
Malam pun kini telah tiba "tok tok tok" bunyi pintu di ketuk.
Aluna dan kedua orang tuanya yang asik duduk berjejer di kursi ruang tamu tersentak kaget saat mendengar bunyi ketukan pintu dari luar rumahnya. Sanu bapak aluna berjalan menghampirinya dan membukakan pintu, " nak Reno, ibu Kamila" ucap sanu yang melihat Reno datang bersama ibunya yaitu kamila." Silahkan masuk nak Reno, ibu Kamila" ucapnya lagi mengulurkan tangan menyuruh masuk mereka.
Kimila mamanya Reno memandang lekat sudut rumah milik calon istrinya anaknya itu dari ujung kiri kekanan, tatapannya terbelalak dan memicingkan senyum seperti menghina.
Dengan raut wajah sumringah Rukmini bergegas menyalami Reno dan juga ibunya.
" selamat datang nak Reno, ibu Kamila maaf kalau rumahnya seperti gubuk Bu, nak Reno" seru Rukmini dengan bahagia.
Kamila tersenyum memandang muka pura pura segan sedangkan Reno senyum dengan penuh ketulusan di hatinya.
" Eum gak papa ibu,ohh iya ini Aluna itu ya Bu? Cantik ya kaya model" seru Kamila saat melihat kecantikan Aluna.
Aluna tersenyum malu malu lalu mengulurkan tangannya menyalami Kamila ibu dari Reno calon suaminya itu. Setelah itu Aluna menyalami calon suaminya itu dengan persaan gugupnya.
Tatap Mata Reno dan Aluna saling bertemu, tatapan cinta dari mata Reno membuat mata Aluna tak tahan melihatnya. lalu Aluna membuang pandangannya ke Rukmini ibunya yang ada di sampingnya." Ehem... Aluna sendiri dia sudah siap dan yakin menerima nak Reno jadi suaminya, jadi seperti kesepakatan kita waktu itu gimana ibu Dan anak Reno yakin ingin melaksanakan pernikahan pada tanggal 25 nanti?" Seru sanu yang membuat semua pasang mata memandang ke arah dirinya.
" eum kalau soal itu, pastinya dong pak" balas Reno dengan antusias sambil sesekali memandangi wajah cantik milik calon istrinya itu.
Dalam benak Kamila hatinya benar benar kesal saat mengetahui calon mantunya adalah gadis desa yang miskin. " kalau tau dia seperti ini aku tidak mau mengantar Reno kesini!" Gumamnya dalam hati sambil memasang bibir sinisnya.
Setelah mereka saling berbicang dan berdiskusi mengenai pernikahan Aluna dan juga reno, kini Reno dan Kamila bergegas cepat cepat pulang kerumah mereka. Sebenarnya Reno ingin berlama lama memandangi wajah calon istrinya itu sambil berniat mendekatkan diri tapi sayangnya Kamila mamanya Reno ingin buru buru pulang.
" kalau gitu permisi ya pak, Bu, Aluna." Seru Kamila dengan senyuman manis yang pura pura dari bibirnya.
" Iya Bu,maaf ya kalau kita cuma bisa memberikan makanan yang sederhana buat ibu dan juga nak Reno" sautnya Rukmini dengan tatapan yang penuh binar binar.
" gapapa bu sama aja ibu gak perlu merendah seperti itu, itu sangat nikmat malahan sampai saya tadi nambah dua kali" seru Kamila lalu tersenyum simpul.
__ADS_1
" kalau gitu saya permisi ya Bu, pak Aluna assalamualaikum"
" waalaikum salam " seru sanu, Rukmini dan Aluna berbarengan.
Tatapan Reno sedari tadi terus memandangi wajah cantik Aluna yang sangat sangat mempesona," aku pasti bakal beruntung banget kalau bisa memiliki gadis cantik seperti Aluna" gumamnya dalam hati.
Sedangkan Aluna yang di perhatikan terus oleh Reno hanya menunduk malu sambil memegangi ujung bajunya.
" ayo Reno keburu malem nanti" seru Kamila yang mengagetkan Reno.
Reno dan Kamila masuk kedalam mobilnya, Aluna memandangi mobil yang di tumpangi oleh calon suaminya dan juga calon mertuanya itu sampai mobil itu menghilang di tikungan gang depan rumah Aluna.
" Yaampun dia ganteng banget ternyata" seru Aluna yang merasa kagum melihat kegantengannya sambil melamun kearah mobil milik Reno menghilang tadi.
" hayo ngapain ngelamun" Rukmini berhasil menghentikan Aluna dengan pertanyaannya.
" gapapa bu aluna cuma sedikit gak nyangka aja kalau lusa Aluna bakal jadi seorang istri" elak Aluna ke ibunya.
"Reno benar benar bahagia ma kalau Reno bisa nikahin Aluna, apalagi Aluna wanita yang cantik banget. Baik,gak neko neko, pendiem" seru Reno ke mamanya yang berada di dalam mobil.
" aku gak mau ya ren kalau misalkan kamu udah nikah sama Aluna, terus Rumah mertua Kamu reyot kaya kandang sapi itu"Balas mama reno dengan raut wajah sedikit kesel ke aku.
Iya aku juga tau kalau rumah Aluna memang tidak begitu layak untuk di tinggali, maka dari itu aku sudah berencana nanti setelah nikah bakal merenovasi rumah Aluna dengan gaya dan tampilan modern berlantai dua.
" iya ma, lagian tanpa mama suruh Reno juga bakal ngelakuin itu kok" balasnya reno ke mamanya sambil fokus menyetir mobil.
" bagus, biar mama gak malu sama temen temen mama, masa iya Kamila pemilik perusahaan terbesar di Indonesia punya mantu miskin, apa kata temen temen mama nanti" Kamila memasang muka sedikit sebel ke Reno.
Sedangkan Reno yang mendengar mamanya mengatakan itu sedikit merasa jengkel, tapi mau bagaimana setiap hari melakukan mamanya juga seperti itu suka blak belakang kalau ngomong.
__ADS_1
" iya ma, bisa gak sih mama kalau ngomong jangan seperti itu, kalau misal nanti Aluna udah sah jadi istri Reno mama masih seperti itu yang ada Aluna kabur dong ma" seru Reno pandanganya yang fokus pada jalan raya yang ada di depannya.
" terserah mama dong Reno, lagian bukannya bagus kalau dia kabur, biar kamu bisa nikah sama karina dia kan cantik pinter kaya juga" serunya dengan tatapan mata yang penuh harap Reno menikah dengan Karina.
"Ingat ya Reno, mama itu terpaksa merestui kamu sama sih Aluna itu, andaikan kamu gak ngancem mogok kerja mama juga ogah punya mantu anak kampung itu" serunya lagi dengan nada menghinanya.
Reno masih fokus pada jalan raya yang ada di depannya dan tak menggubrisnya.
" terserah deh ma, apa kata mama aja deh" seru Reno dengan wajah males ke mamanya.
Aluna pov
Aku kini tengah berada di dalam kamarku tepatnya berada di depan cermin yang ad di lemariku, rasanya benar benar seperti mimpi kalau diriku lusa sudah bakal jadi seorang istri. eum rasanya tidak bisa di ungkapkan lewat kata kata pokoknya seperti persaan yang campur aduk seperti nasi uduk yang di aduk aduk. Kini aku sedikit mencoba belajar bersolek sedikit alias pake skincare hitung hitung belajar dan memantapkan diriku biar nanti kalau di dekat calon suamiku aku tidak begitu malu maluin.
Aku mencoba mengambil pelembab yang ada di depanku aku coba oleskan ke wajahku dengan lembut seperti tutorial yang aku lihat di YouTube waktu itu.
Setelah itu aku mencoba pakai cream malam di wajahku, aku coba oles perlahan lahan sedikit aku kasih pijatan pijatan halus agar creamnya meresap kedalam kulitku.
" wahh bagus banget wajah aku jago keliatan cerah" aku sedikit speechless saat aku melihat wajahku di balik cermin saat pakai skincare tadi. Jadi benar selama ini yang Rani katakan sama aku kalau skincare itu bisa bikin kulit kita jadi lebih cerah.
" kemana aja aku, kenapa baru mencobanya sekarang hehe" setelah selesai dengan cream kini aku mencoba mengoleskan bibirku yang sedikit kering dengan lipbalm yang tadi siang aku beli. Aku coba mengoleskannya perlahan lahan e bibirku rasanya benar benar enak bibir yang awalnya kering kini rasanya begitu lembab.
" Bagus banget ada pink pinknya" aku sedikit kaget saat bibirku terlihat begitu cantik saat habis memakai lipbalm.
***
Setelah selesai dengan perskincare-annya Aluna kini berjalalan menuju ke kamar mandi yang ada di dapurnya untuk mencuci tangan kaki dan setelah itu ia melanjutkannya tidur karena ia merasa kecapekan dengan aktivitas sehariannya dari pagi sampai malam.
" good night para reader, selamat tidur semoga mimpi indah" seru Aluna sambil menarik selimutnya lalu tertidur lelap.
__ADS_1