Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 23: kamu orang yang paling menyebalkan


__ADS_3

karena dirasa Dylan masih tidak ingin berbicara Dita merasa harus pulang dan menemui Dylan dilain waktu


"Ghea tolong jaga pacar aku ya, kamu kan teman terbaikku" pamit dengan sedikit manifulasi


Ghea hanya membiarkannya saja tanpa menjawab apapun


" kenapa aneh ya rasanya" ujarnya dalam hati sembari menyentuh dadanya


Ghea teringat ingin bertanya soal kantor hari ini dia bertanya langsung kepada asisten manager Anggi dan manager Kelvin, namun sepertinya berjalan lancar


Ghea ingin memasukan kembali handpone miliknya namun ada notifikasi dari Riri yang berisi


"Ghea udah lama gak nongki apa bisa kamu luangin waktu huhu" T^T


"bosen nih sama si idiot terus" T^T


Ghea membalas pesan dari Riri yang berisikan


"yaudah nanti kita makan makan dirumah aku gimana? nanti aku hubungi oke" ujar Ghea memikirkan untuk berkumpul bersama temannya namun Dylan masih sakit


malam pun tiba diamana Ghea harus kembali keatas untuk melihat keadaan Dylan waktunya untuk memberinya obat dimalam hari saat ia berada dilawang pintu Ghea terkejut dikamar tidak ada Dylan lalu dimana dia sehingga Ghea mondar mandir melihat kesekeliling tidak menemukan Dylan hanya satu tempat yang belum dia periksa yaitu balkon saat dimana Ghea menari nari


benar saja ghea melihat dibalkon itu ada Dylan yang sedang mengotak Atik laptopnya lebih tepatnya mengerjakan sesuatu


"kamu seperti tuyul tau gak sih, bentar bentar ada bentar bentar ngilang bikin orang repot huh" kesal karena lelah mencari


Dylan hanya menatap Ghea yang penuh keringat


"aku gak nyuruh kamu cari aku" dingin tanpa melihat kearah Ghea


"ya aku tau tapi kamu kan lagi sakit, setidaknya..." terdahulu oleh Dylan


"sejak kapan kamu peduli? bukankah ini hanya pernikahan kontrak bagi kamu?


sekarang gak ada nenek kamu gak usah pura pura baik, yang paling rendah ialah orang yang rela menjual dirinya demi uang" semakin terlihat dingin


"kamu tau gak orang yang paling menyebalkan itu kamu, aku kira dari sisi kamu yang gelap terdapat Dylan yang baik tapi memang dari awal kamu menilaiku sebagai orang yang rendahan aku juga gak mau terus disalahkan sebagai orang rendahan yang menjual diri tapi bukankah kamu yang datang kerumah aku dan meminta untuk menjadikanku isteri kamu? " amarah yang meluap luap hingga uneg uneg yang selama ini dia pendam keluar


"bukankah orang yang lebih rendahan yang datang memohon dan meyakinkan ibuku bahwa aku akan bahagia? lalu secara tiba tiba kamu membayar hutang kami tanpa bertanya terlebih dahulu,? bukankah jika seperti itu kamu bukan hanya orang rendahan namun orang yang sombong juga?" dengan mata sedikit memerah tak kuasa menahan air matanya


" ya aku tau ini hanyalah pernikahan kebohongan, kebohongan dan membodohi perasaan kita masing masing meski tau hubungan ini gak akan ada yang namanya tulus tapi setidaknya aku seorang isteri yang masih tulus menjalankan kewajibannya, apa kamu gak bisa hargain aku? apa kamu mengira ini mudah buat aku?


kamu tau meski hanya tersisa satu lelaki yaitu kamu aku gak akan pernah tuh mau sama kamu" pergi dan meletakan obat dimeja hingga Dylan tak bisa berkata kata hanya bisa mengusap wajahnya


"apasih kok bisa bisanya aku bilang seperti itu, ah percuma dia menjalankan kewajibannya suami dipeluk orang juga dia gak keberatan," ujarnya dalam hati secara tiba tiba namun Dylan tersadar apa yang hatinya katakan barusan


Setiap orang merasa bersalah atas semua kebaikan yang tidak ia lakukan


Ghea keluar dari kediaman Dylan karena dia sangat kecewa terhadap dylan


saat dijalana Ghea meratapi kembali nasibnya yang dinilai rendah oleh Dylan padahal bagi orang yang memiliki pemikiran yang jernih Ghea adalah wanita yang tangguh dan mulia bisa mengorbankan dirinya untuk keluar dari masalah keluarganya yang rumit

__ADS_1


Ghea berada tepat didepan rumahnya ia perlahan menyeka air mata nya yang sebelumnya terus menerus mengalir Ghea berusaha seperti orang yang bahagia


"Ting tong" suara bell rumah ibunya


ibunya membukakan pintu dan melihat kearah Ghea yang sedang berdiri, layak nya seperti ibu pada umumnya ibunya mengetahui, meskipun Ghea tersenyum namun ibunya memahami bahwa Ghea sedang tidak baik baik saja


lalu ibunya memeluk dengan sangat erat tak bisa menahan air matanya menangis tersedu sedu


"nak kamu pasti lelah ya, kamu, kamu pasti cape seberapa banyak kamu tersenyum ibu tau hati kmu sedang tidak baik baik aja" masih terisak menangis Boby yang hanya melihat kearah ibu dan Ghea mengepalkan tangannya


"ibu Ghea gak apa apa, Ghea cuma pengen nginep boleh?" tanya Ghea dengan mata yang merah akibat menahan air mata


"kamu gak usah pura pura nak, ayo masuk biar ibu bikinin puding kesukaan kamu ya" memapah Ghea padahal Ghea berjalan dengan sangat baik mungkin ibunya saking sedih melihat anak nya yang seperti kebingungan


saat ibunya kedapur Ghea hanya berpandangan kosong Boby masih menatap kakaknya bocah berumur 10 tahun bisa mengerti apa yang dirasa kakaknya itu


"apa boleh aku minta sama kakak untuk mengundang teman teman kakak" tiba tiba membuat Ghea tersadar


"kamu kenapa tiba tiba sih padahal kan kamu gak suka kalo ada teman kakak" ujar Ghea


"ya aku tau meski agak berisik namun aku juga agak bosen" ujar Boby namun sepertinya Ghea juga setuju karena teringat saat Riri meminta untuk berkumpul bersama


lalu dia menghubungi Riri dan galang untuk berkumpul dirumahnya


tanpa lama membalas Riri dan Galang menyetujuinya


setelah beberapa menit setelah menghubungi Riri dan Galang


terdengar suara kelakson mobil tak lama pula suara bell terdengar, lalu Ghea keluar ternyata benar itu memang Riri dan Galang


"kalian ini mau piknik apa gimana sih" ujar Ghea sambil memeluk Riri dan galang


"aku gak tau nih isinya apa aja habisnya nenek sihirnya takut marah kalo gak dituruti" ujar Galang mengejek Riri


"hei saat kamu menyetir aku bos nya ya, lagian apa urusanmu" melotot sambil menjulurkan lidah


"udah udah mulai lagi deh" ujar Ghea melerai


"aku sedikit menyesal telah menyuruh kakak mengundang mereka, karena terlalu berisik" gegrutuknya kesal karena Riri dan Galang selalu bertengkar


saat Boby berkata seperti itu Riri dan Galang saling melirik dan melihat kearah Boby


"berisik bocah" ujar Riri dan Galang bersamaan sambil mencubit pipi yang berlawanan


"lepasin sakit tau" ujar Boby sambari membantingkan tangan Riri dan Galang


"kenapa mau nangis? mau bilang sama ibu? awww cup cup cup" ujar Riri sambil memonyong monyongkan bibirnya kepada Boby


"apa disini selain aku dan ibu tidak ada yang waras" ujar Boby


Ghea memutarkan kedua bola matanya karena tidak bisa lagi melerai mereka

__ADS_1


"kalian memang sama sama batu, lanjutkan aja gih" pergi untuk melihat ibunya karena lama membuat pudding


"ibu ko lama sih" melihat punggung ibunya yang lagi mondar mandir karena masih menyiapkan semuanya, lalu dari belakang Ghea nampak Galang dan riri berjalan menuju ibu Andin dan membantunya


"Tante jangan capek cape bila perlu bantuan panggil saja nama Riri kebetulan makan dia banyak jadi manfaatkan tenaganya ya" ujar Galang sedikit menghibur suasana hati Ghea


"kalo butuh bantuan boleh tapi gak juga dibilang makan banyak manfaatin tenaganya kali" dengus Riri


"kalian ini cocok banget sih" tertawa sambil mukul mukul punggung Galang


"cocok apanya enggak ya Tante ih" ujar Riri sambil mencuri pudding


lalu mereka duduk dihalaman depan dengan melihat bintang suasana malam didepan rumah Ghea memanglah sangat indah cocok untuk dinikmati bersama saat berkumpul



mereka menikmati pemandangan itu ditemani beberapa makanan ringan yang Riri dan Galang bawa beserta pudding buatan ibu Andin


"omong omong CEO sakit apa ya ," tanya Riri penasaran


"oh dia demam tinggi" ujar Ghea


"kenapa RI tiba tiba bahas dia" tambahnya


"tadi pegawai pada bilang kalo CEO sakit isterinya untung banyak, aku sih bodo amat cuma heran sama betina udah tau udah nikah tapi masih bucin huh " gegrutuk Riri karena heran dengan pemikiran orang yang masih ingin tau tentang kehidupan orang yang sudah menikah sementara Ghea kembali mengingat kejadian antara Ghea dan Dylan


"cih untung banyak apanya yang ada membuat batin menderita aja tuh" ujarnya dalam hati


saat Ghea termenung handphone nya berbunyi terdapat banyak notifikasi dari tagram bahwa seseorang telah banyak menanggapi foto dan story' yang dia unggah


Ghea mengerenyitkan keningnya setelah melihat profil orang tersebut seperti samar samar mengenalnya, Ghea teringat bahwa orang itu adalah Erlangga terdapat juga pesan darinya


"Ghea apa kabar? udah lama ya gak ketemu tau tau ini adalah tagram kamu,"


ghea membalas pesan tersebut


"ini Erlangga? wah gak nyangka, kabarku baik"


"syukurlah, sekarang kamu kerja diamana?" Erlangga kembali bertanya


"aku bekerja sebagai sekretarisnya CEO Dylan diperusahaan Wiratama," balasan Ghea


"wah keinginanmu akhirnya tercapai juga ya hahah" ujar Erlangga


mereka melanjutkan percakapannya hingga diakhiri dengan kalimat dari erlangga "semoga kita bertemu dilain waktu "


handphone ghea masih ada notifikasi dan saat dilihat ternyata itu pesan dari Dylan


"dimana kamu? cepat pulang" isi pesan dari Dylan membuat Ghea merasa muak


sehingga Ghea tidak membalasnya dan membiarkannya begitu saja

__ADS_1


Bahaya masa lalu yaitu ketika orang menjadi budak. Bahaya masa depan adalah ketika manusia bisa menjadi robot


Siapa yang bisa mengatakan bahwa satu momen cinta yang berbunga-bunga atau kebahagiaan saat bernapas atau berjalan di pagi yang cerah dan menghirup segarnya udara, tidak sebanding dengan semua kesusahan dan usaha yang dituntut oleh dunia?


__ADS_2