
CTMGD 17
Detik demi detik, menit demi menit, berjalan rasanya seperti setahun.
Besok Aluna dan juga Reno melangsungkan pernikahan mereka, orang tua Aluna dan juga Reno telah setuju dengan itu. Mereka sepakat akan menggelar acara pernikahan Aluna dan juga Reno secara sederhana dan bertempat di rumah Aluna.
" kalau begitu besok mama bakal kesana sendiri Reno, dan satu hal lagi mama gak perlu lagi bawa nenek dan juga kakek kamu. lagian juga kalau mereka tau, mereka gak bakalan setuju dengan keputusan sepihakmu ini." Kamila berujar ke Reno saat Reno tengah asik duduk di ruang tamu sambil menyulutkan rokok di sela jarinya.
" terserah deh apa kata mama, yang penting Reno bisa menikah dengan Aluna, Reno juga tak peduli akan itu semua. Mau kakek dan nenek gak setuju terserah, Reno punya prinsip sendiri dalam hidup Reno yaitu satu! kemauan Reno harus terpenuhi." Balas Reno sembari mengeluarkan asap dari dalam mulutnya.
" kamu ini ya reno, bukannya makin dewasa makin bisa di atur, tapi ini malah susahnya minta ampun. Mama kan sudah pernah bilang sama kamu! nikah sama Karina pasti mama gak akan pernah kekang kamu, Oma dan juga opa kamu pasti juga akan setuju dengan itu. Enggak bukannya nurut kamu malah ngeyel mau nikah sama gadis itu" serunya Kamila sembari menata barang barang miliknya di atas meja.
Mendengar itu Reno tak menggubrisnya melainkan Reno bergegas meninggalkan mamanya menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.
" astaga kamu benar benar ya ren!" Decahnya Kamila saat melihat Reno anaknya itu meninggal dirinya begitu saja.
Sesampainya di kamarnya Reno membanting tubuhnya dengan keras di atas kasur miliknya.
Tatapan Reno terus terjuju pada langit-langit kamarnya yang berwarna putih itu.
Tak Puas dengan itu Reno kini berjalan menuju ke balkon kamarnya lalu terduduk di bangku yang ada di balkon miliknya.
Reno mengulumkan senyum dari sudut bibirnya sembari sesekali menyedot rokok yang ada di sela jarinya, " akhhh akhirnya setelah penantian cukup lama aku bisa menaklukkan wanita cantik yang sudah lama aku incar-incar itu" serunya Reno dengan Wajah yang terlihat bangga dan penuh dengan senyuman.
Flashback
" ayo Aluna sebentar lagi udah mau hujan" serunya wanita yang sudah lumayan berumur ke gadis cantik yang usianya kurang lebih 18 tahun.
" iya ibu" serunya gadis cantik itu yang tak lain adalah Aluna, dengan kondisi berjalan dengan tergesa gesa.
__ADS_1
Aluna tak menyadari bahwasanya di depannya kedapati mobil yang sedang terparkir, " bruak" Aluna tanpa sadar menabrak mobil itu.
Di dalam mobilnya kedapati Laki- laki tengah mengenakan hodie dan juga masker yang tak lain adalah Reno. Reno yang tengah berada di dalam mobilnya sontak keluar dan hendak membantu, " maaf maaf mas saya gak sengaja menabrak mobil milik mass" serunya Aluna meminta maaf ke Reno setelah itu ia pergi meninggalkan Reno dengan berjalan setengah berlari.
Tatapan Reno terus terfokus pada wajah aluna yang terlihat cantik, sampai sampai Reno tak sadar kalau sedari tadi mamanya memanggilnya " ayo bantu mama Reno" pinta Kamila mama Reno meminta bantuan Reno untuk mengangkat sayuran yang ada di sampingnya.
Tatapan Reno Buyar saat mendengar mamanya memanggilnya.
" sebentar ma," serunya Reno.
Flashback off
" hahahaha, ternyata gadis manis itu bernama Aluna, dan sekarang dia sudah menjadi calon istriku" gumam Reno sambil sedikit tertawa di balkon kamarnya.
Reno terus memekarkan senyum dari sudut bibirnya, dengan pikirannya yang terus tertuju pada calon istrinya itu yaitu Aluna.
" ahh sudahlah, meskipun aku nanti bakal jadi budak cintanya. Its oke kalau dia yang akan menjadi pawang cintanya." Serunya lagi dengan senyuman yang mekar dari sudut bibirnya.
****
Di rumah Aluna kini sedari tadi sanu dan juga Rukmini tengah sibuk mencari tetangga dan juga kerabat mereka, untuk di minta membantu acara resepsi pernikahan Aluna besok.
Seperti pada umumnya meskipun acara pernikahan Aluna di adakan dengan cara yang sederhana, di desa tradisi saling tolong menolong tepatnya rewang akan selalu ada dan tidak akan terlupakan.
Sedari tadi Rukmini dan juga sanu sibuk dengan urusan mereka yaitu mencari rewang untuk acara Aluna besok.
Sedangkan kini Aluna tengah asik berada di rumahnya, Aluna kini tengah sibuk membereskan rumahnya yang sedikit berantakan akibat kesibukan yang Aluna dan juga keluarganya lakukan kemarin.
Aluna mengakat semua barang barang dari tepung, telor, pisang dll untuk ia taruh di tepat yang lebih luas yaitu di dapurnya.
__ADS_1
Setelah Lima menit Aluna sibuk dengan beres beresnya, akhirnya Aluna telah menyelesaikan kegiatanya dengan sempurna, " akhirnya selesai juga" gumam Aluna dengan raut wajah leganya. Setelah itu Aluna berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangannya dan juga kakinya setelah itu ia berjalan menuju ke kamarnya.
" huh" dengan Aluna membanting tubuhnya di atas kasur miliknya semari sorot matanya tertuju pada langit-langit kamarnya.
Ponsel iPhone yang terlihat mewah terpampang jelas berada di atas meja dekat dengan kasur Aluna, " drt drt drt" bunyi ponsel itu berdering.
Aluna yang sadar dengan itu segera mengagkatnya dan melihat layarnya sejenak, " mas Reno?" Serunya aluna saat mengetahui Reno yang menelponnya.
Segera Aluna mengangkat teleponnya.
" hallo mas, assalamualaikum" serunya Aluna mengakat telponnya.
" iya mas, ibu dan bapak sudah mengatakan semuanya ke Aluna. Eum baik mas" serunya Aluna lagi setelah mendengar Reno di balik teleponnya.
" assalamualaikum" seru Aluna mengakhiri telponanannya dengan Reno.
***
Di lain sisi Reno tengah terlihat membanting tubuhnya di atas kasur kamarnya, yang terlihat sangat mewah dengan nuansa putih di dalamnya.
" saya terima nikahnya Aluna binti sanu dengan mas kawin tersebut tunai" gumam Reno yang memperagakan akad nikahnya besok dengan Aluna.
" akhhh kenapa jantungku jadi berdebar-debar seperti ini?" Decahnya Reno sambil mengangkat tubuhnya lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritualnya yaitu membuang sial.
Kamila tersenyum simpul saat mengetahui Karina wanita yang ia idam idamkan menjadi calon mantunya, berjalan dari luar rumahnya menghampiri dirinya yang ada di ruang tamu.
" pagi Tante, heum gimana? Apa Reno masih keukeuh dengan wanita kampung itu? Pliss dong Tante masa iya Tante tidak bisa bantu Karina?" Serunya Karina sambil menyulurkan senyuman cipika cipiki.
Kamila menghela nafas panjangnya setelah itu duduk kembali di kursi yang ia duduki tadi yang di susul Karina duduk di sampingnya," Tante juga gak paham dengan pikiran Reno Karin, entahlah capek Tante nasehati dia. Bukannya dia nurut malah dia keukeuh dengan kemauannya yaitu menikahi gadis kampung itu" serunya Kamila sembari menatap lekat wajah Karina yang cantik itu.
__ADS_1