Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 18: pura pura


__ADS_3

Dalam hidup ini, jika kamu tak mampu melihat hal yang salah, kamu tak akan mampu mengetahui bagaimana cara membuatnya benar


pagi ini Ghea sudah berada di depan rumah sang ibu dia bahagia ternyata kanker yang ibu derita bisa sembuh secepat itu apakah ini yang disebut keajaiban?


tapi sebelum Ghea kerumah ibunya dia memastikan terlebih dahulu bertanya langsung pada dokter yang telah menanganai ibunya apakah ibunya benar benar sembuh.


"pak, bapak sudah tau kan dari nenekJennifer bahwa saya ingin bertemu langsung dengan bapak dokter yang menangani ibu saya? " tanpa basa basi


"ah iya kmu cucu menantunya ternyata cantik sekali, soal itu


Pada pasien kanker stadium 3, remisi bisa tercapai apabila pasien sudah melakukan terapi dan sudah dievaluasi oleh dokter ahli bahwa pasien tersebut tidak memiliki sel kanker lagi di dalam tubuhnya, jadi saya sudah pastikan ibumu sembuh dari kanker."


panjang lebar sambil menjelaskan


Ghea merasa sangat senang mendengar soal ibunya dari dokter secara langsung, tapi dalam benaknya berpikir jika sebelumnya juga ibunya selalu melakukan terapi tapi kenapa tidak sembuh sembuh, yang sesungguhnya tanpa Ghea ketahui iyalah ibu Gheanya berbohong melakukan terapi sebelumnya karena terlalu memikirkan hutang ke rentenir jadi dia fokus untuk membayarnya ibunya melakukan terapi saat diantar oleh Ghea tapi dokternya ada urusan mendadak sehingga tidak jadi melakukan terapi.


kembali ke Ghea yang sedang berada didepan rumah ibunya, dengan memegang dada iya berkata dalam hati "ibu sudah seminggu Ghea gak jenguk ibu, tapi tiba tiba tau ibu sudah sembuh dari kanker, Ghea merasa bahagia Bu dan maafkan Ghea"


sungguh gadis yang tegar dan mandiri walau tau betapa beratnya hidup dia tidak pernah memperlihatkan kesulitannya pada keluarganya, pernikahan keterpksaan, tanpa cinta, kasih dan sayang Ghea anggap itu adalah keberusahaan Ghea untuk keluarganya, baginya kebahagiaan untuknya nomor dua, tapi dia juga merasa bahagia karena nenek Jennifer sangat menyayanginya itupun sudah cukup


"Ghea loh kamu kok berdiri didepan aja sih ayo masuk kenapa gak nyapa ibu" melihat Ghea yang sedang berdiri memandangi sang ibu tanpa pikir panjang Ghea memeluk ibunya dan dari belakang ibunya terdapat Boby yang sedang bersandar di Lawang pintu


"ibu maafin Ghea, Ghea baru berkunjung kerumah" ujar Ghea sambil menahan rasa, sedih dan bahagia karena ibunya telah sembuh, semua rasa campur aduk itu Ghea menahannya


"iya gak apa apa, dimana nak Dylan gak ikut?" melihat kesekeliling Ghea


"ah dia hari ini gak bisa ikut karena banyak pertemuan bisnis dan lain sebagainya Bu"


mereka berbincang sembari masuk rumah, Ghea melihat rumah yang dia tempati sebelumnya adalah rumah kedua orang tuanya yang dia pertahankan dari lintah darat itu karena rumah banyak kenangan bersama alm. ayahnya ini dia sangant berusaha keras meskipun tau pada akhirnya dialah yang keluar dari rumah itu dan tinggal bersama orang baru baginya,


dia melihat kearah Boby yang sedari tadi melihat Ghea dengan tatapan penuh kesal


"kamu kenapa lihat lihat abis tuh muka kamu udah kayak robot tau" celetuk Ghea pada Boby, Boby hanya mutar kedua bola matanya sembari mendengus kesal


"dimana si Titan" bertanya meski tau tak ada


"Titan? maksud kamu Dylan?" kebingungan karena Boby sedikit berani mengatai Dylan Titan

__ADS_1


"dia nggak ikut, dan kamu jangan panggil dia seperti itu Boby" tambahnya


Boby hanya memutarkan kedua bola matanya kembali


"cih peduli apa kakak, bukankah dia aja gak peduli sama kakak terus hubungan macam apa ini, aku baru tau kakak bisa menikah dengan orang yang tidak menyukai kakak ataupun sebaliknya tapi kakak masih bertahan" sambil melihat ibunya yang sedang berada di dapur


"heh kamu bilang apa, kamu gak baik bilang kaya begitu Boby," sembari minum


"gak usah sok bahagia," membelitkan kedua tangannya didada "aku tau kakak ngelakuin sejauh ini semua untuk aku dan ibu jadi gak usah pura pura bahagia bodoh" tambahnya dalam hati


karena apa yang dikatakan Boby membuat Ghea tersadar seberapa besar dia harus menyembunyikan kesedihannya Karena hubungan yang tidak jelas itu dan akan seperti apa kedepan nya, apa pernikahan kontrak itu akan benar benar berakhir dan bagaimana dia mengatakannya jika suatu saat harus cerai dengan Dylan , dia teringat saat ibunya dulu selalu berkata


Sebuah krisis dalam pernikahan biasanya akan membuat pasangan memiliki perasaan campur aduk. Antara ingin berpisah, atau ingin bertahan selama satu atau dua tahun. kita butuh waktu, agar krisis bisa mengendap. Sehingga kita bisa memastikan, apa sebenarnya yang kita inginkan


Ghea berpikir jika pernyataan ibunya itu bukankah untuk pasangan yang memiliki rasa cinta dan itulah cara pasangan untuk berpikir sejenak, lalu bagaimana dengan Ghea dan dylan serti kita ketahui bahwa hubungan mereka hanyalah sebuah paksaan, dan berbohong pada orang tua mereka bahwa mereka hidup bahagia dan bisa tidur bersama satu kamar walau sebenarnya satu kamar namun tidak tidur satu ranjang.


pikiran Ghea kemana mana hingga ibunya manggilpun dia tak dengar


"Ghea..."sambil menggoyangkan pundak Ghea


"kamu kenapa sakit?" tanyanya khawatir


"yaudah kamu istirahat gih dikamar kamu nanti ibu bilang ke Oma agar tidak khawatir sama kamu" ujar ibu nya


namun Ghea hanya tersenyum tanpa bilang apa apa dan membuat ibunya heran dengan pandangan yang kosong


"Oma bilang kamu bahagia ya sama Dylan walau tau kalian terpaksa menikah dengan keadaan, Oma juga bilang kalian tidur sekamar ibu dan Oma gak sabar pengen punya cucu"


nampak dari belakang ada yang terbatuk batuk saat ibu dan Ghea melihat kebelakang ternyata ada Dylan sudah datang dari tadi


"loh nak Dylan kamu dari tadi ?"


kaget hingga membuat kedua matanya terbelelak


"iya saya mau nyusul Ghea maaf saya kesininya tidak bareng dengan Ghea bu" melirik kearah Ghea namun Ghea melihat tak percaya Dylan menyusul nya sebegitu pentingnya melihat Oma dan ibunya bahagia sehingga harus pura pura romantis


Dylan menuju ibu Ghea dan memberi salam sambil mbungkuk, seraya tangan kanan merangkul Ghea agar terlihat baik baik saja Ghea merasa ini benar harus dilakukan tapi jika terus saja begini bagaimana nanti jika mereka tau bahwa mereka hanyalah pura pura.

__ADS_1


"wah sweet ya, awalnya ibu kira Oma berbohong tapi sepertinya memang kalian bahagia bersama ya, ibu doain keberuntungan selalu dipihak kalian" bahagia kegirangan karena tau anaknya bahagia dan akhirnya pasutri itu saling mencintai


Dylan ingin melihat lihat pekarangan rumah Ghea karena indah bagaikan dinegri dongeng yang penuh pepohonan dan terletak taman yang penuh bunga bunga yang indah


namun Ghea menyuruh Dylan untuk memakan makanan buatan ibu ya yang lezat Ghea pergi kedapur melihat sang ibu sedang membuat es campur Ghea ingin menanyakan pada ibunya tentang kesehatannya


"ibu apa ibu beneran udah sembuh? Ghea bahagia banget Bu terimakasih tuhan telah mendengar doa Ghea dan terimakasih juga untuk ibu karena sudah bertahan" memeluk ibunya yang sedang membuat es campur


"Ghea ternyata kamu udah tau, ibu udah sembuh total, ibu juga berterimakasih karena semua ini karena kamu, jadi ibu mohon berbahagialah nak" menangis sambil mengusap puncak kepala ghea


"kamu tau Ghea awalnya ibu takut kamu tidak bahagia karena pernikahan paksaan ini, tapi.. tapi.." tersedu sedu dan tidak bisa melanjutkan percakapan nya


"ibu gak mau hari ini sedih sedihan ibu mau buat hari ini hari yang bahagia untuk ibu, kamu bantu ibu dan buatlah untuk suami kamu" ujar ibunya sembari mengelap air matanya


kembali ke Dylan...


saat Dylan sedang mencicipi makanan yang dibuat ibu Ghea dia termenung karena dia sudah lama sekali tidak mencicipi makanan buatan ibunya hingga membuat dia sedih namun masih berusaha untuk tidak diperlihatkan, namun dari samping nampak wajah Boby yang sedang memperhatikan Dylan yang sedang termenung,


"kamu tidak usah pura pura peduli terhadap kakak ku"sontak membuat Dylan kaget


"ibuku dan nenek mu bisa saja dibohongi tapi tidak denganku, jika kamu tidak mencintai kakak ku sebagai istrimu tolong ceraikan saja,"


Dylan berdiri dan duduk disebelah Boby yang tanpa memandang lagi Dylan hanya wajah datarnya saja yang terpampang jelas bahwa dia tau semua ini adalah akting belaka


"cara bicara dia kenapa mirip denganku" ujar Dylan dalam hati


"heh kamu tau apa, aku ini kakak iparmu bukankah sudah kubilang jaga sikapmu dan berbaiklah padaku?" membalas menatap Boby


"hubungan palsu ini hanya diatas kertas kan bukan atas dasar kalian, sudah kubilang jangan berpura pura" memalingkan wajah dan berdengung kesal


"sepertinya memang dia sulit untuk dibohongi jadi percuma aku mengelak" ujarnya dalam hati


"jika tau tolong rahasiakan ini dari semua orang termasuk ibumu" menghela napas


"tapi aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya mungkin dia menganggap pernikahan ini hanyalah paksaan dan paksaan sehingga kau tau dia membuat kontrak dan ingin bercerai setelah 2 tahun apa baginya pernikahan adalah mainan? meski aku belum mencintainya tapi aku tidak pernahenganggap pernikahan ini adalah kesalahan" ujar Dylan panjang lebar namun Boby menatap kearah Dylan dan melihat bahwa Dylan berkata jujur


"aku tau keluargaku berhutang padamu tapi kakak ku tak sebanding dengan uang yang keluargamu berikan pada keluargaku, jadi kalau begitu pertahankan kakak ku dan buatlah dia bahagia jika kalian tidak saling mencintai biarlah waktu yang mengatur, gunakan waktu 2 tahun untuk membuat kakak ku mencintaimu dan kau pun begitu, dia memang sedikit bodoh karena dia belum pernah pacaran meski banyak pria yang datang padanya tidak satupun dia terima." ujar Boby panjang lebar membuat Dylan kagum dengan apa yang dikatakan Boby

__ADS_1


"kenapa ada bocah sedewasa ini pemikirannya?" ujar Dylan dalam hatinya


__ADS_2