Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 21: semburan air


__ADS_3

Ketika kamu melakukan sesuatu yang mulia serta indah akan tetapi tidak ada satu orang pun yang memerhatikan, maka jangan merasa sedih. Sebab matahari pun mampu tampil cantik setiap pagi hari meskipun sebagian besar penontonnya masih tertidur. –


setelah kontrak mereka resmi, Erlangga pergi tentunya sambil berjabat tangan


"senang bekerjasama denganmu" ujar Erlangga sambil tersenyum agak sinis


membuat Dylan bertanya tanya apakah dia memang benar benar berniat bekerjasama dengannya


pas dilawang pintu Erlangga perlahan berjalan namun didepan terdapat Ghea yang sedang membawa beberapa dokumen sepertinya akan masuk keruangan Dylan


posisi agak dekat dan berlawanan arah mereka menangkap pandangan satu sama lain, shingga Ghea merasa familiar


saat semakin dekat Ghea membiarkannya lewat begitu saja namun erlangga merasa heran kenapa Ghea tidak mengenalinya padahal dirinya sangat sangat mengenali Ghea sampai sekarang.


"nih dokumen yang Anggi buat, dan sekarang kita harus cepat rapat" berusaha sopan meski agak memalingkan wajah


Dylan melihat kearah Ghea dengan sangat dingin


"kemana saja kamu? bukankah kamu ini sekretarisku harus selalu ada disamping aku? " dengusnya agak sedikit kesal


"oh tadi aku lihat ada tamu jadi nunggu ruangan kosong " memalingkan wajah sambil mulut kumat Kamit


namun meski begitu Dylan tau bahwa Ghea sedikit mengejek


"dimana rapatnya" tanya Dylan padahal dari awal sudah tau namun sedikit ingin mengerjai Ghea


Ghea memutarkan kedua bola matanya


"di apartemen w" tersenyum paksa


"ini orang lupa apa emang pelupa cih" tambahnya dalam hati


"besok nenek berangkat ke China kita harus antar nenek ke bandara" sedikit mengingatkan


"aku gak lupa tuh" jawabnya singkat


Ghea kembali kelur dari ruangan dylan dan terdapat Riri melambaikan tangan seperti mengisyaratkan akan berbicara sebentar


"Ghea kamu kan sekretarisnya CEO apa kamu liat gerak gerik CEO atau panggilan video dari istinya?" ujar Riri tiba tiba


membuat Ghea kebingungan kenapa Riri sampai bertanya seperti itu


namun Ghea hanya menggelengkan kepala

__ADS_1


"haaah aku akan cari tau seberapa cantik dan baik ya istrinya itu, pernikahan misterius ini harus terpecahkan" tambahnya sambil membelitkan kedua tangannya didadanya


"kamu tuh kenapa sih ri bentar bentar seperti kagum sama CEO bentar bentar seperti benci CEO" ujar Ghea penasaran


"aku gak kagum sama dia aku juga gak benci sama dia cuma aku kesal aja kenapa istrinya sampai disembunyikan gitu jadi penasaran kan aku" gak jelas namun membuat Ghea sedikit merasa bersalah bahwa istinya Dylan adalah Ghea


"aku agak risih ketika sedang jam istirahat tapi semua pada bahas istri misteriusnya CEO aku kan jadi gereget" dengusnya


"kamu sendiri suka sama CEO ?" pertanyaan Gheaembuat mata Riri melotot


"kamu ini Ngada Ngada, aku udah gak kagum tuh sama dia semenjak lancang memecat temanku yang berharga " sambil peluk Ghea dan sambil berbisik bisik


saat jam istirahat, mereka asik mengobrol kan tentang pernikahan CEO hingga membuat Ghea merasa sangat bersalah kepada banyaknya orang yang mengagumi Dylan sementara Anggi dari jarak yang tak begitu jauh membawakan minuman yang dipesannya dari gojek tadi


"menurut kamu apa pendapatmu tentang CEO Ghea?" ujar Anggi


"kenapa harus aku? kaliankan yang membahas terus tentang CEO aku sih gak tertarik" ujar Ghea seadanya


"ayolah kamu kan sekretarisnya CEO" jawab Anggi


"kalian gak tau aja dia kelihatannya saja dingin dan galak sebenarnya dia terlihat bodoh bagiku, aku gak suka sama dia dan aku gak mau tau dia, dia nyebelin" ujar Ghea yang sedikit kesal terhadap dylan


namun mata Anggi dan Riri sedikit melotot dan berkedip cepat melihat arah belakang ghea dan mengisyaratkan agar ghea berhenti berbicara buruk terhadap dylan


awalnya Ghea merasa bingung kenapa Riri dan Anggi berekspresi takut, lalu Ghea pun melihat kebelakang sambil meminum minuman yang Anggi kasih tadi karena kaget Ghea menyemburkan ke minuman yang berada dalam mulutnya ke Jaz yang dipakai Dylan, Dylan hanya terdiam dan tak berbicara apapun hanya bisa mematung bagaimana bisa Jaz mahalnya tersimbur air dari mulut Ghea


"apa kamu sedang menjelek jelekanku?" tanya Dylan pada Ghea dengan kesal


"aku gak menjelek jelekan kamu, pada dasarnya memang kamu bodoh" mengejek


"ganti Jaz ku karena kamu harus tanggung jawab" ujar Dylan sakin Ghea marah karena menurutnya dia gak salah


"cih aku gak salah, bukannya aku juga rugi karena kamu buat aku tersedak?" meledek ledek sehingga membuat Dylan mengepal tangannya


Dylan melihat Riri dan Anggi dan membuat mereka sedikit takut karena takut dipecat tapi sepertinya tatapan Dylan berbeda seperti memberitahukan bahwa cara bicara Ghea dan Dylan berbeda agak sedikit akrab


Ghea melihat Dylan yang seperti sedang menahan amarah.


"kenapa kamu mau marah? dasar kolor beru..." terpotong karena mulut Ghea ditutup oleh tangan Dylan dan membawa Ghea pergi untuk mengikutinya


"lepaskan, kamu shchxhs&@+#*" tak jelas karena mulutnya masih dibungkam oleh Dylan sehingga semua pegawai yang lain sedikit heran namun mereka mengira Ghea akan dipecat kembali karena melakukan kesalahan


sementara Riri dan Anggi hanya saling pandang

__ADS_1


"aku yakin ada udang dibalik batu" ujar Riri dalam hati dan tersenyum sinis


saat diruangan Dylan, dia melepas tangannya dari mulut Ghea, lipstik Ghea berantakan tak karuan hingga membuat Dylan terbahak bahak, ditengah itu Ghea baru pertama kali melihat Dylan yang dingin dan galak tertawa sampai terbahak bahak seperti itu


"kamu itu kalo orang ngomong dengerin, pake bungkam mulut aku segala abis itu tanpa permisi bawa paksa aku kesini kenapa sih, habis itu kenapa kamu tertawa apanya yang lucu" masih mengomel ngomel


"aku baru pertama kali melihat beruang madu bisa melawak" masih sedikit tertawa


"apaan sih" karena Ghea melihat Dylan tertawa sambil nunjuk nujuk wajahnya, Ghea mengambil cermin yang ada didalam tas miliknya betapa kagetnya dia ketika melihat lipstiknya sudah berantakan


"hiii dasar gila wajahku jadi berantakan seperti ini kan, gimana ini mana kita harus cepat cepat ke apartemen w nanti terlambat rapatnya bodoh" ujar Ghea tidak berhenti mengomel


namun ekspresi berantakan Ghea dan omelannya membuat Dylan semakin tertawa karena itu semakin lucu terlihatnya.


"kamu berhenti ketawa atau aku paksa kamu ganti baju" ujar Ghea membuat Dylan berhenti tertawa


"yaudah sini ganti kalo mau" sedikit mengejek Dylan


"dasar mesum, cepat ganti dan aku akan merapikan lipstikku" jawab Ghea sedikit memperingati


saat Ghea mencoba merapikan lipstik yang berantakan Dylan melihat Ghea dalam hatinya berkata


"kenapa aku bisa tertawa gara gara gadis ini? hah lucu"


Ghea kembali melihat kearah Dylan ternyata Dylan belum mengganti jaznya


"hei kenapa masih belum ganti" ujar Ghea


"oh apa aku boleh mengganti Jaz ku didepanmu apalagi satu ruangan denganmu nanti kamu ngatain aku mesum lagi" sambil mengingatkan


Ghea tersadar kenapa harus diruangannya juga dia merapikan lipstiknya dan bagaimana pula dia mengganti pakaiannya sedangkan Ghea saja masih didalam


Ghea pun keluar dari ruangan dylan namun semua pegawai melihat Ghea dengan tatapan keheranan


"sekretaris Ghea apa kamu gak dipecat?"


"sekretaris Ghea apa kamu habis dimarahin CEO?"


"kamu berbuat apa sehingga CEO membungkam mulutmu, sepertinya kamu bertengkar dengan CEO "


ujar para pegawai lain ada yang khwatir ada juga yang sedikit curiga


"ah anu saya tadi gak sengaja menyemburkan minuman ke Jaz milik CEO tapi saya gak dipecat ko" ujarnya sedikit ragu namun ada pula jawaban Ghea tak membuat puas salah satu pegawai wanita Ghea juga sempat melihat kearah nya tatapan pegawai itu seperti tidak suka mendengar apa yang dikatakan oleh Ghea

__ADS_1


hari dimana hari kembalinya bekerja sebagai sekretarisnya Dylan yang sedikit membuat Ghea sulit karena hal tadi pun berlalu hingga rapat pun sudah berlalu mereka masih bisa melewatinya tanpa ada kendala apapun meski Ghea dan Dylan sedikit bertengkar tadi namun mereka berusaha profesional


jam kerja hari ini sudah selesai Ghea kembali pulang duluan tanpa bersama Dylan sebenarnya Riri mengajak Ghea pulang bersama dengan diantarkan oleh Galang Naumun sayangnya Ghea tak bisa karena tak mungkin untuk ikut bersamanya sedangkan dia sekarang tinggal dirumah dylan


__ADS_2