CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
10.


__ADS_3

" mas Dimas?" Seru Aluna yang tak percaya dengan apa yang ia lihat di layar ponsel miliknya. Aluna termenung sejenak sambil memandangi ponselnya itu yang bertulisan Dimas.


"Kenapa tiba tiba mas dimas menelpon Aluna? Bukannya dia udah mau nikah sama Ratna anaknya pak kades?" Gumam Aluna dalam hatinya lalu mengangkat telepon dari Dimas.


Aluna " hallo mas Dimas, tumben telepon Aluna emang ada perlu apa ke Aluna?"


Dimas" eum enggak Aluna mas cuma mau ngajak Aluna ketemuan boleh? Mas kangen sama Aluna. Udah lama mas gak pernah ketemu sama Aluna"


Aluna termenung sejenak saat Dimas berbicara seperti itu padanya," hah mas Dimas mau ngajak Aluna ketemu?" Gumamnya dalam hatinya.


Aluna" maaf mas, Aluna tidak bisa karena Aluna hari ini ada kesibukan"


Dimas" ohh Aluna sibuk? Yaudah kalau gitu lain kali aja mas ajak Aluna ketemuan,ohh iya Aluna mas Gak jadi nikah sama Ratna jadi kamu gausah kwatir kalau mas hubungin kamu lagi"


Aluna yang mendengar itu sontak mematikan panggilan dari Dimas. Lalu berjalan kearah jendela yang ada di kamarnya.


Aku benar benar tidak habis fikir dengan mas Dimas, bukannya dia dulu yang membuangku begitu saja tapi kini dia kembali menghubungiku dengan sikapnya yang seolah olah tidak terjadi apa apa?.


" Jadi selama ini Ratna yang sudah membuatnya mencampakan aku tidak jadi menikah dengan mas dimas?" Gumam Aluna dalam hatinya. " ihh kenapa aku harus mikirin Ratna sama mas Dimas? Bukannya aku sudah memiliki mas Reno yang jauh lebih baik dari pada mas Dimas" ujarnya lirih lalu meletakan ponselnya di meja yang ada di dekat kasurnya.


Kini Aluna kembali memikirkan pujaan hatinya yaitu Reno, pujaan hati? Ya mungkin bisa di katakan seperti itu pasalnya Aluna setelah tau sikap Reno yang royal dan baik kedirinya membuat dirinya luluh dengannya.


" Aluna, Aluna, sini sayang" teriak Rukmini dari dapur memanggil Aluna.


Aluna yang mendengar itu tersentak kaget lalu menghampirinya.


" ada apa ibu?" Tanya aluna keibunya saat sampai di dapur.


"Ibu baru saja dapat info dari bu tejo kalau Dimas sama Ratna gak jadi nikah, entahlah ibu gak tau persisnya permasalahan mereka tapi ibu denger sih katanya sih Ratna selingkuh sama Riki anaknya pak Burhan." Seru Rukmini sambil mendudukan dirinya di Bangku yang ada di sampingnya yang di ikuti Aluna.

__ADS_1


Aluna mengerucutkan pandanganya kearah ibunya yang ada di depannya itu, " tau dari mana buk tejo Bu? Bukannya katanya mas Dimas gak mau lagi sama Ratna karena Ratna gak cinta sama masa Dimas?" Tanya Aluna ke ibunya.


" Ibu kurang begitu tau Aluna tapi banyak juga orang orang yang ngomong seperti itu tadi pas ibu belanja, apa mungkin Riki itu orangnya gampangan ya? Syukurlah Aluna kamu gak jadi menjalani hubungan sama dia. Kalau sampai kamu ngejalin hubungan sama dia yang ada kamu bakal menderita sama dia" serunya Rukmini dengan raut wajah datar dan miris.


Aluna yang mendengar semua pernyataan dari ibunya sontak melamun dan memikirkannya.


" jadi selama ini mas Riki itu orangnya sana sini mau? Untung saja aluna waktu itu tidak menerima cintanya" seru Aluna dalam hatinya.


" untung waktu itu kamu di lamar Reno duluan kalau enggak, gak tau lagi ibu harus ngomong apa lun"  seru rukmini ke aluna.


Aluna tersenyum simpul sambil memandangi kearah sudut tembok.


" iya Bu, tapi Aluna kok gak yakin ya kalau Mas Riki melakukan hubungan sama Ratna? Bukannya mas Riki orangnya baik?" Seru Aluna ke ibunya.


" dengar ya Aluna, orang yang melihatnya baik belum tentu dia baik, banyak juga orang yang keliatannya saja baik tapi kenyataannya tidak sama dengan apa yang kita lihat." Rukmini menjelaskan panjang lebar lalu setelah itu ia berjalan menuju dapurnya untuk menata kayu untuk dia siapkan buat masak.


Aluna mengaguk sembari tatapannya mengikuti ibunya kemana perginya.


"Bu, bapak rencananya mau mau pergi ke pasar buat beli pisang untuk keperluan pernikahan Aluna besok lusa" serunya ke Rukmini yang ada di dapur.


Aluna dan rukmini sontak menoleh ke arah Sanu yang berdiri di tengah tengah pintu.


"Emangnya bapak mau berangkat sekarang? Apa gak terlalu pagi pak?" Tanya Rukmini ke suaminya itu.


Sanu yang orangnya yang selalu sat set sat set dengan apapun yang ia kehendaki sontak mengangguk dan mengiyakan.


" iya Bu, nanti keburu habis" Serunya lalu  ia pergi.


Aluna yang hendak berbica tiba tiba salah terbengong saat bapaknya sudah tidak terlihat di hadapannya itu.

__ADS_1


Sesaat setelah itu Aluna baru tersadar dengan dirinya yang belum ke kamar mandi," astagfirullah Aluna kan belum ke kamar mandi buat bersih bersih" gumamnya lalu berlari ke kamar mandi yang super sederhana itu.


****


Di perusahaan besar dan ternama Reno kini sibuk dengan laptop yang ada di depannya, dengan hiasan hiasan keranjang yang berisikan berkas berkas yang ada di dalamnya.


Mata Reno sedari tadi terfokus pada laptonya itu sembari sesekali ia melihat berkas yang ada di mejanya.


Reno terus mencocokan data yang ada di laptopnya dan juga yang ada di berkasnya itu.


Setelah di rasa sama dan cocok segera Reno menandatangani semua berkas berkas yang ada di tangannya itu.


" Reno apa kamu sudah selesai dengan pekerjaannya kamu sayang? Eum ternyata masih sibuk ya?" Ujar Karina yang berjalan menghampiri Reno dengan tatapan binar binarnya.


Reno tak menggubrisnya melainkan ia tetap terfokus pada berkas berkas yang ia tandatangani.


Karina yang setiap harinya memang selalu menampakan kebinalannya, bahkan ia juga tidak merasa malu saat orang orang kantor melihat dirinya selalu menggoda Reno.


Karena ambisinya memang besar untuk mendapatkan hatinya Reno, " Reno aku udah laper ini apa kamu gak laper hah?" Tanya Karina sambil tangannya memegang tangan Reno.


Entahlah Reno yang awalnya tidak mau menggubrisnya tiba tiba saja sekarang ia menampik tangan ganjen milik Karina.


" denger ya Karina, kamu jangan sesekali seperti itu ke aku. Apa kamu gak malu hah melakukan itu?" Seru Reno dengan tatapan penuh risih itu.


Karina tetap saja keukeuh dengan apa yang ia sukai itu, ia kembali memeluk lengan Reno dan menyandarkan kepalanya di bahu Reno.


" Karina! Apa kamu sudah gila hah? Aku ini sudah mau menikah Karina. Kamu jangan lancang seperti itu jadi seorang wanita!" Seru Reno lalu berjalan keluar meninggalkan Karina di rumahnya.


"Reno tunggu, aku gak mau kalau kamu harus ninggalin aku! Camkan itu Reno gak bakal!" Seru Karina dengan raut wajah kesalnya dan penuh amarah.

__ADS_1


" Awas aja kamu Reno, aku bakal bikin gadis kampungan itu menerima semuanya! Inget itu Reno" ancam karina lalu bergegas pergi dari ruangan Reno.


Bersambung....


__ADS_2