
Sedih
Bendungan air mata Aluna tak bisa lagi terbendung. Tetes air mata tiba tiba saja mengalir deras di pipinya.
" Aluna, tidak mau nikah sama laki laki itu Bu, pak" Aluna menangis sambil memohon ke bapak dan ibunya.
Sanu tetap dengan keputusan sepihaknya dan dia tidak ingin anaknya itu menolak perjodohan Aluna dengan reno.
" Aluna dengerin bapak, apapun yang terjadi siap atau tidak! kamu Minggu depan nikah dengan Reno. Karena semua kebutuhan pernikahan kamu sudah di kasih ke bapak dan juga ibumu" ujar sanu ke Aluna dengan tatapan seperti marah padanya.
Tatapan Aluna benar benar kosong, mendengar keputusan sepihak dari bapaknya membuat hidupnya seperti mimpi buruk.
" kenapa aku harus menerima ini semua ya Allah" gumam Aluna dalam hatinya.
Aluna kini memohon ke Rukmini ibunya dengan tatapan sendu dan memohon agar ibunya bisa membantunya, namun sayangnya Rukmini hanya bisa memandang sedih ke anaknya itu.
" maaf Aluna, ibu gak bisa membantumu" gumamya lalu memeluk Aluna dengan lembut.
Kini Aluna terisak di dada ibunya " kenapa hidup Aluna harus seperti ini Bu" tangis Aluna pecah memeluk ibunya.
" sudah Aluna, ini itu awal kebahagiaanmu bukannya kamu bahagia malah nangis. Harusnya kamu bersyukur karena kamu bakal di nikahi sama anak orang kaya" ujar sanu ke Aluna lalu pergi menuju kamarnya.
Kini tinggal Aluna bersama ibunya di ruang tamu yang beralaskan kursi anyaman bambu.
__ADS_1
" apa Aluna ga bisa memilih kebahagian Aluna sendiri Bu? Kenapa aluna harus di jodohkan dengan laki laki yang Aluna sendiri tidak tau betul sifatnya" seru Aluna berderai air mata sambil memeluk ibunya.
Rukmini menyunggingkan kesedihan sampai sampai ia tak sadar kalau air matanya keluar membasahi pipinya. " maafin ibu Aluna sebenarnya ibu juga gak setuju, tapi bapakmu selalu memaksa ibu mengikuti kemauannya" Rukmini mengelus rambut Aluna yang sedikit berantakan. Tatapan Aluna bertemu dengan ibunya sendu air matanya mengalir di pipinya dengan deras " kenapa sih bapak selalu seperti itu sama kita bu? Dia begitu egois sampai sampai dia tidak mengerti dengan perasaan orang lain" serunya lagi Aluna ke ibunya.
Air mata Rukmini semakin mengucur deras saat menatap putri satu satunya itu menangis menjadi jadi.
"Aluna percaya sama bapak, tidak ada satupun orang tua pingin anaknya menderita! Jadi kamu gausah berfikir macam macam sama bapak, kau fikir bapak menjodohkan kamu dengan Reno ada maksud tertentu? Tidak Aluna! Tidak!" Saut sanu dengan nada kasar yang berada di dalam kamarnya yang terbuat dari anyaman bambu itu.
Aluna dan rukmini yang mendengar suara sanu menggelegar dari kamarnya, mereka menatap miris kearah kamar milik sanu.
" udah Aluna, ibu mohon sama kamu turutilah kemauan bapakmu. Ibu minta maaf sama kamu sayang karena ibu tidak bisa membantu kamu untuk menolak perjodohan ini. Satu dari ibu Aluna sampai kapan pun doa ibu akan selalu mengiringi langkahmu kemanapun kau pergi!" Air mata Rukmini mengalir deras sambil memeluk Aluna.
Aluna berfikir sejenak lalu mengangguk sambil mengucurkan air matanya " iya Bu, Aluna mencoba ikhlas menerima semua ini. Hiks hiks hiks" balas Aluna bercucuran air mata di pelukan ibunya.
Tetes air mata Aluna membanjiri punggung ibunya, satu pasang mata dari sela sela anyaman bambu menatap miris ke mereka.
****
Di rumah bak istana yang ada di kota metropolitan, Reno kini tengah asik dengan minuman keras yang ada di depannya. Reno meneguknya sesekali sambil menyulut rokok yang ada di celah jarinya.
" huh, sebentar lagi aku bakal dapatin kamu Aluna" gumamnya sambil membuat asap rokok yang ada di mulutnya.
Mama Reno Kamila, berjalan dari dalam rumahnya menuju ke ruang tamu untuk menemui anaknya yang tengah asik mabuk mabukan. Kamila sendiri sudah cukup lama heran dan kesal melihat tingkah anaknya yang seperti itu, berulang kali dirinya menasehatinya tapi sayangnya Reno tidak pernah menggubrisnya. Reno selalu bilang dan berjanji bakal mengakhiri mabuk mabukannya tapi selalu aja dia mengulanginya lagi. Sampai sampai mamahnya bosan menasehatinya dan membiarkannya.
__ADS_1
" Reno, sayang! Mama mau ngomong sama kamu! Apa kamu yakin bakal nikahin gadis desa itu? Apa kamu yakin dengan pilihan kamu itu? Mamah gak mau ya ren, kalau kamu sampai menyesal di kemudian hari setelah menikah dengannya" Kamila meminta penjelasan dari Reno.
Reno yang dalam kondisi sadar menyunggingkan senyum manis di bibirnya.
" Yakin! Yakin banget malahan Reno bakal nikahi dia. Minggu depan Reno akan menikah dengannya" balasnya Reno sambil meneguk minuman keras yang ada di tanganya.
Kamila tersentak kaget saat mulut anaknya mengatakan itu " Reno apa kamu gak terlalu cepat dengan keputusanmu itu? Ini soal menikah Reno bukan main main" seru Kamila yang sedikit emosi melihat tingkah anaknya itu.
" udahlah ma! Reno jamin reno bakal bahagia dengannya, dia cantik, baik dan gak neko neko juga orangnya. Ya! Meskipun dia gadis desa tapi dia gak matre kaya karina anak teman mama itu " seru Reno ke mamanya.
Kamila yang mendengar perkataan dari anaknya itu merasa sedikit jengkel.
" kamu kalau suka sama dia, gausah ngejelek jelekin anak teman mama dong ren" serunya Kamila yang merasa gak terima saat Karina di banding bandingkan dengan gadis desa itu.
"Belain terus si Karina itu kan dia anak mama bukan Reno!" Reno sedikit jengkel dengan mamanya yang membela Karina di banding dengannya dirinya anaknya sendiri.
Kamila merasa sedikit bersalah lalu mendekati Reno" bukan gitu Reno, mama pingin kamu nikah sama Karina di banding dengan gadis desa yang kerjanya cuma jadi petani itu . Aku harap kamu ngerti maksud mama" seru Kamila ke anaknya.
Reno menatap lekat mamanya yang ada di sampingnya dengan tatapan kesalnya saat mendengar mamanya mengatakan Aluna cuma Gadis petani. Ya! Meskipun itu kenyataannya tapi Reno tetap tidak terima saat mamanya mengtakanya apalagi dengan nada sinis. Kini reno berjalan meninggalkan mamanya menuju ke kamarnya.
" Reno! Tolong kamu ngertiin mama Reno!" Teriak Kamila ke Reno yang mengacuhkan dirinya.
Reno kini merebahkan dirinya di atas kasur kamarnya sambil melihat langit langit kamarnya. Tatapannya benar benar kosong merasa begitu sakit saat mamanya terus keukeuh menjodohkan dirinya dengan Karina wanita yang pernah menyakiti hatinya itu.
__ADS_1
Reno meneguk minuman yang ia pegang dengan begitu brutalnya " glek glek glek" Reno menghabiskan semua isi minuman yang tinggal setengah botol. " akhhhh kenapa sih mama selalu tidak setuju dengan apa yang aku mau? Dulu Aisyah sekarang Aluna juga tidak dia sukai" serunya Reno sambil mengusap rambutnya dengan kasar.
" akhhhhsss sial" gerutunya....