Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 13: permintaan oma


__ADS_3

Saat semuanya seakan berhenti bahkan berakhir, berpikirlah sejenak, mungkin Tuhan mengharuskan kita untuk menyesal.


Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan.


manager Kelvin memperlihatkan CCTV saat dokumen dicuri, tentu saja membuat Icha ketakutan, Dylan melihat nya sangat marah,bagaimana bisa Icha begitu licik membuat Dylan hampir gagal saat itu, dan bodohnya Dylan telah memecat Ghea karena wanita licik itu, Dylan menatap tajam Icha sehingga membuat Icha mundur perlahan


"a anu a aku, aku terpaksa aku cemburu liat kamu terlalu bergantung sama si cewek ****** itu" yang dimaksud Icha adalah Ghea


CEO sangat ingin menampar Icha tapi dia tau bahwa dia bukanlah seorang bajingan yang menampar seorang wanita,


"kamu keluar sekarang juga dan jangan pernah temui aku lagi, jika tidak aku bisa mampu membuatmu hidup di..." tidak melanjutkan karena Icha tiba tiba memohon jangan melaporkan hal itu


Icha pergi dengan terbirit birit


saat CEO mendengus, manager Kelvin menjelaskan bahwa dia tau ini dari Ghea.


"CEO saya tau ini semua dari Ghea, dan bodohnya kita terlalu banyak mengabaikan CCTV, saat itu sekretaris Ghea tidak ingin memberitahukan ini pada CEO secara langsung karena dia takut.." melihat kearah CEO yang berpandangan kosong


"ah maaf sepertinya aku harus kembali" pergi karena Dylan sama sekali tidak bicara apapun


saat jam istirahat CEO Dylan pergi menuju Riri karena ingin menanyakan nomor Ghea


namun terlihat Riri sedang masih menelpon seseorang


"oh iya Galang kamu ibu dan ayah aku lagi cuti kan? jadi jemput aku sekarang"


"aku bukan supir kamu, tapi aku supir pribadi orangtua kamu ciih" dengus Galang membuat Riri kesal


"heeeee aku bilangin kamu ke orang tua aku, nanti dipecat tau rasa" ujar riri puas


dari panjangnya percakapan mereka terdapat dari percakapan Riri dan Galang membuat CEO Dylan terdiam


"eh aku belum dapat pekerjaan baru buat Ghea, kayak nya gak mungkin juga dia dapat uang dalam 3 hari buat bayar ke rentenir, ditambah lagi kan besok ibunya harus kemo terapi, " ujar Riri


"apa kamu bakal pinjamin dia uang?". tanya Galang, terdengar oleh CEO karena volume telepon mereka full, dikarenakan Riri sedang makan

__ADS_1


"aku bakal bayarin terlebih dahulu walau Ghea nya nolak pun, kasian teman ku Ghea pasti sangat kesulitan, dia yang banting tulang karena ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit bukan kepalang, ditambah lagi dipecat dari perusahaan ini huhu" mengeluh


dari percakapan yang terdengar CEO membuat CEO teringat akan kedua orang tuanya yang meninggal yang dimana menurutnya adalah salahnya, jika seseorang sedang kesulitan dan dia berbuat seperti itu akan terlihat sangat kejam?!


tak tahan dari percakapan mereka yang panjang lebar CEO tidak bisa lagi menunggunya lebih lama.


"kamu tau nomor Ghea?" tiba tiba sehingga membuat Riri tersedak


"loh diakan mantan sekretaris nya bapak, CEO juga pasti punya nomornya" agak kesal


"dia memblokir nomor saya" membuang muka


mereka melanjutkan percakapan dan saat itu pula Ghea pulang kerumah ibunya bertanya, kenapa dia pulang secepat itu, sehingga Ghea harus berbohong untuk yang kesekian kalinya Boby melihat sang kakak bahwa tau dia sedang berbohong, sementara


nenek Jennifer menyuruh seseorang menggali informasi tentang Ghea dan keluarganya, dan saat orang suruhan nenek Jennifer kembali membawa informasi, akhirnya nenek Jennifer tau banyak tentang Ghea dan latar belakang keluarganya, memang keluarga yang baik namun memiliki kesulitan keuangan,sepertinya nenek Jennifer merencanakan sesuatu.


saat Ghea berada di depan rumah lebih tepatnya ditaman, Ghea berayunan hingga teringat saat dulu dia bermain ditaman bersama ayah,ibu dan Boby, namun seseorang mengagetkan Ghea, bahwa nenek Jennifer ingin bertemu sang ibu,


Ghea merasa heran padahal Ghea tidak pernah memberitahukan keberadaan rumahnya pada nenek Jennifer.


"maaf sebelumnya, kedatangan saya kemari karena ada hal yang saya ingin sampaikan pada ibu Ghea" duduk dengan sangat elegan


"saya tau pasti Ghea tidak menceritakannya kepada ibu, bahwa dia sudah tidak bekerja lagi dan dipecat oleh cucu saya karena hal yang sepele mohon dimaafkan, saya mewakili cucu saya untuk meminta maaf yang sebesar besarnya" memberitahukan sehingga membuat mata Ghea melotot dan menggelengkan kepala, dan juga membuat ibu Ghea terkejut


"maaf saya menyeka, loh Ghea kenapa kamu gak bilang nak" hampir menangis


Ghea hanya menundukan kepala tidak berani menatap sang ibu


"saya tau ini berat, jika saya boleh meminta sesuatu pada kalian apa boleh?" ujar nenek Jennifer membuat ibu Ghea menoleh kearahnya


"mau meminta apa omma" ujar ibu Ghea


"tolong, tolong kabulkan permintaan saya walau mungkin ini tidak pantas bagi saya, saya semakin menua, dan saya tidak mau mendapatkan cucu menantu yang sembarangan,cucu saya sudah waktunya memiliki pendamping jika boleh saya meminta agar Ghea mau menikah dengan Dwei cucu saya walau pada dasarnya ini hanya perjodohan,dan tidak didasari oleh rasa cinta mereka masing masing, sekali lagi maaf saya lancang tiba tiba meminta sesuatu yang tidak pantas ini, Ghea percayakan pada Oma jika kamu menyetujuinya ibu kamu akan diobati dengan dokter yang sangat ahli dalam kanker, dan Oma akan membayar hutang kalian kerentenir itu sehingga kalian tidak usah takut atas rumah ini"


permintaan nenek Jennifer membuat semua orang yang ada dalam ruangan terkejut termasuk Ghea dan ibunya apalagi nenek Jennifer bisa tau masalah dan situasi yang mereka hadapi

__ADS_1


"saya tau ini tiba tiba, walau ini atas dasar perjodohan saya yakin jika keduanya akan saling mencintai nantinya" tambah nenek Jennifer


"maaf Oma, saya bukan bermaksud menolak dengan kasar, kami memang butuh uang tapi dengan begitu bukankah kedengaran nya Oma membeli anak saya dan jika saya menerimanya saya telah menjual anak saya?" ujar ibu Ghea yang tidak menyetujuinya


"lagipun anak Oma tidak mengetahui hal ini bukan? lalu bagaimana bisa mereka bahagia? siapa yang menjamin anak saya bahagia, maaf Oma kami memang membutuhkan uang tapi tidak harus rendahan seperti itu" menitihkan air mata


hal tersebut membuat nenek Jennifer menganggukkan kepala namun masih tersenyum


"kalian memang keluarga baik baik,saya percaya itu dan saya tau kalian akan tidak setuju saya memang tidak salah pilih memilih orang, kalian tidak usah khawatir soal itu meski cucu saya tidak mengetahuinya dia tidak akan bisa menolak keputusan saya percayakanlah pada saya, dan soal pengobatan ibu dan hutang kerentenir bagaimana jika Ghea bekerja sebagai asisten saya terlebih dahulu nanti jika saya menyuruh kalian menikah, maka menikahlah bukankah jika begitu kedengarannya tidak seperti yang diucapkan ibu ghea?, dan tolong pikirkan hal itu, saya tidak akan lama dan tolong hubungi saya jika kalian menyetujuinya."


percakapan mereka cukup sampai disitu, setelah nenek Jennifer pergi, ibu Ghea memeluk Ghea dengan erat dia tau beban yang dipikul Ghea sangat berat dan tau alasan kenapa Ghea sampai berbohong


kembali dikediaman CEO Dylan


saat CEO berada di sofa sedang mengerjakan pekerjaannya, nenek duduk disebelah CEO


"Dwei apa kamu bisa berhenti bekerja dulu sekarang? ada yang ingin nenek sampaikan"


Dylan menutup laptopnya dan melihat kearah nenek Jennifer dengan tersenyum pada neneknya


"tentu nek ada apa?"


"kamu tau nenek semakin tua, dan sering sakit sakitan tidak mungkin bisa bertahan lebih lama lagi, apa boleh nenek meminta sesuatu padamu lalu menyetujuinya?"


Dylan merasa ada yang tidak beres dengan nenek


"bilang saja nek, aku akan lakuin apapun yang nenek mau" ujar Dylan pada nenek sambil memegang tangan neneknya


nenek Jennifer menceritakan apa yang terjadi tentang saat akan dijambret hingga Ghea menolongnya, dan mencari informasi tentang keluarga Ghea mulai dari penyakit yang ibu Ghea derita dan hutang pada rentenir, neneknya meminta untuk melamar dan pergi kerumah Ghea, tentu saja pernyataan neneknya membuat dylan terperangah terkejut tidak kepalang


"nek apa yang nenek katakan ini berlebihan sekali, dia wanita baik tapi bukan berati dia harus jadi istri aku, lagipun nanti aku akan mencari wanita yang lebih baik darinya yang aku cintai, mana mungkin aku melamarnya sementara aku tidak mengenalnya hanya tau dari saat dia bekerja saja" ujar Dylan memberi alasan


"yasudah kalau begitu nenek masuk kamar dulu" ngambek dan pergi membiarkan Dylan begitu saja


hari berganti hari dimana Dylan melihat neneknya menggigil saat dia mengecek dahi neneknya itu panas Dylan sangat takut sehingga dia tidak masuk kerja

__ADS_1


sementara hari ini adalah hari dimana Ghea dan ibunya harus melunasi hutangnya pada rentenir.


__ADS_2