
Aluna termenung sejenak dengan senyuman yang mekar dari bibirnya,Aluna sedari tadi terus memikirkan Reno calon suaminya itu.
Rasanya Aluna seperti mimpi bisa mendapatkan laki laki yang sempurna seperti Reno.
" Kenapa dulu Aluna menolak saat mau di jodohkan dengan Mas Reno, kalau tau dari dulu dia seperti itu pasti Aluna mau" gumam Aluna sambil tersenyum salting mengingat perlakuan Reno kepadanya tadi. Aluna terus melamun sampai sampai dirinya tak sadar kalau dirinya ketiduran.
**-**
Keesokan harinya, mentari menampakan dirinya di ufuk timur,sesosok gadis cantik dan manis yang tengah asik terlelap dari tidurnya. Namun tiba tiba saja ia terbangun saat sorot sinar mentari mengenai wajahnya, yang menembus lewat sela sela tembok yang terbuat dari anyaman bambu.
"Eum huaaa" Aluna terbangun dari tidurnya sambil menguap dan merenggangkan tubuhnya yang terasa sangat kaku.
Aluna termenung sejenak sambil terbaring lemas sambung mengumpulkan sisa sisa nyawanya yang belum terkumpul sempurna diatas kasurnya, sorot mata Aluna terfokus pada barang barang yang ada di rak samping tempat tidurnya. Saat dirasa nyawanya terkumpul sempurna Aluna berjalan dan mengambil barang barang yang ada di rak sampinngnya ia tidur itu.
Tak lupa aluna juga mengambil ponsel iPhone terbaru yang Reno berikan kepadanya kemarin.
" ini kan yang Aluna lihat di beranda facebook Aluna? Aluna benar benar tidak menyangka bisa memiliki ponsel ini" gumam aluna saat melihat kardus yang beriskan ponsel di tangannya.
Dengan senyuman mekar Aluna mencoba membolak balik isi kardus itu dengan tatapan tak percaya Aluna mengulak aliknya.
" eum Aluna benar benar serasa mimpi bisa memiliki ponsel ini huh" gumam Aluna lalu memeluk kardus yang beriskan ponsel itu.
Saat Aluna tengah asik dengan barang barang yang ia baru beli kemarin bersama Reno, tiba tiba saja Rukmini ibu Aluna berjalan menghampiri Aluna dari luar kamar Aluna.
Aluna yang baru sadar ibunya mrnghpirinya tersentak kaget lalu tersenyum kearahnya.
" ibu? Aluna kaget tau tadi aku fikir ibu hantu" seru Aluna ke ibunya yang ada di depannya itu.
__ADS_1
Rukmini tersenyum simpul kearah anaknya yang mengira dirinya hantu," Aluna kamu dapat barang barang itu dari mana kok banyak banget?" Rukmini bertanya ke aluna saat matanya baru sadar melihat barang barang mewah di samping Aluna.
Aluna mengulumkan senyuman kearah Rukmini yang kini duduk di tepi kasur tempat tidur Aluna.
" dari mas Reno kemarin Bu, aluna benar benar gak nyangka bakal di beri ini semua olehnya." Seru Aluna yang mengekspresikan kebahagiaan di depan ibunya itu.
Rukmini tersenyum simpul sambil memegang pundak Aluna," ibu tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini Aluna? Ini kan barang barang mewah pasti kini mahal mahal" seru Rukmini menatap Aluna dengan tatapan sendunya. mungkin Rukmini mengira Aluna yang meminta barang barang itu semua, tapi sayangnya reno yang memaksa Aluna di belikan barang barang itu.
Aluna mengelus tangan ibunya yang sudah nampak kusut lalu tersenyum kearahnya.
" iya Aluna tau itu ibu, tapi Aluna ini tidak minta minta sama mas Reno. Malah dia yang memaksa Aluna buat beli ini itu kalau Aluna menolak dia bakalan marah sama Aluna, jadi Aluna terpaksa deh menerima ini semua" seru Aluna menjelaskan ke ibunya.
Rukmini terseyum senang saat mendengar anaknya menjelaskan itu kedirinya," syukurlah kalau memang itu kemauan dia, tapi ingat Aluna jangan sampai kamu minta minta di belikan olehnya. Pantang seorang wanita meminta minta ke lelaki. Ingat itu Aluna!" seru Rukmini menasehati Aluna dengan nada lembut.
Aluna yang paham dengan maksud ibunya mengangguk tersenyum." Iya Bu, Aluna ngerti dengan apa yang ibu sampaikan ke Aluna. Aluna juga selalu berpegang teguh sama nasehat yang ibu berikan ke Aluna" seru Aluna lalu menyodorkan baju yang sangat mewah ke ibunya. " bagus gak Bu?" Tanya Aluna ke ibunya. Rukmini yang melihat baju itu yang bisa di identifikasi gaun yang bercorak merah.
" Hah? Kamu sedang tidak bercanda kan Aluna? Baju dengan harga segitu udah bisa dapat lembu besar Aluna" seru Rukmini denga wajahnya yang melongo tidak percaya.
" Aluna tidak bercanda ibu, gak hanya baju saja tapi ponsel ini juga harganya mahal ibu." Seru Aluna memperlihatkan kardus yang berisikan ponsel iPhone pemberian Reno. " 24 juta" seru Aluna yang berhasil membuat Rukmini menepuk jidatnya.
" astagfirullah, kamu serius Aluna?" Seru Rukmini dengan wajah yang tak percaya.
" iya ibu semua yang mas Reno berikan kepada aluna semua barang barang yang berharga puluhan juta" jelas Aluna sambil menujuk semua barang barang pemberian dari Reno.
" mimpi apa ibu Aluna bisa punya calon mantu yang kayanya minta ampun,tak hanya itu dia juga baik sama kamu dan juga bapak ibu." Rukmini memeluk Aluna dengan raut wajah berkaca kaca.
"Iya Bu, Aluna juga tidak menyangka kalau mas Reno itu baik banget, Aluna jadi nyesel dulu Aluna sempat menolak saat mau di jodohkan dengannya" Seru Aluna sambil tersipu malu malu.
__ADS_1
" tuh kan apa yang bapak bilang? Nak Reno itu orangnya baik, dulu aja ngatain bapak yang enggak enggak sekarang nyesel kan?" Seru sanu sambil tersenyum mengejek ke Aluna.
Aluna dan rukmini tersentak menoleh kearah Sanu yang tengah berdiri di depan pintu kamar Aluna.
"Hehe bapak, nguping nih Yee." Timpal Rukmini menggoda lalu berjalan menghampirnya.
" iya ibu feeling ibu juga tidak pernah salah, ibu tau mana yang baik dan buruk buat Aluna. Dan sekarang terbuktikan kalau nak Reno memang orang baik" timpal Rukmini lagi.
Yang dapat anggukan dari sanu dan senyuman malu malu dari Aluna.
"Bener, bapak juga sebelum menyetujuinnya mencari tau terlebih dulu seluk beluknya gak asal memilih" sanu menjawab rumini.
" serius bapak? Kirain bapak gak cari tau dulu hehe" saut Rukmini ke sanu lalu mereka keluar dari kamar Aluna menuju ke dapur.
" yaudah kalau gitu kamu rapikan barang barang kamu itu Aluna, taruh dengan baik baik ibu mau bikinin bapak kamu kopi dulu" pamit Rukmini ke Aluna yang masih ada di atas kasurnya.
Aluna tersenyum bahagia saat dirinya mengingat ingat Reno yang baik dan juga ganteng, apalagi saat Reno memegang tangannya dan menggodanya."ihh apasih? Kenapa aluna jadi mikirin mas Reno terus? Apa jangan jangan Aluna sudah luluh dan jatuh hati sama mas Reno?" Gumam Aluna bertanya-tanya dalam hatinya.
" tapi gak papa dia kan calon suami Aluna!" Timpalnya lagi dalam hatinya.
Saat Aluna sedang asik melamun dan menata barang barang miliknya, tiba tiba saja Aluna di kagetkan dengan dering ponsel miliknya.
" Drt drt drt" bunyi ponsel Aluna bergetar.
Aluna sontak mengambilnya yang berada di atas meja dekat tempat tidurnya,Aluna terkaget saat melihat sosok yang menelponnya.
"Mas ****" gumam Aluna yang tak percaya.
__ADS_1
Bersambung