Cerai

Cerai
bab 10


__ADS_3

Saat ini Nanda sudah keluar dari mobil dengan raut wajah lelah letih dan lesu dia melangkah masuk ke rumah dengan begitu sangat beratnya. Dia melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah kemudian saat hendak pergi ke kamarnya tiba-tiba dia mendengar suara berasal dari kamar Nayla dan suara tersebut adalah suaminya dan juga Nayla yang membuatnya penasaran hingga dia pun menghampiri.


" Juna ngapain di kamar Nayla?" Gumamnya kemudian dia berjalan mendekati kamar Nayla lalu dia mendengar suara agak sedikit gaduh di dalam kamar tersebut sehingga Nanda pun mendengar percakapan mereka dari balik pintu.


" Ini gak mungkin? Kamu pasti bercanda kan Nayla!" Sungguh tidak percaya dirinya selalu menunda akan kehadiran anak tetapi ternyata justru malah di rahim Nayla ada anaknya.


" Apa aku terlihat bercanda?" Tanya Nayla dengan wajah serius.


" Nyatanya di rahimku sudah ada anak kita Juna. Aku hamil," ucapnya dengan nada sedikit tinggi.


" Hamil? Siapa yang hamil?"


Juna dan Nayla langsung menoleh ...


Tentu sangat mengejutkan sekali apa yang dia dengar saat ini, jantungnya seakan berdetak nafasnya terasa sesak tubuhnya gemetar hebat sehingga ia hampir tehyung ke belakang namun ia mencoba untuk berpikir positif mungkin saja apa yang ia dengar semuanya adalah salah.


" N-Nanda ..." Juna begitu sangat panik lantaran Nanda sudah berdiri di ambang pintu.


" Siapa yang hamil?" Tanya Nanda kembali dengan serius menatap tajam ke arah keduanya.


Nayla dan juga Juna yang sama-sama bungkam Nanda yang tak sabaran kemudian ia merampas selembar kertas yang masih dipegang oleh Juna lalu ia membaca isi kertas tersebut.


" Kamu hamil, Nay? Anak siapa?" Tanyanya menatap Nayla dia harus memastikan dan dia ingin mendengar langsung dari mulut wanita yang dianggap sahabatnya itu.

__ADS_1


" Jawab!" Nada itu terdengar sangat tinggi sekali lantaran Nayla masih membungkam dan malah melirik ke arah suaminya.


Nanda sudah sangat emosi sekali. Semoga apa yang ia dengar tidak seperti yang ia pikirkan jika anak berada di dalam kandungan Nayla bukan anak suaminya.


" Maafkan aku Nanda kami berdua saling mencintai dan itu sudah sangat lama sekali bahkan sebelum pernikahan kalian terjadi. Aku dan juga Juna adalah sepasang kekasih tapi sayangnya hubunganku dengan Juna tidak direstui oleh kedua orang tuanya dan malah di mereka menjodohkan Juna denganmu." Nayla mengakui semuanya.


" Dan kau tahu betapa hancurnya hati aku saat mendengar kekasihku yang aku cintai ternyata menikah dengan wanita lain. Hatiku sakit Nanda, sakit sekali rasanya. Sudah 3 tahun kami menjalin hubungan tapi nyatanya dia malah menikah dengan wanita lain." Nayla mengeluarkan semua unek-uneknya sambil menyentuh dadanya.


Juna hanya diam saja saat ini, dia tidak mengelak lagi. Sementara Nanda nampak syok dengan kenyataan yang dia dengar.


"Saat itu aku nyaris bunuh diri lantaran tidak kuat karena menahan rasa sakit yang aku rasakan. Tapi untunglah Juna langsung datang tepat waktu hingga nyawaku tertolong lalu di saat itulah kami masih menjalani hubungan sampai sekarang karena aku dan juga masih saling mencintai namun dia tidak bisa meninggalkanmu menceraikanmu lantaran dia hanya berbakti kepada orang tuanya sehingga kami terpaksa harus menjalani kasih dengan sembunyi-sembunyi seperti sekarang ini."


Nanda menutup mulutnya air matanya mengalir dia sambil menggeleng tak percaya.


" Apa itu benar, Juna?" Ini dia bertanya kepada Juna ingin mendengar langsung jawaban dari laki-laki itu.


" Maafkan aku Nanda, tapi apa yang diucapkan oleh Nayla memang benar. Kami adalah sepasang kekasih yang terpisah karena tidak direstui dan aku dipaksa oleh Mama dan Papah untuk menikah denganmu. Karena aku hanya ingin berbakti kepada mereka sehingga aku rela meninggalkan Nayla dan memilih menikah denganmu."


Sungguh sakit hatinya, hancur berkeping-keping mendengar kenyataan pahit jika suaminya selama ini tidak pernah mencintai dirinya karena ada wanita lain dalam hatinya.


" Kenapa? Kenapa kamu baru bilang sekarang?" Teriak Nanda sambil menangis.


" Tiga tahun, Juna. Selama 3 tahun aku terlihat bodoh di depan kalian." Bagaimana merasa tidak bodoh karena dirinya dibohongi selama 3 tahun jika memang dari awal suaminya itu memiliki kekasih lain harusnya mengatakan padanya sehingga dirinya tidak akan jatuh cinta kepada laki-laki itu.

__ADS_1


" Jika kalian berdua mengatakannya dari awal pernikahan yang tidak akan terjadi sampai selama 3 tahun." Nanda sangat marah sekali, seandainya Juna mengatakan dari awal pernikahannya memang tidak akan pernah terjadi karena dirinya pasti akan menolak dan akan membujuk kedua orang tuanya untuk tidak dijodohkan dengan Juna lantaran sudah memiliki kekasih.


" Aku benar-benar seperti wanita paling bodoh di muka bumi ini. Dan kau sengaja mendekatiku dan pura-pura mau menjadi sahabatku Apa karena agar kau bisa dekat dengan Juna?" Tanyanya kepada Nayla.


" Ya ..." Jawab wanita itu singkat. Kemudian Anda langsung tertawa di balik tawanya yang terdengar sangat lantang namun hatinya hancur berkeping-keping.


" Jadi disini akulah pelakor nya?" Nanda manggut-manggut sambil tertawa miris.


" Bagus ... Dan sekarang apa lagi? Kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua, jadi sebaiknya pergilah ke KUA untuk mendaftar pernikahan kalian secepatnya."


Juna sangat terkejut, Nanda begitu saja mengizinkan dirinya menikah dengan Nayla. Dia memperhatikan Nanda yang berusaha untuk tidak menangis. Ingin dia hapus air mata itu tetapi tangannya terasa sangat berat untuk mengangkat.


" Besok kita urus perceraian kita, dengan begitu kalian sudah bisa langsung menikah," ucap Nanda sambil memaksakan senyumnya.


Walaupun begitu sangat sakit suaminya yang ternyata tidak pernah mencintainya dan masih menjalani hubungan dengan kekasihnya lalu dia bisa apa tidak mungkin dia mempertahankan dengan orang yang tidak pernah mencintainya. Hanya bisa pasrah dan mengalah karena memang dari awal cinta itu tidak ada di antara keduanya dan hanya dirinya saja yang terlalu bodoh karena mengira seiring waktunya berjalan suaminya itu akan mencintai dirinya seperti dirinya sudah terlanjur mencintai suaminya.


Dan mungkin inilah alasan mengapa Juna selalu menunda memiliki anak ternyata laki-laki itu masih memikirkan masa depannya karena jika mereka sudah mendapatkan anak akan sangat berdampak sekali terhadap anak tersebut. yah setidaknya nada masih sangat bersyukur Juna masih memikirkan hal tersebut.


Dan mungkin perceraian lah jalan yang terbaik, karena dirinya tidak ingin dimadu ditambah lagi di antara keduanya saling mencintai lalu dirinya untuk apa lagi bertahan. Hanya menjadi obat nyamuk di tengah -tengah mereka tentu Nanda tidak mau.


" Bercerai?"


" Menikah!"

__ADS_1


Tiba-tiba keluarga dari Juna sudah berdiri di ambang pintu dan mereka sangat terkejut sekali mendengar kata perceraian dan juga pernikahan. Mereka juga sangat terkejut saat melihat ternyata di dalam rumah ini ada wanita yang bukan dari anggota keluarga hadir sedang berdiri tepat di tengah-tengah di antara anak dan menantunya.


__ADS_2