Cerai

Cerai
27


__ADS_3

" Hay Nay, gimana keadaan kamu dan kandungan kamu?" Tanya Nanda, dia tidak ingin mencari musuh.


Walaupun wanita di sampingnya ini bukan lagi sahabatnya setidaknya dia masih ingin menyapa. Dan Nanda juga belum mengetahui pasal peristiwa keguguran Nayla yang memang nyatanya tidak pernah ada.


" Apa sekarang kamu senang? Kamu memang tidak beda jauh sama orang pembunuh itu." Nayla menunjuk Widya.


" Pembunuh! Pembunuh apa maksud kamu?"


Nanda menoleh arah mantan mertuanya. Dia tidak mengerti kenapa Nayla mengatakan bahwa ibu mertuanya sendiri pembunuh. Dengan wajah kebingungan Nanda kembali menatap Nayla.


" Ck, pura -pura bodoh. Aku yakin dia sudah menceritakannya ke kamu, kan? Atau jangan-jangan kamu bersekongkol, dam sengaja membunuh anakku!" Tuduhnya, Nayla sengaja membesarkan nada bicaranya agar orang-orang di sekitar tak menyukai mereka.


" Apa! Jadi mereka itu membunuh anaknya wanita itu?"


" Dasar wanita kejam, apa mereka ibu dan anak?"

__ADS_1


Mulai terdengar suara gaduh bisik-bisik mengenai mereka, Nayla menyeringai licik sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Nayla. Jaga bicara kamu! Nanda tidak ada hubungannya dengan kejadian waktu itu," bentak Widya emosi. Dia berdiri sambil mengepalkan tangannya.


Wanita licik.


" Sebenarnya apa yang terjadi? Aku bener-bener gak ngerti, Nayla. Dan kamu jangan asal tuduh, masalah pembunuhan aku bahkan tidak tahu apapun!" Sentak Nanda kebingungan.


" Mah, sebenarnya ada apa ini?" Nanda bertanya pada mantan mertuanya.


Nayla datang-datang malah menuduh nya, tentu Nanda sangat kebingungan. Mereka bahkan baru saja duduk di cafe itu untuk mengenang masa lalu. Tapi malah di kejutan dengan tuduhan pembunuhan terhadap anaknya Nayla.


" Apa salahku? Apa salah anakku yang bahkan belum berbentuk manusia. Tapi kalian tega membunuhnya. Hiks ... Jika kalian tidak suka sama aku, kalian boleh maki aku, hina aku seperti kalian sering lakukan. Tapi kenapa anak aku juga kalian singkirkan? Dia bahkan belum tahu apa-apa."


Nayla pandai sekali berarti dia terduduk di lantai sambil menangis hingga mengeluarkan air mata buayanya berpura-pura lemah seakan dirinya benar-benar ditindas oleh Nanda dan juga Widya, sungguh dramatis sekali.

__ADS_1


Orang-orang di sekitar kembali berbisik-bisik beberapa orang wanita menghampiri Nayla.


" Mbak ngak apa-apa?" Tanya salah satu Ibu-ibu, dia berjongkok sambil mengusap punggung Nayla.


" Kalian berdua benar-benar sudah keterlaluan, apa kalian seorang wanita, hah? Bagaimana bisa kalian tega membunuh bayi yang tak berdosa?" Herdik ibu yang satunya memarahi Nanda dan juga Widya bahkan tangannya sampai menunjuk-nunjuk.


" Betul, apapun masalah kalian Seharusnya jangan sampai melibatkan anak yang dapat dosa apalagi sampai membunuhnya. Kalian berdua benar-benar wanita yang kejam," imbuh lainnya.


" Harusnya kalian berdua itu di penjara bukan malah enak-enakan di sini, kasihan kan mbak ini." Sahut bapak-bapak juga ikut-ikutan.


Nanda dan Widya saling pandang mereka berdua benar-benar tercengang. Ingin membela tetapi kalah jumlah orang-orang di dalam kafe itu berpihak kepada Nayla semua hingga mereka berdua pun terpojok.


" Usir saja mereka dari sini?" Teriak seseorang menjadi kompor. Ada yang videoin bahkan live tinggal Nanda dan juga dia mendapatkan komentar yang begitu pedas dari netizen.


" Keluar kalian dari sini." Teriak yang lainnya bahkan ada yang sampai melempar makanan ke arah mereka. Widya terkejut karena kepalanya sudah kotor oleh makanan.

__ADS_1


" Aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu sampai seperti ini? Aku udah Mas Juna sudah bercerai dan aku ingin kita berdamai, bersahabat lagi seperti dulu. Tapi kenapa kamu malah tega menuduh aku seperti itu? Aku nggak nyangka ternyata kamu benar-benar wanita yang licik, Nay."


Nanda geleng-geleng kepala, seharusnya urusan mereka sudah selesai karena tidak ada lagi yang diperebutkan. Dari masalah harta tahta bahkan mantan suami, semuanya selesai tidak ada lagi hubungan apapun. Tapi kenapa Nayla masih saja membenci dirinya, Nanda benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Nayla, sebenarnya apa salah dirinya itu sampai-sampai Nayla begitu membenci. Nanda bertanya-tanya.


__ADS_2