
Sebelum kalian baca pastikan kalian pencet tombol like,komen,share dan ulas!,happy reading semuanya.
***
" baik Aluna nanti mas bakal kerumah kamu setelah mas pulang dari kantor, kebetulan mas besok cuti sekalian nanti mas nginep di rumah kamu" seru Reno ke orang yang ada di balik telepon yang tak lain adalah Reno.
" iya mas, ibu dan bapak juga udah mengatakan semua sebelumnya, yaudah kalau gitu sampai jumpa mas Reno. Assalamualaikum" Aluna mengakhiri teleponnya.
Setelah selesai menelpon calon istrinya reno kini terfokus pada ponsel yang ada di depannya sembari sesekali tersenyum, " Aluna Aluna kenapa saat aku mendengar suaramu aku selalu merasa tenang ?" Gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan sesaat setelah itu tiba tiba saja Karina berjalan menghampiri Reno dengan tatapan nakalnya.
" Reno jadi gimana? Heum mau makan bareng gak?" Karina dengan tatapan menggoda seperti gadis gadis nakal mengajak Reno untuk ikut dengannya.
Sayangnya Reno tak menggubrisnya, ia sontak meninggalkan Karina begitu saja, Karina yang merasa dirinya di acuhkan merasa sedikit jengkel sambil menghentak hentakan kakinya di atas lantai. " ihhh kenapa sih dia selalu menghindar? Bukannya dulu dia selalu suka saat aku memasang wajah nakalku di hadapannya?" Gumamnya menatap Reno yang berjalan ke dalam ruangannya.
"Huh awas aja aku bakal bikin Kamu bertekuk lutut di hadapanku Reno, ingat itu!" Seru Karina sambil mengepalkan tangannya setelah itu ia pergi meninggalkan kantor milik Reno.
***
Di ruangan kerjanya Reno tengah asik dengan lamunanya, ia menyadarkan kepalnya di kursi kerja miliknya. Sembari tatapannya tertuju pada langit langit ruanganya itu. Reno benar benar tidak bisa sedikit pun melupakan wajah milik Aluna calon istrinya itu.
Tak hanya itu Reno juga sesekali mengingat suara lembut milik Aluna yang selalu membuat hatinya berdebar saat mendengarnya.
Sesaat setelah melamun tiba tiba saja Reno tersadar dengan lamunannya, " astaga kenapa aku jadi mikirin dia terus sih" Reno tersenyum sembari mengusap wajahnya dengan sedikit kasar.
Setelah itu Reno bergegas duduk dengan sigap, sambil membuka laptop milikya yang ada di meja kerjanya.
Tatapan Reno kini terfokus pada laptop miliknya dan sesekali melihat lihat ponsel miliknya yang ia taruh di sebelah kiri di meja yang ada di depannya.
***
__ADS_1
Sedangkan Aluna kini masih dalam perasaanya yang begitu bahagia saat dirinya melihat semua barang barang yang ada di hadapannya.
Ya! Aluna kini tengah fokus membuka semua barang barang pemberian Reno calon suaminya itu, sesekali Aluna mencoba memakai gaun yang berwarna merah yang bermerk Dior.
Aluna mengenakan gaun itu sambil menatap dirinya sendiri lewat cermin yang ada di lemari samping tempat tidurnya.
" cantik banget, seperti di film desney Ling iling iling iling"
Aluna terpaku saat melihat bayangannya sendiri lewat cermin, rasanya Aluna benar benar bak putri di negeri dongeng. Rambut yang lebat terurai panjang, dengan kulitnya yang kuning Langsat, serta wajahnya yang oriontal membuat siapapun pasti terpaku saat melihat dirinya.
Sesaat setelah Aluna bercermin tiba tiba saja Rukmini ibunya Aluna, berjalan menghampiri dirinya dari luar kamarnya.
Aluna yang masih fokus pada dirinya sendiri tersentak kaget saat melihat ibunya yang tengah berada di sampingnya dengan senyuman yang mengembang di pipinya.
" ibu!" Celetuk dengan raut wajah kaget Aluna saat dirinya melihat ibunya tengah berada disampingnya.
"Ibu benar benar tidak menyangka Aluna, kalau ibu bisa memiliki anak secantik dirimu" ujar Rukmini yang berjalan mendekat kearah Aluna.
Aluna juga menatap ibunya dengan senyuman manis yang mekar dari sudut bibirnya.
"Aluna juga bangga bisa memiliki ibu yang sangatbaik seperti ibu" Aluna tersenyum lalu ia merentangkan tangannya dan memeluk ibunya dengan penuh ketulusan.
" Aluna, ibu minta nanti kalau kamu sudah menikah dengan Reno. Jangan pernah lupakan ibu ya sayang! Sesakali kamu datangi ibu dan bapak, karena ibu dan bapak cuma punya anak satu satunya yaitu kamu" seru Rukmini yang berada di pelukan Aluna.
Aluna mengendurkan pelukanya lalu menatap ibunya yang dengan tatapan lekatnya, " ibu fikir Aluna akan meninggalkan ibu dan bapak? Enggak ibu pastinya Aluna bakal datangi ibu dan bapak setiap waktu bahkan setiap hari kalau pun ibu minta Aluna bakal lakukan itu" ucap Aluna lalu memeluk kembali Rukmini dengan begitu eratnya.
Rukmini terseyum senang saat mendengar Aluna mengatakan itu, " terima kasih ya sayang" serunya Rukmini sambil membalas pelukan Aluna dengan penuh ketulusan.
Sanu sedari tadi mengembangkan senyum dari kedua sudut bibirnya, saat tengah melihat istrinya dan juga anak semata wayangnya itu tengah asik berpelukan di dalam kamar milik Aluna.
" ehem" batuk palsu sanu berhasil mengagetkan Aluna dan rukmini yang tengah asik berpelukan.
__ADS_1
Mereka segera mengendurkan pelukan mereka dan pandangan mereka tertuju pada sanu yang kini berjalan menghampiri mereka.
" bapak? Udah pulang? Gimana pisangnya dapat?" Seru Rukmini ke sanu bertanya.
" dapat bu, Masa iya gak dapat? Ibu lihat sendiri coba di bangku yang ada di dapur" balas sanu ke istrinya itu.
Rukmini segera berjalan tergesa gesa menuju ke dapur untuk melihat pisang yang tadi habis di beli oleh suaminya itu.
Sedangkan sanu kini tengah tersenyum simpul saat melihat anaknya yang sangat cantik, dengan gaun yang indah melekat pada tubuhnya yang indah itu.
" Aluna, kamu terlihat begitu cantik saat mengenakan gaun itu! Reno pasti bakal terkesima saat melihat kamu pakai gaun itu" puji sanu ke anaknya.
Aluna yang mendengar pujian dari bapaknya tersenyum simpul sambil sesekali melihat dirinya lewat cermin yang ada di sampingnya.
" tapi Aluna malu pak kalau harus pakai pakaian yang seperti ini saat bertemu mas Reno" ucap Aluna ke bapaknya.
Sanu tersenyum simpul lalu menghapirinya Aluna yang tengah berada di depan cermin, " kamu cantik Aluna, kenapa kamu meski malu dengan itu?" Seru sanu menenangkan Aluna yang tengah bercermin.
Aluna tersenyum simpul ke arah bapaknya, setelah itu melihat dirinya kembali lewat cermin untu memastian apa kata bapaknya tadi.
"Benar aku cantik kenapa musti malu?" Gumam Aluna saat melihat bayangannya lewat cermin.
" iya pak, Aluna coba pakai ini nanti saat bertemu dengan mas Reno" seru Aluna ke bapaknya.
Sanu tersenyum senang saat anaknya mengatakan itu padanya.
" Bagus, bapak bangga Aluna bisa Meliki anak yang secantik kamu" seru sanu sambil menepuk pundak Aluna.
Aluna tersenyum malu saat bapaknya memuji dirinya, meski itu bukan kali pertama tetap saja Aluna merasa malu saat bapaknya memuji dirinya.
" Aluna juga bangga bisa memilik bapak yang baik seperti bapak" balas Aluna ke bapaknya setelah itu ia kembali melihat bayangan dirinya sendiri yang ada di cermin kamarnya.
__ADS_1