
...Setelah drama-drama menangis di dalam mobil tadi kini keduanya memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restoran favorit mereka. Karena waktu jam istirahat Juna tidak terlalu banyak sehingga mereka tidak ingin membuang-buang waktu dan setelah memasuki restoran langsung memesan makanan.
Nayla sedari tadi tersenyum lebar terus hatinya berbunga-bunga sekali seperti pertama kali jatuh cinta kepada laki-laki di hadapannya ini kemudian dia mengambil handphone lalu mengambil foto mereka berdua dengan dirinya yang di depan sementara Juna di belakang Juna tidak menyadarinya karena sedari tadi dia hanya sibuk main handphonenya sendiri.
" Mbak, boleh minta tolong fotoin gak?" Kata Nayla saat seseorang melewati belakangnya dia ingin mengambil foto bersama dengan Juna dan meminta seseorang untuk memotretnya.
" Oke ..." Dengan baik hati orang tersebut mau memotret Nayla dan juga Juna Juna masih belum menyadarinya dia masih sibuk dengan handphone yang ia mainkan.
" Sekali lagi ya," PIN tanya sambil tersenyum ramah orang tersebut mengganggu kemudian Nayla membalikkan tubuhnya membelakangi kamera sehingga posisi saat ini hanya nampak Juna dan dirinya yang hanya terlihat bagian belakang saja saat foto itu diambil kemudian Nayla tersenyum puas melihat hasilnya yang lumayan cukup bagus lalu dia mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut.
" Terima kasih ya Mbak."
" Sama-sama."
Setelah wanita yang dicintai tolong tadi sudah pergi kemudian Nayla melihat-melihat hasil jepretannya dia tersenyum puas sekali. Kemudian dia menyimpan foto tersebut dengan seringai diwajahnya.
" Besok kamu sudah harus pergi dari rumah, ya," ucap Juna tiba-tiba.
__ADS_1
" Loh kenapa? Apa kamu gak mau kehangatan rumah tangga kamu terganggu gara-gara aku!" Nayla sudah sangat marah sekali. Padahal baru tadi saja mereka berbaikan.
Juna menghela nafasnya. " Bukan begitu Nayla tapi orang tua aku besok mau datang ke rumah. Harus jawab apa besok jika mereka melihat kamu ada di rumah," ujarnya menjelaskan.
Ternyata adiknya mengirim pesan dan memberi kabar jika besok adalah hari kunjungan kedua orang tuanya ke rumah maka dari itulah Juna harus menyuruh Nayla pergi karena kedua orang tuanya sudah mengetahui siapa Nayla sebenarnya.
Nayla langsung cemberut, karena kedua orang tuanya Juna tidak menyukai dirinya sehingga dia pun harus terasa sangat terpaksa angkat kaki dari rumah itu besok padahal dirinya masih sangat ingin sekali bersama dengan jurnal walaupun terhalang oleh adanya Nanda di tengah-tengah mereka.
" Sebenarnya kenapa sih kedua orang tua kamu tidak suka sama aku, apa Aku selama ini masih kurang baik ya," lirihnya.
Nayla sebenarnya sudah semaksimal mungkin terlihat baik di hadapan kedua orang tuanya Juna saat ketika dirinya diperkenalkan dahulu. Namun kedua orang tuanya Juna dengan mentah tanpa perasaan langsung menyuruh hubungan dirinya dan juga jurnal berakhir saat itu juga dan bahkan tanpa perasaan juga kedua orang tuanya Juna mengatakan jika laki-laki itu sudah bertunangan dengan wanita lain.
" Kamu yang sabar ya, aku pasti akan buktikan pada mereka bahwa kamu jauh lebih baik ketimbang Nanda. Kamu mau kan bersabar," lanjut Juna sambil menggenggam tangan Nayla dia memberikan semangat pada wanita itu karena dia akan memperjuangkan cinta mereka kembali.
Nayla tersenyum sambil mengangguk, tetapi untuk menunggu kesabarannya sudah habis dia memiliki rencananya sendiri agar secepatnya Juna menjadi miliknya dan kedua orang tua yang juna pasti akan mau menerimanya. Begitupun juga dengan pernikahan Juna dan juga Nanda pasti akan berakhir. Nayla sudah memikirkan ini jauh-jauh hari sebelum dirinya berada di kediaman Juna, lelah menjadi wanita penyabar sehingga jalan licik yang akan menjadi satu-satunya agar supaya bisa mendapatkan laki-laki yang ia cintai ini. Dan dengan begitulah pasti dirinya akan diterima dari keluarga itu.
Setelah makan siang berakhir kini Nayla sudah diantar kembali pulang oleh Juna ke rumah Juna tentunya. Juna kembali mengingatkan pada Nayla agar bisa bersiap-siap untuk segera pergi dari rumah itu malam ini.
__ADS_1
" Iya aku tau, tidak perlu diingatkan." Nayla merajuk, Juna seperti tidak sabaran sekali menyuruhnya pergi.
" Ini demi kebaikan kita semua, kamu mengerti kan," ucapnya sambil mengusap pucuk kepala Nayla.
" Tauk ah, sebel ..." Kemudian Nayla keluar dari mobil dan membanting pintu mobil tersebut dengan sangat keras.
Juna hanya bisa menghela nafasnya saja tidak mungkin dia memiliki istri dua karena jika hal itu terjadi kepalanya bisa saja langsung botak karena menghadapi Nayla sudah sangat sulit sekali apalagi jika dua istri yang sama-sama merajuk lebih baik dia harus memilih salah satu di antara mereka ketimbang harus menikah lagi secara diam-diam dan memiliki istri dua.
Setelah sesampai di rumah Nayla bukan seperti yang juna harapkan yaitu beres-beres agar segera pergi dari rumah itu tetapi Nayla malah duduk di sofa dan mengeluarkan handphone miliknya lalu membuka kartu baru yang entah sejak kapan dia belinya dan memasukkan ke handphonenya.
" Sempurna," ucapnya setelah kartu perdana telah berhasil masuk ke handphone miliknya kemudian dia membuka whatsapp dan mengganti nomor whatsapp-nya dengan nomor kartu perdana baru tersebut lalu dia mencari satu buah kontak di hp-nya itu yang masih tersimpan kemudian dengan senyum licik dia mengirim foto di mana saat dia tengah makan bersama dengan Juna tadi dengan foto dirinya yang diambil hanya dari belakang saja.
Kemudian foto tersebut ia kirim ke nomor yang tak lain tak bukan adalah istri dari junayya itu Nanda dengan pesan yang tertulis.
" Aku melihat suamimu sedang makan bersama dengan wanita lain di restoran siang ini."
Kemudian, dengan seringai lalu dia kirim pesan tersebut bersama foto tadi. Setelah melihat foto berhasil terkirim. Dengan cepat Nayla kembali membuka kartu tersebut lalu mengeluarkannya dari handphone kemudian ia patahkan menjadi dua bagian sehingga Nanda tidak bisa menghubunginya lagi.
__ADS_1
" Dengan begini, maka hubungan kita akan segera terungkap Juna. Aku sudah tidak mau lagi terus menunggu."
Nayla berencana untuk mengungkapkan hubungannya bersama dengan Juna dan dia sengaja mengirim pesan seolah-olah orang lain yang memotret dan mengirim pesan kepada Nanda tersebut. Nilai ingin agar segera hubungan dirinya dan juga junas secepatnya terungkap dan setelah mengirim foto berhasil ternyata Nayla memiliki rencana lain untuk meyakinkan jika hubungannya dengan Juna bukanlah main-main saja dia tidak peduli jika Nanda akan sangat marah kepada dirinya Karena nyatanya dirinya sejak awal memang bukan pelakor itulah yang ada di benak pikiran Nayla.