CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
7.


__ADS_3

Aluna masih dengan perasaannya yang begitu bahagia terlebih saat Aluna mengetahui kabar kalau calon suaminya yaitu Reno, dia bakal membangun rumah yang ia tempati bersama orang tuanya.


perasaan anak yang mana tidak bahagia saat tau rumah orang tuanya bakal di bangun oleh calon suaminya itu.


Bukan matre tapi kenyataannya kesepakatannya seperti itu terjadi sebelum Aluna menerima perjodohannya dengan Reno.


Aluna kini memancarkan senyuman manis saat reno mengirimkan pesan WhatsApp ke dirinya.


*Aluna maaf apa aku boleh meminta nomor rekening kamu buat mengirim uang yang aku janjikan ke bapak dan ibu kamu?* Saat Aluna tengah asik melamun tiba tiba saja ponsel Aluna bergetar yang membuat Aluna terbuyar dari lamunannya.


"Hah dia mau minta nomer rekening? Apa itu rekening Aluna gak ngerti dengan itu," gumam Aluna saat melihat isi pesan dari Reno.


Segera Aluna menanyakan itu kepada bapak dan ibunya yang ada di depan tepatnya di ruang tamu.


" pak,Bu Aluna dapat pesan dari mas Reno dia mau minta nomor rekening ke Aluna. tapi aluna gak ngerti nomer rekening itu apa Bu?" Seru Aluna ke bapak dan ibunya yang tak mengerti apa itu nomer rekening.


Rukmini dan Sanu tersenyum simpul sambil menepuk jidatnya. " Reno minta nomor atm Aluna,jadi yang di maksud rekening itu nomor yang ada di buku tabungan bank. Ngerti sekarang?" Seru rukmini yang menjelelaskan ke Aluna.


" Ouh nomor atm ya Bu, tadi aku fikir mas reno minta rekening itu apa ternyata nomor atm, ohh iya Bu, pak. mas Reno rencananya bakal mau kirim uang habis ini katanya sama yang seperti di janjikannya ke bapak dan ibu,Nanti biar Aluna kirim nomor rekening Aluna ke mas Reno biar segera di transfer" seru Aluna ke bapak dan ibunya.


Sanu dan Rukmini saling memandang sambil mengulumkan senyuman.


" Tanya sama dia apa gak terlalu cepat? Bukannya janjinya dia bakal ngasih uang pas selesai nikahan kamu sama dia?" Seru Rukmini ke Aluna, Aluna yang hendak mengirimkan nomer rekeningnya mengurungkannya segera ia berjalan menghampiri bapak dan ibunnya yang ada di ruang tamu.


" ibu coba tanyakan sendiri sama mas Reno" seru Aluna menyodorkan ponsel miliknya ke ibunya.


Di lain sisi kini Reno tengah sibuk dengan laptop yang ada di depannya, dengan hiasan rak yang berisikan buku buku di depannya.


Mata Reno terbelalak saat dirinya lagi terfokus pada laptop yang ada di depannya.

__ADS_1


" Aluna?" Seru Reno sambil tersenyum saat mengetahui kalau Aluna yang menelpon dirinya.


Segera Reno dengan sigapnya mengangkat telpon dari Aluna.


" hallo, ada apa Aluna?" Seru Reno ke Aluna yang ada di balik telepon.


Tapi sayangnya yang ia dengar bukan suara Aluna melainkan ibunya yaitu Rukmini.


" Hallo nak Reno, maaf ini ibunya Aluna jadi ibu meminta Aluna buat menelpon nak Reno. Ibu ingin menanyakan soal uang itu, apa nak Reno gak terlalu kecepatan kalau nak Reno bakal ngasih sekarang?" Tanya Rukmini di Balik teleponan.


Sedangkan Reno yang mendengar itu tersenyum simpul " eum enggak ibu, bukannya lebih cepat lebih baik? Terlebih Reno gak ingin orang lain terus mengagab ibu bapak dan Aluna orang yang miskin, maaf kalau Reno lancag bicara seperti itu, tapi Reno sudah tau semuanya melau Mbak Sri karyawan Reno Bu" seru Reno ke Rukmini.


Rukmini yang mendengar itu tersenyum miris Sabil sesekali memandangi Aluna dengan tatapan lekatnya.


"Sri bilang apa ke kamu nak Reno? Apa dia menceritakan semuanya ke kamu?" Tany lagi rukmini ke Reno.


" iya Bu, tapi ibu gak usah berkecil hati apalagi merasa malu,nanti Reno bakal transfer uang yang Reno janjikan ke bapak dan ibu silakan bapak dan ibu buat membangun Rumah yang bagus biar ibu dan bapak tidak lagi di hina sama tetangga ibu" seru Reno dengan wajah seriusnya.


" yaudah kalau gitu Reno akhiri teleponnya ya Bu, salam buat calon istri aku Aluna.


Assalamualaikum" Reno mengahiri teleponnya.


Aluna yang mendengar pembicaraan Reno bersama ibunya lewat telepon tersenyum salting saat mengetahui Reno menitipkan salam untuknya.


" Kenapa perasaan benar benar aneh saat mas Reno menyampaikan salam kepadaku?" Gumam aluna sambil memegangi dadanya yang terasa berdegum kencang.


" atau jangan jangan Aluna jatuh cinta sama mas Reno?" Gumamnya lagi bertanya tanya.


Sedangkan sanu dari tempat duduknya menghampiri Rukmini yang masih terbengong sambil menangis.

__ADS_1


Sanu memeluk erat tubuh istrinya itu dengan penuh kebahagiaan.


" akhirnya kita gak bakal lagi di hina sama tetangga kita Bu!" Seru sanu lalu mengecup kening Rukmini.


" iya pak ibu sangat sangat bahagia banget, terima kasih yaallah atas anugrah yang engkau berikan kepadaku dan juga keluargaku." Seru Rukmini merasa bahagia.


Aluna menghampiri bapak dan ibunya yang sedang asik berpelukan lalu memeluknya dari belakang. Air mata Aluna tak lagi bisa terbendung saat bapak dan ibunya menangis haru sambil berpelukan.


"Aluna terima kasih sayang, kamu udah merelakan perasaanmu demi Reno. Ibu berharap semoga kamu selalu di limpahkan kebahagiaan sama Allah" seru Rukmini memeluk Aluna sambi mencium pipinya.


" bapak juga berharap kamu selalu bahagia bersama Reno calon suami kamu Aluna" timpal sanu ke Aluna sedangkan Aluna mrmbasanya dengan anggukan dan senyuman dari bibirnya.


Setelah itu aluna memeluk erat ibu dan bapaknya itu " Aluna sayang banget sama bapak dan ibu " seru Aluna yang berlinang air mata di pipinya.


Aluna menyeka air matanya saat mendengar notif dari ponsel bututnya itu, Aluna tersentak kaget saat melihat notif transferan dari Reno yang jumlahnya 1 milyar " hah satu milyar?" Seru Aluna terkaget yang berhasil membuat bapak dan ibunya penasaran melihat ponsel milik Aluna.


" Astaga, bukannya perjanjiannya 250 juta pak? Kenapa Reno ngasih ke kita 1 milyar. Atau jangan jangan dia salah transfer pak?" Seru Rukmini ke suaminya itu dengan tatapan yang tak percaya.


" mungkin bisa jadi Bu? Coba tanyakan ke nak Reno Aluna,apa dia salah transfer ke kamu?" Seru sanu ke Aluna. Aluna mengaguk lalu bergegas  mengirim pesan WhatsApp ke Reno untuk menanyakan apakah dirinya salah transfer.


Saat dirinya membuka WhatsAppnya tiba tiba saja Reno mengirim pesan WhatsApp ke dirinya.


* Udah masuk ya Aluna jumlahnya 1 milyar, aku harap uangnya bisa ibu dan bapak kamu dan juga kamu pakai dengan sebaik baiknya. Ohh iya Aluna rencananya aku hari ini mau ngajak kamu ke mall buat cari cincin kawin kita apa kamu bersedia?* Isi pesan WhatsApp Reno.


* iya mas, terima kasih banyak, semoga mas Reno selalu di berikan limpahan harta yang lebih dari Allah.


Ke mall mass? Aluna sebelumnya belum pernah ke mall jadi Aluna takut nanti kalau ke mall Aluna terlihat malu maluin di depan mas, terlebih Aluna cuma orang kampung yang gak pernah ke mall sama sekali. Gimana kalau kepasar aja mas?* balas Aluna ke Reno tapi belum di balas oleh Reno.


"Gimana Aluna, apa kata dia?" Seru Rukmini ke Aluna.

__ADS_1


" Iya Bu,mas Reno sengaja ngasih lebih buat bapak dan ibu, tapi satu pesan mas Reno tolong buat sebaik baiknya uang pemberianya" balas Aluna yang bergegad berjalan ke kamarnya.


" ke mall?" Seru Aluna lirih di atas kasurnya.


__ADS_2