
Tiba di klinik Nanda nampak terlihat terus melamun sambil duduk bahkan ia menjadi tidak fokus saat bekerja. Nanda jadi kepikiran apa yang dikatakan oleh Nayla tadi pagi pada dirinya.
" Apa maksud kamu Nay?" Tentu dia sangat tidak mengerti maksud arah pembicaraan Nayla.
" Gini ya, dari drama drakor yang aku tonton kalau suaminya tidak mau memiliki anak dari istrinya berarti dia mencintai wanita lain."
Begitulah yang dikatakan oleh Nayla walaupun dia tahu Nanda sangat yakin jika ucapan Nayla hanyalah sebagai gurauan yang ternyata hanya melihat dari drama drakor saja namun tetap saja dia menjadi kepikiran.
Karena jika diingat-ingat selama ini Juna memang tidak pernah mengungkapkan cintanya kepada dirinya atau memberikan sesuatu yang spesial seperti anniversary pernikahan laki-laki itu selalu saja melupakan hal penting tersebut. Apalagi memberikan dirinya hadiah tentu laki-laki itu tidak pernah.
" Apa mungkin Juna memiliki wanita lain?" Gumamnya dia berduduk bersandar di kursi kebesarannya sambil memutar-mutar pulpen yang ia pegang.
Namun saat ia ingat-ingat lagi memang kerap kali Juna selalu bertingkah sedikit menceritakan, pulang larut malam dan bau parfum di bajunya tercium berbeda. Bahkan terkadang laki-laki itu selalu menyimpan hp-nya atau telepon selalu sembunyi-sembunyi. Namun Nanda terlalu acuh saat itu sehingga dia tidak memusingkan dengan perilaku Juna yang menceritakan sebenarnya dia pikir mereka menikah tidak mungkin ada orang ketiga.
Namun karena perkataan Nayla tadi pagi membuatnya menjadi kepikiran.
" Aku dan Juna menikah karena dijodohkan, kami tidak saling mencintai pasa awalnya. Tetapi aku sudah sangat nyaman dengannya bahkan aku sudah sangat mencintainya. Tapi aku nggak tahu apa dia juga cinta sama aku atau tidak? Karena selama kami menikah dia tidak pernah mengatakan cintanya padaku. Apa mungkin karena di hatinya memiliki wanita lain?"
Selalu bertanya-tanya dalam pikirannya hingga pasien masuk pun dia tidak mengetahui.
" Dok ... Hallo."
" Eh, iya ada perlu apa?" Nanda terkejut lantaran di hadapannya sudah ada seorang ibu dan juga anak kecil yang membuyarkan dari lamunannya.
" Jangan ngelamun dok masih pagi ... saya mau periksa gigi anak saya," ucapnya sembari duduk.
__ADS_1
" Maafkan saya, kalau begitu silakan anaknya duduk di sana ya." Nanda menghela nafasnya kemudian dia kembali fokus untuk bekerja.
Nanda hanya bisa berharap semoga Juna tidak memiliki wanita lain selain dirinya karena Nanda hanya ingin Juna menjadi suaminya untuk selamanya sampai akhir hayat hingga hari tua.
Hari sudah semakin siang sementara itu Nayla sudah berada tepat di kantor tempat zona bekerja dia tersenyum sambil mengeluarkan handphonenya.
" Halo sayang aku sudah ada di depan kantor kamu per dong kita makan siang bareng ya," ujarnya saat sambungan teleponnya sudah dijawab oleh Juna.
" Kamu ngapain sih ke kantor aku segala, kalau ada yang melihat gimana?" Sunnah tentu sangat marah dia takut ada seseorang yang mengenal dirinya tengah bersama dengan wanita lain.
" Aku cuma ingin mau makan siang sama kamu, apa aku salah," jawab Nayla dengan nada sedih.
" Ya Tapi kamu jangan nekat sampai datang ke kantor aku dong ... ya udah kamu ke parkiran lebih dulu ke tempat mobil aku, aku segera nyusul." Dengan cepat Juna mengambil jasnya kemudian ia berlari ke parkiran berharap tidak ada yang mengenal dirinya dan juga Nayla saat itu.
" Lain kali jangan datang ke kantor aku lagi Nayla. Aku gak mau jika ada yang melihat kalau aku bersama wanita lain," omel Juna saat dirinya sudah masuk ke mobil.
" Aku cuma kepengen seperti orang-orang Juna. Aku ingin makan siang bareng kekasih aku, pengen jalan sama kekasih aku tanpa harus sembunyi -sembunyi. Aku capek," jawabnya dengan nada tinggi.
" Ya kamu harus sabar dong, hubungan kita gak sama lagi seperti dulu. Sekarang aku sudah menikah, jadi intinya kamu itu adalah selingkuhan aku." Juna tak mau kalah, dia hanya tidak ingin reputasinya jelek.
" Mau sampai kapan aku harus bersabar? Aku sudah terlalu capek untuk bersabar Juna. Aku capek. Kamu yang sudah menghianatiku dengan menikah dengan wanita lain, lalu kenapa harus aku yang sabar dan mengalah?"
Nayla ingin meminta keadilan, apa salah dirinya. Padahal disini dia adalah korban dari keegoisan kedua orangtuanya Juna yang tak merestui hubungan mereka. Dia yang merasakan sakit hati melihat laki-laki yang dia cintai jalan bersama di depan umum. Lantas salahkah dirinya ingin memperjuangkan kembali laki-laki yang sudah menjadi milik orang lain?
" Apa salahku sebenarnya, kenapa aku harus mencintai laki-laki yang sudah jelas menghianatiku, meninggalkan ku."
__ADS_1
Nayla menangis, dia bahkan rela menjadi pelakor padahal sebenarnya bukan dirinya yang pelakor. Lalu salahnya dimana? Kenapa sekarang malah harus menjadi wanita simpanan suami orang. Nayla menangis menyalahkan takdir, namun dia tetap tidak ingin melepaskan laki-laki yang sudah menjadi suami orang karena dirinya masih sangat mencintai laki-laki tersebut dan mau berjuang untuk mendapatkan nya kembali.
" Apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi? Apa kamu sudah tidak ingin memperjuangkan cinta kita lagi?" Tanya Nayla menatap Juna serius.
" Katakan Juna, apa kamu masih mencintai ku dan mau memperjuangkan cinta kita atau tidak!" Nayla ingin kejelasan agar dirinya tidak salah memperjuangkan cintanya kembali.
" Aku ..."
Air mata Nayla keluar lebih deras melihat keraguan Juna.
" Aku paham, berati kebersamaan kita selama ini tidak berarti apa-apa lagi buatmu. Aku bodoh ..." Nayla tertawa terdengar miris.
" Aku bodoh karena terlalu berharap suatu saat kamu bakalan menjadi milikku." Nayla menghapus air mata.
" Mungkin sekarang cintamu untukku sudah tergantikan olehnya. Aku benar-benar sudah kalah, kalau begitu semoga kamu bahagia. Aku berjanji tidak akan pernah mengganggu kamu lagi atau menghubungi kamu lagi. Selamat tinggal."
Nayla hendak membuka pintu mobil, namun tangannya langsung di tarik oleh Juna.
" Maafkan aku Nayla. Jangan pergi, aku masih sangat mencintaimu. Tolong maafkan aku."
Juna memeluknya erat, dia begitu sangat lemah melihat Nayla menangis sehingga ingin mengakhiri hubungan denganya rasanya begitu sangat sulit. Mungkin perasaannya masih terlalu dalam padanya, cintanya masih begitu besar. Nayla tidak salah, dirinyalah yang salah karena tidak bisa memperjuangkan cintanya dan berakhir menikah dengan wanita lain.
" Apa itu artinya kamu mau memperjuangkan cinta kita?" Tanya Nayla memastikan. Juna mengangguk yakin.
Wanita itu langsung senang, dia rencananya berhasil membuat Juna ingin mempertahankan hubungan mereka. Dan Nayla akan melakukan rencana selanjutnya ya itu membuat pernikahan Juna dan Nanda kandas sehingga dirinya bisa dapat memiliki laki-laki yang seharusnya menjadi miliknya tersebut.
__ADS_1