
Cinta itu seperti perang, sakit, begitu buruk untuk bertahan, tetapi untuk beberapa alasan, kau terus berjuang
dylan kembali masuk kekamar nya dengan napas yang terenga engah karena naik tangga ditambah kelakuannya tadi Ghea melihatnya
"bodoh" ujarnya dalam hati
karena tidak ingin memperpanjang rasa malu dia Dylan bergegas pergi kekantor dengan pakaian yang rapi.
sedangkan Ghea setelah membersihkan lantai tanpa disadari nenek Jennifer sedang memperhatikan nya, tiba tiba ada tangan yang mengusap ujung kepala Ghea dari belakang, ya itu nenek Jennifer sepertinya dia sangat kesal pada Ghea karena Ghea tidak mendengarkannya.
"kamu kan udah Oma bilangin gausah membersihkan rumah" kesal namun dalam keadaan kasihan pada Ghea
"Oma tolong biarin Ghea mengerjakan ini " memohon
"yasudah senyaman kamu saja tapi jangan terlalu cape ya" ujar nenek Jennifer sembari duduk di sofa
"Oma udah siapin hari pernikahan kalian, nanti Senin kalian menikah akan ada acara besar besaran" tambahnya hingga membuat mata Ghea terbelelak kaget apa yang dikatakan nenek Jennifer
"t tunggu Oma apa boleh Ghea meminta sesuatu dari Oma?" terbata bata
"kamu mau apa?" mengernyitkan dahi
"ah Oma aku gak mau acara besar besaran jadi apa bisa datang ke KUA saja" karena dirasa dia juga tidak mungkin bahagia dengan adanya pernikahan tanpa rasa apapun akan sangat sia sia jika mengadakan acara jadi dia ingin yang singkat.
karena keinginan Ghea kekeh membuat nenek Jennifer tidak bisa menolaknya
"kamu pasti tidak nyaman ya, Oma mengerti" ujarnya dalam hati
saat hari mulai senja hati Ghea mulai merasa gundah bagaimana dia bisa mempersiapkan diri untuk menikah dengan dalam waktu secepat itu?.
saat akan memejamkan mata tiba tiba ada panggilan dari ibunya, lalu Ghea segera mengangkat telepon dari ibunya dengan tidak sabar
"Ghea kamu baik baik aja nak, kamu makan teratur kan?" cemas
"iya Bu aku Baik baik aja lagian kan baru sehari ih ibu berlebihan" sedikit menenangkan sang ibu
percakapan mereka sedikit panjang lalu ibu dan Ghea mengakhiri telepon dengan kata yang diakhir sang ibu "baik baiklah kamu disana ya nak"
setelahnya Ghea merasa bosan dia melihat kesela sela gorden ternyata langit banyak bintang dan tidak hujan dia ingin mencari tempat yang sejuk dengan melihat kearah balkon yang lega dan nyaman untuk mencari ketenangan saat sudah diatas balkon dalam benak Ghea berkata "aneh tadi pagi gerimis sekarang malah terang sama bintang bintang mana dilihat dari sini indah banget lagi"
Ghea tidak menyadari dari belakang ada Dylan yang sedang tiduran dengan wajah yang ditutupi koran, mungkin itulah alasan Ghea tidak terlalu ngeh pada dylan
__ADS_1
triing .. triiing ...suara handphone Ghea telepon dari Riri
"Ghea kamu lagi dimana? aku bisa gak kerumah kamu mau anterin sesuatu buat kamu" ujar Riri tiba tiba tanpa basa basi
karena Ghea belum menceritakan pada Riri bahwa sekarang ini dia berada dikediaman Dylan, dia menolak dengan sangat bersalah karena tidak mau Riri tau dulu dengan keadaanya
"ah besok aja gimana? aku lagi nginep dirumah sodara nih" alasan Ghea
Riri mengiyakan Ghea sedangkan dalam logika Ghea berkata "bodoh kamu kan gak punya sodara lain, kamu cuma punya ibu sama Boby doang Ghea"
Ghea melihat kearah langit dengan angin sepoy sepoy membuat rambut Ghea yang panjang terbawa arus angin, dan ternyata dari belakang Dylan sudah bangun dan mendengarkan percakapan Ghea, dylan berjalan menuju Ghea
"aku tau ini sulit, apalagi aku masih belum bisa menerima kamu, tapi tolong jangan membuat nenek kecewa" berpandangan kearah jalan yang ramai dengan wajah datar
"kalo begitu gimana kalo kita buat kontrak?" ujar Ghea mengusul
"kontrak" bingung sambil mengerenyitkan dahi
"aku juga gak mau terbelit dengan hubungan yang seperti ini, jadi mari kita buat kontrak pertama setelah menikah nanti jangan seranjang, kedua tidak boleh bersentuhan fisik, kita bercerai setelah 1 tahun menikah dengan memberi tahu pada Oma bahwa kita tidak lagi bisa bersama karena tidak ada kecocokan diantara kita" ujar Ghea
Dylan hanya terdiam kenapa Ghea sebegitu nya pada dirinya bukankah wanita lain sangat tergila gila padanya namun berbeda dengan Ghea.
tanpa berkata sepatah kata apapun Dylan pergi meninggalkan Ghea bukan apa maksudnya belum bisa menerima Ghea itu karena dia belum cinta pada Ghea bukan berarti ingin ada kontrak semacam apa yang Ghea buat karena janji pernikahan bukan untuk main main namu jika Ghea saja sudah berkata seperti itu Dylan tidak bisa apa apa lagi.
waktu semakin berlalu, tak terasa hari ini adalah hari pernikahan Ghea tentu saja Ghea hanya tau beres karena tidak ada acara atau semacamnya sesuai yang ia minta pada nenek Jennifer.
setelah sah menjadi suami istri Ghea merasa gugup karena sekarang dia menjadi istri Dylan CEO besar yang memimpin perusahaan wiratam dan terdaftar marga terkaya.
namun tau bahwa ini hanyalah sebuah kontrak yang ia buat ,
saat malam tiba Ghea berada dikamar Dylan entah harus dimana dia tidur karena dia sebelumnya tidur dikamar tamu namun karena sekarang dia sudah menjadi istri Dylan Oma menyuruhnya tidur dikamar Dylan,
mata Ghea terperonjak melihat Dylan yang keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama hingga membuat Ghea malu.
"dasar gila kenapa kamu tidak sopan" mengalihkan pandangan dan menutup mata
"kamu lupa ini kamar siapa? jika kamu tidak suka tidurlah ditempat lain" berwajah datar
Ghea tersadar, kenapa ekspresi nya harus seperti itu jika begitu dialah yang terlihat bodoh.
"kenapa karena Oma menyuruhmu tidur sekamar denganku? itu urusanmu, lagian aku keluar setidaknya pakai piyama kamu melihatku seperti aku sedang keadaan telanjang saja" pergi mengambil baju dari lemarinya
__ADS_1
"maaf," Ghea melihat Dylan mengambil baju yang menurut nya salah dan membuat pakaian yang ada dalam lemari berantakan
hingga membuat Ghea tidak betah melihatnya
"tunggu, kamu mau tidur atau mau pergi kegunung? sini aku Carikan, lain kali kalo ambil baju yang atas diangkat biar gak berantakan" ngomel ngomel
"iya, toh sudah seharusnya juga itu pekerjaan kamu sebagai istri aku kan" tanpa melihat Ghea
sebenarnya Ghea merasa malu hingga Ghea mengambil bantal dan selimut karena ingin tidur disofa tidak mau seranjang dengan Dylan jika dia keluar dari kamar Dylan nenek pasti akan curiga.
saat Ghea terlelap tidur Dylan membiarkannya tanpa ada kata apapun dan saat pagi hari tiba Ghea terbangun dan terkejut kenapa dia tidur diranjang sedangkan semalam dia tidur disofa dan Dylan lah yang tidur diranjang, namun Ghea tidak ambil pusing ataupun punya pikiran Dylan yang memindahkannya, dia hanya bersiap siap membereskan dan menyiapkan sarapan mulai dari sekarang dia juga harus melakukan kewajibannya, dia membuat beberapa sarapan untuk dimakan Dylan dimeja dan nenek Jennifer melihat kearah Ghea dalam hatinya berkata "beginilah rasanya punya cucu menantu? aku bahagia" sembari tersenyum
namun Ghea masih bolak balik menyiapkannya, saat Dylan keluar dengan pakaian rapi Ghea melihat Dylan orang yang sangat dingin itu adalah suaminya
namun setampan dan sehebat apapun Dylan mereka tidak akan mungkin bisa bersama lebih lama karena tidak mungkin untuk saling mencintai.
"Dwei sebelumnya kamu tidak pernah sarapan dirumah Sekarang kamu tidak boleh begitu lagi apalagi ini yang disiapkan istri kamu" menyuruh namun agak meledek
Dylan tak berbicara apapun lagi setelah mengiyakan sang nenek
dia duduk dengan sangat patuh dan melihat kearah Ghea yang sedang mengusap keringatnya
"jangan pura pura lagi bodoh kalu tidak mau melakukannya jangan dilakukan" masih dengan wajah datar
"oke kalo gitu nenek mau ambil obat dikamar kalian baik baiklah ya" ujar nenek sambil tersenyum puas
"sarapanlah, kamu seperti mayat hidup" tanpa melirik kearah Ghea
"kamu bilang apa? huh dasar Titan!" mendengus kesal namun terdengar oleh Dylan
Dylan hanya melihat Ghea dengan tatapan sinis.
lalu Dylan pergi kekantor setelah sarapan, Ghea membereskan perabotan yang kotor saat akan dicuci nenek Jennifer melarang kekeh sehingga Ghea tidak bisa apa apa lagi
terdapat notifikasi pesan dari Riri
"Ghea kamu tau CEO Dylan udah nikah, tapi aneh nya wanita yang dia nikahi masih misterius semoga aja buka si Icha ****** itu deh" hingga membuat mata Ghea terbelelak ternyata orang kantor tau bahwadylan sudah menikah padahal Ghea melarang nenek Jennifer untuk tidak memberitahu siapapun tapi kenapa orang kantor bisa tau.
"kamu, kata siapa?" penasaran
__ADS_1
"loh CEO sendiri yang bilang, tapi anehnya dia bilang tidak perlu tau istrinya siapa"
Ghea masih dibuat terkejut dengan apa yang disampaikan Riri, tidak tau Dylan akan berbuat seperti itu, hati Ghea merasa ada rasa cemas berlebihan, berdebar, karena tau jika orang kantor tau akan seperti apa pendapat mereka