
Sejak saat itu Widya tidak lagi menemui anaknya, dia sudah sangat kecewa dengan Juna yang lebih mempercayai istri ketimbang dirinya, ibu kandungnya sendiri. Widya tidak akan pernah memaafkan keduanya.
Sementara itu, Manda sedang melakukan praktek nya, dia terkejut saat pasien yang hendak di periksa ternyata adalah mantan ibu mertuanya. Dengan ramah Nanda tersenyum dan mempersilahkannya duduk.
" Apa gigi Mama sakit?' tanya Nanda, sebenarnya tanpa di tanya sudah pasti gigi yang akan di periksa karena sakit. Tapi dari pada bingung mau bertanya apa lebih baik basa-basi saja ketimbang canggung. Sebab setelah perceraian dirinya tak pernah bertemu lagi dengan sang ibu mertua.
" Maafkan Mama karena datang tanpa beri kabar, sebenarnya Mama ingin ngobrol sama kamu seperti dulu," ucapnya, ternyata kedatangan Widya ke klinik Nanda bukan ingin memeriksa gigi, melainkan ingin mengobrol lantaran rindu dengan mantan menantu idamannya itu. Sayang sekali Juna memilih orang yang salah.
" Kita sudah lama tidak mengobrol lagi, Mama harap walaupun kita sudah tidak lagi keluarga. Apa masih boleh sama seperti dulu?" Tanyanya, dia tidak ingin silaturahmi hilang hanya karena perceraian dengan anaknya. Widya tetap ingin dekat dengan mantan menantunya itu layaknya ibu dan anak karena sudah sangat menyayangi Nanda seperti anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
Manda tersenyum lalu dia menggenggam tangan mantan mertuanya tersebut. " Tentu saja, karena sampai kapanpun Mama adalah Mama kedua bagi Nanda. Maaf ya karena terlalu sibuk jadi tidak sempat menghubungi Mama," ucapnya tulus.
Widya sangat terharu, entah apa yang ada di dalam pikiran anaknya itu sampai-sampai wanita sebaik Nanda malah di sia-siakan dan lebih memilih wanita yang tak berperasaan seperti Nayla. Sungguh sangat disayangkan, dia sudah berusaha untuk membuat masa depan anaknya bahagia, tetapi malah memilih jalannya sendiri.
" Terima kasih Nak, kamu memang wanita yang baik hati. Mama hanya berharap semoga kedepannya kamu bisa mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintai kamu dan membahagiakan kamu seumur hidup." Doa tulus terucap dari mantan mertua.
" Amin terima kasih Mah." Keduanya saling menggenggam tangan dan saling melempar senyum.
" Gimana kalau kita makan siang bareng?" Nanda melihat jam tangannya, sudah waktunya istirahat untuk makan siang lalu dia mengajak mantan mertua untuk makan bersama, sama seperti dulu yang mereka lakukan.
__ADS_1
" Baiklah, di tempat biasa kan?" Kata Widya. Nanda mengangguk, mereka pun keluar dari klinik dan pergi menuju restoran tempat favorit mereka, dan Nanda yang mengemudi pakai mobil miliknya.
" Sudah lama banget kita gak kesini, jadi kangen sama makanan di restoran ini," ucap Nanda. Widya pun demikian.
Saat mereka tengah asik makan siang bersama tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dan langsung duduk tanpa permisi dengan wajah angkuhnya.
" Wah-wah, mantan menantu dan mantan mertua masih akur aja ya," ucapnya sok akrab.
" Hay Nay, gimana keadaan kamu dan kandungan kamu?" Tanya Nanda, dia tidak ingin mencari musuh. Walaupun wanita di sampingnya ini bukan lagi sahabatnya setidaknya dia masih ingin menyapa. Dan Nanda juga belum mengetahui pasal peristiwa keguguran Nayla yang memang nyatanya tidak pernah ada.
__ADS_1