
Cinta adalah penyihir yang menarik manusia keluar dari topinya sendiri
Cinta juga seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya
saat Dylan dikantor tiba tiba datang seorang pria tampan dan tinggi sama halnya seperti Dylan namun dia memiliki rambut gondrong dia adalah direktur Erlangga yang saat itu mengalah karena telah menukar nomor saat akan penawaran antar perusahaan dan bertanya dimana rumah Ghea dan lain sebagainya tentang Ghea.
"bukankah kau CEO Dylan ? dimana wanita itu?" sambil duduk
"apa boleh kau memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?" memalingkan wajah
"aku direktur Erlangga dari perusahaan Adi jaya, kau berhutang padaku saat penukaran nomor urut, jika tidak kau tidak akan terpilih, tidak apa kau hanya perlu beritahu aku dimana gadis itu?" melihat kesekeliling
"siapa wanita yang kau maksud?" ujar Dylan
"sekretarismu ghea" dengan pandangan sibuk melihat kesekeliling
dari pernyataan itu membuat Dylan mengangkat halis sebelah,
dalam hati Dylan berkata siapa berandalan ini? apa dia pacar Ghea ? dasar berandalan kacau
"sepertinya memang sudah berhenti bekerja ya, aku tak akan membuang waktuku" pergi berpamitan dengan sangat santai pada Dylan
"dia berani sekali cih palingan cuma nampang doang" agak sedikit sirik
dylan Mencari tau tentang Erlangga dan ternyata dia adalah anak dari Adi Erlangga jayakusuma dan dia penerus dari ayahnya, perusahaan itu adalah termasuk yang terbesar juga, namun yang membuat dia bingung kenapa dia datang tiba tiba hanya karena ingin bertemu Ghea.
dirasa Dylan sudah tak ada jadwal lagi dia pulang terlebih dahulu, dylan masuk kekamar saat pintu terbuka mata Dylan hanya tertuju pada Ghea yang ternyata sedang tertidur diranjang Dylan sambil memeluk kemoceng, dalam benak Dylan mungkin Ghea sedang beres beres namun dia ketiduran, saat dilihat dari dekat Ghea memang sangat cantik, Ghea menggeliat hingga Dylan terkejut sekaligus malu
"Dasar mesum" ujarnya dalam hati sambil mengusap wajahnya dan mengambil laptop untuk mengecek sesuatu
Ghea terbangun, membuka mata dalam samar samar terlihat Dylan yang sedang membungkuk sambil mengutak Atik laptop hingga Ghea terperonjak dan menutupi badannya dengan kedua tangannya mundur perlahan
"kamu ngapain?" tanya Ghea membuat Dylan refleks
"kamu apa tidak bisa bertanya biasa saja jangan mengagetkan?" mengusap dada
__ADS_1
"heh apa kamu tau direktur yang bernama Erlangga?" tambahnya
"Erlangga?" sedikit familiar namun dia tidak bisa menyebutkan bahwa dia memang tau karena takut salah orang.
"kamu tau tidak jangan bengong" dengusnya kesal
"ah gak tau, udah deh aku keluar dasar mesum kenapa gak bilang bilang kamu pulang sih kalo tau gini kan aku gak akan tidur" memalingkan wajah dengan pipi yang merona
"kamu gak sengaja tidur tapi kamu ketiduran, jika boleh aku kasih tau kamu mendengkur sangat keras" mengejek sehingga membuat Ghea malu dan pergi dari kamarnya
Dylan dengan tersenyum sinis merasa puas telah mengerjai Ghea
Ghea keluar dari kamar dan memegang jantungnya karena dia sangat malu jika memang tidur Ghea mendengkur
"eh aku belum pernah tuh mendengkur, dasar CEO gila" sambil pergi menuju kamar nenek Jennifer sambil membawa koyo untuk nenek karena tau sedang sakit pinggang
Ghea melihat nenek masih tertidur pulas hingga dia juga tak berani untuk membangunkan karena tidak tega, dia hanya perlahan memasangkan koyo dipinggang nenek Jennifer tanpa disadari Ghea, Dylan sedang memperhatikan.
"Oma sehat sehat ya, Ghea gak mau Oma sakit, Oma terlalu baik buat Ghea" berbisik namun masih terdengar oleh Dylan
"hmm menarik juga" sembari menutup perlahan pintu kamar nenek
saat senja tiba Dylan masuk kamar melihat Ghea sedang menyisir rambutnya yang panjang dimeja rias,
"besok kamu boleh pergi kerumah ibumu" tiba tiba membuat Ghea terkejut
"beneran boleh?" tanya nya tak percaya
"apa aku dan nenek melarangmu untuk menemui keluargamu sebelumnya,?"
Ghea hanya menggeleng memang Dylan dan Oma tidak pernah melarang hal itu hanya karena Ghea merasa tidak enak
"baiklah aku besok mau kerumah ibuku"
"aku tidak bisa mengantarmu karena besok jadwal kantorku padat, apa bisa pergi sendiri,?"
"sudah diijinkan pergi pun aku sangat berterimakasih, dan tidak usah berpura pura menjadi suami yang bertanggung jawab saat hanya ada kita berdua, kita bisa pura pura menjadi pasangan yang harmonis didepan ibu dan Oma saja" ujar Ghea membuat Dylan tidak mengerti
__ADS_1
Ghea tidur terlebih dulu, Dylan yang masih sibuk bekerja masih melek, dalam benaknya ini sangat mlelahkan dan berpikir Ghea bekerja kembali menjadi sekretaris nya,
"apa perlu dia bekerja lagi?" ujarnya dalam hati
"apa kamu masih tidur?" bertanya meski tau Ghea sedang tidur
tiba tiba mata Ghea terbuka dan membalikan badan pada Dylan yang sebelumnya membelakanginya
"kenapa?" suara berat dan serak basah
"aku tau kamu merasa bosan dirumah, jadi kamu mau kembali menjadi sekretaris ku?" membuat mata Ghea melotot
"apa orang kaya sepertimu bisa seenaknya seperti ini? memecat dan menyuruhku kembali bekerja dengan wajah tak bersalahmu, kamu tau tidak saat kamu pecat aku dan menuduhku seolah olah aku membuat buat cerita tentang perselingkuhan pacarmu, menuduhku memfitnah pacarmu mengambil dokumen dan mengata ngataiku dengan kata yang kotor padahal kamu belum mendengar penjelasan aku sendiri" panjang lebar mengeluarkan uneg uneg yang sempat tersimpan, "kamu juga gak tau betapa beratnya aku dan keluargaku saat itu, satu satunya harapanku adalah pekerjaan itu, tapi kamu memecatku dan tidak mempercayaiku padahal kamu sendiri menjadikan ku sekretaris mu bukankah karena kamu percaya padaku sebelumnya?" tambahnya dalam hati dengan pandangan yang kosong
"aku tau sebelumnya aku memecatmu dengan sangat tidak pantas, dan pada akhirnya aku tau akulah yang bersalah tidak mempercayai sekretaris ku, sekarang aku sangat kerepotan jadi tolonglah pikirkan ini baik baik" merasa bersalah kembali
"aku gak tau, lagian kan aku bekerja untuk Oma, sudahlah aku mau tidur" ujar Ghea membalikan badan kembali membelakangi Dylan
dalam hati Ghea dia merasa tidak mengerti pada dirinya sendiri padahal Ghea juga pernah berbuat salah pada Dylan tentang saat Ghea dan Dylan berantem saat pertama kali bertemu, dengan menyinggung kedua orangtuanya dan setelah tau dari Riri bahwa dia memiliki prolonged grief disorder yang merupakan gangguan kesedihan yg berkepanjangan Dylan pasti sangat kesulitan atas apa yang menimpa orangtuanya sehingga dia memiliki penyakit tersebut tapi meski sudah tau entah kenapa Ghea sulit meminta maaf saat itu jadi jika diingat kembali Ghea juga berhutang meminta maaf pada Dylan,
Ghea merasa canggung apa dia harus bekerja
"biar kupikirkan nanti" ujarnya dalam hati mempertimbangkan sambil menutup mata dan terlelap tidur
pagipun telah tiba Ghea segera menyiapkan sarapan pagi untuk nenek Jennifer dan Dylan dan akan izin pada nenek untuk pergi kerumah ibunya
"Oma apa Ghea boleh berkunjung kerumah ibu?" sedikit takut namun membuat nenek terdiam dan menatap Ghea sambil menggelengkan kepala
"kamu mau pergi kerumah ibu mu silahkan saja Ghea Oma gak melarang kamu, tolong jangan berpikiran Oma jahat dan segala keinginan mu harus ada ijin Oma, kmu itu cucu menantuku jadi kamu jangan terlalu khwatir , dan pergilah jika perlu ajak dia kemari untuk menginap disini, bilang saja ini keinginan Oma" panjang lebar dan sedikit menasehati
pernyataan nenek Jennifer membuat Ghea sedikit lega, ternyata Ghea lah yang memiliki pikiran buruk
"terima kasih Oma, nanti akan aku ajak ibu dan Boby, akan aku ceritakan betapa aku bahagia dan beruntung nya bisa menjadi cucu menantimu, Oma Ghea sangat sayang Oma" sambil memeluk nenek Jennifer bahagia kegirangan
"iya Ghea" ujarnya memeluk kembali pelukan Ghea
"kamu jangan punya pikiran Oma tidak menepati janji waktu itu, bahwa saat itu Oma berjanji akan membuat ibumu sembuh dari penyakit kanker dan ditangani oleh dokter yang khusus menangani penyakit itu, ingat Ghea sebenarnya Oma selalu mengunjungi rumah ibumu secara diam diam dan mengecek keadaan, dan karena ibumu rajin check up ,kemoterapi dan selalu ditangani dokter kepercayaan Oma hasilnya ibumu sembuh total, apa kamu percaya itu? ujar nenek membuat Ghea tak percaya
__ADS_1
"Oma serius? gak bohong kan Oma" sangat bahagia sehingga Dylan baru pertama kali Ghea sebahagia itu
Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai; dicintai untuk diri kita sendiri, atau lebih tepatnya, dicintai terlepas dari diri kita sendiri