CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
5.


__ADS_3

Sanu kini tengah berangkat berbelanja semua kebutuhan untuk acara pernikahan Aluna, dengan membawa catatan belanjaannya yang ada di tangannya. Dengan raut wajah berbinar binar ia berjalan menyusuri jalan raya menuju ke rumah pak Burhan terlebih dahulu, untuk membeli kelapa dan sekalian membicarakan soal pernikahan anaknya yaitu Aluna.


Tak lama di perjalanan sanu kini telah sampai di rumah pak Burhan yang sangat mewah itu.


Dengan raut wajahnya yang berbinar binar Sanu mengetuk pintu rumah paak Burhan.


" Tok tok tok" sanu mengetuk pintu rumah Burhan.


Riki yang tersadar ada suara ketukan pintu mencoba mengintipnya dari jendela kamarnya.


" itu kan bapaknya Aluna? Kenapa pak sanu kemari? Apa jangan jangan mau bilang Aluna gak jadi menikah? " Gumamnya saat tau kalau sanu yang mengetuk pintu rumahnya.


Riki yang hendak berjalan membukakan pintu untuk sanu mengurungkan niatnya saat bapaknya telah membukakan pintunya terlebih dahulu.


" ehh pak sanu, ada perlu apa pak kemari? Ayo duduk dulu di dalam" ajak Burhan ke sanu dengan raut wajah terseyum.


" eum jadi saya kemari bermaksud untuk membeli kelapa ke bapak, sekalian mau memberitahukan kalau Aluna sebentar lagi mau menikah, dan terpaksa dia harus ikut suaminya ke kota maka dari itu Aluna mau berhenti bekerja di tempat bapak" seru sanu ke Burhan.


" ohh soal itu pak? Hahahaha kirain mau perlu apa! Iya pak saya sudah tau soal itu Aluna tadi sudah mengatakannya sendiri ke saya" balas Burhan dengan senyum mekar di bibirnya.


"Deg" detak jantung Riki makasih bedegub dengan kencangnya, Riki yang mendengar pembicaraan itu merasa hatinya sesak. Entahlah Riki harus berbuat apa orang yang dirinya idam idamkan berkahir menikah dengan orang lain" aku fikir pak sanu mau bilang kalau Aluna gagal menikah," gumamnya dengan wajah sendunya. Riki tak sadar kalau dirinya meneteskan air matanya " Aluna kenapa kamu ninggalin aku lun? Akhhh sial" gumamnya meresa kecewa.


" totalnya 2 juta lima ratus pak" Burhan memberikan nota pembelian kelapa ke sanu.


Sanu mengambilnya dan mengecek ulang nota itu, " sip!,kalau gitu saya permisi dulu pak, mau lanjut belanja yang lain. Ohh iya jangan lupa sampaikan ke Riki soal yang tadi ya pak!" Seru sanu berpamitan ke burhan.

__ADS_1


***


Aluna kini tengah asik membantu ibunya memasak nasi dan juga lauk pauk buat menyambut kedatangan keluarga reno, mereka memasak makanan rumahan seperti tempe, tau, ayam, sayur ,dan lain lain.


Aluna membantu ibunya dengan raut wajah yang seperti biasanya, entahlah Aluna kali ini sudah benar benar ikhlas menerima perjodohan yang orang tuanya lakukan.


" Gimana Aluna, apaa kamu sudah bisa menerima semua keputusan yang bapakmu ambil?" Celetuk Rukmini bertanya ke Aluna sambil menggoreng ayam.


Aluna menoleh kearah ibunya saat dirinya tengah asik mengangkat nasi dari dapur, " isya Allah Aluna ikhlas bu dengan semuanya." Balas Aluna dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Dari luar rumah sanu datang dengan barang barang yang ia beli. Mobil pickup putih di depan rumah Aluna memuat semua barang barang belanjaan sanu. Dengan penuh hati hati sanu dan juga supir mobil pickup itu menetunkan semu barang belanjaan miliknya.


" terima kasih pak, kalau gitu saya pamit dulu. Semoga bisa jadi langganan bapak" seru bapak sopir yang membawa muatan belanjaan sanu.


Aluna dan rukmini tengah asik menunggu dan berdiri di samping pintu, Rukmini tersenyum senang saat semua barang barang belajaanya turun dan tertata rapi di ruang tamu.


Rukmini menatap sejenak kearah Aluna yang melamun di sampingnya, " kamu kenapa sayang?" Celetuk Rukmini mengagetkan Aluna yang melamun. Aluna tersentak kaget lalu menatap ibunya dengan senyuman manis di bibirnya. " eum enggak Bu, Aluna cuma sedikit gak nyangka aja kalau Aluna bakal menikah" balas Aluna dengan raut wajah yang sedikit di tekuk.


Rukmini mengerti perasaan Aluna lalu memeluk anaknya sambil mengelus rambutnya, " ibu paham dengan perasaan kamu Aluna," serunya menenangkan Aluna.


Aluna tersenyum simpul lalu membalas pelukan dari ibunya.


"Bu,buatin kopi buat bapak! Bapak capek Bu mau mandi dulu" seru sanu mengagetkan Rukmini yang masih memeluk anaknya itu.


" iya pak," balasnya lalu berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan kopi untuk sanu.

__ADS_1


Kini di ruang tamu tinggallah Aluna sendiri ia berjalan menuju ke kursi yang ada di sampingnya lalu ia menjatuhkan dirinya di atas kursi.


" ya Allah semoga apa yang engkau rencananakan kepada hidup hamba, hamba bisa memikulnya dengan mudah. Aamiin" mohon Aluna sambil memandang langit langit ruang tamunya yang terbuat dari anyaman bambu.


****


Di malam hari dengan suasana gerimis rintik rintik, Aluna kini tengah memakai pakaian yang di beri oleh Reno yang di berikannya lewat ibunya saat malam itu. Aluna nampak sibuk membantu ibunya menata makanan yang sudah ia masak bersama ibunya tadi.


" udah semua Aluna?" Ibunya melontarkan pertanyaan kepada Aluna.


Aluna berjalan menuju ke dapur lalu mengecek apakah makanannya masih ada. Dan ternyata Aluna tidak melihat makanan di atas meja.


Kini Aluna berjalan kembali menuju ibunya yang ada di ruang tamu.


" udah Bu" seru Aluna ke ibunya


" Yaudah kalau gitu, sebentar lagi Reno bakal datang kesini dia udah berada di jalan menuju kesini, kamu siap siap dulu Aluna Bersolek biar keliatan cantik di depan calon suami kamu" pinta Rukmini ke Aluna.


Aluna meringis saat ibunya memintanya dirinya bersolek, " Aluna gak pandai bersolek Bu, Aluna nanti takut kelihatan menor kalau Aluna Bersolek" balas Aluna ke ibunya.


Rukmini tersenyum simpul lalu menghampiri Aluna yang ada di sampingnya menarik tangannya menuju ke kamar Aluna.


Sebenarnya Aluna memiliki banyak make up seperti bedak, lipstik, body lotion dan masih banyak lainnya hasil dirinya ngikutin teman temannya yang menyuruhnya untuk beli make up, dan sebagian juga ada yang di beri oleh temannya, dan yang terbaru Aluna baru saja kemarin di bawakan paket make up oleh calon suaminya Reno. Tapi sayangnya Aluna gak begitu tergiur dengan namanya make up alhasil dia membiarkan semua make up itu berada di lemarinya.


Rukmini mencari sesuatu di sudut lemari Aluna dan matanya kini tertuju pada lipstic yang berwarna merah muda, " ini pasti cocok buat kamu sayang, sini coba ibu pakaikan!" Seru Rukmini memakaikan lipstik di bibir seksi milik Aluna.

__ADS_1


" tuh kan kamu itu cantiknya kebangetan kalau pakai lipstik gini , tapi kenapa kamu males make make up Aluna" seru Rukmini memuji anaknya yang terlihat begitu cantik saat memasak lipstik warna pink di bibirnya.


Aluna berjalan menuju ke cermin yang ada di sampingnya ia menatap dirinya lewat kaca cermin. " Astaga kenapa aku baru sadar kalau aku secantik ini kalau pakai lipstik" serunya memuji dirinya yang memang terlihat cantik.


__ADS_2