
Karina masih dalam fikirannya yang tak karuan saat dirinya di campakan begitu saja oleh mamanya, bagaimana tidak? Seharusnya mama yang bisa membantu anaknya untuk mendapatkan apa yang anaknya idam idamkan, tapi kali ini Claudia mamanya bukannya membantunya malah ia asik bermesraan dengan brondong yang terus menerus menguras hartanya itu.
Karina berjalan menuju ke kamarnya ia tak menghiraukan mamanya yang tengah asik bermesraan dengan brondong kesayangannya itu, entahlah Karina benar benar kesel dan benci saat mamanya terus menerus dan tak pernah berhenti bermain sama berondong.
" Karina tunggu mama mau bicara" sentak Claudia yang melihat Karina berjalan di sampingnya.
Karina mendengar itu tapi sayangnya ia tak menghiraukannya, melainkan ia terus berjalan meninggalkannya ke kamarnya yang ada di lantai atas.
"Kurang ajar itu anak, di panggil mamanya bukannya berhenti malah ninggalin mamanya begitu aja" seru Claudia dengan raut wajah keselnya.
Rendy berondong simpanannya kali ini sedikit bertingkah seperti layaknya pasangan yang serasih.
" udahlah sayang kamu jangan mikirin dia terus, wajar dong dia kan masih belum dewasa. Kalau dia udah dewasa pasti dia akan paham dengan semuanya" tenang Rendy sambil mengelus pundak Claudia.
Claudia mengerucutkan bibirnya rapat sambil menggaguk mengiyakan.
" iya kamu benar juga," serunya Claudia lalu berlanjut bermesraan di kursi yang ada di ruang tamu.
_
_
" Hua,, kenapa semua orang jahat sih sama Karina? Reno orang yang benar benar Karina cintai tega mau ninggalin Karina dan sekarang ia malah mau menikah sama gadis desa itu, mama? Bukannya jadi mama panutan dia malah asik sama brondong gak modalnya itu" ucap karina membanting tubuhnya di atas kasur miliknya.
" hiks hiks hiks" tangis Karina pecah.
Tak lama setelah itu tiba tiba saja Rendy berondong simpanan mamanya itu menyelinap masuk kedalam kamar Karina," hey, kamu nangis?" Seru Rendy yang berhasil mengagetkan Karina.
Karina yang melihat Rendy ada di kamarnya sontak berteriak, "akhhhh kamu ngapain di kamar aku hah? Jangan jangan kamu mau mencuri barang barang aku?" Serunya Karina sambil melayangkan bantal dan juga gulingnya ke Rendy.
__ADS_1
" tunggu, tunggu, kamu jangan salah paham dulu. Aku kesini cuma di suruh mama kamu buat manggil kamu, kamu di suruh ke bawah mama kamu mau bicara sesuatu sama kamu" serunya Rendy lalu berjalan keluar meninggalkan Karina di kamarnya.
****
Setelah perjalanan yang lumayan lama Aluna dan juga Reno kali ini tengah sampai di depan mall yang mereka tuju, Reno segera keluar dari mobilnya yang disusul Aluna, tapi sayangnya saat Aluna ingin membuka pintu mobilnya, terlebih dahulu Reno dengan sigapnya membukakan pintu untuk Aluna, " silahkan tuan putri" serunya Reno ala ala prajurit ke ratunya.
Aluna yang melihat Reno melakukan itu padanya tersentak kaget sembari tersenyum kikuk, " Mas Reno ngapain? Aluna bisa sendiri Mas" serunya Aluna dengan sedikit salting lalu ia turun dari mobil milik Reno.
Sesaat setelah itu Aluna dan juga Reno kini berjalan beriringan menuju ke dalam mall, tangan Reno sedari tadi terus menggandeng tangan Aluna dengan genggaman yang lumayan erat.
Aluna yang tersadar kalau tangannya sedari tadi terus di pegang oleh Reno tersenyum simpul sembari memandangi tangannya yang di genggam oleh Reno.
Reno terus menerus menarik tangan Aluna untuk mengikuti dirinya, sampai sampai ia menoleh kearah Aluna yang ada di belakangnya.
" mas nariknya terlalu keras ya Aluna? Maaf ya habisnya mas takut kalau kamu ketinggalan terus ngilang dari mas" serunya Reno lalu melepas tangan Aluna, sebenarnya bukan itu alasan Reno memegang tangan aluna, tapi Reno memegang tangan Aluna karena ia sudah tak tahan dengan perasaanya yang tak karuan saat di dekat Aluna. Ia mencuri curi kesempatan agar dia bisa memegang tangan calon istrinya itu.
"Emm- gak- gak papa mas, Mas Reno gak keras kok narik tangan Aluna" serunya Aluna ke Reno sambil tersenyum kikuk.
"Kenapa jantungku tiba tiba berdetak kencang saat memegang tangan Aluna?" Seru Reno bertanya tanya dalam hatinya.
Lima belas menit mereka asik dengan barang barang belanjaan yang hendak mereka beli di mall, kali ini Reno ingin mengajak Aluna ke tempat baju baju yang ada di sudut ruangan.
Reno mengajak Aluna untuk berbelanja baju untuk ibu dan juga bapaknya Aluna.
" kamu ambil semuannya biar Mas yang bayar" serunya Reno ke Aluna.
Aluna mendengar itu hendak membalasnya tapi sayangnya omongan Aluna di potong oleh Reno terlebih dahulu.
" jangan menolak oke, Mas gak suka kalau ada orang yang menolak barang barang pemberian dari Mas Reno" timpalnya lagi ke Aluna.
__ADS_1
Mendengar itu Aluna tersenyum kikuk setelah itu merubahnya menjadi senyuman simpul, Aluna segera bergegas mengambil semua barang barang yang sekiranya bagus untuk bapak dan juga ibunya, " sudah mas" seru Aluna setelah mengambil 4 stel baju untuk bapak dan juga ibunya.
" hahaha Aluna Aluna, ini mana cukup buat bapak dan ibumu? Yaudah biar Mas bantu cariin yang lain oke?" Ucap Reno ke Aluna saat tau Aluna menyodorkan 4 stel baju untuk bapak dan juga ibunya.
Lima menit berlalu setelah Reno memilih baju akhirnya Reno menyudahinya setelah ia berhasil memenuhi troli belanjaan miliknya.
Aluna yang melihat calon suaminya dengan belanjaanya yang ada di trolinya tersentak kaget, " Mas apa ini gak terlalu banyak mas?" Serunya Aluna bertanya ke Reno.
" enggak Aluna" balasnya Reno dengan senyuman simpulnya lalu menarik tangan Aluna untuk berjalan mengikutinya ke kasir.
Dua menit Reno berada di kasir untuk membayar belanjaanya, akhirnya Reno kini berjalan keluar bersama Aluna yang ada di sampingnya.
Saat tengah berada di perjalanan keluar tiba tiba saja mata Aluna tertuju pada pusat jual beli binatang yang letaknya persis di depan mall, mata Aluna terus tertuju pada kucing cantik dengan bulunya berwarna putih sedikit ke abu abuan.
" cantik" gumam Aluna lirik ke kucing yang ada di toko sudut jalan.
Reno yang mendengar itu segera mengikuti pandangan mata Aluna, yang terus memandang kucing yang ada di tempat jual beli binatang itu.
" kamu mau? Yaudah kamu tunggu di sini ya, jangan kemana mana biar mas belikan kamu kucing itu? Eum kamu mau yang itu kan?" Serunya Reno ke Aluna sambil menjulurkan tangannya ke arah kucing yang berwarna putih keabu abuan.
Aluna hendak menggelekan kepalanya tiba-tiba saja Reno dengan sigapnya berlari menuju ke tempat itu, " mas gak perlu" serunya Aluna tapi sayangnya tidak di gubris oleh reno.
Cukup satu menit saja bagi Reno untuk membeli kucing itu, akhirnya kini Reno berjalan menghampiri Aluna yang ada di dekat mobil miliknya.
" cantik banget kaya kamu, ini" Reno menyodorkan kucing cantik itu ke Aluna.
Aluna tersenyum salting saat Reno mengatakan itu padanya.
" makasih mas" balas Aluna.
__ADS_1
" sama sama cantik" goda Reno ke Aluna