Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 12: memulai dari nol


__ADS_3

Noda di Atas Putih


Sebuah kertas putih tanpa tinta


Tanpa noda menggores padanya


Entah kapan sang pemilik menggoreskan tinta


Entah kapan sang noda menggoreskan nodanya


Hanya sang pemiliklah


Yang berhak menggoreskan tinta


Namun noda…


Terkadang jatuh tak beraturan diatasnya


Kertas tak akan rela


Tak akan rela terkena goresan noda


Namun takdir tak bisa berbuat apa


Sang pemiliklah yang menentukan takdirnya


Ghea kembali pulang kerumah dengan harapan yang hampir putus asa, namun dia juga berfikir kembali jika dia putus asa lalu apa kerja kerasnya selama ini, tidak mungkin menyerah hanya karena satu pekerjaan hilang, yang terpenting sekarang bagaimana dia bisa mencari pekerjaan baru agar mendapatkan uang untuk berobat ibunya dan tidak akan mau rumah yang penuh kenangan ini bersama alm. ayah nya menjadi milik orang lain.


Ghea melihat ibunya yang sedang tertidur pulas, bagaimana bisa dia putus asa melihat sang ibu yang terbaring sakit pun dia bisa kembali optimis mencari uang dan pekerjaan, apalah arti anak pertama, bukankah anak pertama itu hebat?


Mungkin kelak, kehidupan akan membuatmu terpaksa menorehkan senyuman palsu saat kau tidak ingin tersenyum. Lakukanlah, namun jangan pernah menorehkan air mata palsu.


Sebuah harapan akan menguatkanmu untuk terus bermimpi, maka teruslah berharap sesuatu yang baik.


ghea membalikan badan setelah menyelimuti ibunya namun terdapat Boby yang sedang memperhatikan Ghea dengan tatapan yang tajam sambil melilitkan kedua tangan didadanya dan bersandar dilawang pintu.


"dipecat?" pertanyaan yang singkat hingga membuat Ghea terdiam


"tau apa kamu bocah, sudah sana tidur nanti kesiangan sekolahnya" pergi melewati sang adik


"mungkin aku masih bisa dibilang bocah, tapi aku bukan bocah yang bodoh aku adikmu kak jadi aku juga tau sifat kakak, jangan bohong" berbalik kearah kakak ya


dan membuat langkah sang kakak terhenti lalu melanjutkan langkahnya

__ADS_1


Ghea tidak ingin ibu dan Boby tau, tapi bagaimana bisa Boby sepeka itu padahal Ghea tidak pernah berkata apapun ataupun menceritakan masalah nya itu


"aku mau berhenti sekolah" ujar Boby membuat sang kakak berlaku badan dan menatap seperti akan marah


"kenapa kamu bilang begitu hah?" tanya Ghea sembari memegang telinga sang adik


"aku gak mau jadi beban ibu dan kakak, jika aku berhenti sekolah bukankah akan lebih mudah?" jawaban sang adik dengan wajah datar namun dengan mata yang memerah


"lalu kamu tidak ingat pesan ayah Boby?" pertanyaan Ghea membuat Boby mengingat akan pesan sang ayah bahwa ayahnya ingin Boby menjadi seorang pengusaha seperti ayahnya namun kalau tidak jadi pengusaha setidaknya menjadi seorang tentara seperti kakeknya jika tidak dengan keduanya maka sang ayah akan merasa sangat kecewa,


"aku, Aku hanya tidak mau menjadi beban kak" hampir menitihkan air mata


"aku juga mau memikirkan masalah kita bersama sama, aku seorang bocah bukan berati aku ingin jajan, bermain, dan pura pura tidak tau aku, aku justru sangat takut terjadi sesuatu " mata yang semakin memerah dan semakin menundukan kepala tidak mau kakaknya melihat dia cengeng


"sini Kakak kasih tau" sembari memeluk Boby


"kakak lebih khawatir dan sedih jika kamu bilang seperti itu Bob, kalo kamu mau membantu kakak semangati kakak jangan seperti ini jika kamu berhenti sekolah justru itu akan menjadi beban kakak, sekarang kamu cuma harusfokus belajar jangan pikirkan hal lain, dan tolong jaga rahasia ya soal kakak yang dipecat" mengelus puncak kepala sang adik


aneh nya jika sebelumnya Boby sangat membenci dielus puncak kepalanya dan membuatnya sangat marah, entah kenapa dia menurut untuk sekarang ini, sebenarnya mereka (Ghea dan Boby) yang sering berantem hampir setiap hari bukan berati mereka saling membenci, dari kedua saudara ini bukankah kita bisa belajar?!


Ghea kembali ke kamarnya, membanting kan badannya kekasur merebahkan badannya dan bernapas berat,


dia besok harus bangun pagi karena harus mencari pekerjaan baru ,meskipun menjadi asisten rumah tanggapun tak apa baginya yang terpenting bekerja.


dari celah gorden kamarnya ada cahaya menyilaukan dan membuat dia terbangun bahwa pagi telah tiba Dimana Ghea harus mulai lagi dari nol,


saat berjalan tak tau harus kemana Ghea melihat nenek Jennifer sedang mempertahankan tasnya yang sedang direbut jambret, karena Ghea sangat kesal Ghea mengambil batu dan melemparkannya kearah kepala sang jambret karena dirasa jambret itu masih bisa mengambil tas nenek Jennifer Ghea sangat kesal lalu menendang bagian harta lelaki


apa yang dirasakan jambret itu,? lebih tepatnya seperti telur yang pecah


lalu jambret itu lari dengan kesakitan, bukankah sakitnya double kill?


"o omma gak apa apa?" sembari memeriksa nenek Jennifer takut ada yg luka


"nggak apa apa kok, makasih ya kamu udah bantu omma" sembari memeluk Ghea walau Ghea merasa ini berlebihan berterima kasih sembari memeluk dan mengelus puncak kepalanya?


"omma mau kemana? kok sendirian bodyguard omma mana?" tanya Ghea melihat kesekeliling


"omma bosen dirumah terus, kalaupun keluar diikutin terus sama mereka jadi omma pergi gak bilang bilang" ucap nenek Jennifer


"loh kamu belum berangkat kerja ?, ini kan udah jam kerja kamu kesiangan ?" bingung


"eu a anu omma " perkataannya terhenti Ghea hanya melihat kearah nenek Jennifer tidak ingin melanjutkannya, hanya menggelengkan kepala

__ADS_1


"kenapa cerita aja, kamu udah gak kerja lagi? " melotot


"kenapa Dwei mecat kamu ya, dasar bocah bodoh akan kumarahibdia nanti, kenapa gadis pintar cantik baik hati seperti Ghea harus dipecat" marah marah tak karuan, malah diliatin orang lain sehingga Ghea merasa jika orang melihatnya seperti itu Ghea akan terlihat sedang dimarahi nenek Jennifer


"ah a anu omma, jangan marah omma ini salah saya juga"


nenek Jennifer mengajak Ghea ke restoran bintang z karena ingin tau jelas cerita kenap bisa Ghea dipecat karena nenek Jennifer memiliki insting yang kuat bahwa ini hanya kesalahan dan tentunya bukan salah Ghea


lalu karena Ghea dipaksa untuk menceritakan nya, akhirnya dia menceritakan apa yang terjadi dari saat perselingkuhan pacar CEO sampai orang yang mencuri dokumen penawaran saat itu


saat mendengarkan nenek Jennifer hanya menganggukkan kepala dan melihat kearah Ghea dengan tajam


"jelas itu bukan salah kamu, omma juga pernah liat pacar Dwei selingkuh makanya omma gak merestuinya, kalau begitu omma mewakili dwei meminta maaf sama kamu, dan tanda perminta maafan omma Giman kalo kamu jadi asisten omma aja? toh kamu tadi hebat loh bisa nolongin omma" panjang lebar namun membuat Ghea terperangah


"o omma mau saya jadi asisten nya omma? apa saya pantas omma" lirih Ghea namun terdengar sang nenek


"pokoknya kamu harus jadi asisten nya omma titik kalo kamu nggak mau omma akan marah kamu harus tinggal bersama oma, " terkekeh


"ta tapi oma, saya bukanya gak mau, gini loh saya mana mungkin ninggalin ibu.." terhentei hingga membuat nenek Jennifer penasaran alasan Ghea tidak mau tinggal bersamanya dan menjadi asisten nya.


"kenapa,? "


"anu ibu saya lagi sakit kanker oma, jadi harus sering kemo terapi, dan check up, tentunya bukan karena saya menolak pekerjaan ini" Ghea menundukan kepala, ada sebuah pekerjaan baru yang Ghea nantikan dan cari, namun setelah ada peluang dia sendiri merasa bingung


"yasudah begini saja kamu jangan khawatir soal inapenginap kan itu nanti bisa diatur, kamu boleh pikirkan dulu baik baik, dan ini nomor Oma jangan lupa kalo ada apa apa hubungi omma siapa tau bisa bantu" ucap nenek Jennifer membuat Ghea kembali merasa nyaman


lalu mereka berdua saling berpamitan kembali kerumah, dalam perjalanan Ghea terus menerus berpikir jika Ghea tidak menerimanya lalu bagaimana nasib keluarganya, bukankah ini yang Ghea mau kenapa saat ada pekerjaan malah membuat Ghea bingung, mungkin karena takut karena ibunya.


kembali pada CEO


saat pekejaan tanpa ada sekretaris dylan merasa sangat melelahkan dari banyak nya jadwal meeting hingga pertemuan kerja sama tanpa Ghea dia merasa agak kesulitan


saat CEO duduk dengan sangat kelelahan tiba tiba datang Icha yang tiba tiba memeluk Dylan, sehingga membuatnya marah


"sayang, maafkan aku itu cuma kesalahan, aku nggak selingkuh" ujar Icha yang tiba tiba memeluk


tentu saja membuat CEO Dylan marah karena dia sangat tidak suka kontak fisik, meskipun CEO berpacaran lama dengan Icha belum pernah sedikitpun CEO Dylan bersentuhan dengan wanita sekalipun dengan pacarnya apalagi dia tau bahwa Icha berselingkuh


Dylan membuang muka dan melepaskan pelukan Icha dengan sangat tidak senang


"kamu tidak usah menjelaskan, aku bosan sama kamu, aku juga ngelakuin hal yang sama seperti kamu" Dylan pura pura berselingkuh karena merasa risih dengan Icha


"apa kamu bilang? kamu juga selingkuh? siap wanita berengsek itu akan aku botakin rambutnya tak tau malu sekali" marah marah

__ADS_1


Dylan menyadari memang betapa menjijikannya Icha bagaimana bisa dia berkata seperti itu, bukankah yang tidak tau malu itu dia.


saat keduanya berdebat, manager Kelvin datang dan berkata bahwa dia sudah menemukan orang yang mencuri dokumen itu.


__ADS_2