
Juna melihat Nanda yang sedang berdiri di samping mobil sambil memainkan HP kemudian laki-laki itu menampilkan mobilnya lalu menghampiri mantan istrinya itu.
" Nanda Kamu sedang apa?" Tanyanya sontak membuat nada menoleh.
" Eh, Juna. Kamu ngapain di sini?" Anda bukannya menjawab melainkan mengajukan pertanyaan balik.
" Aku tidak sengaja melihat kamu di sini, memangnya kamu sedang apa? Dan apa yang kamu tunggu," tanyanya kepo. Dapat menebak jika mantan istrinya itu sedang menunggu karena tak biasanya seseorang akan menghentikan mobil di pinggir jalan lalu keluar dari mobil dan berdiri sambil bersandar sambil memainkan HP tentu itu sangat jelas sekali jika sedang menunggu sesuatu.
" Oh mobilku mogok jadi aku menunggu taksi online," jawab Nanda mereka tidak nampak canggung sekali padahal sudah sangat jelas keduanya adalah mantan suami istri yang sudah resmi bercerai sebulan yang lalu.
" Mogok?" Tanya Juna. " Emang kamu mau ke mana?"lanjutnya bertanya.
" Mau pulang," jawab singkat Nanda.
Juna mengurutkan keningnya, tumben sekali mantan istrinya itu pulang di waktu sore biasanya selalu larut malam.
" Mau aku antar?" Tawarnya.
" Tidak terima kasih, sebentar lagi mobilnya datang kok," tolak Nanda, lagian jika mobil taksi online nya tidak datang dia tetap tidak akan mau di antar oleh mantannya itu.
" Nayla mana?" Nanda mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Ada, dia lagi milih-milih gaun pengantin," jawabnya.
" Oh ya, tapi kok kamu malah di sini? Seharusnya kamu temani dong, apalagi dia kan lagi hamil, sangat berbahaya sekali membiarkan dia pergi sendiri," kata Nanda, bagiamana bisa Juna begitu cuek sementara calon istrinya sedang sibuk memilih gaun pengantin.
" Iya, ini rencananya aku mau menyusulnya," jawab jujur Juna.
Tetapi dia tidak bisa membiarkan mantan istrinya seorang diri di tengah -tengah jalan yang sepi ini.
" Yaudah buruan sana, kok malah berhenti disini. Ingat loh, moodnya ibu hamil itu sangat sensitif sekali, jangan sampai Nayla merajuk dulu baru kamu berusaha untuk membujuknya." Nanda mendorong Juna agar segera pergi menyusul Nayla.
" Tapi kamu beneran gak apa-apa disini? Ini jalan sangat sepi loh, kalau ada apa-apa gimana?" Juna khawatir akan keselamatan mantan istrinya.
" Pergilah, aku tidak apa-apa," lanjutnya meyakinkan, dia tidak ingin dong ada yang melihat dirinya sedang bersama Juna. Nanti orang berpikir yang macem-macem. Nanda tidak ingin itu terjadi, lebih baik menjaga jarak dari mantan suaminya itu lebih baik.
" Baiklah kalau begitu, tapi kamu harus berhati-hati. Jangan mau jika di ajak oleh orang yang gak dikenal. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," ucap Juna. Laki-laki itu terlihat sangat perhatian, padahal sewaktu menjadi suami tidak pernah se perhatian seperti sekarang ini.
" Oke," jawab Nanda singkat. Lalu dia melambaikan tangan saat Juna sudah menjalankan mobilnya dan pergi dari pandangannya.
Tangan Nanda turun perlahan, bohong jika hatinya sudah sembuh dari rasa sakit yang aman sangat dalam. Namun dia mencoba untuk melupakan semua kenangan pahit itu, cinta tak harus memiliki itulah kata pepatah mengatakan. Ikhlas agar hati bahagia, itulah yang akan Nanda rasakan.
Dia melirik jam tangannya, mobil taksi yang dia pesan masih belum sampai juga. Dia kembali menghubungi supirnya.
__ADS_1
" Halo Pak, sudah sampai mana ya?" Tanyanya dengan nada lembut. Padahal jika ingin marah dirinya sudah berhak lantaran sudah hampir satu jam lebih menunggu.
" Maafkan saya Mbak, bas mobilnya pecah. Jadi saya lagi menunggu teknisi datang. Mbak bisa pesan lagi saja driver yang lain," ujarnya seraya tanpa dosa.
" Ya Allah Pak, kenapa gak bilang dari tadi. Saya sudah menunggu lama banget loh." Ingin marah sekali rasanya namun Nanda berusaha untuk tidak melampiaskan rasa kesalnya itu kepada siapapun kemudian menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dihembuskan perlahan.
" Ya sudahlah ..." Kemudian anda menutup teleponnya lalu dia kebingungan lantas dengan siapa dirinya akan pulang jika memesan lagi pasti bakal lama menunggu lagi.
" Nggak ada kah taksi yang lewat atau ojek kek." Nanda melihat kiri dan kanan tak ada sisi apa yang lewat hanya mobil mewah-mewah saja yang lalu lalang.
" Maya juga nggak bisa dihubungin aduh hapus banget sih nasib hari ini," keluhnya lesu kakinya sudah sangat lelah sekali berdiri kemudian dia hendak membuka pintu namun tiba-tiba suara bunyi klakson mengagetkan dirinya.
" Eh ayam, eh ayam ..." Sungguh sangat terkejut karena tiba-tiba ada mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di samping mobilnya.
Nanda memperhatikan mobil itu kemudian fokus pada seseorang yang sedang membuka pintu mobil tersebut.
* Dokter cantik ..." Teriak anak kecil yang sangat imut dan cantik tengah memanggilnya bahkan gadis kecil itu tengah tersenyum lebar kemudian berlari menghampiri dirinya.
" Lo Manda." Ternyata salah satu pasien dirinya waktu itu.
Gadis cantik yang bernama Manda itu berlari kemudian langsung memeluk dirinya. " Manda ngapain di sini?" Tanya Nanda.
__ADS_1