
Pernikahan
Tak terasa waktu berlalu begitu singkatnya, kali ini riuk piuk tamu undangan bergemuruh sesaat lagi acara pernikahan Aluna dan Reno segera di mulai.
Terlihat dari kejauhan terlihat para tamu undangan sudah masuk kedalam tenda, dimana tempatnya berada di depan rumah Aluna.
Banyak teman-teman Reno dan juga Aluna yang memuji kecantikan Aluna, ya, Aluna kali ini terlihat sangat cantik dengan makeup natural namun sangat cetar membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpanah.
Aluna kini berjalan menghampiri para tamu undangan untuk menyalaminya, " silahkan di makan hidangannya" Aluna dengan nada lembutnya mempersilahkan tamu undangan untuk menyantap hidangan yang sudah ada di atas meja.
" cantik banget calon istri Reno, pantes dia selalu memuji-muji dirinya saat nongkrong di kantor" ucap salah satu teman Reno ke Aluna.
Aluna yang mendengar itu sontak mengulumkan senyuman manis dari bibirnya, " terima kasih kak, ayo silahkan di makan hidangannya! Maaf, kalau cuma seadanya" Pinta Aluna ke teman Reno yang memujinya tadi.
Sedangkan kini dari belakang, tepatnya dari dalam rumah Aluna Rukmini dan juga sanu berjalan beriringan menghampiri para tamu undangan.
" silahkan, ayo silahkan dimakan hidanganya. Maaf kalau cuma seadanya" sanu dan Rukmini menyalami tamu undangan satu persatu.
***
Di lain sisi di dalam mobil mewah miliknya lelaki tampan dengan jas hitam yang melekat pada tubuhnya, tengah asik dengan lamunannya. Reno sedari tadi terus melamun memikirkan calon istrinya yaitu Aluna.
"Akhh kenapa rasanya campur aduk seperti ini" gumam Reno lirih.
Kamila mama Reno yang ada di sampingnya menoleh kearah Reno dengan tatapan datarnya, " namanya juga mau menikah ren, sudah pasti perasaanya campur aduk. Ohhh iya nanti setelah akad nikah mama mau langsung pulang. Enek mama kalau lama-lama di kampung, rencananya mama mau di jemput Karina buat belanja ke mall" pinta Kamila dengan raut wajah seperti malas.
Reno yang mendemgaru itu dari ibunya sontak menyulurkan senyuman simpul, " iya ma" balas Reno dengan nada datarnya.
Tiga puluh menit waktu perjalanan Reno menuju ke rumah Aluna, akhirnya Reno dan juga mamanya telah sampai di depan gang rumah Aluna.
Terlihat dari kejauhan Reno dan juga mamanya melihat tenda berwarna putih menghiasi rumah Aluna.
__ADS_1
Perasaan Reno benar-benar makin tak karuan saat melihat tenda berwarna putih menghiasi rumah calon istrinya itu.
"HUH!"
nafas panjang keluar dari mulut Reno, lelaki tampan itu sedikit merasa gugup dengan apa yang ada di depannya itu.
Kali ini ia menghentikan mobilnya tepat berada di depan tenda, sesaat setelahnya Reno yang di susul mamanya berjalan turun dari mobilnya.
Reno berjalan beriringan bersama dengan mamanya menuju ke dalam tenda, sorot mata para tamu undangan kini tertuju pada sosok Reno dan juga mamanya.
Reno benar-benar terlihat begitu gagah dengan baju putih dan juga jas hitam yang melekat di badannya itu.
Sedangkan kamila mama Reno juga terlihat sangat cantik dengan gaun merah merona dengan hiasan pernak pernik di sekelilingnya.
Reno berjalan menuju ke tempat duduk yang ada di depan rumah Aluna, di sana sedari tadi sudah banyak teman-teman kantor reno dan juga sahabatnya yaitu Reza.
" calon mantennya cakep banget cuyyy" goda teman Reno yang bernama Selly.
" namanya juga manten sel wajar bukan" Reza menyeletuk ke selly.
Reno kini duduk bergabung bersama mereka, sedangkan Kamila tak tau entah kemana mungkin dia masuk kedalam rumah Aluna untuk menemuinya.
Di dalam kamar kini sudah kedapati Aluna dan juga Rukmini ibunya yang tengah asik duduk di bangku kamar Aluna. Seperti pada umumnya kali ini mereka tengah di make over oleh perias. Sebenarnya sedari tadi Aluna sudah di make up, berhubung Aluna pagi ini akan sekalian melakukan akad nikah Maka Aluna harus berganti pakaian yang sesuai dengan acara akad.
" Gimana ibu apakah alun terlihat cantik dengan baju ini?" Aluna bertanya ke ibunya.
Rukmini menatap anaknya itu dengan tatapan kagumnya, Aluna benar-benar terlihat cantik dengan baju manten yang ia kenakan.
"Sangat cantik, cantiknya seperti bidadari" puji Rukmini sambil mengelus pundak Aluna.
Aluna benar-benar merasa bahagia saat ibunya memuji dirinya seperti itu.
__ADS_1
Semuanya manis Aluna mekar memandangi dirinya sendiri lewat cermin yang ada di dalam kamarnya.
Saat Aluna dan juga Rukmini tengah asik dengan tatapan mereka yang menatap bayangan Aluna di cermin tiba-tiba saja seseorang mengagetkan mereka.
" ehem permisi" Kamila masuk kedalam kamar Aluna dengan memasang wajah sopannya.
Wajah Kamila benar-benar seperti risih melihat kondisi kamar gadis cantik itu yang terlihat sangat kuno.
" apa yang ada di pikirannya Reno sampai dia tergila gila dengan orang kampung seperti mereka, apalagi rumah mereka yang seperti kandang ayam" gumam Kamila dengan memasang raut wajah senyum palsu.
" cantik banget calon mantu saya, yaampun pasti Reno bangga banget bisa menikah dengan gadis cantik seperti kamu" Kamila berjalan menghampiri Aluna yang terlihat cantik dan sempurna di depannya.
Aluna dan rukmini tersenyum malu saat tau mamanya Reno memuji Aluna.
" terima kasih ibu Kamila" balas Aluna ke Kamila.
Sedangkan Rukmini hanya menatap mereka berdua dengan tatapan seperti kagum.
" Aluna mulai sekarang kamu panggil saya mama, bukan ibu lagi! Mulai hari ini kamu akan menjadi menantuku istri dari anaku jadi kamu panggil aku dengan sebutan mama, apakah kamu bersedia?" pinta Kamila ke Aluna yang ada di depannya sambil mengelus pundaknya.
Aluna yang mendengar permintaan calon mertuanya itu tersenyum simpul lalu mengaguk mengiyakan, " iya ibu, eum mama" ujarnya Aluna sedikit gugup.
" bagus, anak saya pasti tidak salah memilih wanita baik dan secantik kamu" puji Kamila ke Aluna.
" terima kasih ibu Kamila, sebenaranya kamilah yang beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga ibu" timpal Rukmini sambil tersenyum bahagia kearah Kamila.
Kamila menoleh kearah Rukmini yang ada di sampingnya persis lalu menepuk pundaknya, " ibu bisa aja, kita sama-sama beruntung bu" balasnya Kamila dengan senyuman palsu yang mekar dari bibirnya.
Wanita cantik dengan gaun pengantin berjalan menuju ke meja akad yang ada di depan rumahnya, di sana sudah kedapati lelaki tampan yang sebentar lagi akan resmi menjadi calon suaminya. Aluna menatap penuh dengan senyuman yang mekar dari bibirnya, senyum cantiknya Aluna berhasil membuat lelaki tampan yang sedari duduk di meja akad itu tersenyum simpul.
Aluna berjalan menghampiri Reno dengan perasaannya yang campur aduk yang susah di jelaskan, "aluna kamu begitu cantik sekali pakai baju ini" Reno benar-benar tak kuasa untuk memuji kecantian calon istrinya itu.
__ADS_1
" terima kasih mas, kamu juga terlihat tampan dengan baju itu" puji Aluna balik ke Reno dengan sedikit malu-malu lalu duduk di sampingnya.
Bersambung...