Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 4: latar belakang CEO


__ADS_3

Ghea dan Riri pulang setelah belanja, mereka pulang ke rumah Ghea denga naik taxi, meskipun Riri menjadi teman dekat Ghea semenjak Ghea bekerja namun Riri belum pernah berkunjung kerumah Ghea, Riri sangat terperangap karena rumah Ghea


nampak sederhana namun mewah apa kalian mengerti maksud author? , rumah Ghea terkesan sangat menakjubkan dan nyaman


"wah Ghea ini rumah kamu ?


sejuk banget huhu" (terharu )


"**eumm iya semoga kamu nyaman ri,,"


"eh tentu dong ini kayak didongeng dongeng view nya bagus apalagi dikelilingi pohon dan ada danau juga**" (terperangah tak percaya)


"udah nanti liat liatnya ,kita masuk aja dulu ri " (ajak Ghea)


Ghea dan riri mengetuk pintu, saat Ghea ingin membuka pintu ibu Ghea sudah terlebih dulu membukanya


"**loh Ghea siapa ini teman kamu kah? "


"iya Bu ini Riri teman kerja Ghea "


"ih Ghea apa aku cuma sekedar teman** ****kerja**** doang ? huh " (komplen Riri pada Ghea)


"iya iya kita teman selain ditempat kerja oke?!" (jawab Ghea)


"yaudah masuk yuk kebetulan ibu abis bikin desert nih,!"


mereka asik mengobrol walau belum bertemu sebelumnya, keluarga Ghea sangat hangat membuat Riri merasa seperti punya keluarga,karena kedua orang tua Riri sibuk bekerja terus,


dari percakapan mereka menurut ibu Ghea Riri teman yg baik dan orangnya yg receh seperti mengingatkan nya pada teman Ghea yaitu galang


"eh bentar kok liat Riri ibu kayak keinget Galang yah soalnya kepribadian mereka sama hehe" (ujar ibu Ghea)


"**Galang? apa dia orang yang tadi di mall Ghea? hih mit amit aku punya kepribadian yg sama, sama dia "


"eh beneran loh orangnya receh kayak kamu**" (ujar ibu Ghea sambil terbahak bahak)


"hadeuh ibu tau nggak tadi mereka bertemu terus malah berantem kayak anak kecil dan jadi pusat perhatian orang orang aku udah kayak orang tua aja " (tutup wajah sambil mendengus dan geleng geleng kepala)


"wah dulu juga ibu sama alm. ayah ghea berantem terus dari pertama ketemu tapi setelah itu ibu berjodoh dan kalo diingat kembali itu rasanya lucu, dan salah satu kenangan manis menurut ibu (tersenyum sembari mengingat masa lalu bersama alm. ayah ghea)


karena Ghea tidak ingin melihat ibu bersedih Ghea memotong pembicaraan sang ibu


"**wah kalo gitu Riri sama Galang berjodoh dong haha"


"ih mit amit yah jangan deh**" (bergidik )

__ADS_1


karena dirasa waktunya tidur Ghea dan Riri pergi bersiap untuk tidur,


"wooow Ghea ini ini kamar kamu toh bagus banget,


eh iya aku hampir lupa, mana janji kamu katanya ingin cerita apa yg terjadi dikantor tentang kamu dan CEO" (kembali ngomel ngomel)


"ri aku mau cerita,, ceritanya diawali dari........"


Ghea menceritakan dari saat pertama kali bekerja dan saat bertemu CEO yg diawali kesalahpahaman ,berantem, dan saat ketika Ghea dikabari Riri saat itu yang katanya CEO telah kembali dari China Ghea bertemu kembali seperti waktu awal bertemu mereka berantem dan saling tuduh,


"**astagah Ghea,tau nggak waktu pertama kamu kerja, itu adalah hari CEO Dylan mau berangkat ke bandara untuk pergi ke China tau, kok bisa bisa nya kalian bertengkar sih "


"yakan aku juga gak tau ri, toh kamu juga waktu di mall berantem terus sama Galang kan huh"


"berarti kamu dari sebelum bekerja juga nggak tau wajah CEO Dylan?


"nggak tuh**!" (jawab Ghea singkat)


"masa iya CEO kaya raya yg terkenal dan tampan sejagad kamu bilang gak tau?!


(melotot tidak percaya apa yg dikatakan Ghea)


"**ih udahlah aku emang gak tau, eh tapi kamu tau gak sih ri ada yg bikin aku merasa sangat bersalah sama CEO saat aku berantem sama dia"


"waktu itu kan aku mengambil dompet dia yg jatuh pada dasar nya niat hati aku buat kembaliin itu dompet, ya aku buka dompet itu, belum juga terbuka lebar dia menarik dompetnya dia mengatai aku sebagai pencuri, aku kesal karena akutuh niat nya baik, saking kesalnya aku bilang "apa ini yang orang tuamu ajarkan? gk punya rasa berterimakasih tapi dia kayak yg maraaaah banget aku sampai takut, ya emang sih aku ngapain juga bawa bawa nama orang tua ketika seseorang membuat kesalahan, apalagi di bilang apa bisa tidak membawa bawa orang tua dalam masalah ini? " terus dia pergi deh (ujar Ghea menjelaskan)


"ya ampun Ghea kamu tuh ya gini deh aku bakal ceritain latar belakang CEO Dylan (memutar kedua bola mata)


ghea kamu juga tau dong kalo Dylan itu keturunan dari China, ibu nya yg berasal dari China dan ayah nya dari Indonesia karena hal itu Dylan diberi nama DYLAN DWEI karena nama itu berasal dari China, dia juga ingin punya nama dari ayahnya lalu dia membuat perusahaan dengan usahanya sendiri yang diberi nama WIRATAMA yaitu nama ayah dari CEO Dylan, terus kenapa Dylan sangat marah ketika kamu sebut sebut nama orang tuanya saat dia membuat kesalahan , alasannya yaitu kedua orang tua CEO meninggal saat kecelakaan saat mereka ingin merayakan ulang tahun CEO, rumor beredar sebelum mobil meledak kedua orang tuanya berusaha mengeluarkan Dylan dari mobil, kedua orang tuanya terjepit membutuhkan waktu yg lama untuk mengeluarkan mereka, maka mobilnya pun tak selang beberapa menit meledak Dylan hanya melihat kedua orang tuanya yg ikut meledak dengan mata kepalanya sendiri dan dylan beranggapan kematian mereka adalah kesalahan Dylan karena ulang tahun Dylan yg membuat orang tua dia meninggal, sampai saat ini Dylan memiliki gangguan prolonged grief disorder yang merupakangangguan kesedihan yg berkepanjangan,


waktu kamu berantem sama Dylan saat itu mungkin dia beranggapan pertengkaran antara kamu dan Dylan kamu telah menyalahkan orang tuanya itulah yang membuat dia marah Ghea" (cerita panjang lebar tentang CEO)


Ghea merasa sangat bersalah dia juga nggak tau kalo dibalik CEO yg dingin mempunyai masalah seberat ini, apa yang telah terjadi pada CEO tentang kematian orang tuanya Ghea juga mengerti seperti apa rasanya ditinggalkan orang yg dicinta,


"ya ampun aku salah ngomong dong ya, gimana dong ri aku ngerasa bersalah juga, takut dipecat pula padahal aku udah cocok bekerja disana loh, " (ngeluh sambil manyun)


"kita liat aja nanti Ghea, asal kamu tau dia itu sebenarnya orang yg baik loh walau dikenal dingin, apapun yang di putuskan CEO Dylan dia akan mempertimbangkanya dengan sangat baik" (mencoba menyemangati Ghea)


saat Ghea dan Riri serius mengobrol dibalik pintu kamar Ghea ada ketukan pintu


"biar aku aja yang buka" (ujar Riri sembari membuka pintu)


terdapat anak laki laki yg tampan dan imut berada di balik pintu itu Riri sangat ingin meng'uwel uwel pipinya


"kau siapa?" (tanya nya dengan santai)

__ADS_1


"aaaaa lucu nya, kau siapa ?? (berteriak)


"yang kau maksud lucu itu aku? aku bertanya kamu malah berbalik nanya aku siapa? huh" (dengus kesal Boby)


"bocah kmu bisa sopan? dia temen kakak jadi harus sopan" (menasehati adiknya)


**maafkan atas sikap adik aku ya ri, dia memang kayak begitu"


"gapapa berhubung dia tampan dan lucu aku gak jadi marah, uh lucunya**"


"aku bukan bukan hewan sehingga kau bilang aku lucu" (pekik Boby)


"eh Ghea dari tampang nya dia anak yang pintar ya kalian keturunan dari mana sih kok bisa satu keluarga berprestasi, aku iri nih"


(sambil mengelus elus kepala Boby)


"jangan mengelus elusku aku bukan hewan" (meronta ronta)


"kasian nyali gede tapi badan kecil hahahahaaha" (Riri sengaja mengejek sambil terbahak bahak)


"dasar wanita gila mana yang Kakak bawa ini " (sambil melipat kedua tangannya didada)


"**udah deh kamu mau apa Bob?"


"aku minta pensil aku yang kakak curi** " (sambil manyun)


aneh padahal Ghea mengambil pensil tanpa sepengetahuan Boby tapi dia bisa secerdik itu


"**iya iya nih udah pergi Sanah tidur anak kecil"


"heii jangan panggil aku anak kecil**"


meskipun Boby sudah tak terlihat dari pandangan Ghea dan Riri masih terdengar ejekan dari Boby


"Ghea dia anak kecil tapi kok kayak orang dewasa ya, eh tapi aku suka sih nanti aku culik nih haha" (nahan gemes )


"**dia emang begitu, udah deh ayo tidur takut kesiangan loh ri"


"oke oke**" ( jawab Riri )


mereka tidur, meskipun begitu dalam hati Ghea sangat gundah, bagaimana menghadapi situasi di hari esok apakah dia akan dipecat, sementara itu dalam hatinya Ghea merasa sangat bersalah pada CEO,


biar bagaimana pun apapun yang terjadi besok harus dihadapi Ghea ,


Ghea dan Riri terlelap tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2