CEO tampan milik gadis desa

CEO tampan milik gadis desa
13.


__ADS_3

Sekuat apapun dirimu mencoba untuk mendapatkannya, tapi kalau tuhan tidak menakdirkan untuk bersama maka usahamu akan sia sia.


***


Setelah satu jam lebih Reno dalam perjalanan, akhirnya Reno telah sampai persis di depan rumah sederhana milik calon istrinya itu. Reno memarkirkan mobilnya di depan rumah Aluna yang lumayan luas.


Sedangkan di dalam rumah Aluna dan juga orangtuanya saling melempar pandangan mereka, setelah itu mereka bergegas berjalan keluar untuk melihat mobil milik Reno yang tengah berhenti di depan rumah mereka.


Aluna dengan parasnya yang begitu cantik berjalan keluar ke teras yang disusul ibu dan juga bapaknya di belakangnya.


Aluna melempar senyumannya ke Reno yang masih ada di dalam mobilnya, senyuman manis milik Aluna berhasil membuat Reno yang ada di dalam mobilnya tersenyum salting brutal.


Di dalam mobilnya Reno kini tengah bersiap siap untuk keluar menemui Aluna dan juga calon mertuanya itu, nafasnya Reno kali ini benar benar tersengal sengal saat dia melihat dari dalam mobil kalau calon istrinya terlihat sangat berbeda dari biasanya.


" cantik banget tuhan" gumamnya dalam hati dengan senyuman kagum keluar dari bibirnya.


" huh" Reno membuang nafas panjangnya lalu bergegas membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobilnya.


" assalamualaikum" seru Reno dengan senyuman yang mekar dari sudut bibirnya.


Rukmini, Sanu, dan juga Aluna terbelalak tak percaya saat melihat Reno yang berpakaian berbeda dari biasanya.


" waa- Alaikum- salam" seru orangtua Aluna dan juga Aluna tersendat saat melihat Reno berbeda dari biasanya.


Reno benar benar seperti badboy yang ada di tv tv, tapi meskipun terlihat sangat badboy tapi kegantengan Reno tetap masih terlihat bahkan terpampang jelas lebih ganteng dari Reno yang seperti biasanya.


"Ibu, bapak,Aluna" seru Reno sambil menundukan kepalanya sambil bersalaman dengan mereka.


Aluna sedari tadi matanya terus memandangi Reno dengan tatapan yang sulit di artikan dan sedikit kagum," mas Reno?" Seru Aluna lirih tapi masih bisa di dengar oleh Reno dengan jelas.

__ADS_1


Reno yang mendengar itu sontak menoleh kearah Aluna saat tatapannya menatap ibunya dan pakainya Aluna.


" iya Aluna, kenapa?" Serunya ke Aluna dengan tatapan penuh tanda tanya.


" eum enggak mas, tadi aku fikir kamu bukan Mas Reno karena penampilan kamu sangat berbeda dari biasanya" seru Aluna sedikit malu malu, Reno yang mendengar itu terkekeh.


"Gimana, apa kamu suka dengan penampilan terbaru mas?" Reno bertanya ke Aluna sambil tersenyum simpul.


Belum juga Aluna menjawab pertanyaan dari Reno tiba tiba saja bapak dan ibunya menyuruh Reno dan Aluna itu masuk kedalam rumah mereka.


" ayo masuk dulu nak Reno, Aluna" serunya Rukmini ke Reno dan juga Aluna.


Sesampainya di dalam rumah Reno kini duduk tepat di samping bapaknya Aluna yaitu Sanu, lirikan mata Reno sedari tadi tidak bisa di hentikan untuk mencuri curi pandang ke Aluna yang terlihat sangat cantik itu. Reno benar benar tidak menyangkan calon istrinya terlihat begitu berbeda saat merubah penampilannya.


Aluna yang sadar akan sorot mata Reno ia sesekali memandang juga kearahnya,"ayo dimakan hidanganya nak Reno" pinta Rukmini yang berhasil mengagetkan Reno dan Aluna yang sedari tadi saling curi curi padangan.


Entahlah dalam hati Aluna kali ini dia merasa begitu aneh, perasaanya begitu tak karuan dan hatinya berdebar dengan begitu kencang saat melihat Reno yang terlihat berbeda dari biasanya itu.


bukannya tak suka dengan penampilan baru Reno yang terlihat sangat badboy tapi Aluna sepertinya makin tertarik dengan penampilan Reno yang seperti badboy itu.


Aluna sesekali mencuri curi pandang ke Reno sambil sedikit menundukan wajahnya karena malu.


" ohh iya Bu, pak, rencananyanya Reno bakal ngajak keluar Aluna, apakah boleh?" Reno bertanya ke ibunya dan juga bapaknya Aluna.


Rukmini dan sanu yang mendengar itu sontak mengaguk secara bersamaan, " boleh dong nak Reno dia kan calon istrinya nak Reno" seru Rukmini sambil tersenyum simpul.


"Pastinya boleh nak Reno, tapi bapak minta pulangnya jangan terlalu larut malam. Ya, karena bapak kwatir dengan Aluna soalnya dia tidak terbiasa dengan hawa malam apalagi di luar." Timpal sanu ke Reno.


Reno mengerti dengan maksud bapaknya Aluna lalu ia segera menundukan kepalanya menandakan kalau dirinya bersedia.

__ADS_1


" baik pak, gimana Aluna apakah kamu bersedia ikut denganku keluar?" Tanya Reno ke Aluna yang ada di depannya persis itu.


Aluna menoleh ke bapak dan juga ibunya setelah itu ia mengangguk mengiyakannya, " iya mas, Aluna mau" balasnya ke Reno.


Lima belas menit setelah mereka asik dengan perbincangan mereka, kini Reno dan juga Aluna bergegas keluar dari rumahnya menuju mobil Reno yang ada di depan rumahnya.


Sanu dan juga Rukmini menatap mereka yang hendak pergi dengan senyuman bahagia yang mekar dari sudut bibir mereka.


" hati hati sayang" seru Rukmini ke Aluna.


" hati hati nak Reno" timpalnya lagi sambil menyulutkan senyuman dari bibirnya.


Sesaat setelah kepergian mereka sanu dan juga Rukmini berjalan menuju ke ruang tamunya, untuk melanjutkan obrolannya yang sedari tadi sudah ia bicarakan bersama Reno dan juga Aluna.


"Bu, jadi gimana apa ibu setuju kalau Aluna bakal ikut suaminya? Kalau bapak sih tidak terlalu kwatir dengan itu tapi yang bapak takutkan nanti Aluna bakal lupa dengan kita" ucap sanu ke Rukmini yang ada di sebelahnya.


Rukmini terseyum simpul sembari memegang paha suaminya itu, " bapak tidak perlu kwatir dengan itu, Aluna sudah membicarakan ini sebelumnya sama ibu. Aluna bukan anak yang seperti apa yang bapak pikirkan dia tidak akan mungkin melupakan orang tuanya." Balas Rukmini ke suaminya itu dengan senyuman yang melekat di sudut bibirnya.


Sanu menatap lekat ke istrinya lalu membalas senyuman istrinya itu dengan senyuman simpulnya." syukurlah kalau seperti itu Bu, bukannya apa Aluna itu anak satu satunya kita, Yang bapak kwatirkan dia bakal melupakan kita sebagai orang tuanya. Kalau dia lupa lantas kita mau sama siapa lagi kalau bukan sama dia?" Serunya ke Rukmini.


Rukmini tersenyum simpul lalu meremas paha suaminya itu dengan lembut, " bapak ini ada ada saja, jangan pernah meragukan Aluna pak! Dia itu anak yang penurut dia bukan yang seperti itu" serunya Rukmini yang dapat anggukan dari sanu, " iya Bu bapak juga percaya itu" balasnya.


Di dalam mobilnya aluna dan juga Reno kali ini saling melempar candaan, ya! Sesaat setelah mereka berada di dalam mobil Aluna dan juga Reno sudah mengobrol layaknya seperti orang yang sudah akrab. Ya, meskipun Aluna sendiri masih sedikit malu malu dengan Reno. Tapi Reno tak ingin mendiamkan Calon istrinya itu, dengan effortnya ia mencoba menacari cari bahan untuk mengobrol dengannya.


" kamu cantik" serunya Reno lirih ke Aluna yang masih bisa di dengar Aluna dengan jelas.


Aluna yang mendengar itu seketika membuang wajahnya dengan senyuman saltingnya.


" makasih mas" balasnya Aluna dengan senyuman yang mekar dari sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2