Cerai

Cerai
bab 21


__ADS_3

Nanda dan Farhan terlihat begitu sangat akrab, dari kejauhan ternyata Juna memperhatikan mereka. Dia terlihat serius sekali bahkan sampai tidak fokus saat ada tamu yang memberikannya selamat.


" Juna apa yang kamu lihat?" Tanya Nayla karena sedari tadi pandangan mata Juna selalu mengarah ke samping.


" Juna!" Juna tidak mendengar sehingga Nayla harus sedikit meninggikan suaranya. Kemudian Juna menoleh arahnya.


" Jadi dari tadi kamu sampai tidak fokus karena melihat mereka? Mantan istri kamu?" Kesal Nayla.


" Apa kamu cemburu melihat mantan istri kamu bersama laki-laki lain?" Tuduhnya menatap Juna tajam. Di atas pelaminan mereka bukanya menyambut tamu tapi malah berdebat.


" Diam lah Nayla, jaga sikap kamu," tegur ayahnya. Dia merasa malu apalagi saat ada beberapa tamu yang naik ke pelaminan ingin meminta foto tapi malah di tolak oleh anaknya itu dengan wajah masam nan cemberut.


" Juna yang cari gara-gara Pah," jawab Nayla kesal karena dirinya yang di salahkan. Padahal sudah jelas jika suaminya memperhatikan mantan istrinya itu bukan fokus pada dirinya tentu Nayla tidak suka.


Sementara Juna hanya diam saja, dia malas berdebat lantaran sudah sangat lelah sekali di tambah lagi bayangan mantan istrinya yang terlihat baik-baik saja dan tertawa bahagia bersama laki-laki itu.


" Siapa laki-laki itu? Apa hubungan mereka." Pertanyaan dalam benaknya, rasa penasaran terus menghantuinya.


Sementara itu, Nanda dan Farhan keluar dari gedung. Mereka berjalan bersama.

__ADS_1


" Aku antar ya," tawar Farhan.


" Terima kasih, tapi aku bawa mobil sendiri. Nanti mobil aku mau di ke mana kan?" Ucapnya sambil tersenyum.


****


Sebelum kemudian setelah pernikahan, kini Widya memutuskan untuk berkunjung ke rumah anaknya. Dia juga ingin mengetahui bagaimana kisah rumah tangga anak dan menantu barunya itu, padahal sebenarnya Widya sangat malas sekali jika bertemu dengan Nayla, tetapi karena rindu dengan sang anak jadi mau tidak mau dia akan pergi ke rumah anaknya tersebut dan bertemu dengan menantu barunya itu.


Sesampai di rumah Widya terkejut melihat ada begitu banyak barang belanjaan di sofa ruang tamu.


" Ya ampun, banyak banget." Dia pun membuka dan melihat isinya. Mewah dan terlihat mahal, baju gaun yang dia pegang pasti milik Nayla, menantunya itu habis shoping rupanya.


" Kyaaaa, mamah apakan semua belanjaan ku!" Teriak Nayla melihat sang Ibu mertua mengacak-ngacak barang belanjaannya. Dengan cepat dia menuruni anak tangga dan memungut baju-baju berserakan di lantai.


" Mamah ini apa-apaan sih, ini kan milikku kenapa semuanya di buang seperti ini?" Bentak Nayla kesal.


Widya bangkit dari tempat duduknya menatap Nayla tajam dengan wajah marah. " Beraninya kamu membentak saya?" Balas Widya menunjuk Nayla.


" Memangnya kenapa? Toh Mamah sendiri yang cari gara-gara sama aku, Mamah tau gak ini harganya berapa? Kalau sampai rusak gimana?" Nayla tak mau kalah.

__ADS_1


" Hah ..." Widya tidak habis pikir, mahluk seperti ini yang di cintai anaknya itu.


" Belum ada sebulan kamu menjadi istri anakku, tapi sudah menghabiskan banyak uang. Apa kamu tidak tahu betapa susahnya anak saya bekerja siang malam mengumpulkan uang dan kamu cuma bisa menghabiskan nya saja," ejek Widya sinis.


" Memangnya kenapa, toh duit suami adalah duit istri. Jadi aku berhak menghabiskan semuanya. Lagian Juna tidak masalah kok, terus kenapa Mamah yang heboh. Kalau iri bilang aja, gak usah pake alasan ngatain aku menghabiskan uang saja." Nayla tidak mau kalah, dia terus melawan dan membantah setiap apa yang di ucapkan oleh ibu mertuanya tanpa rasa takut.


" Ck, berbeda sekali dengan Nanda. Dia bukan hanya tidak mau menghabiskan uang suaminya tapi dia justru malah membantu keuangan suaminya, sementara kamu cuma bisa malas-malasan dan menghabiskan uang saja," kata Widya menatap sinis pada Nayla yang sudah sangat kesal lantaran di bandingkan dengan Nanda, tentu wanita itu tidak terima.


" Dasar wanita tua menyebalkan, pergi kamu dari rumah ini!" Nayla tak segan-segan mengusir ibu mertuanya.


" Kamu gila, ini rumah anak saya, beraninya kamu mengusir saya dari sini!" Bentak Widya. Keduanya cekcok. Nayla menarik Widya hendak menyeretnya keluar dari rumah.


Widya berontak lalu dia mendorong tubuh Nayla hingga tersungkur di lantai.


" Kyaaaa ..." Teriak Nayla kesal, dia hendak bangkit ingin membalas tapi tiba-tiba Juna datang.


" Ada apa ini?" Tanya Juna dia melihat istrinya di lantai. Nayla tersenyum licik kemudian dia berteriak.


" Aduh, sakit. Perut aku sakit ..." Ucapnya dengan ekspresi kesakitan sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2