperti itu tiba tiba saja sanu berkata dengan kasar seperti itu kepadanya.
" waalaikum salam" jawab semua sanu rukmini dan juga Aluna secara bersamaan. Reno dengan wajah tampannya masuk kedalam rumah Aluna, hidung mancung alis tebal dan pakainya rapi seperti orang kaya raya membuat Rukmini dan juga sanu kagum dengannya.
Reno memandang lekat aluna yang terlihat begitu cantik, kecantikan Aluna begitu terpancar, cantik cantik ala gadis desa yang hampir tanpa polesan apapun di wajahnya.
Aluna yang melihat Reno datang menghampirinya segera ia bergegas pergi ke dapur untuk melajutkan memasaknya yang belum selesai.
Rukmini dan juga sanu menatap putrinya itu dengan tatapan sedikit kecewa sambil bergantian menatap Reno dengan ******* senyum yang melekat pada bibir mereka.
" ehehe maaf ya nak Reno, Aluna anaknya emang pemalu jadi emang seperti itu kalau sama orang baru. Mohon di maklumi " seru rukmini ke Reno.
Sorot mata Reno menatap lekat ke dapur tempat Aluna menghilang tadi, tapi sayangnya ia tak melihatnya melainkan cuma melihat pintu yang terbuat dari anyaman bambu.
__ADS_1
" jadi rencananya kapan kamu bakal nihanin anak saya? Nak Reno?" Sanu melontarkan pertanyaan ke Reno.
Reno yang sedari awal sudah tak sabar ingin menikahi Aluna " secepatnya pak kalau anak bapak siap saya bakal nikahi anak bapak secepatnya bila perlu hari ini juga pak" ujar Reno ke sanu dan juga Rukmini yang ada di depannya itu.
Aluna menyorot Tajam kearah Reno yang duduk di kursi bersama sanu dan juga Rukmini orang tuanya yang ada di ruang tamu sambil membawa kopi yang ada di tanganya.
Aluna menunduk karena takut dengan Reno yang sorot matanya tajam menatapnya.
Lalu Aluna berjalan kembali menuju dapurnya sedangkan kini Rukmini menyusul Aluna dari belakang mengikutinya ke dapur.
" Aluna ibu mohon kamu mau ya nak, dia orang baik baik ibu bakal jamin. budemu Sri sendiri yang kenal dekat dengannya juga udah mengatakan semua tentang dia dan juga keluarganya" rukmini membujuk Aluna agar mau menikah dengan Reno.
Entahlah Aluna merasa hatinya begitu tekejambik mendengar permohonan dari ibunya itu. Dia fikir ibunya bisa mengerti dirinya namun sayangnya tidak, dia ternyata sama saja begitu egois lebih percaya apa kata bapaknya dan juga budenya dari pada menuruti anaknya yang benar benar tidak ingin menikah dengan laki laki itu.
Aluna tak kuasa menahan bendungan air matanya lalu dirinya berlari menuju kamarnya dan menumpahkan air matanya di kamar miliknya itu.
" huaaaa hiks hiks hiks" Isak Aluna menangis dengan air mata yang mengalir begitu deras.
" Aluna udah dewasa udah tau mana yang terbaik buat Aluna tapi kenapa bapak dan ibu tidak pernah sedikitpun mengerti dengan perasaan Aluna hiks hiks hiks" gumam Aluna sambil terisak tangis.
Rukmini yang sedari tadi menempelkan daun telinganya di pintu kamar Aluna yang terbuat dari anyaman bambu itu mendengar isakan tangis dari anaknya.
Hati seorang ibu mana yang tak sedih ketika melihat putri semata wayangnya menangis terisak isak di depannya.
"Maafkan ibu ya Aluna, ibu gak tau harus berbuat apa? Ibu takut kalau nanti bapakmu marah besar kalau aku memihak kepadamu" Rukmini bergumam lalu berjalan sambil mengusap air matanya ke ruang tamu untuk menemui suami dan juga Reno yang ada di sana.
__ADS_1