Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 11: jangan pecat saya


__ADS_3

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu lain terbuka; tetapi sering kita melihat terlalu lama pada pintu yang tertutup yang membuat kita tidak melihat pintu lainnya yang sudah terbuka untuk kita.


setelah mereka selesai, dan waktu pulang berakhir CEO menghampiri Ghea dengan wajah penuh kesal, sebelumnya CEO menunggu pegawai lain pulang


"ghea besok kamu tidak usah bekerja lagi" (wajah datar)


"maksud bapak ?" (kaget)


"kamu belum mengerti ? mulai saat ini juga kamu saya pecat" (wajah kesal)


"loh pak memangnya salah saya apa pak? pak jangan pecat saya tolong kalau bapak kurang puas dengan hasil kerja saya, saya berjanji akan lebih keras lagi," (memohon)


"kamu memang orang yang pintar, tapi dari awal saya tidak menyukai orang seperti kamu karena terlalu banyak bicara, dan menuduh seseorang tanpa tau dan benarnya, lalu kamu ceritakan pada orang lain, sudahlah sekalipun kamu pintar saya tidak akan butuh orang sepertimu dan tidak akan pernah pantas menjadi asisten saya" (masih wajah datar)


"pak sa saya mohon jangan pecat saya karena saya butuh pekerjaan ini, dan saya juga tidak mengerti maksud bapak apa tolong dijelaskan agar saya dapat mengerti"


"apa ekspresi kamu setelah berbuat salah seperti itu, membuat saya muak, kamu tuduh Icha selingkuh, dan kamu menuduhnya lagi bahwa dia yang mencuri dokumennya?" bagaimana bisa dia melakukan hal itu sementara saya kekasihnya?" (marah)


"tapi pak sa...(terpotong)


"jika kamu memang tidak punya harga diri mungkin besok kamu masih bekerja" (pergi tanpa menatap Ghea)


Ghea merasa dipojokkan padahal dia belum menjelaskannya namun CEO begitu tidak mempercayainya lalu kenapa Ghea dijadikan sekretaris atau lebih tepatnya personal assistant CEO jika ujungnya seperti ini.


saat Ghea akan pulang menunggu taxi dia hampir saja menangis karena teringat jika dia tidak bekerja lalu bagaimana pengobatan ibunya dan hutang nya pada rentenir, itu saja sudah membuat Ghea sangat sakit ditambah ada panggilan suara dari ibunya


"Ghea hiks hiks Ghea rentenir bilang kita harus melunasi hutang kalo tidak mereka akan ambil alih rumah kita, i ibu mana bisa biarin rumah ini jatuh ke tangan orang lain karena penuh kenangan, maaf Ghea maaf ibu malah membuat kamu semakin menderita , i ibu kira tidak akan seperti ini, kalo tau begini bukankah ibu lebih baik ma mati ...." (menangis tersedu sedu)


"ibu jangan bilang sembarangan lagi, aku lebih menderita jika ibu bilang lebih baik mati


ibu kira jika ibu mati aku akan tidak menderita hah? " (menitihkan air mata namun cepat cepat dihapus)


"maaf Ghea ibu bukan bermaksud seperti itu, ibu bingung dimana kita dapat uang untuk melunasinya ibu diberi waktu 3 hari mana bisa apalagi ibu hanya berdiam dirumah hanya kamu yang bekerja ibu memang bukan ibu yang baik" (menangis semakin kencang)

__ADS_1


percakapan mereka diakhiri Ghea dengan menenangkan sang ibu meski tau Ghea berbohong bahwa hari ini hari terakhir bekerja Ghea,


saat Ghea melamun dipinggir jalan ada mobil dan ternyata itu Galang dan Riri, mereka menghampiri Ghea karena cemas melihat ekspresi Ghea, Riri memang tidak tau apa yang terjadi dikantor karena dia pulang lebih dulu karena ada urusan keluarga


"Ghea kamu kok belum pulang, matakamu sakit ya kok merah gitu ?" (tanya Riri cemas)


"kamu lagi sakit? ayo kedokter wajah kamu pucat Ghea" (ujar Galang)


Ghea tidak bisa menjawab pertanyaan mereka karena pikirannya kemana mana


karena Riri dan Galang cemas mereka membawa Ghea ke restoran untuk mengajak Ghea makan, namun makanan nya tidak dimakan Ghea hanya berpandangan kosong


"Ghea kamu kalo gak mau cerita gak papa tapi kamu harus makan dulu ya kamu udah telat pulang kerja tapi jangan pula telat makan " (ujar Riri)


Ghea menahan air mata terlalu lama danpada akhirnya Ghea menangis tersedu sedu, hingga membuat riri dan Galang saling melirik


"a aku aku dipecat, dan dan aku juga bingung ibu aku sedang sakit dan harus sering kemo terapi ta hiks hiks tapi aku juga harus membayar hutang kerentenir, aku gak mau rumah ku harus menjadi bayarannya karena rumah itu banyak kenangan bersama a ayah hiks hiks" (menangis memeluk Riri)


lalu Ghea menceritakan apa yang telah membuat dia dipecat CEO sehingga bisa CEO Setega ini,


"bisa bisa nya dia berbuat seenaknya tanpa mendengar penjelasan kamu Ghea" (ujar Galang lantang)


"kamu memang tidak berbohong toh aku juga lihat pacarnya selingkuh, aku bersumpah tuhan tolong berikan keadilan untuk Ghea perlihatkanlah perselingkuhan pacar CEO itu biar dia tau rasa" (bersumpah)


tanpa mereka sadari CEO berada tepat di belakang mereka sedang menunggu teman temannya dan mendengar percakapan mereka , dari wajah CEO Dylan terlihat merasa bersalah karena telah memecat Ghea yang benar benar sedang kesulitan tanpa dibuat buat,


karena pertemuan mereka tidak sengaja dibatalkan dikarenakan temannya mengalami kecelakaan, lalu Dylan pergi terburu buru,


ditengah perjalanan Dylan tak sengaja melihat dengan samar samar Icha bersama lelaki lain sedang berpelukan didepan mall A


Dylan hanya ingin memastikannya bahwa itu bukan Icha, namun tak sesuai ekspektasi Dylan itu memang benar Icha dan selingkuhannya,


disana CEO hanya berdiam diri dan memperhatikan mereka dengan tangan mengepal, Icha melihat kearah Dylan dan ingin berjalan cepat ingin menjelaskan ya namun Dylan pergi tanpa menghiraukannya

__ADS_1


dari apa yang terjadi Dylan sangat menyesali apa yang telah dia perbuat, hanya demi membela wanita yang seperti Icha dia memecat Ghea yang kerjanya selalu membuat dia puas,


Dylan berfikir kembali dia memecat Ghea tanpa memberi alasan yang tidak jelas apalagi tidak mendengarkan penjelasan Ghea


Dylan pergi ke rumah sakit karena ingin menjenguk sang teman meskipun dalam pikirannya banyak yang membuat dia tidak bisa konsentrasi


kembali pada Ghea, Riri dan Galang


"aku akan pinjamkan uang untuk bayar ke rentenir Ghea, kamu gak usah cemas aku punya tabungan" (ujar Riri sembari memeluk Ghea)


"andai saja aku bisa membantu tapi aku teman yang gak ada gunanya ya, kamu Taukan situasi aku kayak gimana keluarga aku....(tidak melanjutkan)


"kalian tidak usah seperti itu, maaf aku menangis didepan kalian, aku tidak bisa menahannya, dan kamu ri gak usah nanti aku cari pekerjaan" ( menyeka air mata)


"aku punya tabungan uang itu punyaku sendiri jadi mau aku apakan gak ada yang berhak apasalah nya kalo aku bantu kamu Ghea aku kan teman kamu" (ujar Riri)


"yaudah aku juga mau bantu eh ri nanti uang gaji aku kasi aja ke Ghea ya hehe" (berusaha menghibur)


"eh gila kamu tuh baru kerja berapa hari, udah biar aku aja yang pinjamin uang ke Ghea" (melotot)


"tapi,, yaudah gini kalo aku gak bisa dapetin uang buat bayar selama 3 hari aku gak ada pilihan lagi untuk meminjam uang sama kau ri, maaf ya aku merepotkan"


"kita kan teman " (ujar Riri dan Galang kompak)


"apasih" (masih kompak)


"apa kalian mau mulai lagi berantem?" (ujar Ghea melerai sebelum bertengkar)


dalam benak Ghea..


Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkan, namun itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai keindahan.


Bunga mawar dapat menjadi tamanku dan seorang sahabat bisa menjadi duniaku.

__ADS_1


__ADS_2