
Riri dan Galang pamit pulang meski awalnya mereka akan menginap namun ibu Riri dan ayahnya akan pulang
Ghea kembali kekamar sesaat sangatlah melelahkan hingga dia terlelap tidur
saat pagi tiba tubuh Ghea menggeliat ketika merasakan silau dari celah jendela dia bangun dan mengucek ngucek kedua matanya saat melihat kearah samping dia terkejut ketika melihat Dylan tertidur disebelahnya tampak tak percaya Ghea kembali mengucek matanya ternyata benar orang yang sedang tertidur disampingnya adalah Dylan
"kenapa ini makhluk ada disini?" ujarnya dalam hati
teringat kembali kejadian kemarin hingga membuat dia kesal kembali terhadap dylan
"Haah dasar menyebalkan, kenapa juga harus tidur disini sih" sekali lagi ujarnya
Ghea bangkit dari tempat tidur bersiap siap pergi kekantor walau dia kesal dia harus tetap profesional terhadap pekerjaan, dan setelah mandi dia pergi kedapur dari semua ruangan ibunya tidak ada dirumah
lalu terdengar nada dering dari handphone miliknya ternyata itu panggilan suara dari ibunya
"hallo, Ghea ibu antar adik kamu rapat jadi mungkin ibu pulang siang, kamu gak usah bikin sarapan ibu udah siapin sarapan buat kalian" suara yang sedikit agak bising
"loh ibu gak bilang ke Ghea mau ada rapat, terus kenapa Dylan ada disini kapan dia kesini Bu?" tanya Ghea
"Boby lupa kasih tau ibu jadi agak mendadak, oh soal Dylan malam sekali dia datang mau jemput kamu tapi kamu tertidur pulas mungkin dia gak tega bangunin kamu" sedikit membuat Ghea mengerutkan halisnya
"Ghea ibu tau kamu kerumah ibu awalnya karena lagi berantem kan sama Dylan? ibu tau memang berat buat kamu, tapi tolong pertahankan rumah tangga kamu jangan sampai kamu menyerah hanya karena bertengkar, ingat bertengkar dalam rumah tangga itu hal yang wajar" sedikit menasehati Ghea namun Ghea hanya terdiam
"masalahnya aku gak cinta sama Dylan Bu" ujarnya dalam hati
"Ghea? Ghea kamu denger ibu bicara kan?"
"iya Bu Ghea denger kok, yaudah ibu jangan cari Ghea ya Ghea mau berangkat kekantor" ujar Ghea namun ibunya mengerutkan kening karena belum tau Ghea bekerja kembali dikantor Wiratama
"kamu bilang apa kekantor?" tanya ibunya keheranan
"iya Bu Ghea sangat bosan dirumah terus jadi minta Dylan buat izinin Ghea kerja lagi" ujarnya menjelaskan "padahal dia yang minta aku kerja kembali tuh" tambahnya dalam hati
"ibu Ghea tutup dulu teleponnya ya, dah Ghea sayang ibu" ujarnya
"iya nak, ibu juga sayang kamu" sambil menutup teleponnya "dan sangat berharap hubungan kalian semakin membaik dan berbahagialah nak" ujar ibu andin dalam hati
Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, LALU LENYAP !!
Dan ketahuilah mata itu MENIPU jika tidak didasari oleh pikiran yang POSITIF dan HATI NURANI yang TERPUJI.
Dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, karena semua di DUNIA ini FANA
"kenapa gak bangunin sih?" ujar Dylan dari belakang membuat Ghea kaget
__ADS_1
"kamu apa apaan sih seperti tuyul aja" dengusnya kesal
Ghea yang sedang merapikan sarapan pagi tanpa melihat Dylan
"apa kamu marah karena soal kemarin?" tanya Dylan hingga Ghea berhenti dan menghembuskan napas sejenak
"maaf karena emosiku telah berlebihan, tapi kita lihat saja nanti siapa yang akan bersikap ramah padaku dikantor nanti" tambahnya membuat Ghea melihat Dylan dengan tatapan tidak mengerti apa maksudnya
"apasih ini orang minta maaf apa mau ngajak ribut lagi sih aneh" ujar Ghea dalam hati
"sudahlah cepat kau saparapan, dan iya ketika nanti kita pulang peraturan tidur dalam satu kamar tidak berlaku selama Oma tidak ada nanti biar aku yang tidur dikamar tamu" ujar Ghea sembari pergi membawa dokumen dan membiarkan Dylan sendirian
"hei tunggu ini kan bukan rumahku bagaimana kamu meninggalkan aku sendirian disini?" tanpa dilirik oleh Ghea
"hei, hei beruang madu" ujarnya berteriak untuk yang kesekian kalinya
"kau tau kata orang CEO Dylan adalah orang yang paling dingin tapi bagiku kau orang yang paling berisik" ujar ghea suara dari kejauhan
mereka pergi kekantor dengan waktu yang sama namun berangkat yang sama sekali tidak bersama
setelah itu Ghea masuk kekantor dengan sangat buru buru karena sudah agak terlambat, saat Ghea baru saja masuk Ghea sudah dipanggil oleh manager Kelvin
"Ghea tolong kamu keruangan CEO dia udah nunggu kau dari tadi" ujar manager Kelvin sedikit berbisik
"apa lagi sih beruang kutub ini" ujar ghea dalam hati namun tetap terus berjalan menuju ruang milik Dylan tersebut
dalam sekejap wajah Ghea sangat sangat berusaha sopan dan tersenyum paksa
"selamat pagi pak CEO ada yang bisa saya bantu" ujar Ghea dengan penuh keterpaksaan
"kau tau wajahmu sangatlah jelek ketika tersenyum dengan keadaan terpaksa seperti itu" ujar dylan sambil sedikit mengejek
Ghea masih terdiam sedangkan Dylan sedikit terkekeh
"ada yang bisa saya bantu pak CEO ?" menahan diri
"coba periksa kembali dokumen yang ini" ujar Dylan
Ghea kembali memeriksa dengan sangat teliti namun tidak ada sedikitpun kejanggalan
dia mengerutkan keningnya dan melihat kearah Dylan dengan tatapan tidak mengerti
"ya aku tau dokumen ini tidak ada yang salah" ujar Dylan hingga membuat Ghea tak habis pikir
"yang salah itu kamu CEO gila" ujarnya dalam hati sambil mbayangkan sedang menjambak rambut dyanl
__ADS_1
Ghea memutarkan kedua bola matanya dan pergi tanpa melihat Dylan sedikitpun karena dia rasa jika sekali saja Ghea melihat wajah Dylan seakan akan tangannya itu akan menjambak rambutnya
"dasar sekretaris gak ada sopan santunnya" dengusnya
namun masih terdengar jelas ditelinga Ghea
"kau yang gak ada sopan santunnya tuh dasar ingin sekali aku sebarkan bahwa CEO yang agung dan dingin itu ternyata suka memakai celana kolor beruang kutub" grutuknya sambil menggera gerakkan bibir nya
"Ghea" ujar Dylan dari belakang sedikit kesal karena grutukan Ghea terdengar Dylan
lalu Ghea menoleh kebelakang nampak Dylan sudah memeluk dadanya dengan kedua tangannya sedikit agak duduk dimeja dengan mengangkat satu halisnya
lalu karena kesal Ghea kembali kearah Dylan dan tepat didepan Dylan Ghea menatap Dylan dengan tatapan tajamnya dan mengangkat satu halis nya sedikit menirukan gaya Dylan
"kenapa aku juga bisa" ujar Ghea
"hawwwrrrr" mengaung mengejek Dylan hingga mata Dylan terperonjak tak percaya apa yang dilakukan Ghea
lalu Ghea cepat cepat pergi dengan sedikit menahan tawa karena apa yang dia coba untuk tidak melakukan hal itu akhirnya bisa juga dia melakukannya
Ghea menutup pintu sambil tertawa sedikit puas namun pegawai sedang melihatnya dengan keheranan termasuk Riri
"apasih Ghea kamu mau dipecat sama CEO kalo ketawa seperti itu rasanya aneh" ujar Riri sedikit berbisik
"nggak apa apa kok aku cuma sedikit puas sama si beruang kutub Utara, soal pecat coba aja kalo bisa" melewati Riri namun masih tertawa
"hiih apa sih nih anak kadang kadang" memasang wajah julid
"Ghea kamu sudahi tawa kamu itu jika tidak CEO akan benar benar pecat kamu Ghea duh ini anak" ujar Riri sedikit malu karena masih dipertontonkan oleh banyaknya pegawai
lalu Ghea berhenti tertawa dan sedikit menahan tawa nya
"akan aku lanjutkan tawaku nanti sepulang dari kantor" ujarnya dalam hati
"lanjut saja kalian bekerja kita semangat ya dan berjuanglah" ujarnya dengan tegas sambil mengepal tangan kanannya
sedikit membuat mereka aneh tapi sangatlah lucu bagi mereka pula karena jika seperti itu Ghea sangatlah imut
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.
Bila kita tidak dapat menjadi JALAN BESAR, cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.
hallo readers tersayang mohon maaf karena author sangat lambat updatenya dikarenakan tubuh yang kurang fit ini🙏
sekali lagi mohon untuk dimengerti, untuk itu jagalah kesehatan kalian ya 🥰
__ADS_1