CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
8.


__ADS_3

Di sebuah mall yang begitu megah Aluna berjalan beriringan bersama Reno yang ada di sebelahnya, sebenarnya Aluna merasa malu dan deg degan saat Reno mengajak dirinya untuk jalan bersamanya apalagi ke mall yang Aluna sendiri belum pernah datang kesana.


Tapi sayangnya Reno dengan effort yang luar biasa berhasil meluluhkan hati Aluna, dan kini sekarang Reno bersama Aluna tengah asik berjalan bersama menyusuri mall yang megah itu.


Aluna tersenyum simpul sembari memandangi seisi mall yang sangat banyak terlihat barang barang mewah dan juga bagus, " wahh ada Dior, LV ada juga Hermes" gumam Aluna lirih namun masih bisa di dengar jelas oleh Reno yang ada di sebelahnya.


" kamu mau?" Ucap Reno menawarinya.


Aluna yang mendengar itu sontak menoleh kearah Reno yang ada di sebelahnya.


"Eum enggak mas, itu kan barang barang mahal kayaknya gak pantes deh orang kampung yang seperti Aluna ini memakainya" seru aluna yang tersenyum kikuk ke Reno.


" hahaha kamu ini ada ada saja Aluna gak semua barang barang mewah itu pantennya sama orang kaya saja, kalau emang kamu mau aku bakal beliin kamu, kamu tinggal pilih saja barang barang apa saja yang kamu mau biar aku nanti yang bayar" seru Reno yang hanya dapat senyuman kikuk dari Aluna.


"Bagaimana bisa dia ngomong dengan begitu gampangnya, itukan barang barang mewah" gumam Aluna dalam hatinya.


" eum enggak Mas, Aluna gak mau barang barang itu" tolak Aluna ke Reno meskipun sebenarnya Aluna dalam hatinya menginginkannya tapi Aluna tidak mau kalau harus merepotkan orang lain meskipun itu calon suaminya sendiri.


Terlebih Aluna juga tidak mau kalau dirinya nanti bakal di cap buruk oleh calon suaminya dan juga calon mertuanya kalau dirinya aji mumpung dengan kekayaan yang di milik calon suaminya.


Aluna membuntuti Reno dari belakang dengan raut wajahnya yang kikuk.


Reno menoleh ke arah Aluna yang ada di belakangnya lalu menggandeng tangannya.


Aluna tersentak kaget dengan memberontakan tangannya ingin melepaskan dari genggaman Reno, tapi sayangnya genggaman Reno terlalu erat yang membuat Aluna tidak bisa memberontak.


"Udah kamu gausah takut sama aku apalagi grogi di dekat aku, aku ini calon suamimu Aluna" seru Reno ke Aluna dengan senyuman yang mekar di bibirnya.


Sedangkan Aluna tersenyum kikuk dengan raut wajah datarnya menatap Reno. Karena aluna tak ingin Reno kecewa dengannya mau tak mau Aluna menurutinya.


" iii iya mas" jawab Aluna dengan grogi ke Reno.


Lima menit Reno dan Aluna sibuk dengan cincin yang hendak mereka beli dan akhirnya mereka selesai juga memilih bentuk dan ukuran yang mereka sepakati berdua.

__ADS_1


Aluna dan Reno memilih cincin yang bercorak berlian di sisinya dengan harga yang lumayan fantastis yaitu dua ratus juta. Aluna yang melihat nota pembelian cincinnya melongo tak percaya. Sampai sampai Aluna meminta ke Reno buat cari yang murah murah saja namun hal itu malah membuat Reno tertawa. Dan pada akhirnya Aluna mau tak mau menerimanya.


Setelah selesai dengan cincin kini Aluna sibuk dengan baju baju yang hendak di belikan oleh Reno padanya. Sebenarnya Aluna menolak tapi sayangnya Reno memaksanya dan berhasil membuat Aluna menurutinya.


" Aluna dengarkan mas, mas gak mau kalau kamu menolak apapun pemberian mas. Jadi kalau mas udah mau belikan ini itu kamu nurut aja okey?" Seru Reno ke Aluna dengan tatapannya yang membuat Aluna grogi.  Sedangkan aluna mengangguk mengiyakannya sambil memalingkan wajahnya ke baju yang ia sukai.


Reno yang paham dengan Aluna yang salting tersenyum simpul lalu menggandeng tangannya dengan sigap Aluna menolaknya.


" maaf mas Aluna malu kalau harus pegangan tangan" ucap Aluna sambil memberontak ingin melepas genggaman Reno.


Lagi lagi Aluna tak bisa melepasnya Karena Reno menggengnang tahan Aluna dengan begitu eratnya.


"Malu? Aku ini calon suami kamu Aluna seharusnya kamu gak perlu malu denga itu" seru Reno ke Aluna.


" ttt- tapi mass" seru Aluna yang di potong oleh Reno.


" tapi apa Aluna?" Timpal Reno.


" hey kenapa harus menunduk? Apakah kamu malu Aluna?" Tanya Reno yang mengangkat dagu Aluna dengan lembutnya yang berhasil membuat Aluna menatap dirinya.


Aluna mengaguk lalu melepas tangan Reno yang memegang dagunya.


" hey Aluna dengerin mas, kamu jangan malu sama mas. Sekali lagi mas kasih tau ke kamu mas ini calon suami kamu Aluna ngerti kan? Sekarang mas minta kamu jangan malu seperti itu ke mas. Dan kalau bisa ke semua orang kamu ngerti kan Aluna?" Seru Reno ke Aluna yang dapat anggukan dari Aluna.


Apa yang di katakan Reno itu benar gak seharusnya Aluna malu, terlebih Reno adalah calon suaminya. Tapi juga wajah karena Aluna sebelum juga tidak pernah berhubungan dengan laki laki mungkin dia hanya belum terbiasa dengan Reno.


Cukup lama mereka  asik berada di mall, Aluna dan juga Reno kini tengah berada di dalam mobilnya dan hendak bergegas pulang.


Aluna kini terfokus pada lalu lalang kendaraan yang ada di jalan raya lewat jendela mobil yang ia tumpangi bersama Reno.


Reno yang melihat Aluna seperti orang kebingungan tersenyum simpul, lalu mengelus rambutnya.


" kamu kenapa kok kaya orang bingung gitu?apaa kamu grogi?" Seru reno bertanya ke Aluna.

__ADS_1


Aluna tersenyum canggung kearah Reno." Eum iya mas Aluna grogi" balasnya Aluna mencoba untuk tidak malu lau sesuai permintaan Reno tadi.


Empat puluh lima menit Aluna bersama Reno di perjalanan akhirnya kini mereka tengah sampai di rumah sederhana milik Aluna.


Senyuman mekar berhasil keluar dari sudut bibir Aluna, setelah hampir berjam jam ia menahan grogi dan malu saat bersama Reno kini akhirnya berakhir juga.


" akhirnya Aluna sampai juga dirumah" gumam Aluna dalam hatinya.


Aluna dan Reno kini tengah berhenti persis di depan rumahnya, dengan raut bahagianya Aluna bergegas keluar dari mobil yang ia tumpangi. Tapi belum sempat ia keluar tangannya tiba tiba saja di tarik oleh Reno yang membuat dirinya terjatuh di pelukan Reno.


Tatapan Aluna dan juga Reno berhasil bertemu, indahnya sorot mata Aluna, bibir seksi dan hidung mancungnya,  membuat Reno terkagum kagum saat menatapnya. Sedangkan alis lebat,hidung mancung dan sorot mata Tajam milik Reno berhasil membuat jantung  Aluna berdetak dengan kencang.


Sesaat saat tatapan mereka bertemu mereka tersadar dan saling melepas pelukan mereka.


" eum maaf mas tadi gak sengaja narik kamu sampai jatuh Aluna" seru Reno ke Aluna.


" gapapa mas, ada apa mas narik tangan Aluna apa ada barang Aluna yang tertinggal?" Tanya Aluna ke reno.


Reno tersenyum simpul lalu menyodorkan ponsel iPhone ke Aluna.


" ini buat kamu, biar kamu bisa mengabadikan cantikmu di ponsel ini" seru Reno yang berhasil membuat degup jantung Aluna naik.


Aluna menerimanya dengan sedikit tertunduk.


" maaf mas, ini bukannya mahal banget kenapa mas ngasih ini ke Aluna?" Seru Aluna segan ke ren.


" ingat tadi apa kata mas, gaada penolakan Aluna terimalah mass ingin kamu mengabdikan foto kamu di ponsel ini okey kalau gitu salam buat bapak dan ibu kamu di rumah" seru Reno ke Aluna yang dapat anggukan dari Aluna.


Sebelum Reno pergi Aluna mengambil tanga Reno lalu menciumnya. " assalamualaikum mas, hati hati di jalan" seru Aluna ke Reno lalu bergegas keluar dari mobilnya dengan menenteng barang belanjaan yang di berikan oleh Reno.


" Waalaikum salam" seru Reno lirih yang terlalu dengan apa yang tadi calon istrinya lakukan.


" Akhhh Aluna gimana orang gak tergila gila dengan dirimu, perlakuanmu benar benar membuat aku jatuh hati" gumam Reno lalu bergegas menjalankan mobil miliknya dan bergegas pulang.

__ADS_1


__ADS_2