
Malam pertama!
Malam hari pun kini telah tiba, Aluna dan juga Reno terlihat tengah asik berada di dekorasi menyapa para tamu undangan yang masih terlihat sangat ramai berdatangan.
Tak lama setelah itu tiba-tiba saja dari kejauhan Aluna melihat laki-laki tampan tengah berjalan menuju kearahnya, " mas Riki?"gumam Aluna saat mengetahui Riki berjalan dari luar menuju ke tempatnya.
Reno yang menyadari Aluna menyebut nama Riki sontak menoleh dan bertanya, " kamu mengenalnya Aluna?" Tanya Reno ke Aluna.
Aluna menggaguk mengiyakan," iya mas, dia anak dari juragan Aluna saat masih bekerja di ladang" balasnya Aluna ke Reno.
Reno yang mengerti dengan itu menganggukan kepalanya paham, " ohhh anak juragan kamu" balasnya Reno lirih.
" selamat ya Aluna, selamat juga ya mas Reno" Riki berjalan menghampiri Aluna dan Reno yang ada di dekorasi sambil menyulurkan tangannya.
Aluna dan Reno saling adu pandang setelah itu mereka tersenyum kearah Riki, " makasih mas Riki, terima kasih mas" balasnya mereka berdua secara bergantian.
Setelah selesai mengucapkan selamat ke Aluna dan juga reno , Riki berjalan menuju ke meja tamu untuk bergabung bersama tamu undangan yang lainnya.
Terlihat Riki terus menatap Aluna dengan tatapan yang seperti memendam kesedihan, memang benar adanya Riki sedari dulu memang selalu menginginkan Aluna untuk bisa hidup bersamanya. Tapi sayangnya jodoh tidak bisa di paksakan mau tidak mau Riki harus ikhlas dengan apa yang sudah tuhan tentukan meskipun itu sangat menyakitkan bagi Riki.
Riki membuang mukanya ke sudut lain tepatnya ke para tamu undangan yang lain dengan sesekali mengobrol dengan orang yang ada di depannya.
Terlihat dari kejauhan sanu dan juga Rukmini menyadari dengan kedatangan Riki yang kini duduk di bangku sebelah kanan paling depan.
" yaampun nak Riki maaf ya ibu baru sadar kalau nak Riki ada di sini" Rukmini menyalami Riki yang duduk di bangku tempat para tamu undangan.
Di susul Sanu yang berjalan ke Riki," maaf ya Riki kamu baru sadar kalau kamu hadir ke sini, habisnya tadi kamu kehadang tamu undangan yang lainnya" timpalnya sanu ke Riki.
Riki tersenyum simpul kearah Rukmini dan juga sanu yang ada di depannya itu," tidak perlu minta maaf pak, Bu, lagian juga bapak saya ibu juga pasti sibuk dengan para tamu tamu yang lain jadi wajar kalau bapak dan ibu tidak fokus dengan Riki. Seperti tamunya Riki aja pak, Bu, hahahaha" balasnya Riki sambil melempar candaan ke sanu dan Rukmini.
__ADS_1
" nak Riki bisa aja, yuk dimakan hidangannya maaf ya cuma seadaanya, ayooo nak Riki di makan hidangannya keburu dingin nanti gak enak loh!" Perintah sanu dan juga Rukmini bergantian.
Riki yang mereka seperti di layani sontak mengangguk mengiyakan, lalu mengambil makanan yang ada di depannya tepatnya kue pukis.
"Nah kalau di makan kan bapak sama ibu jadi senang" ujar sanu ke Riki sambil tersenyum senang.
" yaudah kala gitu kamu enak enakin makannnya bapak sama ibu tinggal dulu temuin tamu-tamu yang lain" timpal sanu pamit ke Riki.
Riki yang mendengar perkataan pak sanu sontak mempersilakan pak sanu dan juga Rukmini untuk menemui tamu yang lain," silahkan pak, Bu" balasnya Riki.
**
Terlihat di pelaminan Reno dan juga Aluna saling melepas tawa dan juga saling melempar candaan, Aluna yang awalnya memasang wajah bahagia tiba-tiba ia merubah wajahnya dengan datar, saat sorot matanya melihat tatapan Riki yang terlihat seperti tatapan nanar dan sendu kearahnya.
" maafkan Aluna ya mas Riki, bukan maksud Aluna untuk menyakiti hari mas Riki. Tapi mungkin Aluna bukan wanita yang baik buat mas Riki, tapi Aluna yakin pasti mas Riki bakal bisa menemukan wanita yang lebih baik dari Aluna." Lamun Aluna sambil sesekali memandangi Riki.
Reno yang menyadari istrinya melamun sontak memanggil namanya, " Aluna?" Serunya yang berhasil membuat Aluna terbuyar dari lamunannya.
" enggak, tadi mas melihat kamu melamun, jadi mas panggil nama kamu" balasnya Reno ke Aluna.
Aluna yang melihat Reno menatapnya seperti menaruh tanya tanya segera mengulumkan senyum kearahnya," ouh maaf mas Aluna tadi kepikiran dengan Mutia" bohong Aluna ke suaminya itu.
" Mutia? Apa dia sudah kamu beri makan Aluna?" Tanya Reno dengan antusias yang semula memasang wajah penuh tanya ke Aluna.
" sudah mas, tapi Aluna takut kalau dia kedinginan terlebih Aluna menaruhnya di kamar Aluna tanpa Aluna kasih selimut di dalamnya" jelas Aluna ke suaminya.
" ouh syukurlah kalau begitu, kalau kamu taruh di dalam kamar kamu pasti dia aman, kalau masalah kedinginan mas rasa tidak Aluna! Mutia kan kucing bebulu lebat pasti dia bisa menghangatkan dirinya sendiri" Reno memasang wajah sedikit tersenyum ke istrinya yang ada di sampingnya itu.
Terlihat dari kejauhan Riki memasang wajah masamnya lalu bergegas berjalan menuju ke sanu dan Rukmini yang tengah asik duduk di meja ujung dekat dengan pintu masuk tenda.
__ADS_1
Rasanya Riki tidak lagi bisa berlama-lama terlebih padangan Riki sedari tadi terus terfokus pada Aluna dan Reno. Riki tidak mau kalau berlama-lama akan membuat hatinya semakin terluka.
" bu, pak, Riki permisi dulu ya, sekali lagi selamat buat bapak dan ibu dan juga buat Aluna. Assalamualaikum" Riki berpamitan sambil menyalami Rukmini dan Sanu secara bergantian.
Rukmini yang sadar dengan itu sontak berlari menghampiri Riki yang terlihat sudah berjalan di luar tenda.
" nak Riki, sekali lagi atas nama aluna ibu minta maaf sama kamu ya! Ibu harap kamu bisa dapatkan wanita yang lebih baik dari Aluna" serunya Rukmini yang dapat senyumam simpul dari Riki.
" mustahil bu, tapi Riki berusaha untuk ikhlas merelakan Aluna" balasnya riki lalu berlalu pergi meninggalkan Rukmini.
Rukmini menatap sejenak Riki yang berlalu meninggalkan dirinya, tatapan sendu Rukmini mengiringi kepergian Riki yang kini sudah menghilang dari padangan Rukmini.
Rukmini membalikan tubuhnya lalu berlalu berjalan menghampiri suaminya yang terlihat saling melempar canda ria bersama tamu yang ada di sebelahnya.
" bapak ini bisa saja, ibu kan dulu masih ABG sekarang sudah peyot dan sudah berbeda" celetuk Rukmini ikut menimbrung di obrolan suaminya itu.
" hahahahah benar juga Bu" balasnya sanu tertawa.
***
Terlihat dari kejauhan seorang lelaki tampan berjalan sambil menendang batu kerikil yang ada di jalanan.
Ratna yang baru menyadari kalau lelaki itu adalah temannya sontak berlari menghampirinya.
" Riki?" Serunya Ratna lalu berjalan menghampiri Riki yang sekarang berhenti di tempat.
" Ratna? Dari mana kamu? Bukannya kamu sibuk bantu bude kamu ya?" Tanya Riki ke Ratna yang sekarang berada di depannya.
" iya Riki, tapi sudah selesai, ohh iya kamu sudah ke acaranya Aluna? Ohhh iya Tau tidak kamu? Suami Aluna ternyata ganteng dan kaya ya? Pantesan saja Aluna mau di persunting dia, orang dia gantengnya gak ketolongan" Ratna bertanya ke Riki.
__ADS_1
Wajah Riki yang awalnya tersenyum kini berubah menjadi datar, "sudah rat! Yaudah kalau gitu aku duluan ya" Riki berlalu meninggalkan Ratna yang berdiri di tempatnya.
Ratna menatap kepergian Riki yang meninggalkan dirinya," kok Riki seperti sedih saat aku bertanya soal Aluna?" Gumam Ratna lirih lalu berjalan menyusul Riki dari belakang.