
Pagi pun kini telah tiba, seorang laki-laki yang memiliki wajah tampan dengan alis yang tebal asli dari pabriknya, di sertai hidung yang mancung dan juga rahang yang tegap. Ia yang awalnya asik dengan tidurnya yang lelap tiba tiba saja terbangun dari tidurnya saat bunyi ponsel berhasil mengganggunya.
" drt drt drt" bunyi ponsel yang ada di meja dekat dengan kasur yang ia tiduri.
Reno membuka matanya lalu ia menacari cari ponsel miliknya, ia baru tersadar saat dirinya melihat layar ponsel miliknya menyala tepat berada di meja yang ada di depannya.
" mama?" Pekik Reno saat mengetahui bahwa Kamila mamanya yang menelpon dirinya.
Segera Reno mengangkat telepon miliknya, " hallo ma, kenapa?" Tanya Reno ke mamanya yang ada di balik telepon itu.
" yaudah kalau gitu Reno pulang setelah ini oke?" Serunya Reno lagi lalu mematikan telepon miliknya.
Setelah selesai dengan teleponnya reno kini mencoba mendudukan dirinya di atas kasur, setelah itu ia menatap seisi kamar yang ia tiduri itu.
" rumah ini sederhana tapi kenapa bawaanya begitu happy saat aku ada di dalam sini?" Gumam Reno dalam hatinya.
**
Sesosok wanita cantik dengan raut wajah yang penuh senyuman berjalan menuju ke kamar bapaknya, lebih tepatnya kamar tidur Reno calon suaminya itu.
" tok tok tok" Aluna mengetok pintu kamar itu dengan sedikit pelan.
" ceklek" Reno keluar dengan keadaannya yang sedikit berantakan, rambutnya yang yang sedikit ikal tapi masih lurus, dengan wajahnya yang khas seperti laki-laki yang bangun dari tidurnya. Membuat jantung Aluna berdegup dengan sangat kencang saat melihatnya.
" iya Aluna, mas udah bangun" serunya Reno sembari mengulumkan senyum gantengnya.
Suaranya yang khas seperti pada umumnya saat laki-laki terbangun dari tidurnya, semakin membuat Aluna tak karuan saat mendengarkannya.
" eum iya mas, tadi bapak sama ibu minta Aluna buat bangunin Mas Reno. Ohh iya Mas bapak sama ibu udah nunggu di dapur" seru Aluna lalu berjalan menuju dapurnya yang di susul Reno di belakangnya.
" nak Reno sudah bangun? Ayo ayo kalau gitu kita sarapan dulu, tadi malam nak Reno belum makan loh" serunya Rukmini mengajak Reno untuk sarapan bersamanya.
" iya Bu, pak tapi Reno boleh bersih-bersih dulu?" Balas Reno dengan wajah penuh senyuman manis itu.
__ADS_1
" waduh ibu lupa, nak Reno ke kamar mandi dulu, itu kamar mandinya ada di depan nak Reno. Maaf ya kalau kamar mandinya seadanya nak Reno" serunya Rukmini ke Reno.
Lima menit mereka menunggu Reno yang tengah asik berada di dalam kamar mandi.
Tak lama setelah itu Reno keluar dari kamar mandi dengan kondisi rapi dan juga rambutnya yang sedikit basah setelah ia mandi.
Aluna yang sedari tadi padangannya fokus pada api menyala yang ada di dapurnya, tiba-tiba saja pandangannya beralih ke Reno calon suaminya yang keluar dari kamar mandi.
Wajah tampan Reno benar benar-benar di luar Nurul, siapa sih yang gak terpikat dengannya? Pantas saja Karina ngotot ingin mendapatkan dirinya, kegantengan Reno yang seperti laki-laki ganteng khas Indonesia membuat Aluna meneguk air liurnya dengan sedikit kasar saat melihatnya.
" Eum ayo nak Reno, nanti keburu dingin makanannya" serunya Rukmini ke Reno yang sudah berdiri tepat di depan kamar mandi.
" ayo nak Reno keburu dingin loh makanannya" timpal sanu ke Reno.
" iya Bu,pak" balas Reno ke mereka berdua setelah itu ia berjalan menuju ke tempat makan yang terlihat sederhana itu.
Reno mendudukan dirinya tepat berada di samping Aluna, wangi Reno yang semerbak khas seperti laki-laki pada umumnya membuat Aluna terpesona menghirupnya.
" sabar dua hari lagi" serunya Reno berbisik tepat berada di telinga Aluna.
Aluna tersentak saat Reno tiba-tiba saja berbisik kepadanya seperti itu.
" eum am" Aluna sedikit gelagapan yang berhasil membuat Rukmini dan Sanu menoleh kearahnya.
" kenapa aluna? " tanya sanu dan juga Rukmini bersamaan.
Aluna hendak menjawabnya tapi sayangnya Reno terlebih dahulu memotong pembicaraannya yang berhasil membuat Aluna mengurungkan niatnya.
" mungkin Aluna grogi duduk di samping reno pak, Bu?" serunya Reno dengan sedikit godaan ke Aluna.
" hahaha hahaha" tawa orang tua Aluna pecah saat mendengar kalimat yang keluar dari Reno.
" kamu gak usah grogi Aluna, bapak sama ibunya dulu juga seperti itu, tapi lama kelamaan nanti juga groginya hilang kalau udah sah jadi suami istri, iya gak pak?" celetuk Rukmini ke Aluna sambil sedikit tertawa.
__ADS_1
" bener Bu, hahaha" balas sanu ke istrinya.
Aluna dan Reno yang mendengar itu saling adu pandang, Aluna dengan wajah sedikit tersenyum kikuk menatap Reno. Sedangkan Reno dengan wajah nakalnya tersenyum sambil mengedipkan matanya ke Aluna.
"huh Aluna benar-benar tak karuan saat dekat dengan Mas Reno, kenapa aluna jadi begini sih?" Gumam Aluna sambil sedikit bertanya tanya pada dirinya sendiri.
" ya, mungkin Aluna dan Reno belum pernah saling mengenal sebelumnya, makanya Aluna ke reno sedikit segan, iya gak Aluna?" balasnya Reno ke Rukmini dan Sanu.
Aluna menoleh kearah Reno setelah itu mengaguk dengan sedikit cepat, " tidak usah malu Aluna, anggap saja dia seperti pacar kamu iya gak pak?" Seru Rukmini ke Aluna.
" iya betul itu Bu" balas sanu ke istrinya setelah itu ia membalas pertanyaan dari reno.
"Mungkin itu alasannya nak Reno! Tapi bapak yakin nanti setelah Aluna mengenal nak Reno lebih jauh dia pasti bakal luluh dengan nak Reno" serunya sanu ke Reno.
Aluna yang mendengar itu hanya tersenyum simpul sembari fokus pada makanan miliknya yang ada di depannya.
Reno matanya sedari tadi tak terus memandangi Aluna dari samping, wajah cantik Aluna benar benar membuat Reno tak karuan. Jantungnya benar benar berdegup dengan begitu kencang saat melihatnya, tak hanya itu banana miliknya pun ikut mendongak saat melihatnya.
" sabar junior dua hari lagi kamu pasti akan menemukan bahagiamu" decahnya dalam hatinya saat mengetahui juniornya mulai tidak sabar saat menatap Aluna.
Reno yang tak mau Aluna mengetahui itu sontak ia bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskannya
" maaf pak, Bu, Aluna Reno mau ke kamar mandi sebentar " seru Reno berpamitan ke kamar mandi.
Mereka yang mendengar Reno berpamitan ke kamar mandi sontak menggaguk dan mengiyakanya. " silahkan nak Reno" serunya Rukmini.
Lima menit Reno asik dengan juniornya sembari sesekali ia membayangkan bibir seksi dan wajah cantik milik Aluna di benaknya.
" huh" dengah Reno saat ia berhasil memuntahkan laharnya.
" huh huh huh akhh" nafas Reno tersengal- sengal saat lahar dingin miliknya keluar dari banana miliknya
Tak lama setelah itu Reno keluar dengan raut wajah penuh senyumam berjalan menuju ke tempat makan untuk melanjutkan obrolannya.
__ADS_1