Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 19: kolor beruang kutub


__ADS_3

Boby pergi meninggalkan Dylan namun sebelum pergi Boby menoleh kebelakang seperti mengisyaratkan Dylan harus memilih langkah yang benar


lalu Ghea datang dengan membawa es campur dan menghampiri Dylan


"kalo gak suka jangan dimakan" ujar Ghea sembari melihat kearah dapur takut ibunya tau


Dylan hanya melihat Ghea dengan wajah kesal


"ini untukku kan?" memakan dengan terburu buru dengan sedikit kesal karena ucapan Ghea


Ghea hanya melotot karena tidak menyangka orang seperti Dylan bisa juga makan makanan yang bisa dibilang murah dia mengira Dylan selalu makan makanan yang mewah


"soal kemarin tentang kerja apa masih berlaku?" tiba tiba hingga membuat Dylan tersedak


"CEO juga bisa tersedak ya" memutarkan kedua matanya


"kamu serius mau kembali lagi menjadi sekretaris aku?" sedikit tak percaya namun Ghea hanya menganggukkan kepala dan tersenyum paksa


"kalo gitu besok, besok juga kamu kekantor ada banyak tugasku yang belum selesai jadi setelah pulang nanti tolong bantu aku" ujar Dylan


"aku kan jadi sekretaris kamu besok bukan nanti setelah pulang dari rumah ibuku" memalingkan wajah


"kalau begitu anggap saja aku meminta bantuan kepada istriku" ujar Dylan sembarang


namun membuat ghea terpaku dan pipinya memerah dan merasa sedikit geli


"cih apaan sih" tidak bisa menatap Dylan


" gak usah juga pura pura , jika butuh bantuan tinggal bilang ini kan hanya pernikahan paksaan" tambah nya dalam hati


"gak usah bilang begitu kamu juga tau sendiri hubungan kita dengan jelaskan?!, ada syaratnya boleh" sedikit tatapan licik


"apa?" mengangkat halis sebelah


"aku mau kembali kekantor sebagai sekretaris kamu jadi tolong jangan bilang kalo aku adalah istri kamu" ujar Ghea namun Dylan hanya melihat Ghea dan menyetujuinya


lalu tiba tiba ibu Ghea datang mengagetkan mereka mereka takut ucapan mereka terdengar oleh ibunya namun terlihat dari wajah ibunya sepertinya tidak tau apapun, hingga membuat Ghea sedikit lega


melihat hal itu Dylan hanya sedikit heran terhadap Ghea


"bukannya senang ya menjadi istri CEO?" ujarnya dalam hati


dua jam berlalu sepertinya mereka harus pulang, Ghea mengajak ibu dan Boby untuk ikut bersama Ghea dan Dylan untuk menginap sementara namun ibunya menolak dikarenakan rumahnya akan terasa dingin dan tidak nyaman tidur ditempat baru

__ADS_1


hingga Ghea dan Dylan pergi tanpa Boby dan ibunya namun saat diperjalanan Ghea melihat sedikit kearah Dylan yang terlihat kesal


"wajahmu kenapa seperti habis disengat tawon aja" ujar Ghea tanpa melihat Dylan


"tadi kan aku bilang mau ketaman tapi kamu menolak" kesal namun Ghea merasa geli dalam diri Dylan ada kalanya seperti anak yang rewel


"jujur ya aku merinding dengernya, kaya balita lima tahun aja pengen ketaman" memutarkan kedua bola matanya


"ditaman ada pohon kelapa, apa itu punya kamu?" tanya Dylan aneh Ghea mengerutkan kedua halisnya dan melihat kearah Dylan yang sedang menyetir


"aku mau panjat kelapa, dan mengambil buahnya yang segar"


Dylan teringat saat kecil dia selalu ikut bersama ayahnya ke kebun kelapa milik keluarganya di China yang dia ingat jelas yang dikatakan ayahnya bahwa buah kelapa akan lebih nikmat jika kita yang memanjatnya dengan kerja keras kita untuk menggapainya


meski tau dia dulu sedang dibodohi oleh ayahnya namun dia ingin mencobanya pohon kelapa ditaman depan rumah Ghea mengingatkannya kepada alm. orang tuanya


Kerugian materi dapat digantikan dengan industri, kerugian pengetahuan dengan belajar, kehilangan kesehatan dengan kendali diri sendiri atau obat-obatan, namun waktu yang kita lewati akan hilang selamanya.


Dylan dan Ghea sampai rumah dan memberi salam kepada nenek Jennifer, dan nenek Jennifer menyuruh mereka untuk segera istirahat walau sebelumnya menanyai soal ibu Ghea tidak ikut mereka namun mereka memberi alasan seperti apa yang dikatakan Ibunya pada mereka


saat berada di kamar Ghea membuka handphone miliknya terdapat notifikasi pesan dari Riri sedangkan Dylan mandi


lalu Ghea membuka isi pesan tersebut


saat Dylan keluar dari kamar mandi Ghea menatap tajam kearah Dylan


"kamu kan yang bilang aku besok kembali kerja jadi sekretaris kamu?" agak kesal


"apa yang kamu katakan kepada mereka, gak ngomong macam macam kan?" tambahnya lagi


Dylan melihat Ghea tidak senang dengan ekspresi nya


"iya aku bilang kamu akan kerja kembali sebagai sekretaris atau asistein ku itu saja, dan iya mulai besok kamu sopan sopanlah padaku" ujarnya memeringati


"apa gak kedengaran aneh? hei lagian aku kan belum bilang sama Oma kalo aku balik lagi kerja kekantor kamu dan kamu main bilang aja sama pegawai kantor kamu" ngomel ngomel


"aku udah bilang sama Oma dan Oma gak keberatan, jangan banyak mengomel cepat kamu mandi nanti bantu aku mengerjakan dokumen buat besok" sambil mengutak ngatik laptop masih dengan handuk piyama dan rambut basahnya


Ghea tak mau ambil pusing dia segera akan mandi namun dia mencari dimana handuk piyama dia karena Ghea ingat jelas menyimpannya ditempat biasanya, namun saat melihat kearah Dylan ternyata piyama yang Dylan pakai adalah milik Ghea, mata Ghea terperonjak kaget kenapa bisa Dylan seenaknya memakai piyama miliknya


"dasar mesum kembalikan piyamaku dan pakailah punyaku idiot" sambil menarik kerah piyama Dylan dan tanpa sengaja piyamanya melorot Ghea juga tak sengaja ternyata dibalik piyama Dylan juga memakai kolor beruang kutub?


mata Ghea seakan ingin loncat karena terkejut apa yang dia lihat dalam hati dia juga sempat akan marah namun dia tak tahan ingin tertawa karena kebiasaan Dylan memakai kolor beruang kutub

__ADS_1


"bhahaha, hahaha aduh, mulai sekarang aku panggil kamu CEO kolor beruang kutub" tertawa sambil terguling guling


Dylan sangat merasa malu dan mendorong Ghea kearah kasur untuk membuatnya berhenti tertawa namun yang didapat hanya rasa malu dari keduanya dan ghea pun mengambil handuk biasa sekaligus baju untuk langsung dipakai dari dalam kamar mandi, karena tidak mau lagi memaksa Dylan untuk melepas piyama nya


beberapa puluh menit Ghea selesai mandi saat menutup pintu kamar mandi dan berbalik badan terlihat Dylan sedang melihat Ghea dengan sangat kesal


"apa mandimu selama ini?, cepat kamu bantu aku menyiapkan dokumennya" gegrutuk nya karena menunggu lama Ghea dan ujung ujungnya dia juga yang menyelesaikannya hanya menyisakan merapikan dokumen untuk dibawa besok


"oh maaf tuan beruang kutub saya sibuk luluran, jadi sedikit terlambat" agak mengejek


namun Dylan membiarkannya


mereka membereskan dokumen dan lain hal sebagainya untuk besok


setelah itu Ghea dan Dylan bersiap tidur


Dylan tidur di sofa dan ghe di ranjang, sebelumnya mereka memiliki perjanjian harus bergantian tidur disofa dan malam ini dylanlah yang tidur disofa


hari ini esok dan seterusnya


sedikit sinar menyinari dari celah gorden jendela membuat Ghea terbangun terlebih dahulu Ghea juga melihat Dylan masih tertidur pulas beruang kutub masih pulas ya haha


Ghea bersiap siap dandan dan menyiapkan sarapan untuk hari ini sebelum Dylan terbangun Ghea juga akan pergi terlebih dahulu sebelum Dylan pergi karena tidak ingin pergi bersama akan terasa aneh jika mereka berangkat bersama


terlihat nenek Jennifer sudah bangun dan tersenyum melihat Ghea


"nak kamu jangan terlalu cape ya, andalkanlah suami mu" ujar nenek membuat Ghea malu


"oh iya besok Oma mau pergi ke China kamu baik baik ya sama Dylan" tambahnya sehingga membuat terkejut


"Oma sebelumnya aku minta maaf karena bekerja dikantor dan tidak sepenuhnya bersama oma, dan kenapa sangat tiba tiba? aku sendiri dong" memeluk


"iya gak apa apa Oma tau kamu bete berada dirumah terus, kamu kan ada Dylan dan kan Oma bilang besok jadi kamu juga anterin Oma kebandara bersama dylan ya" gemas sambil mengelus pipi Ghea


"iya Oma aku anterin Oma besok," dan Ghea berpamitan untuk berangkat terlebih dahulu pada nenek Jennifer dengan beralasan akan kerumah ibunya terlebih dahulu, meski nenek Jennifer sedikit ragu namun tidak ingin merasa Ghea tidak nyaman dan hanya bisa mengijinkannya, Ghea juga di tawari untuk diantar supir namun Ghea masih menolak dan membuat nenek tidak bisa apa apa lagi jika Ghea sudah menolak


"Ghea memang gadis yang mandiri, beruntungnya aku" ujarnya dalam hati


Ghea berangkat dengan taxi, saat berada tepat didepan kantor Wiratama dia tidak percaya bisa kembali bekerja setelah berminggu Minggu dirumah merasa bosan


Ghea masuk ternyata Riri sudah menyambut Ghea dengan senyum bahagia nya karena melihat Ghea kembali bekerja


kembali ke Dylan....

__ADS_1


Dylan menggeliat dan terbangun karena sadar ini sudah siang waktunya kekantor, Dylan melihat kearah ranjang ternyata ranjang sudah kosong melompong, dia sudah menduga Ghea pergi terlebih dahulu namun Dylan juga melihat kesaming ternyata Ghea juga sudah menyiapkan jaz kemeja untuk Dylan dan membuat Dylan sedikit kagum karena meski tanpa cinta Ghea masih bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri ditambah lagi saat Dylan kembali ke meja makan sesudah bersiap siap ternyata Ghea juga sudah menyiapkan sarapan untuk nya


__ADS_2