
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, belajarlah untuk menunggu. Mungkin kalian tidak ditakdirkan untuk bersama saat ini, tapi di masa depan
lalu lembar kertas puisi Ghea dibuang?
tidak, entah kenapa walau isinya sederhana namun Dylan menyukai nya dia menyimpannya.
Ghea kembali dengan membawa makanan ringan dan buah buahan, tak sengaja Dylan saat akan keluar Ghea dan Dylan bertabrakan ,dan buah buahan yang dibawa Ghea berjatuhan
entah kenapa juga nenek Jennifer menyukai pemandangan itu begitupun ibu Ghea.
"maaf" (singkat)
"ah maaf pak saya tidak sengaja"
Ghea masuk dan tersenyum pada ibunya dan melihat kearah nenek Jennifer
omma udah bangun ternyata ya (bicara dalam hati)
"ibu Ghea bawa buah buahan ibu harus banyak makan buah buahan (sembari mencuci buah )
ah omma mau juga?" (tersenyum)
"kamu baik banget, beda sama cucu omma dia nggak perhatian, kesini cuma tangan kosong " (dengus nenek sekaligus menyindir Dylan)
Dylan hanya melihat kearah nenek dan Ghea, seperti menatap kesal Ghea, karena tau hal itu menyinggung Dylan Ghea membela Dylan, bagaimanapun Ghea berterimakasih padanya karena Ghea bisa pulang seawal ini, kalo dia tidak pulang seawal itu Ghea mana tau ibunya sedang dirumah sakit.
"pak CEO sibuk bekerja omma, mungkin pak CEO kesini terburu buru karena ingin menjenguk omma"
omma menatap Ghea dengan senyuman, entah kenapa baru bertemu saja Ghea merasa nenek Jennifer orang yang sangat baik.
"nanti aku bawakan nek sekarang aku mau lanjut bekerja, omma kalo mau apa apa kan tinggal bilang sama bodyguard nya nenek"
(pamit)
"kamu lupa ya nenek mau pulang hari ini ?
dasar anak muda terlalu banyak bekerja" (ucap sang nenek)
"Ghea kamu gak bekerja,? Pak CEO kan kembali kerja kamu nggak? " (tanya ibu Ghea)
"oh nggak bu, waktu tadi pak CEO nyuruh aku pulang ,karena gak ada jadwal jadi hari ini hanya pertemuan CEO dan pak Ezra secara pribadi doang, kata CEO sih gitu, padahal kemarin aku lihat ada email akan ada rapat bisnis"
ibu Ghea dan nenek Jennifer hanya saling menatap, seperti berbicara lewat tatapan mata, bukankah itu terlalu mudah ditebak?
hari hari pun Ghea lewati tanpa ada masalah, dan ibu Ghea sudah pulang kerumah, Ghea bekerja seperti hari sebelumnya, dia teringat kembali karena hari ini akan ada beberapa penawaran karena dokumen yang Ghea dan pegawai lain kerjakan sebelumnya merasa sangat bagus dan merasa akan membuat mereka puas dengan hasilnya,
saat Ghea berada dikantor, Ghea melihat ada Icha sedang berada diruang CEO,Ich melihat Ghea yang sok sibuk dan merasa dia diandalkan oleh CEO merasa tidak senang Ghea merasa akan ada masalah besar, namun Ghea tidak memperdulikannya
penawaran akan segera dimulai, anggi memberitahu Ghea bahwa dokumen penawaran itu hilang Ghea curiga sepertinya ada yang mengambilnya, dan melihat wajah Anggi panik dalam hatinya Ghea berkata Anggi? ah tidak mungkin dia terlihat sangat panik, baik jika begitu aku akan menyuruhnya membuat ulang dokumen itu, kita lihat jika dia membuat dari awal dengan bersungguh sungguh berarti itu bukan dia yang mengambilnya,
, lantas CEO Dylan marah besar karena hari ini yang ditunggu tunggunya hancur jika dokumen itu hilang, dan CEO menganggap ini semua adalah tanggung jawab Ghea,
__ADS_1
saat penawaran itu dimulai, Ghea meminta nya untuk menukar nomor urut nya agar perusaahan Wiratam menjadi yang terakhir, Ghea menyuruh pegawai membuat ulang dokumen penawarannya ,dirasa Ghea tidak mau dia disalahkan atas ini semua.
awalnya manager perusahaan yang dipinta Ghea untuk menukar nomor urut tidak menyetujuinya, namun direktur Erlangga menyetujuinya setelah melihat Ghea
hmm apakah ini?
"Anggi kamu kembalilah kekantor lalu buat ulang dokumennya dibantu dengan pegawai lainnya tolong, kita hanya punya waktu 30 menit" (ujar Ghea tegas)
beberapa menit pun berlalu, hingga nomor urut yang terakhirlah yang tersisa, Ghea hanya menggigit jari dan tidak bisa tenang kenapa lama sekali?
"sekarang tinggal nomor urut yang terakhir..."
lalu Ghea memberanikan diri meminta agar diberi waktu 3 menit
"tolong beri kami waktu 3 menit"
saat 3 menit akan berakhir
"sepertinya......." (terhenti)
"selesai i i ini dokumennya Ghea, tolong ini belum terlambat" (ujar Anggi dengan napas yang terenga engah)
melihat keseriusan Anggi Memeng sepertinya bukan dia yang mengambil dokumen itu, lalu Ghea memulainya dansetelah beberapa menit akhirnya kemenangan ada di pihak mereka,
saat semua merasa lega, Riri menghampiri Ghea
"Ghea dokumen penawaran kita yang terbaik diantara semuanya, aku bangga T^T" (memeluk Ghea)
Riri dan Ghea terkejut mendengar perkataan itu karena tiba tiba CEO dan maneger Kelvin datang
"sebenarnya kamu kesini ada yang harus diluruskan, soal dokumen yang hilang itu .. Anggi kemarin kamu setelah pulang kerja kemana?" (tanya Kelvin)
"sa saya pulang pak, " (berkeringat)
"kalau begitu jelaskan apa yang tertangkap CCTV ini" (memperlihatkan)
di CCTV itu terlihat Anggi belok lagi kekantor dan mengambil sesuatu
"bapak mencurigai saya?, saya kembali karena mengambil hp saya yang tertinggal, Ghea kamu percaya sama aku kan aku mana mungkin menyembunyikan dokumen hasil kerja kita? " (dengan terbata bata)
"tapi kamu.... (ucapan Kelvin terpotong oleh Ghea)
"maaf manager Kelvin saya yakin bukan Anggi, jika memang dia mengambilnya lalu untuk apa dia cape cape mengerjakan ulang dokumen itu ketika saya suruh, jika dia mencurinya bukankah cukup mengambil dokumen yang disembunyikannya tanpa harus mengerjakan ulang ya" (ujar Ghea )
membuat semua orang termangguk manggung dan membenarkan ucapan Ghea termasuk CEO
dalam hati CEO hmmm pintar juga dia ya
"lalu bagaimana jika saya tidak percaya?" (ujar CEO yang tiba tiba)
"jika Anggi yang mengambilnya saya yang akan bertanggung jawab karena telah membela dia" (ujar Ghea meyakinkan)
__ADS_1
"baiklah, untuk yang sekarang saya akan memaafkan kelalaian kalian, lalu manager Kelvin cari tau lebih lanjut siapa pelaku sebenarnya, karena ini sudah berlebihan bagi saya" (ujar CEO)
mereka berbincang bincang dengan percakapan mereka masing masih,
"ahh Ghea terimakasih kamu sudah membela aku dan mempercayai aku, kalo gak ada kamu mungkin hari ini aku udah dipecat" (memeluk Ghea)
"tidak usah seperti itu, bukankah aku juga bertanggung jawab atas ini?!"
"tapi kamu kok bisa tau kalo aku nggak mencurinya" (tanya Anggi)
"Ghea itu punya sense of justice yang tinggi". (ujar Riri memeluk Ghea )
"wah terimakasih loh, boleh nggak aku teraktir kalian?" (ujar Anggi)
"boleh boleh (ucapan Ghea dan Riri bersamaan)
mereka asyik mengobrol, dan melihat Icha yang melihat Ghea dengan tatapan tidak sukanya,
"eh kenapa sih dia disini Mulu gak malu apa pacarnya lagi sibuk, dia malah enak enakan disini gak ada kerjaan ya?" (ujar Anggi)
"sok cantik banget sih, cantikan juga gheaku huhu" (ucap Riri sembari memeluk tangan Ghea)
"ih kamu tuh ri,,"
Ghea berfikir kembali siapa orang yang telah mengambil dokumen itu hingga membuat semuanya hampir kacau, namun Ghea teringat
dalam hati Ghea berkata bukankah pagi tadi masih ada ya dokumennya?! berarti dokumennya hilang saat tadi pagi jelas jelas gak ada hubungan nya sama Anggi,
Ghea teringat bukankah dari pagi Icha ada dikantor dan sampai sekarang pun dia dikantor menunggu CEO? lalu Ghea mengecek CCTV yang berbeda dan terlihat jelas pagi itu Icha mengambil dokumennya lalu menyembunyikannya di tas miliknya
dasar bodoh kenapa banyak CCTV begini cuma satu yang diperiksa? bukankah ini tidak adil ya, aku harus memberitahu ini kepada manager Kelvin terlebih dahulu
Ghea dan Anggi berada dalam ruangan saat jam istirahat mereka mengobrol,
"sebenarnya yang ngambil dokumen itu, pacarnya CEO " (dengan tiba tiba Ghea menceritakannya)
"kmu serius Ghea? tau darimana?" (ujar Riri sembari melotot)
sontak Anggi tersedak minuman yang dia minum,
"eh aku baru ingat pagi tadi gerak gerik dia mencurigakan, aku gak curiga kesitu" (ujar Anggi)
"aku tau dari sesuatu nanti kalian juga tau jadi tolong untuk merahasiakan nya terlebih dahulu" (bisik bisik)
"eh aku pernah liat Icha itu jalan bareng sama cowok lain loh" (ujar Riri)
membuat Ghea teringat saat waktu dimana gelang Icha terjatuh dan menuduh Ghea mencurinya, Ghea ingat jelas bahwa Icha memang bergandengan mesra bersama seorang lelaki lain yang jelas bukan CEO,
"aku juga pernah lihat Icha bergandengan sama cowok lain yang pasti bukan CEO" (ujar Ghea)
tanpa mereka sadari CEO tak sengaja menguping saat ingin meminta notulen kepada Ghea namun yang terdengar dari percakapan mereka membuat CEO marah dan menahan amarahnya
__ADS_1
hari pekerjaan pun berlalu dimana sekarang Ghea harus pulang dan beristirahat saat menunggu taxi