Cerai

Cerai
bab 23


__ADS_3

" Bagaimana keadaan istri saya, dok?" Tanyanya Juna dengan raut wajah sangat khawatir. Terdengar detak jantung berdegup kencang. Wajah penuh harapan berharap tak terjadi apapun pada istri dan calon anaknya.


Dokter laki-laki itu terdiam saat di tanya seakan bingung. Dia mengingat saat memeriksa keadaan Nayla tadi.


Flashback ... Nayla sudah masuk dalam ruangan, tentu Juna di suruh keluar untuk penanganan pasien agar tidak terganggu. Saat sang dokter dan dua suster hendak memeriksa, tiba-tiba Nayla bangun dari brankar, dia duduk laku menatap dokter dan dua suster yang sangat terkejut dengan bangkitnya dirinya.


" Apa yang kamu lakukan? Mohon segeralah berbaring biar kami segera periksa kandungan kamu dulu," ucap sang dokter itu dengan panik, baru pertama kalinya ada pasien yang kesakitan tapi saat hendak di periksa malah duduk dengan santai.


" Tidak usah repot-repot, kemarilah, aku perlu berbisnis dengan kalian bertiga," ucap Nayla dengan angkuh. Dia duduk bersila di brankar tersebut.


Dokter kandungan dan dua suster nya saling pandang kebingungan. " Apa maksud kamu?" Tanya sang dokter yang bernama Hadi tersebut.


Nayla menghembuskan nafasnya kasar, kemudian dia berdiri lalu mendekati dokter Hadi.

__ADS_1


" Apa kamu menginginkan uang lebih?" Tanya Nayla menatapnya serius.


" Aku akan bayar kalian bertiga asal kalian bersedia membuat surat kepalsuan atas kandunganku." Nayla berkata sangat serius sekali.


" Surat kepalsuan apa maksud kamu? Kami tidak mengerti?" Sela salah satu suster. Mereka tidak bisa menerima uang sembarangan jika tidak mengetahui kebenarannya lebih dulu.


Nayla menyunggingkan senyumnya menatap suster itu.


" Apa!" Sontak dokter Hadi tak percaya, dia adalah seorang dokter bagiamana bisa membuat surat kepalsuan seperti itu.


" Apa sejak awal kandungan anda memang tidak ada?" Tebak suster satunya. Dia tentu dapat menilai, apalagi sudah mencurigai sedari awal soal jeritan sakit Nayla saat di bawa tadi


" Pintar sekali, sebab itulah mengapa aku menginginkan kerjasama dari kalian untuk merahasiakan semua ini dan membuat kepalsuan atas kegugurannya kandunganku. " Nayla menatap ketiganya, melihat mereka hanya diam saja dia menawarkan imbalan yang cukup lumayan besar.

__ADS_1


" Aku akan membayar kalian dengan imbalan tiga kali lipat dari gaji kalian di rumah sakit ini. Jika kalian setuju, saat ini juga transferan ke rekening kalian akan kalian dapatkan." Dia memberikan cukup tawaran yang sangat menggiurkan.


" Bagiamana? Apa kalian mau bekerja sama denganku?" Tanya Nayla sekali lagi.


" Tidak, ini penipuan namanya. Saya dokter disini, bagiamana mungkin saya melakukan hal licik seperti itu untuk mendapatkan uang!" Bentak dokter Hadi. Dia menolak walaupun tawaran lumayan besar tapi kejujuran adalah yang paling penting.


" Bagiamana jika 5 kali lipat. Kapan lagi kalian mendapatkan uang secara cuma-cuma hanya tinggal menulis surat keterangan palsu saja tetapi bisa langsung dapat uang tanpa harus bekerja keras pagi siang malam." Nayla menaikan imbalannya, dia harus bisa membujuk dokter Hadi, karena kalau tidak kebohongannya akan terbongkar dan Juna pasti sangat marah padanya.


" Dok ..." Salah satu suster itu sudah mulai tertarik. " Apa sebaiknya kita ambil saja tawaran ini. Kesempatan tidak akan datang dua kali," ujarnya membujuk. Dia sangat membutuhkan uang sudah pasti sangat tergiur, tak peduli apa yang terjadi toh bukan urusannya.


Dokter Hadi terdiam, dia sedang berpikir ...


Flashback off ...

__ADS_1


__ADS_2