CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
4.


__ADS_3

Tiga hari berlalu tepatnya h-4 menjelang pernikahan Aluna dengan reno, kini Aluna telah memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan sebagai seorang petani. Aluna berjalan menghampiri rumah pak Burhan juragannya, jarak rumah aluna dengan rumah pak burhan lumayan cukup dekat mungkin sekitar 200 meter saja. mereka sebenarnya masih satu desa cuma berbeda kampung, dengan jalan kaki Aluna berjalan gontai menyusuri jalan raya menuju kerumah pak Burhan. Sesampai di depan rumahnya pak Burhan yang begitu mewah Aluna di sambut dengan senyuman yang manis dari Riki anak pak Burhan.


" ehh Aluna tumben kamu kesini mau minta gaji sama bapak ya?" Serunya Riki ke Aluna sambil tersenyum lebar.


Aluna tersenyum simpul lalu mendekat ke Riki yang ada di depannya. " eum enggak mas Riki, Aluna mau pamit ke pak Burhan. Rencananya Aluna bakal berhenti kerja disini" seru Aluna yang berhasil membuat Riki sedikit tak percaya " deg " detak jantung Riki tiba tiba terasa berhenti " apa Kamu mau berhenti kerja di sini? Emangnya mau mau kerja di mana? Mau keluar kota?" Riki mencerca pertanyaan ke Aluna. Dari dalam rumah pak Burhan datang menghampiri Aluna yang sedang berbincang dengan anaknya. Tatapan Aluna kini sedikit gugup dan merasa tak enak saat pak Burhan berjalan mendekatinya. " ayo masuk dulu kita bicara di dalam rumah, biar enak" seru pak Burhan mengajak Aluna masuk kedalam rumahnya sedangkan Riki memandangi Aluna dari jauh dengan tatapan berkaca kaca.


" Kamu ada perlu apa Aluna, tumben kamu datang kemari?" Tanya pak Burhan ke Aluna.


Aluna tersenyum simpul sambil sedikit gugup untuk mengatakannya. Tapi Aluna tak mau berlama lama untuk mengatakanya kepada pak Burhan juragannya itu.


" maaf pak sebelumnya, Aluna kesini mau minta maaf sama bapak kalau Aluna ada kesalahan selama kerja di tempat bapak. Jadi Aluna berencana mau berhenti kerja di tempat bapak" ucap Aluna berpamitan ke pak Burhan. Burhan sedikit kaget mendengar keputusan dari aluna. Sesekali ia memandangi langit langit ruang tamunya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa kamu serius lun dengan keputusan kamu? Kalau kamu emang yakin dengan keputusan kamu, maka bapak mengijinkan kamu untuk berhenti bekerja di tempat bapak. Tapi kalau boleh tau apa alasan kamu miminta berhenti bekerja di tempat bapak?" Tanya pak Burhan ke Aluna.


Aluna sedikit memasang muka tak enak lalu mengatakan sejujurnya ke pak Burhan.


"Aluna bakal ikut suami Aluna pak!" Seru Aluna yang membuat pak Burhan tersentak kaget. Pak Burhan benar benar tidak menyangka kalau Aluna ingin berhenti bekerja di tempatnya karena ingin menikah.


" Apa Menikah? Kamu mau menikah Aluna? Dengan siapa kau akan menikah?" Pak Burhan yang masih kaget dengan pernyataan Aluna mencerca pertanyaan kepadanya.


" Aluna mau di jodohkan dengan mas Reno orang Jakarta pak" seru Aluna memberi tahu pak Burhan.


Pak Burhan merasa begitu bersalah dan kecewa saat tau Aluna orang yang di taksir anaknya si riki mau menikah dengan orang lain.


" maaf pak kalau gitu Aluna permisi, sekali lagi saya minta maaf ya pak" seru Aluna berpamitan.


Riki yang sedari tadi depan rumah tengah asik mencuci mobil warna putih miliknya menyulutkan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


" Aluna kamu yakin mau kerja di luar kota?" Tanya Riki yang mengira Aluna bakal kerja keluar kota.


Aluna yang tak ingin Riki mengetahui kalau dirinya mau menikah segera ia mengangguk dan mengiyakan.


" permisi ya mas Aluna lagi ada urusan!" Seru Aluna dengan senyum simpul di bibirnya.


Aluna yang baru saja sampai di dalam rumahnya menghembuskan nafas kasar dari hidungnya. " huh, semoga ini yang terbaik buat Aluna" seru Aluna lirih sambil duduk di kursi yang terbuat dari anyaman bambu.


Dari dalam kamar sanu dan Rukmini datang menghampiri Aluna yang terduduk di ruang tamu.


" gimana lun,Kamu udah ijin sama pak Burhan?


" celetuk Rukmini duduk di samping Aluna.


Aluna tersenyum simpul mengangguk menandakan kalau dirinya sudah ijin ke pak Burhan.


" syukurlah kalau gitu, gimana soal Riki? Apa dia sudah kamu kasih tau kalau kamu mau menikah?" Tanya Rukmini lagi ke Aluna.


" biar bapak aja yang kasih tau dia, nanti kebetulan bapak mau kerumah pak Burhan mau beli kelapa buat acara pesta nikahan kamu" sautnya sanu lalu duduk di tepi kursi yang ada di depan Aluna.


Aluna memasang muka datarnya sejenak lalu menggaguk mengiyakan bapaknya.


" Aluna, Reno besok bakal kesini untuk menemui kamu bersama mamanya. Bapak harap kamu bisa menghargai dia seenggaknya kamu beri dia senyumam yang tulus dari dirimu" seru sanu ke Aluna.


***


Di lain tempat tepatnya di rumah pak Burhan Riki kini masih asik dengan mobil putih miliknya, setelah ia baru saja selesai membersihkanya kini ia memanasi mobilnya.

__ADS_1


Sesaat setelah itu tiba tiba saja Burhan bapaknya berjalan mrnghampirinya dari dalam rumah.


" Riki bapak mau bicara sama kamu!" Seru pak Burhan mengajak Riki berjalan menuju kerumahnya.


Riki sedikit bertanya tanya saat bapaknya tiba tiba ingin berbicara dengannya.


" mau bicara apa pak? Tumben banget bapak ngajak Riki bicara di dalam rumah emangnya ada apa? Tanya Riki yang penasaran dengam maksud bapaknya mengajak dirinya masuk kerumah.


" Riki bapak mau kasih tau kamu tentang Luna!" Ucapnya Pak Burhan ke Riki sambil memasang muka serius.


Riki yang melihat bapaknya memasang muka serius tersenyum simpul. "Aluna kan pak?" Serunya Riki yang mengira bakal membicarakan Aluna yang bakal berhenti bekerja di tempat bapaknya.


" iya Aluna" serunya pak Burhan lagi.


" aduh kirain apa aja pak,kalau itu mah Riki tau" seru Riki sambil tersenyum simpul lalu hendak berjalan pergi. Sebelum itu pak Burhan dengan sigap menarik tangan Riki yang membuat Riki berhenti dan menoleh kearah bapaknya itu " Aluna... dia akan menikah" seru pak Burhan.


Riki yang mendengar kalimat yang keluar dari mulut bapaknya sontak melongo tak percaya.


" hahaha bapak jangan becanda deh pak" seru Riki yang mengira omongan bapaknya itu becanda.


" bapak serius Riki! Aluna bakal nikah sama anak jakarta" ujarnya lagi pak Burhan dengan wajah seriusnya.


Riki menatap wajah bapaknya dan mencari lekat letak becanda di wajahnya namun sayangnya tidak ada. " Serius pak?" Tanya Riki lagi memastikan.


" iya serius! Bapak minta sama kamu Rik, kamu coba iklaskan dia. Mungkin emang dia bukan jodoh kamu" pinta pak Burhan ke Riki.


Riki yang tadi merasa hatinya biasa saja, kini jantungnya terasa berhenti sejenak saat mengetahui pujaan hatinya bakal menikah dengan orang lain.

__ADS_1


Riki menatap kosong kearah jalan raya sambil matanya berkaca kaca. " Aluna kenapa kamu harus ninggalin aku sama orang lain?" Gumamnya lirih lalu ia berlari ke dalam rumahnya menuju ke kamarnya.


" akhhh sial! Sial semuanya sial" decah Riki saat berada di dalam kamarnya.


__ADS_2