
Saking asiknya Reno tidak menyadari kalau dirinya sudah cukup lama menghabiskan waktunya di kafe milik sahabatnya itu.
Sesaat setelahnya akhirnya reno menyadarinya saat dirinya melihat kearah jam yang ada di tangan kirinya," bro duluan ! Jangan lupa besok datang ke acara pernikahanku, aku bakal nunggu kamu! Awas kalau saja gak Dateng" pinta Reno mengancam lalu setelah itu berpamitan ke temannya yang tengah sibuk berada di kafenya.
" asiap, hati hati bro" balasnya singkat sambil menyulurkan jempol ke arah Reno.
Karina yang duduk di samping Reno terbelalak saat mengetahui Reno hendak pergi dari kafe itu, entahlah Karina benar-benar begitu gila. dia sampai rela melakukan apapun demi bisa mendapatkan hatinya Reno. Bahkan dia tidak malu kalau dirinya harus mengikuti Reno pergi.
" tunggu aku Reno" seru Karina ke arah Reno yang berjalan menuju ke mobil miliknya yang ada terparkir di depan kafe itu.
Reno yang mendengar teriakan Karina hanya diam saja tak menggubrisnya, ia langsung membanting tubuhnya di jok mobil miliknya lalu bergegas pergi meninggalkan kafe itu.
Di perjalanan menuju rumahnya Reno terus terfokus pada fikirannya sendiri, ia sedari tadi terus memikirkan wajah calon istrinya yaitu Aluna. Entahlah Reno benar-benar tidak bisa lepas dari fikirannya yang terus memikirkannya.
Dua menit Reno di dalam perjalanan menuju ke rumahnya, tiba-tiba saja pandangan mata Reno tertuju pada toko emas dan berlian yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya.
Sontak saja Reno bergegas membelokan arah mobilnya ke toko emas itu, Reno sengaja membelokan mobilnya ke toko emas yang sekarang sudah berada di depannya. Dia berniat ingin membelikan emas berlian buat aluna besok, terlebih emas yang Aluna dan reno pilih kemarin kurang begitu wow dan harganya juga terlalu murah.
Reno bergegas turun dari mobil mewah miliknya lalu berjalan menuju kearah toko emas itu, " wah pak Reno? Bapak kan yang punya perusahaan ternama itu kan?" Lontaran pertanyaan keluar dari salah satu karyawan di toko emas itu.
Reno membalasnya dengan senyuman simpul sambil mengangguk mengiyakan.
" benar" balasnya Reno sambil tersenyum kearah wanita itu.
Sorot mata Reno terus terfokus pada berlian dan juga emas yang ada di depannya, sesaat setelah itu tiba-tiba pandangan berhenti saat melihat berlian satu set terlihat begitu mewah.
" berapa harganya?" Tanya Reno ke karyawan toko emas itu sambil menujuk kearah set berlian yang ada di depannya.
__ADS_1
"500 juta pak " balasnya wanita itu sambil menujukan bandrol harga dari berlian itu.
"Saya mau yang itu"ujar Reno meminta ke karyawan toko itu.
" baik pak" balasnya.
****
Aluna yang sedari tadi termenung sambil menatap kearah api yang menyala di dapurnya, tiba-tiba pandangan tertuju pada lelaki yang ada di sampingnya.
" mas Riki?" Ujar Aluna saat mengetahui Riki berada di sampingnya persis.
Riki tersenyum simpul lalu mendudukan dirinya di samping Aluna, " Aluna, apa kamu yakin dengan keputusan kamu?" Tanyanya Riki dengan raut wajah kecewanya.
Aluna menatap Riki sejenak sambil sesekali menatap kearah api yang ada di depannya, " iya mas" Aluna menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecut.
" mass" pekik Aluna yang berhasil membuat Riki berhenti lalu menatap ke Aluna.
"Iya kenapa Aluna?" Tanya Riki.
" apa benar mas Riki ada hubungan sama Ratna?" Tanya Aluna sedikit sungkan ke Riki.
" Ratna? Itu semua tidak benar Aluna, mas Riki cuma mau membantu Ratna dari kejamnya kelakuan Dimas ke dia. Tapi banyak yang salah paham dan mengira kalau mas selingkuh dengannya, tapi mas berani bersumpah demi Allah mas bukan orang yang seperti itu" jelasnya Riki sambil menyulurkan senyum ke Aluna.
" kalau begitu mas permisi dulu, bahagia terus buat kamu dan juga calon suami kamu" Riki berjalan meninggalkan aluna sendiri yang ada di dapur.
Tatapan Aluna mengiringi kepergian Riki, Aluna benar-benar begitu tidak menyangka kalau ternyata Riki selama ini di fitnah oleh Dimas.
__ADS_1
" jadi selama ini yang di ceritakan oleh mas Dimas dan juga orang-orang itu salah? Tapi kenapa mas dimas sampai begitu teganya menfitnah mas Riki seperti itu?" Aluna termenung sambil memikirkan Riki yang berlalu pergi meninggalkannya.
" Aluna? Siapa tadi? Riki?" Rukmini berjalan dari dalam rumahnya menuju ke Aluna yang ada di dapur.
Aluna mendongakkan wajahnya lalu menatap Rukmini yang tengah berjalan menghampiri dirinya, " iya Bu, mas Riki tadi datang menghampiri Aluna" balasnya Aluna ke Rukmini.
" apa yang dia katakan ke kamu Aluna? Apa dia ingin menghasut kamu agar kamu bisa dekat dengannya?" Tanya Rukmini yang berhasil membuat Aluna sontak melotot.
"Tidak Bu, mas Riki bukan orang yang seperti ini pikirkan"Aluna sedikit kecewa dengan pertanyaan yang keluar dari mulut ibunya tadi.
"Terus apa yang dia bicarakan sama kamu tadi Aluna? "
" Mas Riki mendatangi Aluna untuk memberikan ucapan selamat untuk Aluna dan juga mas Reno, bukan dia menghasut Aluna Bu." Jelas Aluna ke rukmini yang kini duduk di samping Aluna.
"Syukurlah kalau seperti itu, yang ibu takutkan seperti Ratna Aluna, kamu juga mengetahui sendiri kan? Kalau dia tega mengambil Ratna dari Dimas?" Ujarnya Rukmini ke Aluna sambil mengelus pundak Aluna dengan halus.
Aluna yang mendengar itu sontak mengeryitkan dahinya menatap intens ke ibunya, " bukan seperti itu Bu, mas Riki tidak pernah melakukan itu ke mas Dimas. Dia sendiri tadi yang mengatakan semuanya ke Aluna. Dan satu lagi Bu, apa yang di tuduhkan ke mas Riki soal ratna selingkuh dengannya itu fitnah Bu. Seberanya mas Riki cuma ingin membantu Ratna yang selalu dapat ancaman dari Dimas" jelas Aluna panjang lebar ke Rukmini, Rukmini yang mendengar itu benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi.
" jadi?"
" iya Bu, jadi mas Dimas lah yang menjadi dalang dari kegagalannya bersama Ratna, dia yang selingkuh dengan Anna anaknya pak Danu di kampung sebelah. Jadi bukan Ratna Bu yang selingkuh dengan mas Riki" jelasnya Aluna lagi ke ibunya.
" astagfirullah, jadi selama ini semua yang di katakan orang-orang selama ini tida benar Aluna? Yaallah astagfirullah jadi selama ini ibu kemakan berita yang tidak benar?" Ujar Rukmini melongo sambil mengelus dadanya.
" benar Bu, mulai sekarang Aluna minta ke ibu, agar lebih berhati hati lagi membicarakan orang Bu, terlebih mas Riki juga akan melaporkan ke polisi orang-orang yang memfitnah dirinya" serunya Aluna.
" ya Allah, sebegitu kejamnya Dimas sampai menfitnah Riki seperti itu. Maafkan aku yaallah telah menggunjing Riki dan Ratna selama ini" ujarnya Rukmini sambil memohon.
__ADS_1
Bersambung....