
" Mas ...!" Nanda tertolong oleh laki-laki yang menahan tubuhnya. Tentu Nanda mengenal nya, laki-laki yang sudah membuatnya hatinya tak karuan, yang sudah jantungnya mulai berdenyut kembali setelah luka yang diberikan oleh mantan suaminya.
" Nanda, kamu gak apa-apa?" Nanda dapat melihat wajah khawatir yang sangat murni itu.
" Mas Farhan, kamu kenapa di sini?" Tanya Nanda berusaha untuk terlihat baik-baik saja, Nanda juga melepaskan tangan yang masih melingkar di perutnya itu.
" Ah, maafkan aku." Farhan pun tersadar dengan apa.yang telah dia lakukan, sungguh dia tidak sengaja lantaran refleks saat melihat wanita yang sudah membuat anaknya terus merengek minta ketemu dengan dokter gigi itu hendak terjatuh.
Nanda tersenyum, dia menahan rasa sakit di kepalanya. " Aku tidak apa-apa, terima kasih karena sudah menolongku." Nanda memejamkan matanya sambil memegangi kepala. Rasa sakit itu ternyata tidak tertahankan.
" Kamu demam Nanda, aku antar kamu kerumah sakit ya."
" Tidak apa-apa, kepala ku hanya sakit sedikit saja. Mungkin kurang istirahat, nanti juga sembuh sendiri," tolak Nanda dengan senyum paksa nya.
Farhan menggeleng, dia tidak mudah percaya karena Nanda begitu sangat pucat dan suhu tubuhnya terasa sangat panas, pasti wanita di hadapannya ini sedang tidak baik-baik saja. Karena tidak mau mendengar penolakan, dia dia juga tidak mau membiarkan dokter cantik itu mengendarai mobil dalam keadaan seperti ini, Farhan menggendongnya ala bridal style tanpa aba-aba.
__ADS_1
" Kyaaa, Mas apa yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku," teriak Nanda sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Farhan.
" Kita kerumah sakit sekarang." Laki-laki itu tidak mendengarkan ucapannya, dan membawanya masuk ke mobil miliknya lalu mendudukkan Nanda di kursi samping pengemudi.
" Tapi ..." Farhan menggeleng tanda tidak ada penolakan dan harus patuh. Nanda pun langsung bungkam dan duduk dengan patuh kemudian Farhan langsung menutup pintu mobilnya dan dia melangkah cepat masuk ke mobil.
" Kamu boleh tiduran kalau kepala sakit, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai," ucapnya setelah masuk ke mobil dan mendapati anggukan dari Nanda barulah dia menjalankan mobilnya meninggalkan klinik menuju rumah sakit.
" Laki-laki itu siapa?" Tanya resepsionis pada salah satu suster yang mengintip saat mendengar teriakkan Nanda tadi.
" Yang bener? Aku gak liat wajah dengan jelas sih, makanya gsk kenal. Tapi apa hubungan mereka ya?" Tanyanya penasaran. Mereka tentu sudah mengetahui pasal perceraian dokter mereka beberapa bulan yang lalu.
" Entahlah, tapi laki-laki itu begitu baik dan sangat perhatian dengan dokter Nanda. Aku sih sangat berharap mereka berjodoh, karena mereka sangat cocok dan serasi sekali. Harap-harap dokter Nanda bisa melupakan laki-laki brengsek itu," ujarnya sangat mendukung.
" Kamu benar, yaudah yuk kita lanjut kerja." Keduanya kembali bertugas masing-masing.
__ADS_1
**
Didalam mobil, Nanda memejamkan kedua matanya karena rasa sakit di kepala sangat tidak tertahankan. Rasanya kepalanya itu mau pecah seperti ada suatu benda yang menusuk-nusuk.
Farhan sesekali menoleh, dia sangat khawatir sekali dengan keadaan Nanda." Bertahanlah, sebentar lagi kita sampai," ucapnya cemas. Farhan menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai.
Setelah tiba di mobil rumah sakit bergegas Farhan keluar dari mobil tanpa membangunkan Nanda yang sedang tidur. Farhan tidak tahu wanita itu sebenarnya tidur atau pingsan tetapi tidak ada pergerakan sama sekali sehingga dia pun langsung menggendong tubuhnya dan melangkah cepat tolidor rumah sakit.
" Dokter, suster!" Teriaknya sambil terus menggendong Nanda dengan panik.
Dua suster dan petugas lainnya berkas menghampiri sambil mendorong brankar memang minta Farhan untuk meletakkan mendadak atasnya. Farhan mengangguk, dengan pelan Dia meletakkan tubuh anda di atas berharga lalu kemudian dia membantu paramedis mendorong perangkat tersebut dan dibawa ke UGD bersama dokter yang baru saja tiba.
" Tolong sembuhkan dia saya akan membayar berapapun biayanya," mohon Farhan dengan wajah cemasnya. Dia sangat takut terjadi apa-apa dengan wanita yang bukan siapa-siapa nya itu.
" Kami akan melakukan yang terbaik, Pak. Mohon bertemanlah." Dokter itupun berlalu meninggalkan Farhan yang terdiam.
__ADS_1
" Semoga kamu tidak kenapa-napa, Nanda." Farhan duduk dengan gelisah, pikirannya tidak tenang sampai-sampai dia tidak kepikiran untuk menghubungi siapapun yang berhubungan dengan Nanda.