
Ghea menjalankan pekerjaannya dengan baik walau pikirannya tertuju pada ibu nya, saat istirahat Ghea pergi ke tempat sepi, karena tau Ghea tidak bisa menahan apa yang ada dipikiran Ghea tentang ibunya, dia harus berfikir bagaimana membayar hutang ibunya ke rentenir itu, Ghea juga belum tanya berapa nominal uang yg ibunya pinjam dan apapun caranya ibunya harus sembuh,
tak selang beberapa menit Ghea melihat ada seorang nenek yang berjalan seperti kebingungan, saat Ghea akan berjalan menuju nenek itu terlihat jelas motor berarah nenek itu saat beberapa senti lagi mengenai tubuh nenek itu Ghea menolongnya dan ghea lah yang tertabrak,
praakkk"
Ghea tergeletak pingsan
nenek itu sangat terkejut lalu dia terpaksa menelepon seseorang,
"Dwei, kamu dimana? nenek lagi di xxx tolong kemari, " (lirih sang nenek)
saat Ghea membuka mata Ghea terkejut karena dia tidak tau sedang berada dimana,terdapat di jidat dan lututnya luka yang sudah di balut perban rasanya kepala Ghea pusing, dalam benak Ghea
"siapa yang membawaku kesini ?
wah rumah ini mewah sekali" (sambil melihat ke sekeliling)
ada seseorang menuju Ghea dan membuka pintu kamar, itu tadi nenek yang Ghea tolong
"kamu gak apa apa nak" (menggoyang goyangkan tubuh ghea)
Ghea melongo kenapa nenek ini nampak tidak asing?
saat Ghea akan menjawab, Dylan masuk dan nenek itu bertanya
"nenek khawatir sama dia tolong kamu jaga dia nenek akan membuatkan ramuan herbal China" (ujar sang nenek masih berbahasa China)
Ghea hanya melongo tidak percaya kenapa ada CEO Dylan disini dan nenek tadi bilang dia neneknya
"kamu tidak apa apa?" (nanya dengan singkat)
"ah anu pak CEO kenapa saya dibawa kesini?"
"kamu tadi tertabrak karena menolong nenek ku, saya berhutang sama kamu, apa yang bisa saya bantu, agar saya tidak punya hutang padamu" (dengan wajah datar)
"saya tidak meminta bayaran, " (ujar Ghea)
dalam hati Ghea kok kesel ya Ama CEO ini bisa bisanya dia bilang gitu
"kebanyakan orang yang kenal saya membantu hanya karena ada maunya, jadi saya tidak percaya ada orang yang tulus" (sembari buang muka)
"oh bapak berpandangan seperti itu?
jika orang yang kenal sama bapak menolong hanya ada maunya lalu apakah saya tau kalo ini nenek nya bapak CEO?
(saking kesalnya)
lalu tibalah nenek CEO sambil membawa racikan herbal China yang dia buat tadi
"nak kamu anak baik, terimakasih sudah menolong jarang jarang ada gadis sebaik kamu biasanya gadis jaman sekarang acuh tak acuh, wah nenek jatuh cinta sama kamu andai saja kamu jadi cucu menantuku" (ngomong bahasa China agar Ghea tidak mengerti gegrutuknya sambil menoleh kearah dylan)
namun Ghea kan pintar berbagai bahasa apalagi Ghea leluhurnya orang China
sudah pasti dia mengerti, namun hanya melotot sambil mangap, begitupun dengan Dylan karena percuma saja nenek nya berbahasa seperti itu Ghea pasti mengerti
__ADS_1
"nenek dia bisa mengerti apa yang nenek bilang tadi" (dengan wajah kesal)
"loh kamu bisa toh eh maaf, aduh cantik sekali, nak nenek minta maaf ya gara gara nenek kamu yang terluka" (sambil mengusap pipi Ghea)
"iya tidak apa apa nyonya" (nunduk)
"kok panggil nyonya kamu panggil aja omma gak papa" (ujarnya serius)
"nenek aku berangkat kerja dulu, lain kali kalo mau kemana mana bilang atau nggak kan nenek ada bodyguard "
"iya sana kamu pergi " (ujarnya mengusir)
"dan kamu istirahatlah dulu nanti kembali bekerja setelah sembuh" (pergi tanpa menoleh)
Ghea merasa tidak nyaman apalagi pandangan CEO terhadap Ghea seperti itu, tidak bisa dipercaya bagaimana Dylan berfikiran seperti itu.
"nak nama kamu siapa? apa kamu bekerja dikantornya?" (pertanyaan nenek menyadarkan Ghea)
"ah nama saya Ghea nyonya, sa saya sekretaris nya CEO" (gugup)
"kan omma udah bilang jangan panggil nyonya panggil saja omma ya, apa Dwei sedingin itu dikantor atau memang dia setiap harinya seperti itu?" (tanya omma karena dia nggak tau kalo cucunya seperti itu)
"eum anu...
terpotong oleh omma
"hiis anak itu gimana dia menjomblo terus kelakuan dia saja sudah bikin orang takut duluan untuk mendekatinya" (menepuk jidat)
Ghea terperangah apakah benar ini nenek Dylan, karena jauh sekali sifatnya bertolak belakang dengan neneknya itu,
Ghea tidak merasa tenang Ghea ingin pulang karena dirasa tidak apa apa,
"nanti biar bodyguard omma anterin ya" (sambil memegang lengan Ghea)
"oh tidak usah omma saya nggak apa apa kok, nanti saya tunggu taxi online saja"
"kamu hati hati dijalan ya," (sambil mengatar kedepan,dan menunggu taxi)
saat taxi sudah sampai Ghea baru saja melangkah kan kaki omma memegang lengan Ghea
"Apa kamu punya pacar? suami atau apa lah itu?"
Ghea terkejut kenapa nenek bertanya seperti itu ditambah lagi lengannya di genggam erat
"euu saya belum... (terpotong)
"yes yes yes, masih ada kesempatan kan" ( bahasa China)
walau Ghea kebingungan kenapa omma bisa seperti itu,
Ghea lalubpergi meninggalkan sang omma dengan melambaikan tangan
saat sudah depan rumah, mobil dan barang berharganya sudah kosong, lalu kemana barang barang itu, Ghea hanya bisa terkejut sambil melihat ke sekelilingnya, terdapat ibu sedang menangis gemetar,
"ibu kenapa ? ada apa ini Bu?" (sambil memeluk ibunya)
__ADS_1
"kak tadi ada rentenir karena ibu sudah kehabisan uang makanya rentenir itu mengambil mobil dan barang lainnya" (berusaha tegar)
"ibu tolong jawab jujur, berapa uang yang ibu pinjam ke rentenir itu?" (tanya Ghea)
"i ibu, ibu pinjam uang senilai 100 juta Ghea tapi waktu itu ibu masih ada tabungan lalu ibu Bayar hutangnya tinggal sisa 60 juta lagi, Ghea Boby maafkan ibu ya, ibu hanya membebani kalian" (menangis dengan wajah yang sangat pucat)
"ibu, aku akan usahain buat bayar kerentenir itu tapi aku mau fokus ke penanganan kanker yang ibu derita aku mau ibu sembuh Bu, kita jual aja rumah ini ya Bu kita pindah ke kontrakan Ghea sama Boby gak apa apa"
"ini kan banyak kenangannya kita dan alm.ayah kamu Ghea, ibu i ibu mana mungkin menjual rumah yang ibu dan ayah mu bangun" (menangis terisak Isak)
Ghea hanya menahan air mata yang hampir terjatuh, peskipun Ghea orang yang bawel namun Ghea sangat tidak ingin menangis didepan orang tua ataupun orang lain
"Boby ambilkan minum untuk ibu ya"
"iya aku ambilkan" (tak terasa Boby menangis sambil mengambil air dari galon)
"ibu jangan pikirkan apa apa ya ibu istirahat aja, "
ibu Ghea baru tersadar jidat dan lutut Ghea terluka
"ini kamu kenapa ? kok bisa kayak gini, sakit ya?" (ujar ibunya sambil memeluk Ghea)
"Ghea nggak apa apa kok Bu, jangan khawatir yah"
lalu disaat ibu dan Boby tertidur Ghea masih belum bisa tidur banyak yang dia pikirkan.
lalu Ghea membuka handphone nya ternyata banyak panggilan dari Riri 5 kali dan CEO menelpon 1 jam sesudah ghea pulang namun tidak terjawab
Ghea lupa siang tadi saat istirahat Ghea pergi gitu aja tanpa ngajak Riri,karena hal itu Riri sangat khawatir,
Ghea membalas satu satu
"ah ri maaf ya aku tadi siang gak ngajak kamu, aku sedang tidak fokus aku ingin cerita besok boleh?" (chatt dari Ghea)
"kamu bikin khawatir tau, kamu kalo ada sesuatu curhat dong sama aku apa kamu masih belum ngaggap Aku teman kamu Ghea? kamu gak papa kan?" ( balasan Riri)
"*nanti aku ceritain besok ya ri, aku udah harus cek email CEO dulu ya,"
"oke Ghea*"
lalu saat Ghea ingin menelpon CEO pas sekali CEO menelpon Ghea dan mengangkatnya
"kamu tuh ya saya kan telpon kenapa gak diangkat sih kemana aja, saya nggak suka orang sepertimu mentang mentang saya berhutang karena telah menolong nenek saya, kau bisa seenak nya seperti ini?
apa kamu sudah memeriksa email saya ?
terus kamu sudah membuat notulen buat rapat besok tidak, kamu tau gara gara kamu saya gak jadi rapat sama direktur Ezra dari perusahaan Adi Wijaya!! "
Ghea bak disambar petir bagaimana tidak dia harus melewati beberapa masalah sekaligus hari ini?
Ghea teringat lagi apa yang telah terjadi hari ini dan membuat Ghea sangat sedih, kalau saja Ghea tidak sedang membutuhkan uang Ghea pasti sudah memakinya
"pak saya sudah membuat notulen buat besok rapat,saya juga sudah mengecek email, dan mengatur waktu rapatnya , "
"yasudah besok kamu jangan sampai terlambat, " (mematikan telepon)
__ADS_1
tutt Tut tutt
ingin sekali Ghea membalikan ucapan CEO tadi bahwa bukan nya Ghea tadi disuruh istirahat saja? kerjanya nanti kalo udah sembuh, Ghea tidak mengerti lagi untung nya Ghea gerak cepat.