Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 25: jangan kelayapan


__ADS_3

pas jam istirahat kantor Riri sudah memesan minuman favorit nya untuk saling berbagi dengan yang lainnya sementara Ghea menolak dikarenakan Ghea lebih memilih susu pisang


"boleh tanya sesuatu gak?" ujar Riri tiba tiba


namun Ghea mengangguk


"hubungan kamu sama CEO bukan hanya bekerja dikantor saja kan?" pertanyaan Riri membuat Ghea tersedak


"Bukan, bukan kok kamu bilangnya gitu ?" tanya Ghea


"mungkin bukan aku saja yang berpikir seperti ini namun jelas sekali kalian tampak akur walau agak kacau diantara kalian seperti .." tidak melanjutkan karena pandangan Riri dibuat heran dengan melihat ekspresi wajah Ghea yang sedang panik


"apa iya terlalu jelas?"


"kalo aku bilang aku ini isteri kontrak nya gimana?" ujar Ghea dalam hati


"apa kamu bekerja juga dirumah CEO?" tanya Anggi tiba tiba yang muncul dari sejak kapan


"aku, ah aku tidak kok aku bekerja hanya disini saja" sedikit gagap


"aku kira begitu ya awalnya cuma mau tanya isteri CEO seperti apa jika memang kamu bekerja tapi kalo kamu bilang nggak mungkin memang benar kalau kamu gak tau apa apa" ujar anggi


jam kerja telah tiba kembali dengan memfokuskan diri masing masih bekerja untuk hari hari yang sangat sibuk itu


Dylan keluar ruangan sepertinya dia akan menemui seseorang namun Ghea yang sekretarisnya saja tidak tau apalagi pegawai lainnya


setelah beberapa menit Dylan berjalan bersama orang tampan dengan rambut gondrong namun memakai setelan Jaz yang bisa membuat pegawai wanita terhipnotis


orang itu adalah Erlangga


saat Ghea melihat kearah belakang Dylan Ghea melotot tak percaya orang yang sedang berjalan bersama suaminya itu adalah Erlangga


"sepulang kerja boleh kita minum kopi bareng" ujar Erlangga sedikit membisikan ditelinga Ghea


Ghea masih belum mengerti kenapa ada Erlangga dikantor Dylan


didalam erlangga dipersilakan duduk namun erlangga tiba tiba menanyai sesuatu yang membuat batin Dylan bergejolak panas


"bukankah itu sekretarismu yang bernama Ghea?" ujarnya melihat Dylan tampak tak menggubrisnya


"kenapa dia gak diajak kesini bukankah dia penting ya diperusahaan mu ini kenapa bisa dia gak masuk kesini" banyak pertanyaan namun semua itu masih tentang Ghea


"kau kesini hanya untuk membicarakan gadis gila itu" ujarnya hingga Erlangga melihat kearah Dylan


"ya aku akui aku memang tertarik dengan sekretarismu dia sangat cantik dan manis" ujar Erlangga membuat Dylan menghembuskan napas


"sepertinya ada kalian pernah kenal sebelumnya" kalimat yang terlontar oleh Dylan

__ADS_1


"ah dia, ya memang begitu" tersenyum tipis


"aku tidak tertarik apapun itu, jadi tolong kita fokus saja kesoal yang penting dan urusanku mau ajak dia atau tidak karena akulah yang menggaji dia bukan kau" ujar Dylan membuat Erlangga mengerenyitkan halisnya


"baiklah" ujar Erlangga singkat


setelah sua pekerjaan kantor selesai dan seluruh pegawai pulang Ghea menunggu taxi didepan kantor yang sama sekali belum ada yang nganggur


namun dari arah kejauhan Ghea meliha seseorang melambaikan tangan dan dia mengenalinya orang itu adalah Erlangga yang berjalan menuju Ghea


"Ghea sudah lama sekali gak nyangka kita bertemu lagi" ujar Erlangga


"iya bagaimana kabarmu Angga, eh sepertinya aku gak usah tanya apapun ya udah jelas kamu sangat menikmatinya" ujar Ghea namun Erlangga masih tersenyum dan melihat kearah Ghea yang penuh dengan arti


"jangan melihatku seperti itu" ujar Ghea membuat Erlangga sedikit gerogi


dimana percakapan mereka semakin berlanjut dan akan dilanjutkan di kafe dekat kantor Ghea meminta supaya Riri juga ikut bersama namun saat percakapan Erlangga dan Ghea ada yang memperhatikan dengan samar samar dia adalah Dylan


"dasar betina" ujar Dylan seperti tidak suka melihat hal tersebut


Perjuangan dalam membangun dan menjaga esensi dari cinta, karena cinta bukan ditemukan melainkan ditentukan lewat keinginan untuk membangun


Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk sesuatu yang tidak diketahuinya akan jauh lebih menenangkan dan dihormati, daripada selalu merasa serba tahu


Ghea, Riri dan Erlangga asik mengobrol hingga mereka harus saling berpamitan


"Ghea dulu bukanlah kesalahan tapi jika itu salah bagimu, tolong berbaiklah padaku untuk menjadi teman yang tulus" ujar Erlangga sambil meminta berjabat tangan


"baiklah angga" menerima jabatan tangan dari Erlangga membuat Riri mengerutkan dahinya karena tidak mengerti apa maksud dari Ghea dan Erlangga


"aku pulang dulu ya Angga, Riri " ujar ghe sambil melambaikan tangan


"loh Ghea kamu gak ikut aku ayo bareng pulangnya" tawar Riri t


"gausah RI kamu aja ya, daaah" kembali memeluk Riri


sedangkan Riri masih menunggu Erlangga


"hiih dasar ya si idot kemana sih lama banget udah sore banget lagi mana gerimis lagi huh" grutuk Riri yang dijawab dengan kelakson mobil yang berasal dari seberang dia adalah Galang


Galang turun dari mobil nun dengan wajah yang sedikit memaksakan


"kenapa wajah kamu? jelek banget sumpah ya" ujar Riri


"heh cewek gila aku kan kerja untuk mamah papah kamu khusus kekantor, kenapa malah jadi sibuk anter jemput kamu sih" ujar Galang


"heh mau aku aduin, udah ya berhenti mengoceh" Riri yang tiba tiba masuk ke mobil

__ADS_1


kembali ke Ghea..


Ghea pulang dengan sedikit terlambat untung nya tidak ada nenek Jennifer jika ada pasti akan dibanjiri banyak pertanyaan karena pulang telat dan pulang tanpa bersama Dylan


namun mata Ghea dibuat melotot karena Dylan sudah berada dirumah sebelumnya Ghea lah yang selalu pulang awal sebelum dylan


"wah wah senang sekali ya sepertinya sampai lupa waktu" ujar Dylan sembari menatap Ghea dengan tatapan tajamnya


"aku mau istirahat sekarang kan gak ada oma jadi aku tidur dikamar tamu" ujar Ghea


nmun Dylan tidak menjawab dan menurut saja


"besok aku ada pertemuan bersama teman teman ku mungkin akan pulang terlambat jadi jangan kelayaban seenaknya" ujar Dylan


"kok aku seperti sedang dinasehati oleh orang tua ya" ujar Ghea dalam hati


"bukannya yang harus dibilang kelayapan itu kamu ya huh" tambahnya


"baiklah baiklah" pasrah


lalu Ghea bersiap tidur karena hari yang telah dia lewati sedikit melelahkan membuat badan nya tak enak badan


saat Ghea ingin mengganti pakaian dalamnya tiba tiba lampu kamarnya mati dia masih menggenggam pakaian dalamnya hanya terdiam ketakutan Ghea yang sedikit takut kegelapan berteriak meminta seseorang untuk membawakan senter atau apapun itu yang menghasilkan cahaya namun tak kunjung ada seorang pun datang


"sepertinya pelayan ada dirumah sebelah"


Ghea memaksakan keluar untuk memastikan ternyata semua lampu mati


"Dylan, tolong aku takut" ujar Ghea teriak teriak


Dylan tak bisa melihat apa apa untuk mengambil handphone nya pun tak tau dia taruh dimana lalu dia berjalan pelan pelan untuk sedikit demi sedikit menuju kamar yang ditempati Ghea, begitupun Ghea jika dia terus saja berdiam diri takut saja akan membuat dia tidak bisa bergerak dan tidak bisa mendapat cahaya lalu dia memaksakan untuk mengambil handphone nya, namun entah kenapa Ghea yang bodoh masih membawa pakaian dalamnya, namun akhirnya Ghea menemukan handphone nya lalu menyalakan senter dari handphonenya lalu kembali keluar dari kamar menyenter disekeliling terdapat wajah seseorang dari cahaya handphone nya orang itu adalah Dylan membuat Ghea melempar pakaian dalamnya, pada saat itu pas sekali lampu tiba tiba menyala kembali mata Ghea melotot karena malu baru sadar yang dia lempar adalah pakaian privasi nya itu


sedangkan Dylan tak bergerak dan tak berkata apapun rasa malu dan marah bercampur aduk ketika melihat benda milik Ghea itu


"kamu orang mesum gila jangan melihatku seperti itu" ujar Ghea marah marah karena malu


"kau sendiri yang mesum melempar pakaian dalam kepada seorang lelaki" ujarnya


"tapi kamu kenapa tiba tiba ada disini aku takut tau wajah kamu jelek seperti hantu mengagetkan saja" ngomel ngomel namun pipinya merah dengan tangan yang sibuk mengambil pakaian miliknya


"lalu siapa yang berteriak minta tolong padaku? apakah itu hantu?" ujar Dylan sambil memalingkan wajah karena malu melihat Ghea yang hanya memakai handuk kimono yang terlihat pahanya yang putih setelah itu Dylan kembali melihat kearah dada Ghea yang sedikit terbuka


"aku gak tau itu pokoknya salah ka..." baru sadar bahwa Dylan sedang melihat sesuatu dari Ghea


"kamu lihat apa dasar mesum gila cabul" ujarnya


"sudahlah meskipun kau telanjang bulat sekalipun aku tidak akan melihat kamu sebagai perempuan, mana setiap kamu buat kesalahan selalu menyalahkanku" grutuknya

__ADS_1


"sudahlah" ujar Ghea yang sedikit malu


Ghea cepat cepat masuk kedalam kamar tanpa bilang apapun lagi


__ADS_2